
setelah lepas dari iris lauren segera ke kamar tiara, setibanya di depan pintu kamar tiara lauren seger mengetuk pintu.
" nona ini aku lauren. "
" oh ya masuk saja kak ana tidak di kunci. " jawab tiara dari dalam
lauren segera masuk setelah mendapatkan ijin dari tiara. setibanya di dalam lauren melihat tiara sedang duduk di kasur memainkan ponselnya.
" nona. "
" kak ana sudah tiba kemari dan duduk lah. "
" baik terimakasih nona. "
" ya tunggulah sebentar aku akan mengambil kertas untuk menuliskan resepnya. "
" baik nona. "
tiara kemudian mengambil kertas di laci samping tempat tidurnya kemudian duduk di kursi meja rias untuk menulis.
" bagai mana perjalanan kembali kak ana apa tidak ada kendala atau masalah. "
lauren yang di tanya sedikit terkejut mengingat kejadian tadi.
" kak ana apa kau baik. "
" eh baik baik nona perjalananku baik saja nona hanya masalah kecil saja jadi sedikit terlambat. "
" oh syukurlah. tidak masalah kak lagi pula aku tidak terburu bru. " ucap tiara yang masih menulis
" ya nona. "
" apa nona tau tentang apa yang terjadi tadi ya rumah ini kan di lengkapi CCTV apa yang akan nona pikirkan nanti. hah ini kebodohan ku dan ceroboh. " hati lauren.
" kak mengapa melamun begitu apa ada yang kak ana pikirkan. " ucap tiara yang sudah memanggil lauren beberapa kali tapi tidak di jawab
" eh itu tidak nona hanya masalah kecil yang bisa aku atasi sendiri. "
" ya sudah ini resepnya. dalam satu resep itu hanya akan menjadi 10 tidak lebih dan tidak kurang karena jika itu terjadi bukan sembuh tapi kematian yang akan datang. dan buatlah ini menjadi kapsul. mintalah semuanya bekerja dengan benar dan fokus. "
" kemudian buat ini dengan bentuk kapsul agar manfaatnya lebih cepat bereaksi. "
" em aku mengerti nona.
lalu berfungsi untuk apa obat ini nona. "
" obat ini untuk orang yang menderita diabetes dan hipertensi. saja. "
" apa dua penyakit ini merupakan penyakit yang sulit di sembuhkan nona. dan nona memiliki resep untuk obatnya. "
" bukan sulit tapi sedikit orang yang berpengetahuan tentang obat dan resepnya mereka terlalu monoton dengan apa yang di pelajari di buku karena apa yang sudah di tulis di buku mereka yakin sudah benar makan mereka tidak akan pernah berkembang jika pun berkembang itu akan lama hingga penyakit baru muncul atau semakin parah. " jelas tiara
" ah nona begitu hebat. "
" sudah. ingat ini saja obat ini hanya untuk diabetes yang disertai dengan hipertensi jika kak ana ingin membuat untuk yang diabetes saja aku akan buatkan yang lainnya. "
" baik aku mengerti nona.
tapi dari yang aku baca ini tidak ada satupun bahan yang berharga atau yang sulit rata rata semuanya adalah bahan bahan umum dalam dunia medis yang bisa di bilang tidak berguna. "
" itulah keuntungan kita kak harga bahan yang murah kemudian menjual dengan harga tinggi bukankah sangat menguntungkan. "
" ah begitu rupanya mengapa aku tidak terpikirkan itu. baik nona aku sudah mengerti. "
__ADS_1
" bagus lalu bagai mana dengan ketepatan waktu dan produksi apa bisa di atasi. "
" aduh itu juga yang tidak aku pikirkan nona. "
" sekarang kak ana kembali saja dulu kemudian rapatkan dengan pihak bagian sehingga menghasilkan keputusan. "
" ah benar juga baik lah nona jika begitu aku pergi. "
" tunggu kak lebih baik kakak pergi bersama iris karena iris sudah mendapatkan orang yang menjual informasi itu. "
" apa secepat itu kah nona. "
" entah itu iris yang mengatakan aku hanya memintanya saja tak lama dia mengatakan sudah makan itu pasti sudah. "
" baik nona aku akan meminta iris ikut. "
flashback on
setelah sambungan terputus tiara segera menghubungi iris meminta memeriksa siapa orang yang telah menjual informasi perusahaan ke pihak lain.
