Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 37


__ADS_3

satu persatu musuh mulai berjatuhan dengan tubuh yang tak utuh lantai yang awalnya kering kini sudah basah oleh darah.


di lantai berserakan tubuh tanpa kepala, kepala tanpa tubuh tangan kaki usus semuanya berserakan.


erika yang melihatnya terus serius memperhatikan pertarungan di depannya. dia yang sudah mulai terbiasa masih mengalami pusing dan mual.


erika melihat nona nya yang seperti anak anak begitu lihai dan kejam dalam membunuh. musuh yang tadinya banyak kini sudah mulai bisa di hitung.


" nona sungguh kejam dalam membunuh aku masih harus menguatkan mental ku. walau aku sudah mulai terbiasa, tapi jika melihat nona membunuh musuhnya dan melihat musuh yang terbunuh maka siapa saja akan langsung kena mental dan bayangan akan kematian dan mayat mayat yang berserakan di lantai dengan tubuh yang tak utuh akan selalu muncul di dalam pikiran mereka. "


sekitar 75 menit bertarung kini Queen sudah menyelesaikan pertarungan itu. erika juga tidak hanya diam melihat pertarungan yang Queen lakukan erika juga ikut mengurangi jumlah musuh yang menggunakan senjata api.


" kerja bagus erika, kau terlihat sudah bisa mengendalikan diri dan terbiasa. " ucap Queen tersenyum pada erika.


" terimakasih nona. tapi sepertinya aku perlu lebih sering melakukannya. "


" baik itu mudah untuk kedepannya. sekarang apa kau masih mampu untuk melanjutkannya. "


" tentu saja nona aku mampu. "


" bagus ayo kurasa di lantai selanjutnya peranmu akan lebih banyak kuharap amunisi mu masih cukup. "


" ah benarkah nona. "


" ya tentu. "


erika segera mengecek ketersedian amunisi yang di bawanya secepatnya.


" kurasa amunisi ku masih cukup untuk 200 kepala nona. "


" jika begitu ayo kau yang pimpinan aku di belakang saja. "


" baik nona


di rumah kini iris sedang duduk berdua bersama han mereka sedang mengobrol.


" iris apakah dirimu tau kemana nona pergi. "


" tidak aku tidak mengetahuinya tapi yang ku tau nona pergi bersama erika. "


" oh aku sedikit lega jika nona pergi bersama erika. "


" ya..... han bisakah kau ceritakan tentang kejadian mu dan nona di kasino. aku melihat berita di media sosial begitu ramai memperbincangkan masalah itu. "


"hmm baiklah. malam itu semua nya berjalan dengan baik baik saja hingga nona di undang untuk bermain dengan orang yang bernama dewa judi. permainan berjalan dengan normal dan wajar wajar saja tapi hingga diakhir si dewa judi ini merasa tidak Terima jika dirinya kalah dia melakukan kudeta pada nona dia meminta orang orang di sana membunuh nona dengan imbalan 30% persen dari uangnya, selanjutnya pun terjadi pertarungan yang berat sebelah di mana ketika pihak musuh menyerang mereka sudah mati dengan luka luka di sekujur tubuhnya. aku sempat bingung mengapa terjadi sedangkan nona masih di tempatnya sejak awal siapa yang melakukannya. yang terakhir nona pun membunuh si dewa judi hingga akhirnya sintia datang. "

__ADS_1


" benarkah lalu siapa yang membunuh orang orang itu jika nona masih di tempatnya. "


" entah lah hingga kini aku masih bertanya tanya apakah nona atau orang lain. "


" tapi kurasa itu pasti nona han, nona terlalu misterius untuk kita. "


" ya dan entah lah. "


kembali dengan pertarungan Queen dan erika di markas harimau darah yang merupakan organisasi dunia bawah.


mereka berdua sudah menaiki tangga menuju lantai tiga di mana semua musuh sudah siap menunggu kedatangan Queen dan erika di lantai 3.


sesampainya di lantai 3 keduanya sudah di sambut dengan tembakan yang membuat keduanya memilih untuk berlindung terlebih dahulu.


" kalian wanita bajingan apa yang membuat kalian datang ke tempatku dan membantai orang orang ku. " ucap sang bos.


