
" permisi pak tua aku tertarik dengan buku ini. " ucap tiara menghampiri seorang lelaki tua yang berjualan di lantai dengan barang seadanya. yang membuat tiara tertarik dengan satu barang yang di miliki lelaki tua itu.
" aku tidak menerima uang aku hanya menerima barter. "
" aku tidak memiliki sesuatu yang bisa ku barter, bagai mana jika aku bayar dengan harga dua kali lipat. "
" pergi saja aku tidak butuh. "
" ayo lah pak tua. "
" bagai mana jika serahkan saja ginjal mu satu untuk ku. "
" eh apa ginjal ku semurah itu. "
" jika tidak kau bisa pergi saja. "
" hah ya baik lah aku pergi saja. aku perkirakan jika tidak terjadi sesuatu umurmu akan bertahan sampai 3 tahun saja karena ginjal mu yang rusak itu sayang sekali. "
" tunggu bagai mana kau tau jika aku memiliki masalah dengan ginjal ku. juga bisa memperkirakan masa hidupku. "
" mudah karena aku tau yasudah kau sudah mengusir ku aku pergi saja. "
" tunggu apa kau benar ingin buku ini. berikan aku penawaran terbaik mu selain uang. "
" bagai mana jika aku menuliskan resep saja untuk mu yang jika di minum sesuai dengan pengaturan ku makan kau akan berangsur pulih. "
" setuju" ucap lelaki tua itu.
" ini silahkan ambil buku ini. " menyerahkan buku pada tiara.
" baik lah aku Terima. di mana aku harus menulis untuk mu. "
" tunggu sebentar. "
kemudian lelaki tua itu merogoh bajunya yang terlihat kebesaran kemudian mengeluarkan buku dan alat tulis.
" silahkan. " menyerahkan pada tiara
tiara tanpa menunggu lama segera menulisnya dengan begitu cekatan dan serius.
" ini ikutilah aturan yang tertulis di sana dan di bawah sana alamat ku jika kau mengalami masalah yang serius atau kau merasa di tipu oleh ku. "
" tidak tidak aku percaya padamu gadis kecil. "
" ya sudah aku pergi. "
" ya ya ya tapi apa kau hanya tertarik pada buku usang itu saja gadis kecil. "
" lihat ini aku memiliki sesuatu yang mungkin sangat sulit di temukan. " kemudian orang itu mengeluarkan sebuah kotak usang dari dalam bajunya kembali
" apa itu. "
" lihat lah kau akan tau. " menyerahkan kotak itu pada tiara
tiara menerimanya dengan sopan karena penasaran tiara sera membuka kotak itu dan melihat isi kotak itu.
rupanya satu set jarum emas untuk akupuntur tapi yang menarik dari jarum ini adalah setiap jarumnya memiliki ukiran naga jika seseorang tidak teliti makan tidak akan kelihatan.
" pak tua apa kau benar benar ingin memberiku ini. "
" ya. "
" baik lah aku Terima. "
" ya. "
" ya sudah aku akan pergi melihat lihat yang lainnya. "
" ya berhati hatilah. "
" em. " singkat tiara
" ayo han. "
" baik nona. "
__ADS_1
segera tiara pergi dengan di ikuti oleh han meninggalkan pak tua itu menuju tempat tempat yang membuat tiara tertarik.
" Queen bagai mana apa dirimu suka tempat ini. "
" ya
"bagai mana menurutmu tentang mereka. "
" aku akan membunuh mereka jika mereka berani membuat langkah. "
" kau semakin kejam saja Queen. "
("-")...........
setelah selesai berbicara dengan Queen tiara pergi kmenuju sebuah lapak yang menawarkan batu.
" han ayo kesana kita akan meng hasilkan uang. "
" siap nona. " han sudah tau ke ahlian nonanya dalam memilih batu jadi han sangat setuju
segera tiara dan han sudh tiba di tempat penjual batu rupanya seorang sepuh yang sudah sangat tua dengan janggut putih dan rambutnya pun putih.
tapi jika orang biasa melihatnya dia hanya sosok tua saja yang mudah di ganggu berbeda dengan tiara yang tau jika orang yang saat ini sudah ada di hadapannya seorang ahli tenaga dalam.
" batu apa saja yang ada di sini. " tanya tiara
" Giok, jade, safir. "
" apa yang paling tinggi dari ketiga batu itu. "
" jade. "
" oh. " tiara mulai menggunakan energi sekitar untuk memeriksa batu yang terdapat di meja. tak butuh waktu yang lama tiara menemukan batu dengan energi yang sangat kuat tapi tiara bingung letaknya.
tiara terus membolak balik batu yang ada di meja sambil menggunakan wajah serius dan bingung. setelah beberapa lama membolak balik batu ada batu seukuran tidak lebih besar dari ibu jari. dan batu itu lah yang tiara cari sejak tadi.
