
" tuan bisa bantu dia sepertinya dia sangat tersiksa dengan batu itu. "
" ah baik nona. " segera handoko mengambil batu itu dengan biasa saja tanpa ada beban yang berarti untuk memberatkannya.
iris yang sudah terlepas dari batu itu segera memegangi tangannya dan meniupnya lembut.
" nona dirimu sungguh tega membuatku kesakitan. "
" lalu apa kau mau aku yang merasakannya iris. "
" eh tidak nona jika ada hal seperti ini lagi biarkan aku saja yang mencobanya saja. "
" benarkah. "
" benar nona. eh. "
" sudah di tentukan. " ucap tiara
" jadi tuan apa dirimu sudah percaya. jika belum sepulang dirimu dari sini cobalah pada orang lain siapa pun itu tapi aku sarankan keluarga saja. "
" aku aku percaya nona. aku percaya. "
cukup banyak mengobrol handoko pun memutuskan untuk kembali karena waktu sudah semakin malam.
" nona aku akan kembali ini sudah terlalu malam untuk aku tinggal lebih lama rasanya kurang elok. "
" oh ya ya.. itu bukan masalah besar untuk ku tuan. " tiara
" jika begitu aku permisi nona. "
" ya ayo biar aku antar sampai pintu. "
" terimakasih nona. "
setelah selesai tiara dan iris kembali lagi kedalam memasuki rumah. tidak banyak mengobrol tiara memutuskan kembali ke kamar iris kembali ke ruang tamu untuk membereskan meja.
di mobil handoko kini seperti seorang yang bingung dan berpikir. sedangkan sang supir yang mengemudikan mobil di buat penasaran
" tuan apa ada yang salah, atau ada barang yang hilang atau pun tertinggal. " tanya sang supir yang memang sudah bekerja lama pada handoko.
" bukan itu semua aku baru saja membeli sebuah batu yang sangat berharga dan itu juga bisa menimbulkan perpecahan jika ada yang sampai mengetahuinya. "
" apa tuan takut batu itu di ketahui orang lain. "
" ya itu juga masalah tapi yang ku pikirkan bukan itu saat ini. "
" lalu apa tuan. "
" aku membeli batu ini seharga 300 triliun darinya. " jelas handoko tapi sudah terpotong sebelum meneruskannya.
" apa 300 triliun untuk sebuah batu tuan. "
" kau ini jika kau tau batu itu kau tidak akan pernah percaya. "
" eh benarkah tuan. lalu apa masalahnya tuan sudah membayarnya tuan juga memberi harga tinggi di mana lagi yang membuat tuan salah. "
" harganya yang salah aku salah memberi harga. "
" nah tuan menyesalkan aku sudah katakan hanya sebuah batu saja mengapa harus 300 triliun. "
" bodoh aku bahkan merasa harga itu terlalu murah. "
" apa....
tuan aku tau uang segitu hanya lah uang saku untuk tuan tapi apa itu tidak berlebihan hanya untuk sebuah batu walaupun itu batu mulia sekalipun. "
" baik sekarang kamu menepi lah. "
__ADS_1
" eh apa aku ada salah tuan maafkan aku. "
" sudah menepi sajalah sekarang.
kemudian supir itu terpaksa menepi.
" ayo sekarang turun. "
" tapi tuan. "
" sudah ayo turun. "
supir itu turun tapi handoko juga turun dari mobil.
" sekarang biar akan aku yang mengemudi kau duduk di sebelahku. "
" eh tuan ada apa sebenarnya. "
" sudah dengarkan saja kata kataku tanpa membantah. "
" baik tuan. "
di dalam mobil segera setelah itu handoko mengeluarkan kotak kayu yang berisikan batu itu.
" lihat lah batu ini. " menunjukan batu itu pada si supir.
" tidak ada yang spesial tuan hanya seperti batu pada umumnya dan hanya ada motif teratai di dalamnya. "
" ya sekarang ulurkan tanganmu. "
segera supir itu mengulurkan tangannya. handoko juga segera meletakkan batu itu di telapak tangan sang supir. hal yang terjadi pada iris pun terulang lagi pada si supir.
" tuan batu ini sangat berat tolong lah tolong tuan tanganku bisa hancur. "
" ha sekarang apa kau masih meremehkan batu ini nikmatilah sejenak biarkan aku yang menyetir. "
handoko yang awalnya ingin mengerjai si supir pun di urungkan melihat si supir seperti benar benar tersiksa dengan beban dari batu. segera handoko mengambilnya kemudian menaruhnya kembali ke dalam kotak kemudian menyimpannya ke dalam tasnya.
