
" Maaf apa aku boleh bertanya. "
" ya tanyakan saja paman. "
" soal semalam apa kah dirimu yang membunuh mereka semuanya.
" tidak paman itu semua di lakukan orang orang ku yang tersebar. "
" ah begitu rupanya. kasus ini akan panjang hingga ada seseorang yang bisa menjelaskan secara rinci. "
" tak perlu di pikirkan paman sekarang paman sehat dahulu baru selesaikan apa yang menjadi masalah paman. "
" ya dirimu benar esok aku akan pergi ke kantor untuk menyerahkan surat pengunduran diriku. "
" mengapa paman ingin memundurkan diri bukan kah orang yang menggantikan paman sudah mati. "
" ya dirimu benar, tapi usiaku sudah tak muda lagi aku rasa lebih baik aku menghabiskan sisa hidupku bersama putriku saja. "
" oh seperti itu. ya lakukan saja jika paman sudah merasa nyaman. "
" ya. oh ya sekali lagu aku ucapkan terimakasih atas semuanya di lain kesempatan jika aku bisa membalasnya akan aku balas. "
" sudah lah paman jangan di pikirkan tentang itu. aku membantu bukan mengharap balasan aku cukup melihat orang yang aku bantu baik baik saja sudah merasa cukup. "
" hmm kau memang gadis yang baik. sangat jarang ada gadis baik seperti dirimu. "
" paman terlalu memuji aku tidak sebaik itu. "
" hahaha dirimu terlalu merendah. "
" ya sudah paman aku pergi dulu aku hanya memastikan keadaan paman saja. aku merasa paman sudah baik dan bisa melakukan aktifitas paman lagi tapi kuharap jangan terluka berat. agar proses penyembuhannya bisa cepat. "
" tentu akan selalu ku ingat nasehat darimu. "
" em" ucap tiara kemudian berjalan pergi.
" eh aku masih belum tau namamu bolehkah aku tau. "
" nama ku tiara paman. "
" oh baik lah tiara. "
...****************...
di rumah josep Wijaya kini tengah uring-uringan karena terjadi masalah di kantornya banyak produsen yang merasa tidak puas.
" sebenarnya apa yang terjadi, selama ini perusahaan baik baik saja dan tidak pernah ada komplain dari produsen tentang produk yang ku keluarkan. tapi sekarang hampir semuanya komplain jika bahan yang di gunakan dalam produk banyak yang di kurangi. walau pun itu benar tapi siapa yang memberi tahu produsen, hah ini benar benar melelahkan sekali. "
ting.... not... ting.... not...
kemudian suara panggilan ponselnya menghentikan pikirannya segera menerima panggilan masuk itu.
" ya ada apa. "
" tuan hari ini gaji karyawan. "
" ya aku tau lalu apa masalahnya. "
" uang kantor yang di akun bank kantor semuanya sudah tuan transfer ke akun bank milik tuan sendiri jadi saya meminta tuan untuk mengirim kembali uang untuk gaji karyawan. "
" apa maksud mu aku mengirim uang kantor pada akun bank ku apa kau mencoba menjebak ku. "
" tidak tua jika tuan tidak percaya silahkan tuan hubungi pihak bank saja aku sudah mencoba beberapa kali untuk melakukan penarikan tidak bisa lalu aku pergi ke bank menanyakannya ternyata uangnya sudah di transfer ke akun tuan. "
__ADS_1
segera josep memutuskan panggilan itu dan ingin segera melakukan panggilan pada pihak bank. tapi belum juga menghubungi josep sudah di hubungi dahulu oleh pihak bank.
" maaf apa benar ini dengan tuan josep Wijaya. "
" ya itu aku sendiri ada apa. "
" begini tuan seseorang dari perusahaan datang menanyakan masalah uang kantor yang di kirim ke akun bank milik tuan sendiri. jadi kami meminta tuan untuk mengkonfirmasi itu jika semuanya benar. "
" tapi tapi tunggu kapan aku melakukanya. aku tidak pernah melakukannya. "
" tuan menghubungi kami melalui e-mail meminta mengirim seluruh uang perusahaan tuan ke akun tuan sendiri kemarin. "
" tapi aku tidak melakukannya. "
" kami tidak mengetahuinya tuan. dan tak lama dari itu tuan juga meminta mentransfer seluruh uang di akun bank milik tuan ke akun baru milik tuan dan itu sudah selesai kami lakukan. "
" apa bagai mana bisa aku tidak memiliki akun bank baru dan aku juga tidak meminta transfer. mengapa pihak kalian tidak menghubungiku dahulu. "
" kami sudah melakukan itu tuan, silahkan tuan cek e-mail dan riwayat panggilan tuan. "
" tapi aku benar benar tidak menerima pemberitahuan. "
" silahkan tuan datang saja ke kantor untuk itu kami sudah merekam semuanya untuk di jadikan bukti Terima kasih atas kerjasamanya selamat sore. "
" hey tunggu tunggu Aaaaa sialan sialan. " umpat josep kesal dan marah serta bingung.
tak lama pihak kantor kembali menghubungi josep.
