Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 72


__ADS_3

iris masa kini



han masa kini



" hay...... selamat malam nona. " sapa seorang pria tampan


tapi tiara tidak menanggapinya, Sintia yang melihat itu segera bereaksi.


" maaf tuan apa ada yang bisa ku bantu. sepertinya nona ku ini tidak tertarik dengan kehadiran tuan. "


" ah perkenalkan aku arlan austin aku hanya ingin meminta maaf dan berterimakasih pada nona ini. "


" oh tuan sudah mengatakannya silahkan tuan bisa pergi jangan ganggu nona ku. "


" eh ah oh ya sudah jika begitu permisi. " arlan segera pergi dari sana. jika arlan yang dulu mungkin akan sedikit memaksa tapi setelah menerima surat dari tiara dia sudah tak berani lagi.


" bagai mana tuan muda. "


" tidak berhasil terlalu sulit dengan kesalahanku yang dulu. aku rasa sangat sulit untuk mengenalnya. "


" hah ya sudah tuan muda mengapa tidak melihat gadis lainnya bukankah di sini begitu banyak cantik pula. "


" kau tak mengerti jo dia berbeda dia begitu menarik, jika hanya cantik itu biasa tapi yang menarik itu tidak biasa jo. "


" benar juga sih tuan muda nona itu sungguh menarik. "


" kurang ajar jo apa kau berani. "


" eh maaf tuan muda maaf aku tidak berani. " ucap jo ketakutan.


" aduuh mulut ini mengapa keceplosan sih, tapi benar sih nona itu selain cantik dia memiliki daya tarik yang tinggi. " suara hati jo.


" ya sudah ayo. "


" baik tuan muda. "


kembali pada tiara yang masih menikmati es krim nya.


" Sintia apa kau tidak ingin mencicipi yang ada di meja itu. "


" em sepertinya boleh nona. "


" jika begitu ayo. "


" ayo nona. "


kini tiara dan erika tengah asik memilih kudapan terhidang di meja. dengan sengaja tiara juga mengisi penuh piringnya dengan berbagai kudapan.


setelah tiara merasa cukup tiara segera mengajak sintia untuk kembali duduk di tempat semula.


" sintia aku rasa milikku sudah cukup ayo kita duduk. "


" baik ku rasa milikku juga sudah cukup nona. "


kemudian keduanya kembali lagi ke meja mereka menikmati kudapan yang sudah mereka ambil.


setelah memakan beberapa tiba tiba saja tiara dan sintia di datangi beberapa pemuda tampan tapi kelakuan mereka begitu tidak sopan.


" hay gadis manis boleh kenalan. "


"_"...........

__ADS_1


" lihat dia tidak menjawab. "


" kau begitu menarik coba ku lihat wajah aaaaaau....... "


ketika tangan liar itu ingin menyentuh tiara sintia yang melihat segera mencengkram keras pergelangan tangan lelaki itu.


" bisakah kau berlaku sopan apa kau tinggal di jalanan sehingga tidak tau sopan santun. dasar berandal. " dingin sintia


" au.... au.... lepas lepaskan tangan ku apa kau tau siapa aku. hah..."


" apa aku perlu tau siapa dirimu untuk mengajarimu. " dengan keras menghentakkan tangan lelaki itu


" wanita sialan kau mencari masalah dengan ku awas saja nanti. "


" ya pergilah lapor pada ayahmu dan menangis lah pada ibumu aku menunggu di sini waktuku masih banyak. "


lelaki itu wajahnya begitu merah karena marah dan malu di rendahkan oleh seorang wanita.


" sintia mengapa hanya membuatnya kesleo tidak kau patahkan saja. "


" aku pikir karena di sini banyak orang takut membuat nona terkena masalah nantinya. "


" oh ya sudah. "


tak lama kemudian lelaki itu kembali lagi bersama seorang lelaki dan wanita paruh baya


" ayah dia lah yang melakukannya. "


" hey kau apa kau yang sudah melukai tangan anak ku. "


" oh kau benar benar kembali dengan ayah dan ibumu dasar anak ingusan. oh paman maaf iya itu benar aku yang melakukannya apa ada masalah. "


" kau pikir kau siapa...... dengan beraninya membuat tangan anakku terluka. "


orang itu terkejut ketika mendengar pernyataan yang di katakan sintia.


