Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 21


__ADS_3

" jangan jangan aku sudah merekam kejadian ini aku bisa melaporkannya kepada pihak berwenang jadi sebaiknya kau menjauh lalu bunuh dirimu sendiri jika tak ingin di penjara. "


" bibi kau sungguh kejam mengancam ku bukankah ini rencana mu mengapa sekarang aku yang harus di penjara. tapi jika dirimu mati siapa yang akan melaporkannya. benarkan paman han. "


" benar benar sekali nona jleb..... jleb..... jleb..... " kak han yang mendengar Queen menyebutnya dan memberikan kode yang dia pahami segera mengambil pisau di saku celananya kemudian menusuk sebanyak tiga kali ke arah perut wanita itu.


wanita itu pun tak menyangka jika yang melakukannya adalah kak han. sakit yang dirasa sungguh membuatnya ingin menjerit tapi tak bisa karena dari mulutnya banyak mengeluarkan darah.


" nona maafkan aku sungguh diriku benar benar bodoh karena rayuannya tapi kali ini aku benar benar menyerahkan diriku sepenuhnya kepadamu nona. " ucap kak han kepada Queen.


" apa kau bersungguh-sungguh ingat ini jika dirimu ikut denganku maka tak ada jalan kembali ataupun jalan pintas. " jelas tiara kepada kak han


" nona aku sudah tak memiliki apa pun hidupku terserah padamu saja ku serahkan diriku padamu. "


" baiklah sekarang bakar mobilmu dan anak buah mu jangan meninggalkan apapun yang ada bekas tanganmu sebelum itu bawa wanita ini ke mobilmu lalu bakar. kurasa kau sudah banyak menyentuhnya. "


" ba ba baik nona akan kulakukan


Queen pergi dari sana menuju mobilnya kemudian melihat ke arah satu orang yang masih hidup memegangi kakinya yang patah


" tolong ampuni aku tolong aku sungguh menyesal. " ucap orang itu sambil menangis


" hey jika dirimu hidup maka tak adil untuk kawan kawanmu jadi lebih baik dirimu menyusul mereka saja. jleb... jleb..... cras......


" nona aku sudah melakukannya. " ucap kak han dari belakang


" jangan lupa bakar juga yang itu. "


" baik nona. " segera saja kak han melakukannya.


Queen juga bangkit lalu menyandarkan dirinya ke mobil. menunggu kak han melakukan tugasnya.


" apa dirimu sudah yakin tak meninggalkan sesuatu di sini. " tanya Queen kepada han yang baru saja menghampiri Queen karena sudah selesai dengan tugasnya.


" sudah nona, "


" emmm jika begitu kamu yang menyetir. " melemparkan kunci kepada han.


han yang tidak siap jika Queen akan melempar kunci sedikit kerepotan menangkapnya.


"baik nona. "

__ADS_1


setelah semua selesai mobil mulai meninggalkan lokasi. han yang mengemudi dan tiara duduk di kursi belakang.


" han jelaskan semua tentang dirimu. "


" baik nona.


dulu aku orang baik baik saja nona ketika itu ada kerusuhan di tempatku aku ikut dalam lerusuhan itu. hingga tiba di tengah tengah kerusuha aku melihat temanku akan di tusuk. aku yang melihatnya segera menusuk orang itu secara berturut turut. aku di bawa dan di penjara selama 10 tahun di penjara aku banyak melewati kepahitan, dan aku belajar dari sana menjadi orang yang tidak baik setelah bebas aku pulang ternyata ayahku menolak menerimaku dan memintaku pergi jangan pernah kembali, bahkan kawan kawanku memusuhiku. aku pergi dari rumah pindah ke kota ini. bermula dari kolong jembatan dengan berebut makanan terus berakhir di jalanan dengan baku hantam kemudian masuk dunia prostitusi dan narkoba barulah kehidupanku setabil dan aku mulai membuat geng yang siap menerima bayaran untuk membunuh siapapun. hingga hari ini dan bertemu denganmu nona. itu cerita singkatku nona. "


" menarik lalu apa sekarang dirimu tak menyesal meninggalkan itu semua. "


" tidak nona aku merasa terbebas nona jadi aku tidak menyesal. "


" em bagus, bleoklah kekiri dan lurus ketika bertemu persimpangan teruslah lurus. "


" baik nona. "


lama dalam perjalanan mobil melaju dengan setabil jalanan juga tidak ramai sedikit mempercepat waktu untuk tiba di rumah.


setibanya di rumah han buru buru turun dari mobil dan berlari kearah pintu belakang membukakan pintu untuk tiara. tiara yang awalnya bingung dengan apa yang di lakukan han karena tampak terburu buru sempat terdiam hingga han membukakan pintu barulah tiara mengerti.


