
hari hari berlalu kini Sintia sudah mulai tenang dan mulai menerima walau tidak terlalu bersemangat tapi Sintia berusaha untuk bangkit.
saat itu hari sudah mulai malam Sintia yang sedang santai di ruang tamu tiba tiba saja datang iris dengan tampilan serba hitam menenteng helm.
" Sintia. "
" wih udah keren aja mau kemana. "
" jalan yuk....
bosen ni di rumah.....
" kemana.... "
" udah jalan aja dulu...... "
" emm..... "
" ah kelamaan mikir..... "
" oke oke tunggu lima belas menit aku ganti pakaian. "
" ok. "
singkat saja kini Sintia dan iris sudah ada di jalan iris melajukan motornya ke arah dermaga.
" iris apa kita akan berenang atau berlayar kenapa kita ke dermaga. " setibanya di dermaga.
" kita akan naik perahu itu. "
" hah ini bukan jalan jalan namanya ini lebih seperti kencan. "
han tak menjawab tapi malah menarik Sintia untuk menaiki perahu. Sintia juga tidak melawan dia hanya ikut saja karena Sintia berpikir dia hanya menemani iris saja.
cukup jauh dari bibir pantai perahu berhenti dan iris mengajak Sintia duduk di bagian atas perahu.
" mengapa berhenti iris. "
" tak apa aku hanya ingin berdua saja denganmu di sini tanpa ada yang mengganggu. "
" jangan mulai iris itu tidak akan berpengaruh padaku. "
" tidak aku serius aku hanya ingin berdua saja denganmu Sintia. "
" ya terserah kau saja. "
" Sintia apa kau suka kembang api. "
" em. "
" maka itu akan terjadi. " ucap iris kemudian menjentikkan jarinya dari kejauhan terlihat percikan api mulai membumbung tinggi ke langit kemudian meledak menjadi percikan yang berwarna warni menampakkan ke indahan.
Sintia terpukau melihatnya wajahnya penuh dengan senyuman. iris tidak fokus dengan kembang api tapi dia lebih fokus dengan wajah Sintia yang begitu lembut dai penuhi dengan senyuman.
" Sintia kau cantik. " ucap iris yang di dengar Sintia.
Sintia menoleh melihat iris sejenak kemudian melihat ke arah kembang api lagi entah mengapa tiba tiba saja hatinya seperti berbunga bunga ketika iris mengatakan itu. seutas senyuman tipis tampak di sudut bibirnya.
__ADS_1
" Sintia kamu sangat cantik. " ucap iris kemudian merapikan rambut Sintia yang di terpa angin.
Sintia melihat lagi sejenak tapi tidak mengucapkan apa apa lagi karena jantungnya sudah berdetak kencang jadi Sintia mengalihkan itu kembali pada kembang api tapi sesuatu dalam dirinya bergerak meronta ronta minta untuk di lepaskan tapi Sintia bingung harus berkata apa.
" Sintia. "
" ya. " jawab Sintia tanpa menoleh karena dia semakin tidak karuan jantungnya semakin kencang berdetak.
" Sintia. "
" ya. " kembali menjawab tapi masih tidak menoleh
" Sintia. "
" ya. " kali ini Sintia mencoba untuk menoleh menatap langsung iris entah mengapa hatinya menghangat dan entah sejak kapan kini Sintia mulai mengagumi ketampanan iris.
iris kemudian mengeluarkan pistol dari balik bajunya. itu membuat Sintia bingung dan sedikit ada rasa tak nyaman. tapi kemudian pistol itu iris arah kan tepat di kepalanya sendiri.
" iris apa yang kau lakukan.....!!!
turunkan pistol itu.
apa kau gila iris..... " Sintia mencoba menyingkirkan pistol itu tapi tiba tiba saja.
" langit sebagai atapnya dan lautan sebagai alasnya bulan dan bintang sebagai saksinya maukah dirimu menjadi kekasihku sintia. " ucap iris yang berhasil menusuk hati Sintia membuat Sintia diam karena merasakan sesuatu yang bergejolak dan meronta meminta u tuk lepas kini sudah terlepas dan hatinya seperti di penuhi bunga dirinya menjadi sejuk di balik kehangatan.
iris yang sudah bersiap menarik pelatuk jika Sintia menolaknya tiba tiba saja terkejut karena tiba tiba saja Sintia bergerak tiba tiba menabrak tubuh nya hingga iris terbaring dan Sintia menindihnya dan hal yang tak pernah di pikirkan iris tiba tiba saja Sintia menautkan bibirnya di bibir iris sejenak.
kemudian Sintia melepaskan tautan itu sejenak memandang iris cukup lama. iris dapat melihat di mata Sintia sudah tampak basah yang jika tidak di bentung lebih lama lagi Sintia akan segera menangis. " AKU MAU. " ucap sintia kemudian menautkan bibirnya kembali.
cukup lama saling menautkan akhirnya keduanya menyudahinya tapi mereka masih dalam posisi yang sama.