" ya nona ada yang bisa ku lakukan. " iris
" segera periksa seseorang telah melakukan penghianatan di perusahaan dengan menjual informasi produk pada pihak lain. "
" baik itu mudah nona beri aku waktu lima menit. "
" ya terserah kau saja. "
panggilan pun terputus setelah tiara memutusnya. tapi tak lama iris kembali menghubungi tiara.
" nona aku sudah mendapatkannya. dia merupakan seorang bagian pengadaan barang dia juga kepala di bagian itu. "
" bagus sebentar lagi lauren akan datang ikut saja dirimu bersamanya dan jangan lupa bawa beberapa orang dari penggali kuburan untuk membantu. "
" baik nona. "
lauren segera mencari iris dan menanyakannya pada hana dan erika yang di temui nya tapi tidak ada yang tau. kemana iris pergi dan berada.
" sebenarnya kemana iris itu apa dia sudah berangkat terlebih dahulu ke perusahaan. tapi nona meminta untuk berangkat bersama. oh mungkin di luar. " gerutu lauren kesal karena tidak menemukan iris
saat lauren keluar dia melihat iris yang sudah menyandar di pintu dengan gaya cool nya dan senyum manisnya.
" iris kau.... "
" aku menunggumu. "
" mengapa tidak di dalam aku mencari mu sedari tadi. "
" benarkah apa kau ingin mengulang yang tadi. "
" iris jangan ungkap itu lagi lupakan saja. "
" em baik lah. "
" sudah ayo berangkat aku ingin tau orangnya siapa. "
" baik silahkan tuan putri. "
" hey kau mau kemana. "
" kau bilang kita berangkat jadi aku akan menaiki mobil. "
" kau ini lelaki harusnya kau yang mengemudikan mobil bukan aku. "
__ADS_1
" oh begitu rupanya baik lah sini kuncinya. "
" dasar tidak peka. " menyerahkan kuncinya.
" kau tambah cantik saja lauren jika kesal. "
" berhenti iris. "
" ya ya ya baik lah aku berhenti. kau galak sekali lauren. tapi aku suka. "
" iris...... diam "
" baik baik lah aku diam. "
kemudian keduanya masuk kedalam mobil dan mobil mulai melaju meninggalkan rumah dan tanpa mereka sadari ada orang yang melihat mereka dan mendengar mereka sedari tadi orang itu hanya menggelengkan kepala dan tersenyum
di dalam mobil.
" iris jadi pertemuan kita di pintu itu bukan kebetulan. "
tapi iris diam saja. lauren merasa kesal kembali memanggil iris disertai sedikit mencubit lengan iris
" iris......... "
" aduh ada apa tuan putri. "
" berhenti memanggilku dengan sebutan tuan putri dan mengapa kau tidak menjawab pertanyaan ku. "
" kau meminta ku untuk diam jadi aku diam apa aku salah. "
" itu kau menyebalkan iris aku bertanya padamu kau semestinya menjawab. "
" ya ya ya baik lah kau bertanya apa. " tanya iris balik
" dasar wanita tidak pernah ada salahnya. " ucap pelan iris yang di dengar lauren
" bilang apa kau iris. "
" tidak tidak tanyakan lah apa tadi yang ingin kau tanyakan. "
" hah jadi tadi saat bertemu di pintu itu bukan kebetulan kan.....?
kau sudah tau jika aku akan datang.
" entah lah aku tidak tau itu bisa kebetulan atau takdir. "
" iris aku serius. "
" ya aku juga serius lauren. antara kebetulan dan takdir sangat tipis mungkin kita memang ditakdirkan untuk bertemu di pintu agar aku bisa menangkap mu yang akan terjatuh tadi. tapi apa kau berhasil mencuri ciuman pertama ku. "
" iris itu tidak sengaja aku juga din rugikan kau yang malah mendapatkan keuntungan selain kau mencium ku dua tanganmu itu berhasil memegang dua barang milikku. sekarang katakan siapa dia sini siapa yang salah. jadi tak perlu menjadi seperti kau yang di rugikan. " ucap kesal lauren yang seperti di tuduh pencuri
" hah ya ya ya baik lah aku rasa ini tidak akan selesai jika di lanjutkan. "
" ya sudah lupakan saja tak perlu membahasnya lagi. "
" ya baik lah.
tapi jika kau mau lagi aku siap lauren apa lagi itu terasa sangat lembut. "
" iris mengapa kau menjadi begitu mesum sekarang. "
" hahahahaha aku bercanda tak perlu marah. maaf maaf. "
__ADS_1
lauren memalingkan wajahnya karena kesal tapi dia juga sedikit memerah ketika mengingat kejadian itu.