
satu bulan berlalu tiara hanya melakukan meditasi saja karena menurutnya hanya itu saja yang bisa meringankan beban di hatinya. ibu tristan, hana, erika, han, Sintia, iris, fransiska, bahkan jesica datang untuk memastikan ke adaan tiara.
di tempat lain kesadaran tiara kini sedang bermain dengan seorang bocah perempuan mereka tampak bersuka cita tawa menghiasi keduanya. terlihat jika keduanya begitu dekat.
" mama aku capek bisakah kita duduk. " ucap anak itu begitu lucu
" apa airin sudah capek, baik lah ayo sini duduk. " ucap tiara menepuk pahanya agar anak bernama airin itu duduk di pangkuannya.
" mama airin bahagia sekali. " ucap airin menatap tiara.
" benar kah mama juga bahagia selama airin bersama mana. " ucap tiara penuh dengan senyuman.
" em..... ma airin janji airin tidak akan pernah tinggalin mama airin akan selalu bersama mama agar mama selalu bahagia. " ucap airin mengusap pipi tiara dengan tangan mungilnya.
" terimakasih sayang airin sudah mau menemani mama. " ucap tiara penuh dengan kehangatan.
" mama ayo kembali airin rasa airin kepengen ice cream. " ucap airin dengan nada lucu.
" oh airin mau ice cream ayo mama akan beli yang banyak. " ucap tiara.
setelah itu tiara kembali ke tubuh fisiknya tiara memutuskan untuk membersihkan tubuh nya terlebih dahulu.
setelah 30 menit tiara sudah selesai bersiap saat ini dirinya masih melihat dirinya sendiri di cermin.
" aku rasa begini saja sudah cukup, saatnya berangkat. "
tiara pun keluar dari dalam kamarnya setelah sekian lama mengurung diri di dalam kamarnya.
" sayang mau kemana nak. " ucap Ibu tristan yang melihat tiara keluar dari kamarnya.
" ah ibu..... aku ingin ke mini market tiba tiba saja aku ingin ice cream. " ucap tiara lembut.
" oh ya sudah pergilah. "
" em..... " ucap tiara pun segera melanjutkan jalannya keluar rumah.
singkatnya setelah sekian lama tiara pun kembali setelah membeli ice cream terlihat di pelataran rumah ada mobil lain tiara yang melihat itu sudah mengetahui siapa pemilik mobil. tanpa berlama lama tiara segera masuk ke dalam rumah.
" kak ana.... "
" nona. "
" duduk lah tak perlu berdiri. " ucap tiara kemudian duduk di ikuti lauren yang juga duduk.
" kak ana mau ice cream. " lanjut tiara menawarkan ice cream nya
" tidak nona terimakasih. "
" emm..... katakan lah kak ada apa. " ucap tiara mulai menikmati ice cream yang di belinya.
" ini nona perusahaan mengalami kemunduran di bagian kecantikan karena sudah lama tidak mengeluarkan produk baru. terlebih lagi belakangan ini banyak produk produk baru yang lebih baik dari produk yang kita punya nona. " jelas laure.
" oh lalu kak. " lanjut tiara.
__ADS_1
" tujuanku menemui nona untuk meminta resep untuk ke cantikan yang bisa jadi produk baru untuk perusahaan. "
" oh gampang. " ucap tiara setelah menghabiskan satu ice cream nya.
" ayo ke kamar. " lanjut tiara mengajak lauren untuk ke kamarnya.
setibanya di kamar tiara meminta lauren untuk duduk terlebih dahulu selagi tiara menuliskan resepnya. setelah kurang lebih 10 menit tiara sudah selesai dengan menulis resepnya.
" ini kak sudah selesai ikuti saja apa yang sudah tertulis di sana maka hasilnya akan sempurna. " ucap tiara menyerahkan selembar kertas
" baik nona. "
" resep ini di jadikan cairan untuk di campurkan saat berendam saja. kemudian dalam satu resep ini akan menjadi 10 botol dalam ukuran 10 ml. dan satu botol hanya bisa di gunakan sekali saja. jika dalam 1 botol itu menjadi beberapa kali pemakaian maka potion ini tidak akan menunjukkan hasil. " penjelasan tiara gar tidak ada kesalahan.
" kemudian untuk resep yang no 9 itu bisa kakak ubah terserah selama itu tumbuhan maka ikuti saja resepnya jika itu buah buahan maka sebaiknya kakak ubah takarannya menjadi 1:3." lanjut tiara menjelaskan.
