
tak lama sepasang kekasih menghampiri tiara dan tristan, tiara yang melihat pasangan itu sangat familiar dan mengenalnya.
" nona. " ucap lauren
" tiara. " jo
" tuan tristan. " sapa jo begitu sopan dan hanya mendapat anggukan dari tristan
tiara yang akan menjawab sedikit terkejut ketika seorang jo masih harus hormat kepada tristan.
" siapa sebenarnya tristan ini bahkan kak jo saja harus bersikap hormat padanya. " hati tiara.
" kalian juga di sini. " tanya tiara
" ya nona ini pertemuan besar antar penguasa. " ucap lauren menjelaskan
" oh... "
" Hai tiara.... " seorang wanita cantik datang menyapa tiara.
" Hai kak tara. " sapa balik tiara yang tidak menyangka akan bertemu juga dengan tara.
" selamat malam tuan tristan. " sapa tiara yang juga mendapat anggukan saja. "
" jo.... tara.... apa kalian mengenal tiara. "
" aku belajar pada guru yang sama dengan tiara tuan tristan. " jawab jo jujur.
" aku juga sama tuan tristan. " jawab tara
" hmm. " jawab tristan.
" nona apa benar dirimu sudah menikah. "
" ya. dan dia adalah suamiku sekarang. " ucap tiara menunjuk tristan.
jo dan tara sedikit terkejut tak menyangka itu bagai mana keduanya bisa bertemu.
" salam tuan tristan aku lauren aku bekerja pada nona. " sapa lauren dengan hormat.
" em. " jawab tristan mengangguk.
" tiara aku harus pergi ada seseorang yang harus ku temui sekarang. " ucap tara.
" baik lah kak semoga semua nya lancar. "
" em..... terimakasih tiara
tuan aku permisi. " jawab tara.
" ya. " jawab tristan
kini hanya tinggal tristan, tiara, lauren, dan jo.
" tristan bisakah kita duduk. " pinta tiara.
" tentu. " jawab tristan segera membawa tiara, jo dan lauren mengikuti kepergian mereka.
tak lama akhirnya mereka duduk sedikit jauh dari kerumunan tamu. dan hanya tempat itu yang kosong. mereka saling mengobrol dan bercerita hanya tristan yang masih datar dan tidak bicara. hingga tiba tiba saja tristan berbicara.
" apa dirimu ingin makan sesuatu. " tanya tristan pada tiara.
" boleh ayo.
kak jo kak ana apa kalian mau juga. "
" tidak kami akan berkeliling terlebih dahulu. " jawab lauren yang sebenarnya tidak ingin mengganggu waktu tiara dan tristan untuk bersama
" oh ya sudah.!!!
ayo tristan.!!! "
" em. " singkat.
keduanya mendekat ke arah meja makan di sana sudah banyak makanan yang di hidangkan.
" ayo pilih. " ucap tristan.
" aku maiun ini......... ini....... itu....... dan itu kemudian ini kemudian itu. sudah cukup. "
" hanya ini. " tanya tristan.
" aku tidak rakus. "
__ADS_1
" oh baik lah.....
ayo duduk.... "
tristan dan tiara kembali ke tempat duduk sebelumnya untuk menikmati hidangan yang sudah di ambil sebelumnya.
" ini enak. "
" dirimu suka
" ya..... "
" akan kuminta koki untuk memasak yang seperti ini nantinya. "
" terserah.... " tiara kembali menikmati makanannya. " tristan apa kau mau. " ucap tiara menyuapi makanan ke mulut tristan. melihat hal itu tentu saja tristan membuka mulutnya tapi saat makanan itu akan masuk ke dalam mulut tristan tiara menariknya kembali lalu memakannya sendiri. tristan pun hanya melahap udara kosong, merasa telah di tipu tristan memberikan senyuman iblisnya.
sehingga dengan gerakan yang sangat cepat dan tak terduga tristan sudah menautkan bibirnya di bibir tiara. tiara hanya bisa mematung dengan itu jantungnya berdetak kencang. merasa cukup tristan melepaskan tautan itu lalu seperti sedang mengunyah.
" enak. " ucap teistan.
" tristan apa yang kau lakukan. "
" makan lah. "
" tapi bukan begitu caranya. "
" tapi aku rasa itu cara yang terbaik bisa kita ulangi lagi. "
" tidak tristan. "
" kenapa. "
" di sini banyak orang. "
" jika begitu di rumah aku bisa melakukannya. "
" ya...... eh tidak aku tidak mengijinkannya. "
" kau sudah setuju. "
" aku tidak setuju. "
" tak peduli. "
" dasar mulut ember kenapa bisa begini tristan jadi tau kalau aku mudah di taklukkan jadinya. hah hancurlah kesombongan dan kepercayaan diriku yang dulu. "
" aku akan ambil minum. "
" ya... aku ingin yang seperti tadi. "
" tidak boleh. "
" 1 saja setelah itu kita pulang. "
" baik lah. " tristan pergi ke meja minuman meninggalkan tiara sendiri. tiara juga tidak masalah dengan itu.
setelah kepergian tristan seorang datang menyapa tiara.