" karena aku ingin. " santai Queen


" apa kau pikir ini permainan yang bisa kau permainkan jika kau ingin. "


" entahlah.... tapi apa kau mengenal salah satu orang mu yang bernama Herman dia sudah berani bermain dengan keluargaku maka aku membalasnya sekarang. "


" hey bukankah itu kesalahan Herman mengapa kau menyerang kami kau tinggal bunuh saja dia. "


" sialan.... kalian semua yang ada di sini bunuh wanita wanita itu untukku sekarang. "


rentetan tambakan senjata mulai terdengar musuh menembaki tiara dan erika secara membabi buta hingga tempat keduanya berlindung kini sudah hampir hancur.


erika yang instingnya kuat dia tau kapan harus menyerang dia mulai menyerang orang orang dari pihak musuh dari tempat persembunyiannya.


Queen masih terlihat bersembunyi melihat aksi dari erika yang begitu lincah berpindah pindah tempat kemudian menembak seperti seorang tentara yang sudah benar benar terlatih dalam perang.


" erika apa perlu bantuan ku. jika ya akan ku selesaikan dengan cepat para kecoak ini. "


" tidak perlu nona biarkan aku saja aku ingin tau batas ku nona. "


" ya baik lah aku akan menunggu. "


setelah berbicara dengan Queen erika beraksi kembali bak tentara di medan perang. musuh juga bukanlah amatiran mereka semua juga para tentara bayaran para ahli jadi keterampilan senjata mereka bukan lah kaleng kaleng.


erika sedikit demi sedikit terus maju menjatuhkan setiap musuh yang lewat di jalur pelurunya.


" ahk sial amunisi pistol ku habis. sepertinya saatnya untuk aksi yang sesungguhnya. " umpat erika


segera erika menyiapkan senjata laras panjangnya membuka kunci pelatuknya kemudian menarik nafas dan di keluarkan perlahan.

__ADS_1


aksinya kini di mulai lagi kelincahan nya menggunakan senjata berat rupanya masih sangat tinggi pengendalian arah peluru selalu tepat mengenai musuhnya.


" kau tau tiara menunggu itu sangat membosankan. " Queen yang mengeluh


" lalu. "


" aku akan menjadi pengalihan saja agar si erika itu lekas membunuh mereka. "


" ya terserah kau saja. "


segera saja Queen keluar dengan kedua pedang di tangannya matanya lurus ke depan dia mulai mengumpulkan energi di sekitar untuk menyelimuti dirinya dan pedangnya.


benar saja kemunculan Queen memecah serangan yang awalnya berfokus pada erika kini beralih pada Queen


" ayo mulai. " teriak Queen


segera serangan mengarah pada Queen. tapi yang tidak di ketahui mereka peluru yang di lepaskan oleh mereka sangatlah lambat di mata Queen. membuat Queen bisa menebas peluru itu menggunakan pedangnya.


" ayo serang aku. gunakan semua amunisi kalian.." ucap Queen


cepat dan lincah itulah yang terlihat dari Queen yang sedang menangkis setiap peluru yang datang dentingan peluru beradu dengan pedang milik Queen saling bersahutan dengan senjata milik musuh dan erika.


kini pekerjaan erika semakin mudah erika semakin cepat bergerak maju melumpuhkan setiap musuhnya.


Queen pun sama dia juga terus maju walau peluru terus menghujani dirinya. tapi tak satupun melukainya jangankan melukainya menggores saja tidak.


setelah tiga puluh menit semuanya telah selesai tak lagi terdengar suara tembakan hanya terdengar suara erika yang mengisi kembali amunisi miliknya yang tinggal satu.


" kerja bagus erika. " puji Queen


" tidak nona jika saja nona tidak bertindak mungkin aku tak dapat menyelesaikannya. "


" ya... ayo sekarang temui ratu kecoa itu yang sedang bersembunyi di kamarnya. "


sedangkan di kamar sangat bos sibuk bermain kuda-kudaan bersama dua wanitanya


" ya ya bagus teruslah begitu itu begitu nyaman ya ya........ " ucap sang bos kemudian melihat pada wanita satunya.


" kemari lah biar aku bermain dengan milikmu selagi dia memuaskan milikku. "


wanita itu mengikuti sesuai apa yang di katakan oleh si bos itu.


erika dan Queen kini sudah ada di depan pintu. mereka bukan tidak mendengar suara suara ambigu dari dalam kamar. apa lagi erika yang memang usianya sudah matang dan mengerti.


" nona apa kita akan masuk sekarang. " tanya erika pada Queen dengan wajah yang memerah

__ADS_1


__ADS_2