" wah bukankah ini terlalu hebat nona. hanya dengan 10 ml orang orang sudah bisa menerima manfaat. " ucap lauren.
" dan kak ana jangan sampai lupa untuk hasil yang maksimal gunakan potion ini sebanyak dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari selama tiga hari. "
" baik nona aku sudah mencatatnya. "
" bagus... "
" lalu nona...... " ucap lauren sedikit ragu.
" ada apa kak katakan saja. "
" itu aku.... aku..... akan menikah. "
" terimakasih nona. "
" kapan kak ana akan menikah. "
" bulan depan nona. "
" emm. selamat ya kak ana. " ucap tiara yang begitu antusias.
keduanya masih terus mengobrol tentang banyak hal hingga lauren memutuskan untuk kembali untuk segera memproduksi resep ini agar segera rilis.
setelah hari itu tak banyak yang tiara lakukan hari harinya di lalui dengan bermain dengan airin kadang juga jalan jalan bersama hana. Sintia juga sering berkunjung karena kini dirinya juga sedang hamil. waktu terus berlalu hingga tidak terasa sudah memasuki bulan ke sembilan di mana sudah tinggal menunggu hari saja kapan tiara akan melahirkan.
lauren dan jo sudah menikah juga di susul han dan erika yang memutuskan untuk menikah juga hanya tersisa hana saja yang masih belum di pertemukan dengan jodohnya.
di lain tempat yang sangat jauh dari hingar bingar perkotaan di dalam sebuah gubuk seorang lelaki tampan dengan sedikit luka goresan di pipi atas sebelah kanannya. lelaki itu tampak masih terbaring tidak sadarkan diri. di dalam alam bawah sadarnya tampak lelaki itu tengah duduk bersama seorang paruh baya.
" nak kembali lah masih banyak orang yang mengharapkan dirimu. "
" hah entah lah ayah aku merasa nyaman sudah sekarang. "
" nak ini masih belum waktumu perjalananmu masih panjang. "
" dan apa dirimu sudah tidak ingin kembali pada istrimu. "
__ADS_1
" aku ingin kembali ayah tapi biarlah satu hari ini ku habiskan bersama ayah. "
" nak waktu ayah hanya sedikit jadi lekas lah kembali saja. "
" tapi...... "
" daddy...... ayo pulang." panggil seorang anak dari kejauhan.
sosok yang di panggil ayah yang duduk bersama lelaki itu kini mulai memudar dan menghilang.
" ayah.... ayah.... ayah.... jangan pergi. "
" pulang lah nak. " ucap sosok itu kemudian menghilang.
" daddy ayo kesini kita pulang. "
tristan masih dalam lamunannya karena bingung siapa anak kecil yang memanggilnya daddy itu.
" daddy ayo. aku akan marah jika daddy tidak mau pulang. " kembali anak itu berbicara
tristan segera tersadar kemudian mendekat ke arah anak itu.
" siapa dirimu. " tanya tristan
" daddy ayo kita pulang kasian mama dia sangat sedih sejak daddy pergi. "
" mama. ...... "
" sudah jangan pikirkan ayo. " ucap anak itu menarik tristan ke dalam cahaya. tristan pun tidak melawan tristan mengikuti arah tarikan dari anak itu.
di gubuk tua di mana tristan yang terbaring tampak kini mulai sadar. matanya mulai menyesuaikan dengan keadaan di sekitarnya.
" sudah sadar anak muda. " ucap lelaki tua yang tampak sibuk meniup tungku pembakaran untuk menyalakan api
" ah ya..... di mana aku...... " ucap tristan melihat ke arah suara yang berbicara
" kau sedang berada di gubukku aku menemukan dirimu hanyut di sungai jadi aku membawamu saja ke gubukku. "
" ah terimakasih sudah menolongku. " ucap tristan.
" ini minumlah terlebih dahulu. " ucap lelaki tua itu menyodorkan air.
" terimakasih. " ucap tristan segera menegak air itu karena tenggorokannya sudah sangat kering seperti sudah sangat lama tidak meminum air.
" bagai mana aku harus memanggil yang tua ini. " ucap tristan.
" cukup panggil kakek saja. "
" baik lah kek.. jika boleh bertanya sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri. "
" 9 bulan. "
" apa lama sekali aku merasa baru kemarin saja. "
__ADS_1
" ya kau sudah sembilan bulan tidak sadarkan diri. "