Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 74


__ADS_3

" lalu berapa waktu yang di lewati nona dalam set 1 ini kak han. "


" 25 detik. "


" apa apa kau serius han hanya dua puluh lima detik saja. " iris


" ya. "


" lalu kau sendiri berapa detik han. " erika.


" aku 40 detik itu pun dengan luka di pipiku. "


" apa 40 detik. kau sungguh gila han sungguh aku saja sampai memuntahkan darah masih di tahan di pelatihan sembilan. " erika


" hah entah lah tapi aku sangat ingi. "


" semangat lah kak han. " ucap Sintia


" ya sudah aku rasa cukup di sini dahulu latihannya karena tubuhku sudah mencapai batasnya. " erika


" ya. " di setujui yang lainnya


akhirnya mereka berempat meninggalkan tempat itu. sedang tiara sedang berada di dalam ruang latihan dengan sikap meditasi tanpa kesadarannya karena saat ini kesadarannya tengah melakukan pengembangan dari hasil latihannya selama ini di tempat lain.


tepat malam hari semua orang yang sudah siap di meja makan kebingungan karena erika mengatakan jika tiara tidak ada di kamarnya han yang mendengar segera menuju garasi untuk melihat mobil jika mobil berkurang itu berarti tiara keluar


tapi ketika han kembali han sama juga mengatakan jika nona tidak keluar juga. semuanya bingung tidak mungkin juga nona nya menghilang.


" kemana nona. " erika


" di kamar tidak ada keluar juga tidak. " iris


" lalu di mana nona. " han.


" nona belakangan ini sering melakukan meditasi apa tidak sebaiknya kita lihat di ruang latihan saja. " Sintia


" oh iya mengapa tidak terpikirkan sedari tadi. " erika juga di ikuti yang lainnya seperti mendapat pencerahan.


" encer juga rupanya kamu Sintia. " ucap han


Sintia hanya memanyunkan bibirnya karena di katai seperti itu oleh han dan ditertawakan yang lainnya karena melihat Sintia yang manyun.


" ya sudah ayo kita ke ruang latihan saja. " erika


" ya" jawab semuanya setuju


setelah itu semuanya pun mulai menuju ruang latihan tempat yang di perkirakan mereka jika tiara ada di sana.


setibanya di sana erika mencoba membuka pintu dengan pelan agar tidak mengganggu tiara ketika erika memasuki ruangan itu benar saja rupanya tiara ada di dalamnya.


erika yang melihat tiara segera memberi taukan yang lainnya jika tiara ada di dalam. kemudian yang lain mengikuti erika untuk masuk kedalam dan duduk di tepi menunggu tiara selesai.


sedang kesadaran tiara yang sedang melakukan pengembangan di tempat lain merasakan ke hadiran seseorang di tubuh sadarnya segera memutuskan untuk kembali saja menyudahi latihannya.


tak butuh waktu lama kini tiara sudah kembali ke tubuhnya lagi kemudian membuka matanya melihat semua bawahannya ada di sana sedang melihat tiara.


" oh kalian di sini apa kalian sudah selesai berlatih. "


" ya nona. "


" kami sudah selesai. " erika


" lalu ada apa kalian di sini semuanya. "

__ADS_1


" ah itu nona hari sudah malam dan kami tidak menemukan nona di manapun hingga akhirnya kami menemukan nona di sini. " iris


" oh sudah malam rupanya. ya sudah apa kalian sudah makan malam. "


" kami menunggu nona. " erika


" baik lah ayo keruang makan saja kita makan. "


" baik nona. "


semuanya pun pergi ke ruang makan untuk makan kebetulan juga rupanya lauren sudah kembali sehingga memintanya untuk ikut makan.


setelah lima belas menit tiara dan yang lainya telah selesai makan tiara hanya berpesan pada han jika nanti dia akan keluar kemudian tiara pergi dari ruang makan untuk membersihkan diri dan bersiap untuk keluar nanti.


han juga pergi untuk bersiap meninggalkan yang lainnya di ruang makan. setelah itu erika dan Sintia memutuskan untuk kembali kembali ke halaman belakang tempat set latihan.


sedang lauren sendiri kembali ke kamarnya untuk istirahat karena dirinya seharian sangat sibuk.


Setelah berlalu cukup lama kini tiara sudah siap untuk berangkat.



" ayo han apa kau sudah siap. "


" sudah nona. "


segera han dan tiara keluar dari rumah kemudian mengendarai mobil. dangan han yang mengemudikannya.


