Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
174. di hadang


__ADS_3


tiara yang terbangun terlebih dahulu pagi itu segera memulihkan tubuhnya karena semalam efek dari gempuran tristan sungguh sangat terasa di tubuhnya setelah 5 menit tiara sudah pulih dan seperti biasanya segera mengenakan pakaian kemudian mengikat rambutnya.


tristan yang terbangun melihat tiara yang B sedang mengenakan pakaian dan mengikat rambut, membuatnya tersenyum merkah.


" dalam ke adaan seperti apa pun atau berpakaian apapun istriku ini selalu cantik aku merasa beruntung mendapatkannya. " ucap tristan di hatinya memuji tiara


" tristan ayo kita kembali hari ini saja aku sudah ingin pulang. " ucap tiara segera menghampiri tristan kemudian tidur dengan berbantal kan dada bidang tristan.


" em... biarkan black dan blue yang menyiapkan kepulangan kita sekarang temani aku tidur aku masih merasa mengantuk. "


" kemari tidurlah aku akan menemani mu. " ucap tiar.


tristan dengan patuh segera tidur sesuai pengaturan tiara. " I Love You istriku. "


" I Love You Too suamiku. " ucap tiara menjawab dan tristan pun memejamkan matanya.


pukul 10 pagi keduanya sudah siap untuk pulang kembali ke negara barat kota suzan. hana juga ada dalam kepulangan mereka kali ini.


mereka menggunakan pesawat pribadi milik tristan jadi tidak perlu antri atau menunggu mereka langsung saja menaiki pesawat. hingga pada akhirnya pesawat pun terbang menuju negara barat kota suzan.


di tempat lain di kota suzan seseorang seperti bawahan seperti sedang melaporkan sesuatu pada tuannya.


" tuan dia sedah kembali. "


" hem...... siapkan semua orang kita akan menyergap mereka. "


" baik tuan. " segera pergi setelah itu.


" *tristan kau sudah terlalu lama berkuasa jadi sekarang sudah saatnya aku yang berkuasa. jika dulu masih ada ibu mu yang di luar batas itu aku akan berpikir dua kali untuk menyentuhmu tapi setelah selama ini ibumu tidak pernah muncul lagi entah kenapa. tapi aku yakin sudah terjadi sesuatu dengannya jadi sekarang aku akan mengirim mu pulang ke neraka agar aku bisa menggantikan mu. "


hahaha...... hahaha...... hahaha*.......


malam hari pesawat mendarat di bandara sudah ada 3 orang berdiri menunggu kepulangan seseorang.


" kak aku rasa itu nona. " Sintia


" ya aku rasa begitu. "


" sudah lama sejak terakhir kali bertemu nona bagai mana keadaanya sekarang setelah menikah. "


tristan tiara dan hana berjalan setelah keluar dari pesawat, tiara melihat orang yang sangat tiara kenal.


" nona. " ucap ketiga orang itu.


" hoo.... bagai mana kabar kalian. " tanya tiara


" kami baik nona. " erika


" ya nona. bagai mana kabarmu nona. " Sintia

__ADS_1


" apa tuan memperlakukan nona dengan baik. " iris


" aku baik dan suamiku ini merupakan orang terbaik untukku. sekarang kenalkan nama kalian masing masing. "


" baik nona. "


" erika. namaku erika tuan. "


" tristan. "


" namaku iris tuan. "


" tristan. "


" namaku Sintia tuan. "


" tristan. "


" baik kalian sudah kenal sekarang jadi ke depannya tidak ada perdebatan lagi apa kalian bertiga mengerti. "


" kami mengerti nona. "


" bagus.


eh... erika di mana han..... "


" oh han dan para penggali makam sedang membersihkan sampah nona. "


akhirnya mereka segera pergi ketempat mobil berada. setelah sampai tiara dan tristan satu mobil bersama erika sedangkan hana bersama iris dan Sintia.


mereka segera pergi meninggalkan bandara untuk pulang ke rumah tristan sudah memutuskan untuk ikut pulang bersama tiara untuk beberapa hari ke depan kemudian setelah itu mereka berdua akan pergi menemui ibu tristan yang sakit yang berada di suatu tempat di suzan juga.


setelah cukup jauh meninggalkan bandara tiba tiba saja ada pengalihan jalur yang mana mereka harus melalu jalan memutar .


