Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
mati


__ADS_3

" dari jejak yang di tinggalkan dia terakhir kali berada di sini. "


" benar dan lihat sekitar sepertinya sudah terjadi pertarungan. "


" apa mungkin dia sudah di ketahui dan sedang di tahan oleh seseorang yang sedang tuan cari. "


" tapi jangan salah dia juga bukan orang sembarangan tuan juga sudah banyak memberikan kemampuan kepadanya. jadi tidak banyak orang yang bisa menandinginya. "


" benar juga tapi orang yang sedang kita cari juga bukan sembarang orang kau ingat bukan bagai mana markas lama mereka hancurkan bahakan hanya menyisakan dia seorang karena dia menjalan kan tugas. "


" benar juga apa yang kamu katakan. lalu bagai mana kita kembali saja dan laporkan ini pada tuan atu kita di sini sampai mendapat hasil. "


" aku rasa kita lebih baik kembali saja untuk melapor karena terlalu lama di sini juga bisa bisa kita di ketahui. "


diskusi empat orang suruhan orang misterius itu yang mereka tidak sadari sedari tadi adalah Queen, erika, dan Sintia sedang mengawasi mereka.


" mau kemana....


apa kalian sudah mendapatkan apa yang kalian inginkan. " erika.


" siapa kalian. "


" bukankah kalian sedang mengawasi rumah itu....


asal kalian tau saja rumah itu merupakan milikku. " Queen.


empat orang itu terkejut mendengar apa yang di katakan Queen karena mereka sudah ketahuan bahkan yang menangkap basah mereka adalah pemilik rumah itu sendiri.


" jadi kamu orang yang selama ini kami cari. di mana kawan kami. "


" kalian mencari ku.....


apa aku ada masalah dengan kalian.....


dan apa teman kalian.....


dia sedang di dalam bersama saudara wanitaku jika kalian ingin menemuinya kalian masuk saja. " Queen.


" jangan mencoba mempermainkan kami. "


" benar kalian pikir kami takut dengan wanita lemah seperti kalian. "


" lebih baik kalian serahkan teman kami dan kalian ikut kami kalian akan menjadi wanita yang sangat bahagia jika ikut dengan kami. "


" aku berpikir kalian ini terlalu kecil untuk kami bertiga aku takut kalian tidak sanggup sampai setengah jalan. " erika.


" berani..


kau wanita busuk jangan salah kan aku jika aku kasar dan menempatkan mu di bawah ku karena sekalipun kau meminta ampun aku tidak akan berhenti. "


kemudian orang itu menyerang ke arah erika dengan sangat ganas, erika melihat itu masih tenang dan melakukan perlawanan untuk mengimbangi serangan itu hingga terjadilah pertarungan antar keduanya.


" orang bodoh. " gumam hana.

__ADS_1


" mereka tidak tau sedang berhadapan dengan siapa mereka ini sebenarnya sedang mengantarkan nyawa mereka saja dengan datang ke sini. jika saja airin yang menemukan mereka apa yang akan terjadi pada mereka. " hati hana sedang berbicara.


pertarungan usai dengan erika yang keluar menjadi pemenangnya kini musuhnya itu sedang tergeletak tidak sadarkan diri. ya erika tidak membunuhnya karena dirinya dan juga tiara butuh informasi.


" jadi siapa selanjutnya. " erika.


tersisa tiga orang di sana mereka terkejut karena kawan mereka bisa kalah oleh seorang wanita, hati yang panas karena merasa di rendahkan mereka benar benar lupa atas siapa yang mereka hadapi.


" habisi mereka buat mereka menyesal. " tiga orang yang tersisa itu datang menyerang ke arah Queen, hana, dan erika.


" lakukan dengan cepat saja. " Queen.


" baik nona. " ujar erika dan hana bersamaan.


terjadilah pertarungan singkat di malam itu tiara dan yang lainnya dengan mudah melumpuhkan para musuh. setelah melumpuhkan mereka Queen membawa orang orang itu ketempat sebelumnya orang pertama yang saat ini sedang di interogasi oleh sin Tia.


" ayo kapan kamu mau mengatakannya. "ujar sintia terus menguliti bagain dada orang itu dengan pisau yang sama yang di gunakan Queen sebelumnya.