" tapi tak perlu sampai membuat anak ku luka seperti ini aku tidak mau tau kalian harus meminta maaf pada anakku atau urusan ini akan panjang. "


" mengapa juga aku harus meminta maaf bukan aku yang salah harusnya anak paman ini yang meminta maaf karena sudah berlaku tidak sopan dengan mengandalkan kekuasaan paman apa paman tidak malu di lihat semua orang yang ada di sini apa paman tidak takut jatuh. "


" kau kau kau awas. "


" maaf ada apa mengapa Anda marah marah. " lauren.


" ah nona lauren maaf ini mereka telah melukai tangan anak saya dan saya hanya meminta mereka untuk minta maaf saja. "


" lauren anak mereka mencoba berlaku tidak sopan pada nona jadi aku hanya memberinya pelajaran agar tidak mengulanginya lagi. "


" tuan laxis mulai malam ini dan seterusnya kerja sama kita selesai. ayo kembali saja tidak ada yang bisa di lakukan di sini sekarang. " ucap lauren pada lexis kemudian mengajak sintia dan tiara pulang.


" nona nona lauren nona lauren tapi mengapa harus memutuskan kerja sama kita. "


tapi sayang lauren tidak menghiraukan malah mempercepat langkahnya.


" tuan aku juga memutuskan kerjasama kita. "


" aku juga tidak ada lagi yang bisa di harapkan. "


" sama aku juga. "


" ya aku juga. "


semua pihak yang bekerja sama dengannya satu persatu memutuskan kerja sama mereka. lexis merasa kebingungan dan tak menyangka hanya karena anaknya hidupnya kini hancur.


tak lama setelah kepergian tiara datang seorang yang merupakan tamu utama selain lauren dia seorang lelaki tampan garis wajah begitu halus siapapun akan terpana memandangnya tapi hanya satu kekurangan yang dia miliki dia seperti gunung es yang sangat dingin tapi sayang bagi para wanita selain kedinginan nya itu menakutkan kedinginan nya juga menambah nilai plus.

__ADS_1


" oh apa aku terlambat. " ucap sosok lelaki tampan itu.


semua orang terpaku terdiam tidak ada yang bersuara satu pun.


" ya sudah aku kembali. " berlalu pergi.


tapi semua orang masih terpaku diam sampai lelaki tampan itu pergi keluar dari pintu baru setelah itu kehebohan terjadi lagi karena orang no 1 itu kini pergi lagi setelah beberapa kali acara seperti ini di adakan hanya sekali ini dia datang tapi sudah pergi lagi.


dalam perjalan pulang di mobil yang dinaiki tiara, sintia dan lauren.


" nona apa semua baik baik sja. " lauren


" semua baik tak tak ada yang perlu di cemaskan. " tiara


" baik lah nona. "


" tapi ada satu hal yang sangat di sayangkan. "


" apa itu nona aku bisa memutar balik mobil ini untuk kembali. "


" kudapan ku tidak sampai habis aku makan masih tersisa satu di piring. "


" kita akan kembali saja nona. "


" tidak perlu kita pulang saja. "


" tapi nona. "


" tak apa aku akan merelakannya saja. "


" ah baik lah nona maafkan aku karena terlalu cepat membawamu kembali. "


" bukan salahmu kak salah orang itu saja yang mengacau. "


" apa perlu aku ratakan saja mereka nona. " lauren


" tak perlu kak biarkan saja. hanya masalah kecil tak perlu di besarkan. "


" baik lah jika begitu nona. " lauren


di mobil lainya lelaki tampan itu kini tengah duduk di dalam mobil yang tengah di kemudikan oleh asistennya.


" tuan mengapa kembali begitu cepat. "


" acaranya sudah selesai dan ketika aku tanya mereka diam hanya melihatku saja jadi aku kembali. "


" jadi seperti itu aku pikir ada sesuatu yang membuat tuan tak nyaman. "


" tidak tidak ada. "


" baik lah tuan. lalu sekarang kita akan kemana. "


" aku ingin bersantai malam ini kita kembali ketempat itu dulu aku ingin berganti baju. setelah itu kita pergi ke club black rose. "


" baik lah tuan. "


" alex bagai mana dengan orang orang yang ingin membunuhku. "


" selama sebulan ini sudah tidak ada pergerakan tuan. ada kabar yang aku dengar ada markas para pembunuh bayaran yang di bantai habis oleh seseorang. mungkin dari kejadian ini mereka yang di bayar untuk membunuh tuan menghentikan dahulu pekerjaan mereka. "


" oh karena aku sudah malas setiap kali aku keluar harus merubah penampilanku. "


" tapi itu semua untuk keselamatan keamanan tuan. "


" ya aku tau itu. "

__ADS_1


__ADS_2