
" hana kucing mobil segera lah naik. " ucap tiara segera menerima kunci mobil itu. segera saja tiara masuk di ikuti hana dan ibu tristan.
ibu tristan saat ini tidak bisa berbicara melihat sisi berbeda menantunya yang sangat mendalam.
mobil melaju dengan gila bahkan mobil di belakang yang mengikuti terpaut jarak 10 mobil. tiara sama sekali tidak mengendurkan gas pada mobil di matanya semuanya terlihat sangat pelan bahakan tiara dengan jelas melihat semuanya di kecepatan gila itu.
10 menit tiara tiba di sebuah gudang bekas yang sudah lama kosong dengan kondisi yang memprihatinkan. tiara tanpa menunggu segera masuk ke dalam gudang itu. di sana tiara berhenti bergerak karena melihat banyak mayat yang tergeletak. di sudut tiang tiara melihat orang yang sangat di kenalnya dia dalam kondisi kritis.
" blue..... blue.... " ucap tiara segera menusukkan jarum dan mengalirkan energi pada blue. ibu dan hana masih mengikuti tiara tanpa bicara.
setelah beberapa saat blue sadar dan melihat tiara yang sudah ada di depannya.
" nona..... " ucap blue dengan suara parau dan lemah.
" blue di mana tristan berada katakan. " ucap tiara terus menyuntikkan energi untuk menyokong hidup blue yang sudah tidak mungkin bisa tertolong.
"nona ini semua perbuatan keluarga trump dan di bantu oleh beberapa mafia yaitu lilin darah, black dragon, dan black tiger. " ucap blu mengambil nafas.
" aku hanya bisa menahan beberapa orang agar tuan muda bisa lari selebihnya aku tidak tau nona maafkan aku yang lemah ini nona. " ucap blue. "
" jadi tristan kabur di masih hidup. " ucap tiara.
" jika selamat mungkin bisa hidup nona ruang tristan memiliki dua luka di tubuhnya di bahu kanan luka tembak dan bagian perut sebelah kanan tusukan. "
" apa.... "
" nona aku sudah sebisa mungkin tapi batasanku sudah tak bisa lagi lebih jauh menolong tuan muda mereka sangat banyak. "
" em... aku mengerti terimakasih blue. "
" nona bantu aku permudah lah jalanku ini terlalu sakit untuk ku tahan. "
" em.... pergilah blue tunggu kami di sana. " ucap tiara dengan hanya menjentikkan jarinya blue seketika mati.
tanpa banyak menunggu tiara terus mengedarkan energinya mencari sisa jejak energi tristan yang mana itu berujung di sebuah sungai dengan air deras.
" tiara apa tristan di sini. " ucap ibu tristan yang sedari tadi diam dan mulai berbicara ketika tiara hanya mematung di tepi sungai.
" tristan.... cukup lama di sini ibu sepertinya dia memilih terbawa arus yang entah kemana membawanya. " ucap tiara yang bergetar kesedihannya begitu dalam saat ini.
ibu tristan terus berusaha kuat dia masih menahan walau sebenarnya hatinya sudah porak poranda tapi jika dia menyulut kesedihan juga pasti tiara akan semakin dalam tenggelam dalam kesedihannya.
__ADS_1
" tiara tabah lah nak ingat masih ada anakmu di dalam perutmu. ini adalah takdir nak kita tidak bisa melakukan apa apa untuk menghentikan takdir. "
" tapi.... tristan. "
" sudah nak sang takdir lebih menyayangi nya sudah ayo kembali saja. "
tiara seperti aku bumi yang sangat kokoh berdiri bahkan ibu tristan tak mampu menggerakkan tiara. segala bujukan sudah di lakukan perkataan perkataan penyemangat sudah di lontarkan tapi masih saja tiara tidak bergeming dari tempat berdirinya.
" pulanglah semuanya aku ingin sendiri di sini. " ucap tiara
ibu tristan akan berkata tapi hana segera memberikan kode isyarat jangan lakukan apapun ikuti saja. ibu tristan mengerti segera berbalik pergi bersama yang lainnya.
tiara tinggal sendirian di tepi sungai semua orang pergi sesuai perkataan tiara kini tiara sebenarnya sudah ada di tempat lain di mana dirinya berdiri di tumpukan mayat.
ya kesadaran miliknya kini sedang berada di sana itu di tarik paksa oleh sesuatu. tapi seakan tidak peduli tiara masih dalam tangisan kesedihannya dia tidak peduli dengan semuanya.
