
tiara dan jesica segera turun dari mobil setelah tiba di depan rumah jesica. erick yang melihat itu adalah tiara dan anaknya segera bergegas menghampiri mereka.
" ayah..... "
" paman erick. "
" ya......
ho..... tiara bagai mana kabarmu. kau tampak semakin besar saja. "
" paman dirimu kejam sekali padaku. aku rasa aku merajuk padamu. "
" hahaha...... lama tidak bertemu kau semakin lucu saja kemari lah apa yang harus paman lakukan agar anak cantik ini mau memaafkan paman. "
" es krim aku mau es krim paman dan aku mau dua. " ucap tiara seperti anak 10 tahun
*jesica.
( what tiara ini sungguh hebat bisa menjadi dua orang dalam satu tubuh tadi saat menghadapi musuh dia begitu mengerikan tapi sekarang dia seperti anak 10 tahun. jika bukan tiara yang menjadikan aku dan ayah keluarganya mungkin aku sudah akan salah menilai tiara)
penggali makam
( aku tidak menyangka selain berwajah polos nona juga bisa menjadi seperti anak kecil. terakhir kali aku ikut bersama nona tidak ada korban yang mati dengan mudah di tangannya tapi sekarang siapa yang akan menyangka.)
queen
" tiara sepertinya dua orang ini sangat tinggi menilai mu. "
tiara
" hah itu sudah biasa*. "
" oke ayo masuk paman akan membawakan 2 es krim untuk mu. "
. " assyiiiiiiikkk.... " ucap tiara memeluk erick. " terimakasih paman aku ralat tentang paman yang kejam. tapi paman adalah orang yang sangat baik tapi bisakah es krim nya tambah satu lagi ku mohon. "
" hahaha kau pandai mengambil hati seseorang rupanya, baik lah tiga es krim. "
" hore..... hore. ...... aku punya tiga es krim. " tiara yang sangat senang yang di tanggapi dengan geleng geleng kepala dengan semua orang.
waktu sudah berlalu dan hari juga sudah malam bulan juga sudah bersinar dengan indah. tiara sekarang sudah dalam perjalanan pulang kembali ke rumah.
__ADS_1
di rumah sakit di pusat medis kota suzan kini sedang dilanda ke gemparan dimana para dokter kedatangan pasien yang merupakan orang yang paling berpengaruh di kota suzan.
dokter li yang merupakan kepala dokter di sana sudah mati kutu di buatnya karena ini sudah luar batas ke mampuan manusia. jika takdir tidak menginginkan si pasien sembuh maka sudah di pastikan mati.
semua dokter yang merupakan ahli dalam bidangnya juga angkat tangan karena sudah terlalu parah krena pasien sudah memasuki fase akhir di mana kematian lebih dominan dari pada hidup.
" bagai mana ini dokter li aku takut untuk keluar aku masih sayang dengan nyawaku. " spesialis jantung.
" benar dokter li aku juga. " spesialis bedah.
begitu pun yang lain mereka sama sama bergantung pada li suan yang merupakan kepala dokter.
" hah aku juga tidak tau harus apa aku juga sayang dengan nyawaku apa lagi cucuku dia akan seorang diri jika aku mati.
" cucu. kepala dokter li bukan kah cucumu sudah sembuh. "
" lalu jika cucuku sembuh aku bisa mati begitu. "
" aih bukan begitu kepala dokter li. "
" lalu apa maksudmu. "
" kau benar aku rasa orang itu bisa membantu kita. " semua dokter yang sudah kusut kembali lagi ceria. " tapi dia bukanlah dokter jika dia datang ke rumah sakit maka akan menyalai aturan tertulis dan bisa di pidana dan orang yang membawanya pun akan di pidana juga. " kembali para dokter itu kusut.
tapi satu dokter yang manyarankan itu tadi masih tidak menyerah otaknya masih berfungsi untuk berpikir di saat sulit seperti ini.
" kepala dokter li kita bisa membawa orang itu masuk dengan otoritas yang di miliki oleh keluarga pasien jika mereka setuju maka tidak ada masalah untuk membawa orang itu masuk. "
" benar dokter li aku setuju dengannya. "
" lalu siapa yang akan bertanggung jawab untuk ini. " ucap li mempertimbangkan dan memikirkan apakah tiara mau membantunya.
semua dokter saling melihat dan saling menggeleng kemudian melihat ke arah lisuan semuanya membuat li suan mengerti bahawa dia lah yang harus menanggun konsekuensjnya jika nanti ada kesalahan.
