
kembali dengan tiara dah hana membiarkan empat orang itu bertarung. kini tiara sedang menjelaskan dasar dasar beladiri
" hana bukankah dirimu memiliki daya ingat yang kuat. "
" benar sekali nona. "
" aku tanya sekali lagi pada mu sebelum dirimu benar benar tercebur. apa kau di sini datang hanya untuk bekerja padaku atau ingin menjadi orang ku. "
" pada awalnya aku hanya ingin bekerja nona tapi setelah aku berpikir beberapa lama semalam aku memutuskan untuk menjadi orang mu saja. aku sudah tidak memiliki siapapun. orang tuaku aku tidak tau di mana. "
" jika dirimu sudah putuskan begitu dengarkan ini tidak ada jalan kembali lagi untuk dirimu jika kau berkhianat padaku maka saat itu lah dirimu sudah di pastikan mati. "
" aku mengerti nona. "
" bagus aku sudah menjelaskan semuanya padamu tadi sekarang adalah yang ingin kau tanyakan padaku. "
" aku rasa aku memahami semuanya nona tinggal praktik di lapangan saja. "
" bagus. kemari aku ingin melihat nadi mu aku ingin lihat teknik apa yang cocok untuk mu. "
tanpa ragu hana segera mengulurkan tangannya pada tiara. tiara segera melakukan pengecekan pada hana.
" dia memiliki unsur dingin di tubuhnya jadi aku harus menyeimbangkannya dengan memberikan teknik bertarung yang mengandung unsur panas padanya. tapi karena ini sifatnya yang tolak menolak makan aku harus mengokohkan unsur dingin di dalam dirinya. tapi dengan apa aku harus mengokohkan nya sekarang, Oh ya mengapa harus repot bukan kah aku memiliki batu kristal itu. aku rasa itu akan sangat bermanfaat untuk hana dan mungkin saja dia akan lebih unggul kedepannya daripada yang lainnya. baik sudah di putuskan. "
" hana aku memiliki sesuatu untukmu agar dirimu lebih mudah mempelajari beladiri nantinya. tapi ini akan sakit dan menyiksa untukmu. apa kau mau. "
" benarkah nona aku sanga takut dengan rasa sakit bahkan jarum suntik pun aku takut. "
" ya sudah jika begitu tak perlu belajar beladiri lagi. kau cukup belajar dasar saja. "
" eh tapi. "
" jangan di paksakan itu tidak baik. "
" nona bukan begitu aku memang takut tapi aku sangat ingin menjadi seperti mereka. " menunjuk pada erika, han, iris, dan sintia.
" hana mereka sudah melewati rasa sakit semuanya. "
" baik lah jika tidak mencoba mana tau aku sudah putuskan untuk melalui rasa sakit itu. "
" hana ini resiko yang besar jika saat proses itu dirimu menyerah makan saat itu juga kau mati aku juga tidak bisa melakukan apa apa untuk menolong mu. " memainkan hati hana agar lebih keras.
" tidak apa nona di dunia ini hanya dirimu yang baik padaku jadi tak masalah bagiku. "
" kau yakin hana ini masalah mati bukan negosiasi. "
" aku sudah yakin nona. "
" baik lah aku ingatkan lagi aku tak memiliki apa pun untuk menolong mu nanti kau harus melaluinya sendiri. "
" ya aku mengerti nona. "
" ya sudah ayo ke kamar mu. "
" eh tidak di sini saja nona. "
__ADS_1
" tidak. "
" baik lah nona. "
tiara dan hana segera meninggalkan halaman belakang di mana keempat orang sedang baku hantam.
" tunggulah aku di kamarmu. "
" baik nona. "
tiara pun segera pergi ke arah kamarnya untuk mengambil kristal yang akan di gunakan. tiara tidak tau batu kristal apa yang di milikinya tapi dari apa yang di rasakan oleh tiara bisa di katakan jika kristal itu sangat cocok di gunakan untuk memperkuat diri.
setibanya di kamar tiara segera mengambil kotak kayu kemudian membukanya terlihat di sana ada sebuah kristal yang begitu bersih dan halus.
" aku tidak tau kau ini sebenarnya apa tapi energimu begitu kuat dan dominan dengan unsur dingin entah bagai mana cara alam menjadikanmu seperti ini dan sudah berapa lama dirimu ada di dunia ini. " ucap tiara pada kristal itu.
setelah selesai dengan itu tiara membawa kristal itu ke kamar hana yang di mana hana sudah menunggu tiara dengan duduk di tepi tempat tidurnya dengan terus mengeraskan hati dan pikirannya. sampai sampai di dahinya muncul bintik keringat.