" hahaha..... hahaha...... hahaha....
bagai mana apa dirimu sudah menyesal sekarang bukankah sudah ku tawarkan dirimu kekuatan dan kekuasan. lihat sekarang kau begitu menyedihkan dan terpuruk. " ucap suara tanpa wujud yang menggema.
tiara segera menengadah menatap langit matanya mulai bertransformasi menjadi hitam pekat yang berisi kekosongan.
tiara semakin dalam tenggelam tapi hatinya masih menolak ajakan itu tapi pikirannya sudah mulai terpengaruh dengan ajakan suara itu.
" hahaha bagus perlahan saja tak perlu terburu buru bagus teruslah aku akan memberikan semuanya. hahahaha. "
" datang lah datang lah padaku mahluk lemah datang lah jadi budakku maka kau akan menjadi absolute tidak akan ada yang mengusik mu. hahahaha..... "
hati tiara mulai goyah dia juga mulai terpengaruh kesedihannya benar benar melemahkan dirinya dia sangat mudah sekali terbuai.
tiba tiba saja sebuah sinar terang sangat terang menerpa seluruh tubuh tiara kehangatan dan juga sesuatu yang aneh yang menekan kesedihannya perlahan mulai memudarkan kekosongan di matanya.
suara halus lembut dan kecil terus terdengar di telinganya lama kelamaan suara itu semakin jelas terdengar panggilan yang singkat tapi terus di ulang ulang itu benar benar semakin jelas
" mama..... mama... mama... mama..... " trus suara itulah yang terus memenuhi pikiran dan hatinya
tiara yang masih melihat ke arah langit kini matanya mulai kembali seperti semula suara tanpa wujud itu masih terus memperdaya tiara kekuatan yang berbeda terus bentrok keduanya merupakan kemurnian dari cahaya dan kegelapan.
keduanya sama sama murni sini tiara bisa memilih untuk berjalan di jalan mana. di jalan kegelapan bisa di jalan cahaya bisa.
hingga suara di pikiran dan di hatinya kini wujud dan nyata terdengar secara nyata di telinganya.
__ADS_1
" ma.... mama..... ma..... mama.... " tiara yang mulai lepas mulai menoleh ketempat suara itu di mana suara itu berada di samping kanannya yang entah sejak kapan anak kecil usia 5 tahun memegang dua jari tiara dengan terus mengulang kata " mama. "
tiara yang sudah lepas dari pengaruh kegelapan kini larut dalam kebingungan dia bertanya siapa gadis kecil ini di hatinya. dan apa maksud dengan kata mama itu.
" ma ayo kembali aku tidak suka di sini. "
........
" ma ayo kembali... " mengayun ngayunkan tangan tiara.
" eh ah ya.... " tiara kembali lagi dia segera merespon anak itu.
" mama ayo pergi tempat ini buruk aku tidak suka ayo. "
" ah iya ayo pergi tapi kemana. " ucap tiara masih bingung sejenak kesedihannya terlupakan dengan kehadiran sosok hadis kecil itu
" ayo ikut aku ma di sana" ucap anak itu membawa tiara berjalan dia atas tumpukan mayat hinga sampai di permukaan tanah. kemudian sebuah cahaya.
" mama kembalilah jangan terlalu bersedih bukankah masih ada ku. "
" ah ya tapi. "
" mama aku anakmu.... sudah ayo kembali saja jangan terlalu lama. "
" tapi..... "
" mama sudah ingatlah jangan bersedih masih ada ku di sisimu kembalilah ma aku berjanji akan selalu bersama mama. "
" benarkah... " ucap tiara menitikkan air matanya dia begitu terharu dengan anak yang ada di depannya
" emmmm..... "
" janji.... " ucap tiara dengan senyuman
" janji. "
" bisakah mama memeluk mu. " ucap tiara yang bergetar
" em.. "
segera keduanya berpelukan. aura hangat segera menerpa tiara dan menarik paksa tiara kembali ke tubuh fisiknya yang masih berdiri mematung.
__ADS_1