" mengapa kalian melihatku apa harus aku yang bertanggung jawab. " li yang cukup kesal di buatnya
kembali dokter dengan otak encer itu memberikan alasan yang mana itu sangat pas dan sulit untuk di tolak.
" kepala dokter li begini jika salah satu dari kita yang bertanggung jawab pihak keluarga pasti tidak akan menerima nya bahkan mungkin akan memperburuk keadaan. tapi jika dekan li yang bertanggung jawab mereka akan melihat status dan juga jabatan dekan li di rumah sakit mereka pasti setuju. " jelas dokter itu sangat rinci.
" kau sangat pintar memasang umpan agar ikan memakan umpan itu. kalian hanya menyelamatkan diri kalian sendiri. ya sudah jika begitu aku yang akan menangani ini. "
__ADS_1
" dokter li memang orang hebat bijak sana dan murah hati kami tidak keberatan jika selamanya harus bekerja di bawah pimpinan dekan li. "
semua orang pun setuju dengan ucapan itu dan mulai menyanjung dan meninggikan dokter li.
" ya jika aku masih hidup sebentar lagi. " segera dokter li pergi keluar pintu untuk menemui pihak keluarga. "
li suan segera keluar dari ruangan ICU untuk menemui keluarga pasien dia juga sudah menyiapkan mental. untuk menghadapi semua hal yang akan terjadi.
" dekan li bagai mana keadaan ayah ku. "
" maaf tuan aku dan dokter lainnya sudah berusaha tapi masih tidak mendapatkan hasil pasien sudah memasuki fase akhir. " ucap li jujur tapi hal tak terduga itu terjadi juga krah baju li di tarik paksa kemudian diangkat sehingga kaki dokterli tidak sepunuhnya menyentuh lantai.
" kau sudah satu jam di dalam dan sekarang kau katakan tidak ada hasil. lalu apa yang kau lakukan di dalam selama satu jam hah. jangan sampai kakekku mati jika sampai itu terjadi rumah sakit ini akan tutup dan seluruh dokternya akan ku bunuh. "
" tuan muda jika aku seorang dewa maka pasti kakek anda sudah sembuh aku juga hanya manusia biasa yang memiliki batasan. bahkan jika tuan muda memanggil seluruh dokter di dunia ini mereka semua akan sama denganku. "
" lalu mengapa kau jadi dokter jika tidak bisa menyembuhkan penyakit. "
" tuan muda seorang mengatakan padaku dokter itu hanya sebuah nama saja itu tidak berpengaruh untuk mengobati penyakit. "
" maka kau mati saja sekarang sialan. " tuan muda itu segera melempar dekan li ke lantai kemudian mengambil sebuah pistol dari balik jasnya.
" danish berhenti jangan lakukan itu. "
" ayah orang ini sudah tidak berguna lebih baik aku habisi saja. "
" sudah jangan tekan amarahmu. benar yang di katakan dekan li dia bukan dewa dia juga tidak bisa menentukan kesembuhan seseorang jadi cukup jangan teruskan. "
" tapi ayah. "
" sudah letakkan danish benar apa kata ayah mu. " ucap sang ibu. "
" baik lah ma, ayah. dan kau dokter lebih baik kau memiliki alasan untuk mempertahankan nyawamu di sini mungkin ayah dan mamaku melarang ku saat ini. tapi tidak di kemudian hari. "
" tenang saja tuan muda umurku juga sudah tidak lama lagi jadi jika aku harus mati di tangan tuan muda aku tidak ada masalah. mungkin dengan membunuhku kakek tuan muda bisa sembuh. " ucap li suan yang sudah sangat jengkel dan marah jadia memberanikan diri agar tidak selalu di tekan.
" dekan li jangan seperti ini, dirimu adalah dokter terbaik di kota suzan. keluarga kami benar benar sungguh berharap dekan li memiliki cara untuk menolong ayahku. "
" ini sangat sulit tuan aku dan para dokter sudah mencapai batasnya untuk menangani tuan besar. "
" ya katakan saja kau tak mampu gampang kan tak perlu mengarang kata yang dramatis. ucap tuan muda danish
__ADS_1