" erika apa sebelumnya jalan sudah di tutup. " tanya tiara


" tidak nona...... saat aku lewat tadi semua baik baik saja nona. " jawab erika.


" em ya sudah kita lewat jalur memutar saja. " ucap tiara sepertinya tau jika jalan memang sengaja di tutup oleh seseorang dengan maksud lain.


" apa kita pulang ke rumah kita saja tiara. "


" tidak tristan aku rindu rumah tak apa hanya beberapa jam saja. "


" baik lah apapun keinginan mu. "


mobil pun melewati jalur memutar yang mana biasanya jalur hanya di gunakan pada siang hari saja karena ketika malam jalur sangatlah berbahaya.


lama kemudian mobil tiara harus berhenti karena jalur mereka sudah di tutup oleh 2 mobil yang melintang.


" nona. " erika

__ADS_1


" ya ini sepertinya sudah di rencanakan. "


erika segera mengambil pedang yang berada di atasnya.


" nona apa boleh. "


" ya lakukanlah selama mereka musuh tak perlu menahan diri lagi. "


tristan hanya diam saja karena dia sudah tau setiap orang tiara adalah petarung hebat.


segera tiara, tristan dan yang lainnya keluar dari dalam mobil. erika dengan pedang Sintia dengan pemukul baseball dana dengan dua belati iris hanya menyulut rokok dan memasukkan tangannya ke saku celana.


pihak musuh segera keluar dari mobilnya dan di ikuti orang orang yang juga keluar dari kegelapan tidak bisa di pastikan jumlah mereka berapa banyak yang pasti itu lebih dari puluhan orang.


" halo tristan masih ingat aku. "ucap musuh


" oh kau rupanya rico, sudah berani rupanya dirimu mengganggu tuan muda ini apa kau tidak ingat bagai mana ayahmu bersujud waktu itu memohon untuk hidupmu. lalu sekarang apa kau sudah siap mati. "


" hahahaha. dulu itu karena ada ibumu dei belakang mu sekarang kau hanya dengan beberapa orang lemah sedangkan aku lihatlah sudah jelas di sini siapa yang akan mati. "


" kau hanya anjng keluargaku dan sekarang kau ingin menggigit tuan mu apa kau lupa jika tuanmu tidak pernah takut pada anjng seperti dirimu. "


" ya berkata kata lah sepuas mu malam hari ini karena esok kau tak akan melihat terbitnya matahari dan wanita itu akan menjadi milik akan ku buat dia selalu di bawah ku. "


" kau jangan melibatkan istriku kau tak akan bisa menyentuhnya. "


" jika kau mati aku bisa menyentuhnya. "


" kau tak akan pernah bisa membunuhku tengik. "


"hey kau mengapa mulut mu begitu cerewet sekali. jika kau datang untuk berkhotbah pergi sana. " ucap erika


" kau kau akan menyesal karena sudah mengatakan itu. "


"kalian semua habiskan mereka jangan ada sisa. "


setelah ucapan itu selesai puluhan orang tau mungkin ratusan segera menyerang ke arah tiara dan tristan berada.


" hari ini kita dapat banyak pesanan dari malaikat mau kalian datang lah ucapkan salam sapa nya. " tristan


hana, erika, dan Sintia tertawa mendengar apa yang di katakan iris. segera mereka juga maju untuk menerjang musuh.


" tiara apa mereka semua bisa menghadapi musuh yang banyak ini. "


" entah lah aku tidak tau kita lihat saja dulu. "


" hah.... lalu aku mendengar tentang penggali makam siapa mereka."


" oh itu tiga puluh orang yang aku katakan sebelumnya padamu. "


" jadi mereka ini sudah bisa di sebut pasukan yang siap kapan saja begitu tiara. "

__ADS_1


" ya bisa di katakan begitu. "


__ADS_2