" silahkan nona. " ramah han


" ya terimakasih, tinggalkan mobil di sini dan ikut aku kedalam saja. " ucap tiara kepada han


" baik nona. "


sampai di dalam rupanya sudah ada erika dan iris yang sedang mengobrol santai.


" nona. " ucap mereka kompak karena melihat tiara yang pulang penuh dengan darah.


" aku baik baik saja. aku bertemu beberapa kecowa di jalanan jadi aku membasminya dan membawa pulang kepalanya.


iris, erika ini dalah han dia sama seperti kalian dan han ini iris dan ini erika. segera akrab lah kalian dan jangan ada perbedaan dimataku kalian sama apa mengerti. "


" kami mengerti nona. " ucap mereka kompak


" ya sudah aku kembali kekamar erika kamu yang atur kamar untuk han, dan setelah itu tolong bersihkan mobil dan pisau di dalamnya iris bantu erika dan han lekaslah bersihkan dirimu dan pinjam lah baju iris sementara. apa ada pertanyaan. "


" tidak nona kami mengerti. "


" baik, memasak lah jika sempat jika tidak kita makan di luar saja. "

__ADS_1


setelah memberikan perintah tiara segera berlalu menuju kamarnya. di ruang tamu mereka bertiga masih terdiam setelah kepergian tiara


hingga iris memecah ke heningan itu. " selamat datang saudara han, apa kau melalui hari yang berat bersama nona. "


" ya terimakasih saudara iris. ya cukup berat untukku karena nyawaku sudah hampir meninggalkan tubuhku di tangan nona.


"


" oh benarkah, " iris


" han ayo ku antar ke kamarmu jangan membuat nona menunggu iris berikan satu pakaian mu pada han dan setelah itu bantulah aku memindahkan mobil untuk di bersihkan. "


" ok akan ku kerjakan. " iris segera berlalu


" ayo han kuharap dirimu akan beteh di sini dan selamat datang. "


" iya erika. "


beberapa saat setelah berjalan tibalah di kamar yang dituju.


" han ini kamarmu segera bersiaplah karena nona tak suka menunggu. "


" ya aku mengerti. "


di kamar kini tiara sudah berada di kamar mandi dia sedang membersihkan darah yang melekat di tubuhnya di bawah guyuran air. setelah itu barulah berendam.


" hah dunia ini benar benar kacau orang orang bebas membunuh hukum bergerak begitu lambat bahkan bisa di beli pejabat menggunakan jabatannya untuk menekan dan orang yang tak memiliki apa apa harus berperang setiap hari agar bisa hidup, apakah dunia yang seperti ini bisa di hilangkan, aku sungguh muak, keluarga menjadi orang lain dan orang lain menjadi keluarga, kawan menjadi lawan dan lawan menjadi kawan. "


kemudian tiara mulai memejamkan matanya untuk menikmati suasana berendammya. tak terasa hingga tertidur. dan erika yang mengetuk pintu di luar tak menerima jawaban mencoba masuk.


melihat pakaian nona nya berceceran di lantai erika membereskannya hingga berhenti di depan kamar mandi.


" nona nona apa dirimu di dalam. "


tiara yang tertidur terkejut dengan suara erika yang memanggilnya tiara segera sadar dan merasakan airnya sudah dingin.


" ya aku di dalam ada apa. " tanya tiara yang membuka pintu


erika segera menunduk ketika melihat tiara yang tak berpakaian. " itu nona semuanya sudah siap dan makanan juga sudah siap apa nona ingin makan sekarang atau nanti. "


" oh ya aku makan sekarang saja, tolong bantu aku mengeringkan rambut. " tiara keluar mengambil handuk untuk mengeringkan tubuhnya kemudian menuju lemari baju untuk memilih pakaian.

__ADS_1


setelah itu baru lah erika mulai mengeringkan rambut tiara. erika begitu terampil dan rapi mengeringkan rambut tiara. setelah beberapa saat akhirnya selesai mereka berdua pun keluar menuju ruang makan


__ADS_2