" hay tiara kan..... "
" ya....
em..... Arya kan... "
" wah lama tidak bertemu kau masih mengingatku. " ucap Arya " apa kabar. " lanjut Arya menanyakan kabar tiara.
" aku baik. " ucap tiara.
" hy.... " kembali seseorang datang menemui tiara.
" eh. " tiara
" aku roland. apa kau ingat. " ucap toland.
" ya aku ingat. "
" trimakasih waktu itu sudah menolongku dan maafkan aku karena sudah salah. ucap roland
" ya. jawab tiara sedangkan Arya melihat roland dengan sinis.
" apa aku boleh duduk. "
" tidak boleh. " ucap Arya mendahului tiara.
__ADS_1
" kenapa.....???
apa dia kekasihmu tiara.... " ucap roland sinis kepada Arya kemudian lembut bertanya pada tiara.
" bukan. " tiara
" kau dengar kau bukan kekasihnya, jadi untuk apa kau melarangku duduk. "
" karena aku lebih dulu yang datang maka harusnya aku yang duduk dulu. "
dua lelaki itu berdebat untuk bisa dekat dengan tiara sedangkan tiara yang sudah mulai terpengaruh minuman alkohol sedikit bingung harus berbuat apa. tiara hanya berharap tristan segera datang untuk membawanya.
sedangkan tristan yang mengambil minuman sedikit terhenti karena ada seseorang yang datang menemuinya dia seorang paruh baya dengan seorang gadis yang aduhai luar biasa.
" selamat malam tuan tristan. aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini malam ini. biasanya anda tidak akan pernah hadir. "
" oh thomson..... ya aku sedang mencoba saja mungkin ada sesuatu yang menarik di sini. "
" hahaha.... oh ya perkenalkan ini cucuku namanya clara....
clara ayo sapa tuan tristan. "
" tuan tristan.... " sapa clara mengulurkan tangan yang mulus dan lembut bakal kain sutra terbaik.
tristan menjabat tangan clara sejenak kemudian melepaskan hanya untuk menghormati thomson saja.
" aku mau ambil minuman. " ucap tristan
" oh ya silahkan. " ucap thomson.
" oh aku juga mau satu. " ucap clara juga mengikuti tristan tapi dari sudut bibirnya tampak senyum licik
tristan pun bergeser sedikit karena jaraknya sangat dekat dengan meja minuman. setelah mendapatkan dua gelas tristan berbalik akan segera pergi untuk kembali tapi tiba tiba saja ada seorang yang menabrak gelas yang di pegangnya hingga itu terjatuh ke lantai.
praaaaankk..... gelas pecah
" ah maaf tuan maaf aku salah
" hey apa matamu buta. " sarkas clara.
" sudah tak apa pergilah. " datar tristan
" terimakasih tuan terimakasih. "
orang itu segera pergi dari sana dan petugas segera membersihkan lantai. tristan berbalik untuk mengambil minuman lagi. tapi clara sudah memberikan segelas minuman pada tristan.
" silahkan tuan tristan. "
" oh tidak perlu. ".
" tak apa tuan tristan anggap sebagai aku menghormati dirimu tuan tristan. "
" terimakasih. " ucap tristan menerimanya saja.
" jika begitu aku harus pergi seseorang sudah menunggu ku. "
" oh silahkan tuan tristan. " ucap clara senyum simpul.
tristan pun pergi dari sana sedangkan di tempat tiara Arya dan roland masih saling berdebat dan berebut mendapat perhatian tiara.
" berhenti..... " ucap tiara yang berhasil membuat dua orang itu tenang dan semua mata melihat kejadian ini sejak tadi termasuk tristan yang juga baru tiba.
" kalian seorang dewasa dan seorang pemimpin juga sangat berpengaruh tapi kalian seperti sampah saja mengganggu ku. mengapa kalian tidak pergi saja aku muak melihat kalian.
dan kita tidak sedekat itu dengan kalian jadi jangan sampai menimbulkan asumsi buruk dari orang tentang ini. apa kalian buta atau lupa kalian ada di mana. lihatlah banyak mata yang melihat kalian dasar sampah. " ucap tiara yang kesal.
" tiara apa mereka mengganggumu. " tristan dengan suara dingin.
" tristan bawa aku pergi dari sini aku sudah muak sekarang. "
" oke. "
lalu tiara mengambil minuman dari tristan kemudian menegaknya dalam satu tarikan nafas. setelah habis tiara menaruh gelas itu di meja dengan sedikit keras, kemudian.
" di masa depan jangan biarkan aku melihat kalian membuat masalah lagi di depan ku maka kalian bisa hilang dan pendam lah niat kalian karena aku sudah bersuami. " ucap tiara pergi dengan merangkul lengan tristan
tristan segera ikut pergi juga memberikan satu gelas miliknya pada pelayan.
" tiara apa dirimu baik baik saja. "
" aku baik. "
" perlukah aku memberi mereka pelajaran. "
__ADS_1
" tidak. " ucap tiara