
" bagai mana jalan jalan kalian apa menyenangkan. " ujar tiara menghentikan langkah dua kakak adik itu.
" mama.... " ujar keduanya segera menghampiri tiara lalu memeluk tiara.
" bagai mana apa kalian senang... " kembali tiara bertanya.
" kami berdua cukup senang ma..... " ucap airin lalu mencomot kue yang ada di meja.
" benar ma tidak banyak yang membuat kami tertarik. " ucap vano mengikuti apa yang di lakukan airin.
" hah....
ya sudah kalian berdua lebih baik lekaslah membersihkan diri karena daddy akan pulang cepat hari ini dan bibi lauren dan paman jo juga akan berkunjung. "
" apa si kecil akan ikut ma.... " airin
" mama rasa iya sayang.... " tiara.
" asik..... " senang airin.
" seneng banget sih kak..... " vano.
" iya lah seneng soalnya anak tante lauren begitu lucu dan imut. " jelas airin.
" mama bisa kok bikin yang lebih lucu dan imut. iya kan ma.... " ujar vano
tiara membulatkan matanya tak menyangka vano mengatakan itu.
" no aku tidak mau aku hanya mau mama, papa, aku dan vano. itu sudah cukup tidak lagi. " airin.
" sudah apa kalian mendengar apa yang mama katakan. lebih baik kalian mandi dan membersihkan diri kalian. " tiara.
" siap bos...... " ujar keduanya kemudian mengambil lagi kue di meja dan segera pergi ke kamar mereka masing masing.
" bagai mana apa kamu sudah mendapatkan apa yang aku mau. " ujar orang misterius itu yang tersembunyi dalam kegelapan.
" maaf kan aku tua aku masih tidak dapat menemukannya ini sangat sulit jadi berikan aku sedikit waktu lagi untuk menemukannya. " ujar orang lain yang sepertinya bawahan dari orang misterius dalam kegelapan itu.
" waktu.....
berapa lama yang kamu perlu akan. " tanya orang misterius itu.
" satu bulan tuan berikan aku waktu satu bulan aku akan memberikan hasilnya. "
" satu bulan.... " ujar orang misterius itu.
tapi bawahan itu tidak bersuara lagi bahakan sosoknya juga sudah tidak berdiri di tempatnya. di sana hanya ada gundukan abu yang masih mengeluarkan asap.
" aku tidak memiliki waktu itu. jadi pergilah saja karena aku tidak membutuhkan kamu lagi. " ujar orang misterius itu. kemudian orang itu menjentikkan jarinya sekali.
seorang peria datang dari kegelapan memberikan hormat pada sosok misterius yang tersembunyi dalam kegelapan itu.
" kamu....
bukankah kamu katakan kamu adalah orang satu satunya yang selamat dalam insiden itu. "
" benar tuan aku satu satunya orang yang selamat. "
" apa kamu tau siapa mereka. "
" orang yang tuan maksud merupakan seseorang yang memiliki kemampuan seperti tuan. hari itu aku tidak ada di lokasi karena sebuah misi yang harus aku selesaikan. "
" bagus karena kamu mengetahui mereka maka tugas ini aku serahkan padamu dan segera temukan mereka karena ku akan membuat mereka hancur. "
" baik tuan aku akan secepatnya menemukan mereka. "
__ADS_1
" ya pergi lah.... "
tiara saat ini sedang sibuk di dapur dia menyiapkan semuanya sendiri saja. entah tiara menyadarinya atau tidak jika ada seseorang yang secara perlahan mendekatinya.
perlahan namun pasti kini jaraknya sudah dekat dan tiara masih sibuk dengan pekerjaannya . orang itu semakin dekat, saat tepat di belakang tiara orang itu seperti bersiap untuk menyergap tiara.
" tristan berhentilah percuma kamu melakukan ini setiap hari bahkan saat kamu masih di luar pintu aku sudah tau. " ujar tiara tidak menileh.
" hehehe.....
kamu masih seperti dulu sayang...." ujar tristan kemudian memeluk bunga dari belakang.
" tristan aku sedang sibuk berhentilah seperti ini. lebih baik kamu membersihkan dirimu saja dulu kemudain selepas itu kita makan. " ujar tiara pada tristan karena tristan sudah mulai liar.
" sayang kamu begitu wangi dan menarik aku tidak bisa untuk mengabaikanmu saat kita begitu dekat. " ujar bram semakin agresif.