" nona. "
" bagai mana hana aku masih bisa untuk tidak meneruskan ini. "
" tidak nona. teruskan saja aku sudah siap. "
" hana ini sangat sakit dan taruhannya nyawa. "
" tidak masalah untukku nona. lakukan saja. "
" baik lah ku harap dirimu bisa. "
" pertama lepaskan seluruh kain yang menempel pada tubuhmu. "
" itu apa harus semuanya nona. "
" ya semuanya itulah mengapa aku meminta di kamar tadi. "
" tapi nona aku sangat malu pada mu. "
" aku wanita dan dirimu wanita tidak perlu malu ayo lakukan saja. "
" ah baik lah nona. tapi apa boleh aku membukanya di kamar mandi. "
" sudah lakukan di sini saja. apa perlu aku membantumu. "
" tidak nona. akan ku lakukan sekarang. "
tiara yang melihat hana yang seperti itu terasa geli buatnya. hana mulai membuka satu persatu kain di tubuhnya. setelah selesai hana menutupi dua area terlarang nya dengan tangan.
" sudah selesai sekarang duduk lah seperti seorang yang sedang bermeditasi tenangkan dirimu kosongkan lah pikiranmu. "
tiara menunggu sampai hana benar benar tenang. hingga satu menit berlalu tiara segera memulai prosesnya. pertama tiara menyerap aura dan energi yang ada pada kristal untuk di kumpulkan setelah itu tiara akan memasukkan energi itu kedalam tubuh hana secara perlahan.
tiara tanpa berkata apa pun segera mentransfer semua yang di serapnya dari kristal itu kedalam tubuh hana secara perlahan. hana yang merasakan ada sesuatu yang memasuki tubuhnya dengan paksa merasakan sakit tapi masih bisa di tahannya.
terus energi itu masuk kedalam tubuh hana, rasa sakitnya pun terus meningkat. semakin padat energi nya dari dalam tubuh hana muncul rasa dingin secara perlahan. terus berlalu hingga tidak terasa sudah satu jam energi ditangan tiara sudah tinggal sebesar bola golf.
__ADS_1
hana juga sudah di ambang batas daya tahannya tapi terus memaksakan hati dan pikirannya untuk bertahan. bukan main seluruh tubuhnya merasakan sakit bahkan tulangnya pun terasa sakit.
hingga dua jam kemudian energi di tangan tiara sudah habis sesuatu yang aneh terjadi hana kehilangan kesadarannya dan tubuhnya melayang serta bercahaya emas. awalnya hana terlentang kini dia dalam posisi berdiri dan melayang.
tak lama matanya terbuka dan memandang tajam ke arah tiara yang masih duduk tenang karena tiara tidak sama sekali merasa terancam jika ya maka Queen sudah mengambil alih tubuhnya.
" siapa yang sudah membangkitkan kekuatan naga ini. "
" itu aku. "
" *ah tuan terimakasih sudah membangunkan aku. sudah puluhan ribu taun aku mengunci diriku dalam batu. " ucap naga itu segera turun dan bersikap hormat pada tiara
" tapi mengapa aku ada di tubuh wanita ini bukan di tubuhmu tuan*. "
" ya aku yang melakukannya. "
" mengapa tuan tidak menyerap ku untuk tuan sendiri maka tuaan akan menjadi orang yang sangat kuat. "
" tidak aku tidak ingin aku sudah cukup dengan diriku saja. "
" eh tapi benar juga jika tuan hanya orang biasa tidak lah mungkin nona bisa menyerap ku kemudian di masukkan pada tubuh orang lain. itu tandanya tuan lebih kuat dari ku. "
" sudah sekarang aku ingin bertanya padamu apa kau naga mengapa kau menyebut dirimu naga. "
" benar nona aku naga. "
" tapi apa iya naga itu ada aku kira itu hanya dongeng saja. "
" naga itu benar benar ada nona. "
" ya sudah jika begitu. aku juga tidak peduli dengan kebenaran adanya naga sekarang jelaskan padaku. kau ini akan menjadi seperti apa di tubuhnya. "
" karena ini hanya energi ku saja, jadi aku hanya bisa menjadi sumber kekuatannya saja tuan. "
" apa kau tidak akan menguasai tubuhnya. atau mengendalikan tubuhnya. "
" itu tidak bisa tuan. "
" bagus sekarang mulai lah saja menyatu dengannya. "
" sesuai perintahmu tuan. "
segera setelah itu tubuh hana melayang kembali tubuhnya kini memunculkan retakan dan dari retakan itu muncul cahaya emas yang sangat terang. tak lama setelah proses itu kini tubuh hana mulai turun lagi ke permukaan dengan gaya seperti seorang dewi yang turun dari langit.
kini hana merupakan kecantikan yang luar biasa kulitnya yang halus tubuhnya yang bagus mata yang indah dan bibir basah yang begitu menggoda juga aura agung yang sangat besar terpancar dari tubuhnya.
" nona aku hana datang memberi hormat padamu. "
" ya bangunlah kedepannya jangan lakukan ini lagi. "
" baik nona maafkan aku. "
" sekarang jelaskan bagai mana kondisimu. "
" aku baik baik saja nona dan ingatanku kini terpecah menjadi dua yai itu antara ingatanku yang sebenarnya dan si naga. "
__ADS_1
" sekarang katakan padaku apa saja yang ada dalam ingatan naga itu. "