" Sintia apa kau serius. "
" em. " jawab Sintia dengan senyuman lembut.
iris segera membalik posisinya kini dirinya yang menindih Sintia. " TERIMAKASIH. " ucap iris kemudian menautkan kembali bibirnya Sintia juga menerima dan membalasnya.
cukup lama melakukan itu dan bibir iris kini berdarah karena Sintia menggigitnya.
" auuu.... Sintia mengapa di gigit. "
" jika tidak di gigit dirimu bisa membunuhku. karena aku sudah hampir ke habisan nafas. "
" eh maaf aku tidak bermaksud. "ucap iris
kemudian keduanya duduk kembali seperti semula. Sintia yang melihat darah masih keluar dari bibir iris melakukan inisiatif menyesap nya iris yang tidak mengetahuinya tak bisa melakukan apapun.
setelah itu Sintia melepaskan itu dan memandang iris cukup dalam. " maaf sudah melukaimu. "
" tak apa hanya luka kecil ini tidak berpengaruh dengan besar cintaku padamu Sintia. " ucap iris.
Sintia segera merangkul tangan iris kemudian menyandarkan kepalanya di bahu iris. " iris dirimu pandai berkata kata tapi entah mengapa mulai hari ini aku senang dengan itu. "
" maka aku akan setiap hari melakukan nya di depanmu. "
" terimakasih iris. "
__ADS_1
" em. " jawab iris mengecup rambut Sintia.
Sintia yang di perlakukan seperti itu semakin kencang merangkul lengan iris.
" iris boleh aku bertanya. "
" ya. "
" mengapa dirimu memilihku.
bukankah dirimu dekat dengan lauren dan sering menggoda hana. "
" entahlah hatiku lebih mantap ketika denganmu. aku juga sempat berpikir pada mereka tapi hatiku tidak sebanding ketika bersamamu. "
" em......
itu berarti dirimu mencintaiku iris. "
" tidak. " jawab iris
Sintia yang mendengar itu kaget segera melepas rangkulan itu kemudian melihat tajam kearah iris. " katakan sekali lagi. "
" tidak. " ulang iris
sebuah pukulan mendarat tepat di wajah iris. hingga dari mulutnya mengeluarkan darah. Sintia akan segera pergi tapi tangannya di tahan oleh iris.
" lepaskan aku sekarang. " ucap Sintia nyang sudah mulai menangis
" tidak. "
" lepas sekarang atau aku membunuhmu iris. "
" tidak. " kemudian iris sedikit menarik Sintia yang membuat Sintia segera jatuh dalam pelukan iris.
" lepas iris aku membencimu kau membawaku terbang tinggi tapi kau lempar kembali aku kebawah dengan keras. " ucap Sintia
" aku tidak mencintaimu karena aku hanya menyayangimu karena cinta tanpa sayang adalah palsu tapi jika sayang sudah pasti cinta.. " ucap iris
segera Sintia bergetar karenanya kembali kata kata iris menghujam tepat di hatinya.
" kau bajingan iris kau membuatku menangis kau berhasil membuatku tak bisa jauh darimu kau bajingan iris kau bajingan. " ucap Sintia memukul tubuh iris
" auuu.... auuu... sakiti. " ucap iris.
Sintia panik ketika mendengar iris kesakitan. " iris katakan di mana yang sakit maaf apa aku terlalu keras memukulmu. "ucap Sintia
iris tak menjawab dia memegang wajah Sintia menguncinya untuk saling menatap.
" iris. " dengan suara lucu karena iris sedikit menekan dua pipi Sintia.
" I Love You Sintia.... " ucap iris kemudian iris berbaring terlentang menatap langit
sedangkan Sintia wajahnya menjadi merah mendengar itu dari iris hatinya semakin di penuhi bunga segera Sintia tidur di atas dada iris. " L Love You Too Iris. " ucap Sintia.
iris yang mendengarnya tersenyum kemudian membelai lembut rambut Sintia. sehingga malam itu hanya di penuhi dengan cinta keduanya.
di bioskop sebuah film baru saja tamat di mana alur, tempat, dan suasananya sama dengan apa yang terjadi pada iris dan Sintia semua penonton mulai mengelap mata mereka dengan tisu tapi bibir mereka di penuhi senyuman melihat kisah yang berakhir bahagia.
__ADS_1