" tristan berhenti ini di dapur... " ujar tiara karena bagai mana pun tiara masih tidak bisa mengatasi rasa yang bergejolak saat tristan melakukannya.
" lalu kenapa.... " ujar tristan.
" kita lanjutkan nanti di kamar jika manginginkannya oke aku masih memasak. " ujar tiara yang kini sudah berhadap hadapan dengan tristan jarak wajah merka sangat dekat.
" hah....
ya baik lah......
bersiap lah untuk nanti karena aku tidak akan melepaskanmu sayang. " ucap tristan tersenyum.
" oh ya....
apa airin dan vano sudah kembali sayang. " tanya tristan.
" sudah mereka ada di kamarnya. " jawab tiara.
" ehem....
tiara terkejut mendengar suara itu wajahnya kini bersemu merah karena tertangkap basah oleh ibu mertuanya.
" ibu....
sejak kapan datang....... " ucap tristan melepaskan tiara.
" ibu..... " ujar tiara.
" baru saja...
diana vano dan airin. " tanya ibu tristan.
" sayang aku ke kamar ya biarkan ibu yang menemani kamu. " ucap tristan
" em....
vano dan airin ada di kamar bu. mereka baru kembali dari jalan jalan. " jawab tiara.
" oh....
lalu apa ada acara makan malam tiara....
mengapa begitu banyak masakan hari ini. " tanya lanjut ibu tristan.
" kak ana dan kak jo akan datang bu. " ucap tiara.
" oh begitu rupanya....
sini biar ibu bantu saja.... " ibu tristan.
__ADS_1
" boleh...
tapi apa ibu tidak duduk saja dulu ibu kan baru saja tiba. " tiara.
" sudah tidak apa apa, lagi pula ibu tidak capek. "
" em....
baik lah bu.... " tiara.
dengan di bantu ibu tristan akhirnya kesibukan di dapur lebih cepat selesai tiara segera kembali ke kamarnya untuk bersiap.
sedangkan di kamar airin yang sedang duduk di mejariasnya, airin sedang memandangi dirinya sendiri di cermin.
" datang lah aku menunggu kalian." gumam airin dengan senyum iblis nya kemudian airin mulai menyisir rambut halus nanti lembutnya itu.
di kamar vano sendiri vano sedang melihat ke luar jendela.
" siapa kalian.....
apa kalian tidak tau siapa yang sedang kalian usik. ku harap kalian tidak mencoba menyentuh siapa saja dalam keluargaku jika itu sampai terjadi ku pastikan kalian akan di hapuskan dari dunia ini. " ujar vano menatap dengan tatapan datarnya tampak di mata vano sesuatu kedalaman yang sangat gelap.
di luar rumah.
" benar mereka rupanya di sini. pintar juga mereka mencari tempat tinggal jauh dari keramaian. " ucap orang yang sedang mengawasi rumah tiara dan keluarganya.
" *tuan aku sudah menemukan mereka mereka tinggal cukup jauh dari pusat kota. " melalui panggilan ponsel
" hem......
pantas sedikit sulit untuk di temukan. lalu bagai mana ke adaan di sana. "
" jika kita melakukan penyerangan secara penuh aku yakin mereka akan rata dalam semalam tuan. aku hanya melihat ada sekitar 20 orang saja yang tersebar di sekitar rumah. "
" hem....
apa mereka memiliki sesuatu yang mampu menandingi pasukan kita. "
" aku rasa mereka hanya seorang seniman beladiri tingkat master saja tuan sedangkan pasukan kita rata rata adalah grandmaster. "
" bagus segera kembali ke markas kita akan merencanakan penyerangan secepatnya. "
" baik tuan*. "
" bagai mana apa kamu sudah melaporkan semua situasi yang ada di sini. " ujar seseorang.
" sudah....
ayo kita pergi sekarang..... "
" ayo..... "
" eh.... apa aku salah aku rasa aku tidak membawa seorangpun dalam misi ini lalu bagai mana bisa sekarang.
ah sial aku lengah...
tapi sejak kapan dia..... " orang itu berhenti saat akan pergi karena menyadari sesuatu.
" siapa kamu..... "
" aku.....
aku adalah utusan malaikat maut. "
" sial....... " setelah itu orang itu pun kabur. tapi baru saja akan melesat di hentikan seorang yang sudah berdiri di jalurnya kabur.
__ADS_1
" mau ke mana kenapa buru buru....
apa tugasmu sudah selesai di sini.... "