Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 111


__ADS_3


" aku rasa sudah cukup untuk berlatih hari ini lebih baik aku membersihkan diri lalu keluar mungkin aku bisa menemukan sesuatu yang menarik. " ucap tiara yang baru saja selesai berlatih untuk terus mengembangkan kemampuannya.


setalah satu jam lamanya tiara sudah siapa. tiara tidak langsung ke garasi tapi masih menuju ruang senjata. kemudian tidak lupa juga membawa jarum akupuntur nya.


ketika merasa semuanya sudah lengkap tiara segera bergegas untuk pergi. hari ini tiara memutuskan untuk pergi sendiri saja. karena tiara sedang ingin keluar sendiri tanpa di temani seseorang.


tiara setibanya di garasi mulai melihat lihat mobil yang akan di gunakan nya kali ini untuk keluar setelah beberapa detik berpikir tiara tetap menjatuhkan pilihannya pada mobil yang biasa iya gunakan.


" baik sekarang kemana aku harus pergi, lebih baik mencari cafe saja untuk duduk bersantai. menikmati hari yang sedikit lagi akan memasuki sore hari. "


sebelumnya tiara tidak memiliki tujuan keluar melihat iris yang pergi bersama lauren yang rencana awal tiara akan melatih iris untuk menguasai buku kedua yang tiara pelajari sekali gus mengajari hana akhirnya pun batal membuat tiara berlatih sendiri.


" aku rasa kota suzan sudah aku jelajahi lebih baik aku pergi ke kota dufan saja mungkin di sana aku bisa menemukan hal baru, suasana baru, dan mungkin masalah baru juga. hehehe......... berangkat.... "


jarak yang cukup jauh antar kota suzan dengan dufan membuat lebih lama dalam perjalanan. tiara juga mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang karena tujuan tiara hanya menikmati perjalan saja untuk mengatasi kebosanannya.


lama dalam perjalanan tiara bisa melihat tulisan selamat datang di kota dufan. kota yang juga bisa di katakan besar juga tidak kalah ra main dengan kota suzan yang merupakan pusat dari setiap kota karena semuanya terpusat di kota suzan dari pemerintahan, perdagangan, bisnis, kemiliteran. dll


" sudah tiba di kota dufan disini lumayan juga tidak buruk aku cari cafe saja dulu. "


tak lama setelah mobil membelah jalanan kota dufan tiara memilih salah satu kafe yang menurutnya menarik untuk di singgahi.


tiara mulai memasuki kafe itu suasana yang damai dengan musik yang enak untuk di dengar tidak keras juga tidak pelan suasana sejuk juga membawa kesan nyaman.


tiara mendatangi tempat pemesanan. untuk melihat menu kemudian memesan.


" oh selamat datang di cafe kami. " ucap seorang pelayan menggunakan masker


" ya. "


" silahkan ini menu di cafe kami nona bisa menulisnya di sini. "


" ya baik lah. " tiara mulai melihat daftar menu kemudian menemukan sesuatu yang membuatnya tertarik segera menulisnya.


" oh sudah selesai. baik aku Terima silahkan nona pilih saja meja yang nona suka kami akan segera menyajikan semua pesanan nona. "


" em. "


tiara segera melihat sekitarnya untuk melihat meja yang masih kosong walau sebenarnya hanya tiara saja di sana. tapi pada akhirnya tiara memilih duduk di meja di mana dia bisa melihat ke luar.


di luar tiara melihat mobilnya yang sudah di datangi 3 wanita dengan pakaian super wow mereka saling bergantian berfoto dengan gaya gaya yang menggoda. ketiga wanita itu bukan lah wanita biasa tiara menilai ketiganya sangat lah cantik.


tak lama pelayang yang melayani tiara di kasir tadi datang mengantarkan pesanan tiara.


" ini pesanannya nona. " ucap sang pelayan kemudian meletakkan di meja. " selamat menikmati. "


" terimakasih. "


" sama sama jika begitu aku permisi. kalau membutuhkan sesuatu silahkan panggil saja aku di sana. "

__ADS_1


" ya baik lah, apa kafe ini memang sepi. " tanya tiara melihat sekitarnya.


" nona datang di waktu yang tidak tepat biasanya kafe ini akan ramai saat sore hari menjelang petang hingga tengah malam nanti. "


" oh begitu rupanya."


" apa nona butuh teman. "


" tidak aku lebih suka seperti ini. "


" oh jika begitu aku permisi. "


" ya silahkan, terimakasih. "


tiara mulai menikmati pesanannya dengan terus melihat ke arah luar melihat suasana di luar kini 3 wanita itu tengah berbicara bersama seorang lelaki. tampak dari tiga wanita itu seperti sangat mengagumi si lelaki dan bersikap manja dan menggoda.


tak lama mengobrol tiga wanita dan lelaki itu mulai berjalan ke arah kafe sepertinya akan masuk dan duduk di kafe itu. benar saja rupanya keempat orang itu masuk kedalam kafe sang lelaki dengan wajah bangganya dengan terus di tempel oleh tiga wanita itu bahkan wanita itu den sengaja merapatkan dua aset milik mereka di lengan lelaki itu.


tiara masih dengan aktifitasnya seperti mengabaikan keempatnya tapi jangan salah sudut matanya selalu mengawasi tiara tau jika tiga wanita itu memiliki maksud padanya.


