
dengan sedikit usaha di barengi dengan suara teriakan melengking karena kesakitan jarum itu berhasil tembus.
" sekali lagi agar lebih kuat. "
" berhenti.... berhentilah kumohon berhenti itu sangat sakit..... "
tapi tanpa peduli tiara kembali melakukannya lagi. terdengar lagi suara teriakan kesakitan dari si bos.
iris yang melihat itu tanpa sadar tangannya sudah bergerak melindungi miliknya dengan wajah jelek. sedangkan sintia dan erika sesekali melihat mereka tidak sepenuhnya berani melihat.
" sudah dan lepaskan penjepit itu lihatlah kau menghentikan miliknya untuk mengeras. "
" eh maaf nona aku sangat bersemangat. "
" gunakan sarung tangan dan pegang ini. " ucap tiara meyerahkan benang yang sudah terhubung dengan milik si bos
" baik nona. " segera han melakukan apa yang di katakan tiara.
" pegang dan sedikit lah tarik. "
" baik nona. " han pun menarik benang itu
si bos segera berteriak kesakitan dan mohon.
tiara kembali mengambil pisau operasi yang tumpul lagi kemudian mengarahkan itu pada milik si bos.
" berhenti berhenti ku mohon aku akan mengatakannya sekarang tolong kendurkan juga tarikan itu aku kesakitan. "
" han sudah dengar kendurkan lah dia ingin bercerita sekarang. "
" baik nona aku sangat bersemangat jadi sedikit tidak fokus. "
tiara hanya menggelengkan kepala tiara tau han ini berbeda dengan yang lainnya. jika tiara mengasah han dengan benar han akan menjadi sosok psyco yang sangat baik kedepannya. orang tanpa perasaan terhadap musuhnya dan orang yang akan bertaruh nyawa untuk orang dekatnya.
" katakan lah. " ucap tiara pada si bos itu
" aku baru saja bergabung dengan orang ini 3 tahun lalu dia datang memperkenalkan namanya sebagai mister "A" padaku dia menunjukkan keuntungan padaku agar mau bekerja padanya aku setuju dan orang itu akan datang setiap bulan padaku membagi penghasilan dan aku selalu mengirim ini ke sebuah kedai kopi di pinggiran kota hanzo itu saja yang aku tau. "
" emm bagus mengapa tidak mengatakannya sedari tadi jadi kau tak perlu kesakitan kan. han selesaikan dengan cepat ayo segera pergi dari sini kita bersiap untuk besok ke kedai kopi. "
" baik nona. "
" tunggu aku sudah katakan semuanya tak bisakah kalian membiarkan aku hidup. "
" jika kau hidup kau akan di buru orang itu. juga apa gunanya kau hidup. "
" itu aku.......... "
craaaaaaaaasssss ........ sebuah belati sudah memotong leher si bos itu.
ya yang melakukan itu han yang sudah menerima kode tangan dari tiara. tiara berjalan tanpa menoleh din ikuti oleh yang lainnya termasuk han.
" iris retas dan hapus secara permanen tanpa bisa di unduh atau di kembalikan lagi. "
" siap nona. "
segera iris menghubungi hana. untuk memulai program penghapusan data secara permanen.
" ini sudah tiba tugasku baik lah ini mudah dengan program yang iris ciptakan tidak banyak yang perlu di lakukan cukup masuk kemudian tekan enter selesai. "
" kemudian lakukan peretasan ulang apa kah masih ada yang tersisa. jika tidak ada makan sudah selesai. "
__ADS_1
" sekarang hubungi iris, kemudian memintanya untuk pengecekan ulang secara mendalam. "
sudah cukup lama kini tiara dan yang lainnya sudah ada di dalam mobil untuk segera kembali pulang.
di dalam mobil yang di kemudikan erika tiara yang sedang memejamkan matanya tiba tiba berbicara.