" aku mau yang ini berapa harus ku bayar. "
" hah dasar gadis kecil kau membuatku menunggu cukup lama dan kau hanya ingin batu krikil itu. bayar saja rasa lelah ku dan batu itu kau ambil saja. "
" 100 dollar saja. "
" han apa kau bawa uang cas bayar lah. "
" ada nona. baik nona. " segera han merogoh dompetnya kemudian membayarnya
" terimakasih. "
" ya. " ucap tiara segera pergi dari tempat itu
" han simpan ini dengan baik karena batu ini sangat bernilai. "ucap tiara menyerahkan batu itu pada han.
" baik nona serahkan saja padaku. "
kemudian tiara melanjutkan memasuki pasar gelap lebih dalam lagi untuk melihat sesuatu yang lebih menarik. semakin kedalam suara orang menawarkan dagangannya semakin berkurang. di dalam orang yang berjualan lebih pendiam tidak seperti di luar.
tara terus melihat dari satu lapak ke lapak lainnya untuk menemukan sesuatu yang menurutnya memiliki harga atau manfaat. hingga tiba di mana tiara melihat seseorang yang sangat tiara kenal dan sangat tiara benci dia sedang bersama sekelompok orang berjalan menyusuri jalanan.
tiara yang sangat membenci orang itu membuat tiara memutuskan untuk mengikuti orang orang itu.
" han ayo ikuti orang orang itu. "
" yang mana nona. "
" itu. "
" apa nona apa dirimu ingin mengikuti kelompok pembunuh bayaran itu. "
" ya ada apa. "
" nona mereka terkenal tidak ada ampun dan mereka memiliki ketua yang abnormal nona. "
" lalu. "
" eh aku ikut nona saja. aku hanya ingin menjelaskan saja nona. "
__ADS_1
" apa aku meminta menjelaskan han. aku minta kita ikuti. "
" maaf nona. "
" ayo. "
" baik nona. "
han segera bergerak mengikuti tiara untuk mengikuti kelompok pembunuh bayaran yang sangat di takuti mereka terkenal dengan " GIOK DARAH " siapa saja yang menggunakan jasa mereka siapkan saja uang yang banyak karena setiap kali mereka bertugas makan si korban akan di pastikan mati
tiara yang mengikuti bersama han kini tengah berdiri di depan pintu bersiap untuk masuk karena orang . rupanya orang yang tiara ikuti memasuki sebuah tempat.
tiara yang berjalan tiba tiba saja mengingat sesuatu.
" han mengapa mereka tidak menggunakan topeng. "
" nona mereka sudah menjadi warga di sini mereka tidak lagi berhubungan dengan dunia luar kecuali ada misi membunuh. "
" oh jadi jika orang yang tidak mengenakan topeng itu mereka sudah menjadi warga. "
" benar sekali nona. tapi tidak sembarang orang bisa menjadi warga di sini. biasanya mereka adalah seorang pembunuh kelas kakap, memiliki kelainan atau dia buronan, dan yang terakhir seberapa banyak uang mereka. setelah itu mereka harus menemui penguasa di sini jika penguasa tempat ini setuju dia akan sederajat di beri tanda tengkorak. maka dia sudah menjadi warga di pasar gelap ini. " jelas han
" oh seperti itu rupanya. "
" ya sudah ayo kita masuk. "
" nona apa kita harus masuk. "
" ya..... ada apa. "
" nona ini markas mereka. "
" lalu apa ada masalah dengan itu. "
" tidak ada nona. "
" ya sudah ayo masuk saja sekalian kita babat habis mereka jika mereka mengganggu urusanku. "
" baik lah nona aku ikut apa kata nona saja. "
tiara segera memasuki tempat itu. yaitu sebuah tempat dengan nuansa redup dengan aura membunuh yang kuat.
" siapa kalian ada perlu apa datang ke tempat ini. " ucap seseorang dengan suara berat dan mengunakan tudung yang menutupi wajahnya
" aku mencari seseorang. "
" siapa. "
" namanya josep dahulu. "
" tidak ada. "
" tapi dia baru saja masuk dengan beberapa orang di belakangnya. "
" oh apa yang kau maksud si iblis. "
" entahlah aku tak mengenal nama lain selain nama josep. "
" apa keperluan mu menemuinya. "
" aku ingin membunuhnya. "
" apa kau salah tempat gadis kecil ini bukan tempat untuk dirimu bisa membual. "
" apa aku terlihat seperti membual. " tiara melepas topengnya memberikan tatapan intimidasi dengan aura membunuh yang menekan. membuat sosok yang di depannya bergetar.
" aku sarankan urungkan niatmu jika ingin membunuh di tempat ini karena selain ketua tidak ada yang bisa melakukan pembunuhan di tempat ini jika itu terjadi bahakan jika kau berlari hingga ujung dunia ketua akan selalu menemukanmu. "
" lalu apa aku takut. sekarang katakan di mana orang yang aku cari atau kau mati. "
" apa kau berani. " membelalakkan matanya tak percaya karena di bagian perutnya sudah merasakan sakit yang teramat sakit.
" sekarang apa kau percaya jika aku berani. " ucap tiara yang sudah menusukkan pisau di perut orang itu kemudian dengan sengaja tiara memutar pisau itu.
" kau sudah melakukan kesalahan tanggung lah akibatnya. " walau sakit masih berusaha memperingati tiara dengan mulut yang mengeluarkan darah
__ADS_1