" sudah percaya jika batu ini tak biasa. "
" sudah sudah tuan aku percaya. sungguh mustahil masih ada hal seperti itu di dunia yang begitu modern seperti sekarang. "
" kemustahilan itu lah yang saat ini menjadi harga. "
kembali pada tiara yang di mana hari sudah berganti dari malam berganti pagi kemudian siang. tepat pukul 11 iris mengatakan jika musuh sudah memakan umpan dan sudah tidak bisa lepas lagi.
" iris lalukan sesuai dengan apa yang aku katakan kemarin saja. "
" baik nona semuanya sudah terlaksana dengan rapi hanya ada satu masalah yang tidak bisa di atasi. "
" apa. "
" orang itu memliki akun bank tanpa batas sama seperti mili nona. itu tidak bisa di lakukan melalui sistem program karena akun ini sudah terkait dengan pemerintah jadi jika si pemilik memiliki kode tersendiri untuk melakukan transaksi atau hal lainnya. "
" oh ya aku juga mendapatkan itu ya sudah lakukan saja yang aman jangan mengusik sesuatu yang membuatku repot walau sebenarnya aku tidak akan repot. "
" baik nona itu semua akan mudah. " ucap iris tak lama kemudian
" sudah selesai nona semua data miliknya sudah aku copi dan paket sudah mulai melakukan tugasnya serta uangnya akan segera tiba dalam 24 jam mendatang karena dia begitu kaya jadi sedikit lebih lama nona. "
" bagus kirim kembali data itu setelah satu minggu bersama surat yang akan ku buat nanti. "
" siap nona. "
" ya sudah aku kembali jangan lupa dengan tugasmu mengajari hana.
" aku mengingatnya nona. "
__ADS_1
sekitar pukul 1 siang setalah makan siang
" erika antar aku keluar hari ini. "
" baik nona.
" han pelajari dengan baik yang sudah aku berikan padamu ajak lah iris. "
" baik nona aku mengerti. "
" ya sudah aku akan bersiap. kalian bisa lakukan apapun. "
" baik nona. "
beberapa saat kemudian tiara sudah selesai bersiap segera keluar dari dalam kamarnya. yang di mana rupanya erika sudah menunggunya di ruang tamu.
" erika apa semuanya sudah siap. "
" sudah nona mobil juga sudah ada di depan. "
" ya sudah ayo kita jalan sekarang. "
" em. "
di dalam mobil yang sedang di kemudikan oleh erika.
" nona apa sudah memiliki tujuan. "
" em.... tidak ada aku hanya ingin jalan jalan saja. "
" begitu rupanya. nona aku ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin cukup penting untuk nona ketahui. "
" ya apa itu. "
" baru saja nona tara menghubungi ku mengatakan jika ibu angkatnya sedang ada di rumah sakit karena penyakitnya kambuh. nona tara meminta ku untuk memberi tau nona apa nona bisa membantunya. "
" oh tentu saja ayo ke sana sekarang saja jangan biarkan kak tara menunggu. "
" baik nona. "
segera erika membawa tiara ke rumah sakit untuk melihat ke adaan ibu angkat dari tara. juga ke betulan sekali tara sedang di rumah sakit menemani sang ibu.
di rumah sakit.
" semoga tiara mau datang membantuku karena selain guru yang memiliki kemampuan medis yang tidak biasa. pasti tiara juga memiliki nya karena dia sudah sangat lama bersama guru. "
" tara tinggalkan aku sendiri saja kau bekerjalah. mengapa harus repot repot membawa dan menjagaku di rumah sakit. "
" ma apa dirimu tidak menganggap ku anak mu lagi mengapa mengatakan itu. "
" hah bukan begitu aku hanya akan merepotkan mu. "
" apa lah arti repot dari apa yang sudah mama lakukan untuk tara dulu. "
" kau anak yang berbakti. ibu kandung mulai pasti bangga jika dia masih ada. "
" ma sudah lah sekarang mama ibu ku. "
" hah ya sudah sekarang kembalilah bekerja saja aku sudah baik. "
" tidak ma aku sudah menghubungi seseorang yang mungkin bisa menyembuhkan mama. "
" tara penyakit ku ini bukan demam tapi kangker aku sudah dua kali operasi tapi hari ini datang lagi jadi jangan terlalu keras pada dirimu hanya karena aku. "
" ma..... "
" tara sudah lah aku bangga padamu. sudah banyak yang kau korbankan dan berikan padaku jadi tak perlu memikirkan apapun lagi tentangku.
__ADS_1
" ma..... aku anakmu mana mungkin aku tidak memikirkan mamaku sendiri. " menangis sedih ucapan dari mamanya terasa seperti jarum yang sangat dalam menusuk hatinya.