" aku aku tidak akan mengatakannya. " ujar orang itu dengan suara lemah menahan perih dan sakit di kuliti dalam keadaan sadar.


" ya terserah kamu saja aku masih sabar menunggunya lagi pula aku tidak terburu buru aku menikmati operasi ini. " sintia.


" kau...


kau.... bukan lagi manusia kau iblis wanita. "


" ya katakan apa pun itu...


" Aaaaa.... sakit....... " orang itu terus merintihkan kata kata sakit dan teriakan kecil.


" wah kamu hebat sintia masih berhasil tidak sampai membunuhnya. " erika.


" aih...


kak erika ini sudah ku lakukan dengan mak simak. " sintia.


" apa sudah dapat informasi. " Queen.


" belum bona...


orang ini sepertinya sudah di latih dengan baik. " sintia.


" erika ambil air garam dan cuka lau ambil pula es batu kita lihat apa dia masih bisa diam dengan itu. " Queen.


" bajingan, kalian itu bajingan, kalian itu iblis. bagai mana dunia bisa memiliki kalian "


" oh apa kamu ketakutan sekarang...


tenang saja jika aku tidak mendapatkan apapun dari mu aku bisa dapatkan itu dari empat orang itu karena aku yakin mereka tidak sekeras kamu. " Queen


" nona ini air garam dan cuka setahun es batunya. " erika.


" em....

__ADS_1


hana sadarkan 4 orang itu. " Queen.


" baik nona. " hana.


hana tidak melakukan banyak hanya memukul di beberapa titik pada setiap orang itu tak lama orang itu sadar dalam keadaan terikat.


" bagus sudah sadar rupanya....


lihat apakah orang ini yang kalian cari... " Queen.


empat orang itu melihat ke arah kawan mereka yang kini masih di kuliti oleh Sintia. empat orang itu terbelalak melihat kawannya itu begitu tragis di tangan seorang wanita.


" bos..... "


" lihat bukan kah aku sudah memperlakukan dia dengan baik. " Queen. kemudian menyiramkan air garam dan cuka ke arah daging tanpa kulit itu.


orang itu segera melolong kesakitan rasa perih sakit dan ngilu itu begitu terasa menyiksa tapi sayang dia tidak bisa kehilangan kesadarannya dia hanya bisa melolong kesakitan yang terdengar lirih tanpa bisa melakukan apapun.


" jadi katakan sekarang siapa kalian dan di mana tuan kalian. " Queen.


" jangan katakan apapun mengatakan atau tidak hasilnya sama kalian akan mati. " ujar orang yang masih di kuliti itu oleh Sintia.


" diam bodoh walau mereka harus mati setidaknya mereka tidak tersiksa seperti dirimu. " Sintia.


" bos maaf kan kami tidak bisa menolong mu tapi tenang saja bos kami tidak akan mengatakan apapun. "


" apa kamu ingin mencoba seperti dia. " erika.


" kalian para wanita tidak akan pernah bisa melakukan apapun pada kami. " ucap orang itu yang taka lama kemudian setelah mengatakan itu satu persatu dari keempatnya mengeluarkan darah dari mulut, hidung, mata, dan telinga mereka kemudian mereka mati.


" orang yang cerdas rupanya dia sudah memberikan jalan keluar jika sewaktu waktu tertangkap. " Queen.


" nona mereka mati. " hana.


" ya.... " Queen.


" jadi hanya tinggal kamu saja apa kamu masih tidak mau mengatakannya. " lanjut Queen.


" aku... aku sampai kapan pun tidak akan mengatakan apa pun. " dengan suara lirih yang di paksakan.


" Sintia berhenti...


mari gunakan cara yang lebih halus saja sepertinya dia tidak akan mengatakan apapun. " Queen.


" baik nona. " Sintia.


" erika berikan dia barangmu.. " Queen


" baik nona. " erika.


erika mengambil sebotol kecil berisi cairan berwarna merah. kemudian cairan itu di ambil dengan jarum suntik. setelah di rasa cukup Sintia sedikit mengetes jarum suntik apakah bekerja dengan baik atau tidak.


" apa lagi apa lagi yang ingin kalian lakukan, ayo lepaskan lepas kan aku aku akan bertarung hidup dan mati dengan kalian

__ADS_1


__ADS_2