" nona kemana kita akan pergi malam ini. "


" kita akan ke pasar gelap han. "


" ah kesitu rupanya. "


" ya aku ingin melihat seperti apa di sana. "


" tapi apa kau tau lokasinya han. "


" ya nona mereka ada di jalur kereta bawah tanah yang sudah tidak beroperasi lagi. "


" oh sangat mudah rupanya lalu mengapa pihak terkait tidak menutup tempat ini. "


" itu tidak akan di lakukan nona karena beberapa pihak terkait juga sering datang ketempat itu untuk membeli informasi serta menyewa pembunuh yang sudah ahli atau yang sering kita sebut assasin. "


" oh seperti itu rupanya. lalu apa lagi yang bisa kita jumpai di sana nanti. "


" menurut cerita yang telah aku kumpulkan banyak sekali nona. " dari mulai senjata, manusia, organ dalam, racun, hewan hewan langka, dan banyak lagi nona. "


" hmm menarik ayo kita lihat apa yang akan kita temui nantinya di sana. "


" baik nona. "


han segera menambah kecepatan mobilnya untuk segera tiba di lokasi. cukup lama berkendara han membawa mobil ke tempat parkir bawah tanah yang jika orang yang memang sudah biasa ke sana mereka akan tau pintu yang terhubung ke jalur kereta bawah tanah tempat pasar gelap berada.


" han kenapa di sini. "


" nona tempat ini terhubung. pintu masuknya ada di sini. "


" oh seperti itu rupanya. " ucap tiara


" dari mana kau tau han. "


" aku pernah mengantar seseorang nona hingga pintu itu karena aku takut untuk masuk tapi orang yang aku antar tidak pernah keluar lagi. "

__ADS_1


" kemana dia. "


" menurut cerita yang beredar siapapun yang masuk dengan bernyawa maka keluar harus bernyawa jika mereka mati di dalam makan selamanya mereka akan hilang entah itu di kubur, untuk santapan hewan peliharaan atau pun di ambil organ dalamnya. "


" oh tempat yang cukup kejam rupanya. lalu sekarang apa kau akan ikut masuk han. "


" aku akan ikut nona aku sudah bukan yang dulu lagi. "


" ayo jika begitu. "


" baik nona. " ucap han kemudian dia mengingat sesuatu.


" topeng. " ucap han


" ya ada apa han. "


" nona kita tidak memiliki topeng untuk menutupi wajah kita. "


" apa harus menggunakan topeng. "


" harus nona ini sudah peraturannya. "


" lalu. "


" tunggulah di sini nona aku akan membeli. dulu di sekitar sini ada seseorang yang menjual topeng. "


" ya sudah baiklah aku akan menunggu di mobil, lekas lah. "


" baik nona. "


segera han pergi dengan langkah sedikit berlari untuk membeli topeng. sekitar lima belas menit han kembali dengan membawa dua topeng



" nona maaf sedikit lama ini topengnya. ".


" ya tak apa ayo segera masuk saja. "


" baik nona. "


tiara dan han pun mengenakan topeng setalah itu han memimpin jalan menuju pintu masuk ke pasar gelap berada


setibanya di pintu masuk han langsung saja membuka pintu suara pintu dan hembusan angin menambah kesan seram pasar gelap


han segera mempersilahkan tiara masuk terlebih dahulu kemudian dirinya. setelah masuk han segera menutup pintu kembali dan mulai menyusuri lorong kotor sampah kertas dan plastik berserakan cipratan darah yang sudah mengering di beberapa tempat menambahkan kesan kekejaman tempat itu


tiara yang memiliki kepekaan indra terhadap sekitar sudah merasakan bahaya tapi tiara bersikap seolah di lingkungan biasanya sedang han yang instingnya meningkat dia tau jika sudah ada bahaya yang menunggunya.


" nona tunggu. "


" ya han apa lagi. "


" itu nona jika memiliki barang berharga nona letakkan di tempat tak terlihat atau sulit. "


" oh hanya itu saja. "


" iya nona. "


" ya sudah ayo jalan. "


tiara kemudian mulai berjalan lagi memasuki area yang semakin dalam semakin kedalam suasananya semakin mencekam hawa membunuh semakin kuat.


tiara sudah beberapa kali berpasangan dengan orang walau mengenakan topeng tiara tau orang orang itu melihat tiara dengan dingin tiara juga beberapa kali melihat aksi pengeroyokan dan pertarungan.

__ADS_1


tapi han mengatakan itu sudah biasa di sini dan biarkan saja karena di sini bebas tanpa aturan.


semakin dalam tiara memasuki semakin banyak yang tiara temui beberapa pedagang sudah ada yang menawarkan dagan nya. ada juga orang yang terus memperhatikan tiara dan han.


__ADS_2