Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 148


__ADS_3

Tiara dan jesica kini sudah ada di cafe mereka juga sudah memesan minuman. jesica selain minuman dia juga memesan makanan karena belum makan siang.


" tiara kamu sangat pandai bela diri apakah kamu sudah lama menguasai bela diri. "


" ya sejak 10 tahun lalu saat itu aku harus tinggal seorang diri setelah kematian ayah dan ibuku. karena menurutku dunia ini sangat keras jadi aku memutuskan belajar bela diri. "


" em.... sepertinya aku juga tertarik untuk belajar karena aku takut kejadian seperti tadi terulang lagi. apa aku masih bisa belajar tiara. "


" em.... niat yang bagus. semuanya bisa asal ada kemauan dan ketekunan. "


" tapi aku harus belajar pada siapa. "


" datanglah ke rumah aku memiliki seorang yang mungkin bisa mengajari mu beladiri. "


" benarkah. "


" tentu saja. "


" terimakasih tiara. tapi apa aku perlu memberi tau ayah tentang ini. lalu bagai mana jika ayah tidak mengizinkan. "


" kau cukup meluangkan waktumu tidak perlu terlalu keras. "


" ah baik lah sampai aku bisa menguasai bela diri aku tidak akan mengatakan pada ayah. "


" ya apapun yang menurutmu benar saja jesica. " ucap tiara melihat ke luar jendela cafe kemudian melihat jam.


" aku rasa hari sudah mulai sore ayo kita kembali saja. aku antar kamu sampai rumah. " ucap tiara pada jesica.


" em... aku rasa benar pasti ayah saat ini sangat khawatir karena ponselku tertinggal di rumah. "


" ya sudah ayo. " ucap tiara lekas berbalik


tapi ketika berbalik alangkah kebetulan sekali tiara menabrak seseorang. sehingga membuat tiara mundur dan hampir terjatuh mengapa tidak terjatuh itu karena ada yang menangkapnya.


" kali ini aku ceroboh. " gerutu tiara di hatinya.


" maaf apa dirimu baik baik saja. " ucap orang itu.


tiara yang memejamkan matanya segera membuka mata karena mendengar suara yang maskulin dan juga bau nafas yang segar. segera setelah membuka mata tiara melihat seorang lelaki yang amat teramat tampan fitur wajah yang sangat halus dan tubuh yang terlihat sangat kokoh.


" ya aku baik-baik saja. tapi bisakah..... "


" oh maaf. " segera lelaki itu membantu tiara.


" aku juga minta maaf karena sedikit ceroboh sehingga menabrak mu. " ucap tiara mendongak karena tiara hanya setinggi dada lelaki itu.


" tidak masalah aku juga tidak di rugikan apapun jadi tak perlu di pikirkan. " ucap lelaki itu kemudian.


" jika boleh perkenalkan namaku Arya. lebih tepatnya Arya austin dari keluarga austin. "


" oh tiara. namaku tiara. " ucap tiara sedikit terkejut mendengar nama austin karena itu tidak asing.


" hem austin ya aku rasa dia kakak dari orang itu lumayan dia lebih sopan dari adiknya yang pemaksa itu. " hati tiara.


" nama yang cantik. tiara. jadi apa boleh aku menyimpan nama ini. "


" terserah. "


" baik lah jika begitu. "


" boleh kah aku lewat aku sudah akan kembali . "


" oh tentu saja silahkan tiara. "

__ADS_1


tiara pun melenggang pergi di ikuti jesica di belakangnya.


" permisi ucap jesica. "


" ya. "


Arya terus melihat kepergian tiara sampai masuk ke dalam mobilnya dan mobilnya menghilang dari pandangan mata Arya.


" tuan apa anda baik baik saja. "


" aku baik tapi hatiku sepertinya yang tidak baik saat ini. "


" pantas saja dirimu berubah 180° dari biasanya. "


" hah sudah lupakan saja yang penting aku sudah mendapatkan namanya. "


" ya. "


" ayo duduk aku sudah haus. "


arya masih terus memikirkan nama tiara hatinya sedikit terguncang saat menatap kelembutan wajah tiara apa lagi suara tiara itu selalu terngiang di kepalanya.


" tuan muda silahkan pilih pesan apa. "


.........


" tuan muda. "


.........


" tuan muda."