" erika. "
" ya nona. "
" aku ingin membuka sebuah kafe di dalam mall menurutmu bagai mana. "
" aku rasa tidak ada masalah dengan itu nona. "
" tapi jika boleh tau apa alasan nona. "
" tidak ada alasan aku hanya ingin sedikit menambah kegiatanku saja. "
" seperti itu rupanya nona. "
" lalu siapa yang akan mengelola kafe ini nona. "
" kita semuanya. "
" eh termasuk para penggali makan itu nona. "
" ya tentu saja. "
" oh baik lah aku rasa tidak ada masalah nona. "
" aku akan katakan ini pada kak ana. kau dan sintia siapkan untuk pembuatan baju untuk semua orang dan untuk penggali makam mereka akan selalu menjadi pengunjung saja mereka akan menjadi senjata rahasia untuk mengatasi masalah dari luar yang datang. "
" aku mengerti nona. "
dan besok mintalah semua orang untuk datang ke halaman belakang. ada sesuatu penting yang harus di lakukan. "
" baik nona. "
di mobil lain yang di kemudikan han kini iris tengah sibuk dengan ponselnya sedang Sintia seperti sedang bermeditasi.
" iris sedang apa. "
" memeriksa CCTV yang sudah di retas tadi dan sudah di hapus. "
" lalu apa nya yang di periksa. "
" ya melihat sesuatu yang mungkin masih tertinggal. "
" oh seperti itu rupanya. "
"em."
" eh han bagai menurutmu tadi yang nona lakukan pada orang itu. "
" luar biasa aku yang ketakutan merasa sangat ingi ikut melakukannya juga. " han
" benarkah.... aku melihatmu seperti biasa biasa saja malah terlihat seperti senang. " iris
" entah lah tak bisa di jelaskan. " han
" hah ya sudah jika begitu. " iris
__ADS_1
" kalian terlalu berisik. " ucap sintia. "
" eh sintia maaf iris memang begitu. " ucap han
" apa yang kau lakukan sebenarnya sintia. " iris
" hah aku sedang mencoba bermeditasi meniru nona saat setelah selesai melakukan pertarungan. "
" eh ya aku tau jika nona setelah melakukan pertarungan pasti memejamkan mata tapi aku tidak tau jika nona melakukan meditasi dari mana dirimu tau sintia. " ucap iris.
" ya benar sintia dari mana diri tau. " han
" aku juga tidak tau aku hanya menyimpulkannya sendiri. "
" aku pikir kau tau. " iris dengan ekspresi jelek.
singkatnya kini tiara dan yang lainnya sudah tiba di rumah tiara tidak banyak berpesan dan bicara. tiara segera kembali ke kamarnya untuk mandi dan berendam.
begitu pun yang lainnya setelah selesai melakukan apa yang di sampaikan tiara mereka segera kembali ke kamar masing masing.
keesokan paginya setelah sarapan pagi seperti apa yang di sampaikan tiara kini semua orang sudah berkumpul di halaman belakang termasuk hana. untuk lauren dia masih belum kembali dari perusahaan.
" baik aku akan melakukan adu tanding pada kalian semuanya pagi ini. hana vs erika iris vs sintia dan hana akan berlatih denganku. " ucap tiara
" dengarkan baik baik ini bukan latihan tapi pertandingan kalian harus bertarung antara mati atau menyerah itu keputusan kalian aku tidak akan menghentikannya dan pihak lawan ketika melihat lawan tandingnya menyerah tidak boleh melakukan serangan lagi. "
" bagai mana apa kalian mengerti. "
" kami mengerti nona. "
" ya sudah mulai lah. aku ingatkan keluarkan semua kemampuan kalian jangan menahan apapun yang kalian miliki. "
" dan iris dengarkan ini kemampuan tapak budha bukan teknik bertarung itu jurus jika kau melepaskan itu pada sintia jangan gunakan secara powerfull kecuali kau memang berniat untuk membunuh sintia. "
" aku mengerti nona. "
" mulai. "
erika dan han, iris dan sintia sudah mengatur posisi bersiap bertarung
iris dan sintia.
" iris jangan menahan apa pun yang kau miliki ini adalah kesempatan ku. "
" apa kau tak dengar apa yang di katakan nona tadi. "
" aku tak masalah. "
" hah kita lihat saja nanti. "
" aku akan menyerang mu sekarang iris. "
" datang lah kapanpun. " ucap iris dengan senyum yang mengerikan
segera keduanya beradu pukulan serangan
han dan erika.
" erika ayo keluarkan semua yang kau miliki. "
" ya..... aku tidak akan menahan apapun aku sudah memiliki pikiran untuk menantang mu dalam waktu dekat tapi takdir berkata lain. "
__ADS_1
" hahaha ayo...... "