
Di tempat yang jauh tempat yang tidak dapat di sangka jika tempat itu kini sedang ada penghuninya.
" tuan muda arya ini sudah lebih dari 3 bulan dirimu belum pulang apa dirimu benar benar tidak ingin kembali. "
" entahlah kansa aku malas untuk bertemu dengan kakek yang selalu memintaku untuk menikah bahkan sudah mempersiapkan perjodohan untuk ku. "
" lalu bagai mana dengan tuan dan nyonya, keduanya kini pasti sangat ingin bertemu tuan muda. "
" ya aku juga memikirkan itu beberapa hari ini tapi kakek benar benar membuatku menjadi sangat tidak ingin kembali. "
" baik lah tuan muda aku hanya menanyakan itu saja. selebihnya tuan bisa memutuskan. "
" ya.... oh ya kansa bagai mana dengan orang orang yang sedang mengejar ku itu. "
" mereka sudah tidak melakukan pergerakan lagi tuan. semenjak dibantainya kelompok organisasi pembunuh. "
" oh lalu apa sudah di temukan siapa yang melakukan pembantaian itu. "
" itu sampai sekarang pihak terkait mengalami kebuntuan jadi masih tidak menemukan pelaku dari pembantaian ini. "
" em yasudah aska siapkan semua untuk kepulangan ku aku sudah putuskan untuk pulang. "
" baik tuan akan segera aku siapkan.
...****************...
Tiara yang sedang berada di kamar dengan duduk bermeditasi yang kesadarannya kini tengah berada di tempat lain. kesadarannya kini tengah melatih dua buku yang di dapatnya dari pasar gelap.
buku pertama yang tiara dapat merupakan buku beladiri kuno yang sangat kuat jika di latih dengan benar serta mampu membangkitkan kepekaan seluruh indra yang ada di tubuh.
tapi tiara melatih buku itu bukan untuk dirinya dia melatih itu untuk di ajarkan pada setiap orang orangnya. karena jika di berikan bukunya untuk di pelajari tidak akan pernah berhasil walau membacanya tanpa henti. itu di sebabkan karena panduan dalam buku itu sungguh membangunkan dan sulit.
jika tiara simpulkan buku ini di buat bukan untuk di pelajari hanya untuk koleksi saja jika ingin mempelajarinya membutuhkan seseorang yang sudah bisa menguasai apa yang ada di dalam buku tentunya itu tidak mungkin karena sangat pembuat tentu sudah tiada sejak bertahun tahun lamanya.
tapi kerena kejeniusan tiara dan kemampuannya yang begitu dalam dan luas mempelajari buku itu tidak lah sulit bagi tiara.
kemudian buku yang ke dua merupakan buku beladiri juga tapi buku itu lebih dominan untuk mempelajari kecepatan dan kekuatan pukulan di buku itu hanya ada dua teknik beladiri pertama adalah langkah 9 titik cahaya yang kedua adalah tapak budha.
" buku kedua ini sangat baik untuk di pelajari tapi tekniknya membutuh kan energi jika ingin menghasilkan sesuatu yang tidak mungkin jika menggunakan fisik itu sungguh tak berguna. " pikiran tiara
" akan ku berikan ini pada han dan iris saja. untuk buku yang pertama akan ku berikan pada erika dan Sintia saja. "
" em sudah di putuskan. sekarang saatnya kembali untuk mulai menempa batu yang begitu memiliki energi yang besar. "
segera setelah itu kesadaran tiara kembali pada tubuh aslinya. tiara yang menerima kesadarannya kembali segera menarik nafas panjang kemudian di hembuskan secara perlahan di ikuti dengan membuka matanya.
" sekarang kita tempat terlebih dahulu batu ini lalu kita lihat apa guna dari batu ini sehingga memiliki energi positif yang sangat besar dan juga mampu menyerap energi sekitarnya. untuk di ubah menjadi energi positif. "
tiara segera membungkus batu itu di dalam energi yang di ciptaannya kemudian mulai proses penempaan nya. batu yang di tempa kini berputar sangat lah cepat terkadang juga menimbulkan percikan api itu menunjukkan seberapa keras batunya.
Setelah 5 menit prosesnya selesai batu seukuran jari jempol kini sudah terlihat sangat indah karena ada sedikit kilatan cahaya dari dalam batu warna hijau pucat dengan permukaan bening seperti awan di langit tepat di dalamnya terdapat teratai cantik yang memancarkan ketenangan.
" batu yang sangat cantik dan indah serta sangat langka. batu ini seperti hidup dia menyerap energi apa pun di sekitarnya kemudian di keluarkan lagi menjadi energi positif. yang ini sangat bagus untuk di gunakan seseorang untuk kesehatan mereka. "
__ADS_1
" perlukah aku melelangnya. karena jika hanya untuk di simpan sangat di sayangkan jika aku berikan pada yang lainnya mereka pun tidak membutuhkannya. lebih baik aku lelang saja. tapi ayo kita tunjukkan di dunia internet apa yang akan terjadi. "
segera tiara mengambil gambar yang sangat pas dan baik kemudian mengirimkan pada iris.