" eh ya tiara. "


" hah kau mengganggu lamunanku saja. " Arya mulai memilih menu.


" hah...... "


" baik silahkan tunggu sebentar kami akan segera menyiapkan pesanan anada tuan. " ucap pelayan kemudian pergi


" tuan aku akan meminta seorang untuk mencari tau tentang nona tara ini. "


" tidak biarkan saja aku pasti akan bertemu dengannya lagi nanti. "


" baik lah tuan muda. "


di rumah erick tiba tiba saja ada yang mengetuk pintu rumahnya. erick yang sedang khawatir memikirkan jesica yang belum juga kembali segera membuka pintu.


" siapa ya apa. "


" apa benar ini rumah jesica dan ayah nya bernama erick


" ya aku ayah nya. " erick melihat mobil jesica terparkir segera erick melihat tajam ke arah lelaki yang mengetuk pintu.


" tenang tenang putri anda aman saat ini putri anda bersama nona kedatanganku ke sini untuk mengantar mobil jesica karena sebelumnya ban mobilnya bocor. "


" apa itu benar kuharap kau tidak berbohong. " erick masih tidak percaya. "


" benar aku tidak bohong aku juga salah seorang yang bekerja pada nona. jika anda tidak percaya silahkan hubungi nona saja. "


" baik tunggulah jangan ke mana mana. " peringatan dari erick


" ya aku akan menunggu di sini. " masih santai dan tidak takut sama sekali.

__ADS_1


erick segera mengambil ponselnya kemudian menekan nomor ponsel tiara untuk di hubungi tak butuh waktu yang lama panggilan segera terhubung.


" halo paman erick. " tiara


" tiara apa jesica bersamamu. "


" ya paman jesica bersama ku. "


" syukurlah baru saja ada seorang yang mengantar mobil jesica ke rumah. jadi aku memastikan saja. "


" oh seperti itu rupanya dia orang ku paman jadi tak masalah. "


" ya. "


" apa paman ingin bicara dengan jesica. "


" tidak aku harus membawa orang mu ke dalam terlebih dahulu. "


" oh ya sudah paman jika begitu. "


panggilan pun terputus erick segera kembali ke pintu rupanya orang itu masih ada dan sedang duduk.


" oh maaf jika aku tidak sopan. " ucap orang itu beranjak berdiri setelah melihat kedatangan erick.


" ah tak apa duduk lah itu salahku tak mempersilahkan dirimu duduk. "


" Terima kasih. "


" ya. aku juga mengucapkan terimakasih karena sudah membawakan mobil putriku kembali. dan juga dirimu benar saat ini putri sedang bersama tiara. "


" ya tak masalah itu wajar untuk seorang ayah yang menyayangi putrinya. "


" hahaha... ya benar benar sekali. " ucap erick


kemudian di lanjutkan " tunggulah sebentar aku aka mengambilkan minuman untukmu. "


" sudah tidak perlu aku masih harus mengerjakan tugas lain yang di berikan nona karena nona sangat tidak suka jika ada kesalahan. "


" ah sudah tak apa nanti aku yang akan mengatakannya pada tiara jika aku memaksamu untuk tinggal lebih lama. "


" emmmm tapi. "


" sudah tidak ada tapi tapian tunggulah sebentar. "


" baik lah aku rasa tak apa. untuk menghargai sebuah ketulusan. "


" haha... kau pandai rupanya tunggulah. " erick segera ke dapur untuk membuat minuman.


tak lama erick kembali lagi dengan secangkir teh yang masih mengepul.


" maaf menunggu lama. ini silahkan. "


" tidak masalah. terimakasih maaf sudah merepotkan. "


" tidak direpotkan. "


orang itu pun meminum tehnya sejenak meniupnya untuk sedikit mrnetralkan panas dari teh. Setelah sedikit meminumnya meletakkan kembali tehnyaa di meja.


"apa dirimu sudah lama bekerja dengan tiara. aku pernah tinggal di sana dulu. "


" em tidak lama baru baru ini saja. "


" oh pantas saja aku tidak mengenalimu. "

__ADS_1


kemudian keduanya terus mengibrol membahas banyak hal. mereka sangat akrab dan dekat. tak lama ada sebuah mobil yang berhenti di depan rumah erick, erick sediri merasa tidak asing dengan mobil itu.


__ADS_2