" ada apa lagi. "
" tuan bagai mana para karyawan meminta ke jelasan tentang gaji mereka. "
" katakan pada mereka besok aku akan memberikan gaji beserta bonus. "
segera panggilan pun terputus dan josep tambah tidak karuan mengamuk dan kesal.
"sialan bagai mana ini seluruh uangku juga habis apa yang harus ku lakukan ini pasti sangat sulit besok aku harus mengurus tuntas ini dengan pihak bank. "
...****************...
Kembali pada tiara yang kini sudah memasuki malam hari dia sudah memutuskan keluar kembali bersama han.
" nona apa kita keluar sekarang. mobil sudah siap di depan. "
" ya ayo kita keluar sekarang. "
" baik nona. "
" nona kemana malam ini kita akan pergi. "
" jalan lah dulu kita lihat saja apa ada yang bisa menarik ku. "
" baik nona
di dalam mobil dalam perjalanan.
" han apa kau tau tempat yang tenang tapi indah. "
" ada dua tempat kurasa yang cocok dengan yang nona inginkan. "
" ya sebutkan lah. "
__ADS_1
" yang pertama adalah kapal pesiar yang kedua bukit bulan bintang. "
" kita ke kapal pesiar saja han kurasa di sana enak dan nyaman. "
" siap nona. " ucap han bersemangat
segera mobil menuju tempat yang di inginkan tiara.
cukup lama mobil berjalan kini mobil sudah tiba di tempat di danau buatan yang sangat luas berhiaskan lampu dan bukit bukit di tepian serta kemerlap lampu perkotaan dan gedung gedung pencakar langit.
" ini tempatnya nona bagai mana apa nona menyukainya. "
" ya lumayan ayo kita berkeliling dahulu jangan langsung menaiki kapal. "
" apa pun ke inginkan nona. "
segera saja han dan tiara pergi mengelilingi danau itu menikmati suasana tenang di sana bukan hanya tiara dan han saja tapi ada beberapa pasangan yang juga ada di sana menikmati keindahan yang ada.
tiara terus berjalan hingga sudut matanya melihat adegan yang seharusnya tidak di lakukan seorang lelaki pada pasangannya. lelaki itu begitu kasar pada pasangannya dia mengumpat dengan kata kata kotor tak jarang tangannya juga menjambak dan memukul pasangannya.
" han aku ingin duduk di kursi itu. "
" silahkan nona. "
tiara duduk di kursi tepat menghadap ke arah sepasang kekasih yang sedang bertengkar dan han berdiri di samping tiara dengan menyandarkan punggungnya pada tiang lampu melihat ke arah yang tiara lihat.
" hah nasibmu akan buruk karena nona sudah melihatmu baik baiklah. semoga tidak sampai nyawamu yang hilang. "
lelaki itu sendiri merasa tidak nyaman ketika tiara terus melihatnya. kekesalannya semakin dalam kemudian dengan nada tinggi berbicara pada tiara.
" kau apa lihat lihat. "
" siapa aku atau dia. " ucap tiara menunjuk dirinya kemudian han
" kau gadis udik. "
" apa salahnya dengan melihat bukankah fungsi mata untuk melihat kau saja yang terlalu percaya diri. "
" kau pergi sana atau lihatlah ke arah lain mengganggu ku saja. "
" siapa dirimu oh apa tempat ini milikmu dan juga ini mataku jadi suka suka mau melihat ke mana. "
" kau apa kau ingin di pukul hah. dasar gadis sialan" ingin menghampiri tiara tapi di tahan oleh kekasihnya.
han juga sudah bersiap jika lelaki itu bergerak membahayakan tiara. sedangkan si lelaki yang merasa kesal dan marah karena di halangi untuk pergi ke tempat tiara memukul kekasihnya itu dengan sangat keras hingga membuat sang ke kasih itu tersungkur dari sudut bibirnya pun mengeluarkan darah.
" han pukul dia sama dengan dia memukul kekasihnya itu jika datang ke sini. "
" siap nona. " ucap han menertawakan kebodohan lelaki itu.
rupanya benar lelaki itu mendatangi tiara dengan amarah terlihat dari nafasnya yang berat sudah dapat di pastikan jika dia itu sangat marah.
saat tangannya terangkat ingin memukul tiara sebuah tendangan cepat mengenai perutnya hinga lelaki itu terjatuh kebelakang.
han kemudian mendekati lelaki itu setelah menendangnya. kemudian mengangkat krah baju lelaki itu untuk berdiri.
" kau tau siapa orang yang ingin kau pukul. ingat ini jangan asal pukul lagi.
plaaaaaakk...... tamparan keras dari han berhasil membuat mulut lelaki itu penuh dengan darah.
" enyah lah dari sini jangan sampai aku melihatmu lagi. "
" kau kau awas kau nanti. " berusaha bangun untuk pergi
__ADS_1