" iris coba kau taruh gambar ini di internet dan pastikan seluruh dunia mengetahuinya. "
sedangkan iris yang baru saja keluar dari dunia game nya segera meraih ponselnya setelah mendengar ada pesan masuk.
" dari nona. " ucap iris setelah melihat siapa pengirimnya
tanpa basa basi segera iris melihat apa isi pesannya. " hemm batu yang bagus dan menarik pasti ini sangat mahal nona memang luar biasa. baik ayo saatnya berselancar kita lihat seberapa hebat batu ini menarik uang. hahahaha. "
" baik nona akan aku lakukan dengan baik. " balas iris untuk pesan dari tiara.
tiara segera menerapkan pasan balasan dari iris dan membacanya tiara hanya tersenyum tapi kemudian ada pesan masuk kembali.
ternyata dari pihak bank yang memberitahukan jika akun bang milik tiara menerima transfer dari Siska. tak lama pesan Siska juga masuk ke ponsel tiara.
" nona aku sudah mentransfer hasil dari club pada akun bank milik mu nona. "
" ya aku sudah menerima nya oh ya Siska lebih seringlah untuk pulang agar dirimu bisa berlatih bersama dengan yang lainnya. " balas tiara
" baik nona. " balas siska
tiara tidak membalas kembali dia memutuskan untuk membersihkan diri ke kamar mandi.
...****************...
" aku sudah lebih dari sepuluh kali memastikan alamat ini dan benar memang rumah ini. "
" ya sudah lah jika tidak mencoba tidak akan pernah tau. " wanita itu segera mengetuk pintu beberapa kali
yang kebetulan saat itu ada Sintia yang mendengarnya segera saja Sintia berinisiatif membukanya.
" selamat siang. " ucap wanita itu
" oh ya selamat siang apa ada yang bisa ku bantu. " ramah Sintia
" ini aku mendapat alamat dari seseorang yang memintaku datang padanya jika aku mengalami kesulitan lihatlah apa alamat ini benar. " jelas wanita itu jujur kemudian memberikan alamat
" ya ini benar alamat dari rumah ini. ayo masuk terlebih dahulu kita berbicara di dalam saja. aku akan memanggilkan nona karena sepertinya ini nona yang memberikannya padamu. "
" oh ya baik lah terimakasih maaf sudah merepotkan mu. "
" ya tak masalah. ayo. " ajak Sintia ramah.
.....................
" duduk lah terlebih dahulu aku akan menemui nona untuk memberitahukan kedatangan mu. " ucap Sintia setibanya di dalam di ruang tamu.
" em terimakasih. "
Sintia segera ke kamar tiara. setibanya di depan pintu. erika mencoba mengetuk sebanyak tiga kali. tapi tidak ada jawaban dari tiara Sintia memutuskan untuk masuk.
__ADS_1
" nona apa kah dirimu di dalam kamar mandi. "
" oh ya Sintia aku sedang di dalam ada apa. "
" itu di depan ada seorang wanita datang membawa alamat rumah ini melihat dari alamat yang di bawanya aku rasa itu nona yang memberikannya. "
" oh ya baik lah aku akan segera keluar temani lah dia dahulu. "
" baik nona. aku permisi. "
" ya. "
erika pun kembali ke ruang tamu untuk menemui wanita itu yang rupanya sudah ada iris duduk di sana sedang berbicara dengan wanita itu. terlihat jika wanita itu begitu malu dan memerah di wajahnya.
" iris menjauh lah darinya ini tamu nona jangan kau goda dia dengan kata kata manis mu itu
" eh sintia kau mengejutkan saja. aku hanya mengobrol biasa saja dan sedikit memujinya kerena dia begitu cantik. sama seperti dirimu. "
" iris. " kesal Sintia karena iris mulai kembali
" hehehe baik lah baik lah tidak lagi. " ucap iris
" nona akan segera datang tunggulah sebentar. "
" ya baiklah tidak masalah. "
" hana apa kau ingin minum sesuatu biarkan aku membuatkan untuk mu. "
" eh tak perlu merepotkan mu untuk diriku. " ucap wanita itu yang di dengar juga oleh Sintia
" jika aku menawarkan itu tandanya akun tidak merasa repot. "
" eh em itu baik lah air putih saja tak apa. "
" mengapa air putih bagai mana jika jus buah saja. "
" itu itu ya sudah tak apa. "
" bagus tunggulah di sini sebentar. "
" ya pergilah kau iris jangan lupa aku juga. " jawab sintia tapi iris tak menyahuti nya.
" maafkan kelakuannya dia memang suka seperti itu. "
" ya tak masalah. "
" oh ya iris menyebut mu hana apa namamu hana. "
" ya namaku hana, hana lafira tepatnya. "
" nama yang bagus. "
" terimakasih. "
__ADS_1