" kakak jung aku ingin duduk di sana. " menunjuk ke arah tempat tiara duduk.


" benar kak jung kami juga ingin duduk di sana. "


" ya tak maslah ayo kita pesan saja dulu nanti kita akan duduk di sana setelah selesai. "


" ah kakak jung benar benar pengertian. "


" ya aku juga. "


" hahaha itu harus. ayo pesan dulu. "


tiara yang mendengar apa yang di maksud mereka sudah mempersiapkan diri untuk membuat pelajaran pada mereka.


tak lama empat orang itu mulai menuju tempat tiara duduk sepertinya mereka telah selesai memesan.


" hey kau hadis miskin pergilah kami ingin duduk disini. " ucap salah seorang dari tiga wanita itu. tapi tiara tidak merespon.


" hey kau gadis bodoh pergilah tempat ini milik kami. " ucap sang lelaki sedikit meninggi tapi masih merendahkan


tiara kemudian melihat mereka satu persatu kemudian menyuapi kue ke mulutnya mengunyah sejenak kemudian berkata.


" apa kalian berbicara padaku. "


" siapa lagi hanya ada dirimu dan kita di sini gadis miskin. "


" eh aku pikir kalian berbicara pada orang lain namaku Queen untuk gadis miskin dan bodoh atau yang lainnya aku tidak mengenalnya. " polos tiara tapi jawaban itu membuat kesal.


" dasar gadis miskin tak perduli siapa namamu sekarang pergilah karena kami ingin duduk. "


" aku lihat di tempat lain kosong kalian bisa menempatinya mengapa harus merebut tempatku. "

__ADS_1


" kami ingin di sini jadi kau yang harus pindah sekarang. "


" tidak aku tidak ingin pindah lalu mengapa. "


" kau apa kau berani menentang perkataan ku apa kau ingin bernasib buruk. " ucap kak jung


" bukan seperti itu masalahnya kalian itu yang datang dengan sengaja mencari cari masalah denganku, dengan cara merebut mejaku lalu alasan apa yang membuatku harus pindah dari mejaku hanya karena kalian ingin. "


" kau masih berani membantah hah. "


" permisi ada apa ini tolong jangan ada masalah di cafe ini. " ucap sang pelayan itu.


" oh kau. katakan pada gadis bodoh ini untuk pindah aku ingin duduk di sini. " ucap jung


" maaf tuan meja yang lainnya masih kosong mari biar aku pilihkan tempat yang lebih nyaman. "


" tidak ketiga wanita ku ingin tempat ini jadi aku mau yang ini. jadi urus lah jika kau tak ingin ada masalah dengan kafe ini kedepannya. "


" tuan mengapa Anda begitu mempersulit ku. nona tolonglah bantu aku mari kita pindah saja. aku memiliki tempat yang mungkin cocok untukmu bahkan bisa menjadi tempat favorit mu ke depannya. "


" hah tak perlu aku pergi saja. aku sudah tidak nyaman di sini. " kemudian tiara mengemasi barangnya dan pergi.


" bagus pergilah gadis miskin. mengapa kau tidak pergi sedari tadi saja. kau bisa menularkan kemiskinan mu itu nanti pada kita. "


tiara tak menjawab dia hanya pergi ke kasir untuk membayar.


" ayo duduk abaikan gadis sialan itu. " tapi ketika keempatnya sudah ingin duduk tiba tiba saja kursi yang mereka duduki bergeser sehingga membuat mereka semua jatuh ke lantai dan semua hidangan di meja mereka tumpah jatuh kelantai.


" lihat bukan itu lah jika orang terlalu sombong dan semaunya sendiri Tuhan akan membalasnya selamat. " ucap tiara mengejek kemudian melenggang pergi keluar pintu


" kau dasar gadis sialan berani berkata seperti itu padaku akan ku buat kau menyesal. "


" aduuh.... kakak jung pantat ku sakit sekali. "


" iya milikku juga kak jung. "


" aduuuuh sakit sekali. "


" kalian tunggulah di sini aku akan memberi pelajaran pada gadis bodoh itu. "


" ya kak jung beri dia pelajaran. "


" benar. beraninya dia tertawa saat kita menderita. "


" ya kak jung. "


" ya ayo aku bantu kalian berdiri aku akan segera menyusulnya. " kemudian jung ini segera membantu ketiganya berdiri.


" kalian tunggu di sini dan lihat lah apa yang akan aku lakukan pada nya. "


" em. " ucap ketiganya dengan wajah imut dan menggoda membuat si jung ini semakin melayang.

__ADS_1


__ADS_2