Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 127


__ADS_3

kini lauren dona dan beberapa orang penting sedang berada di balik kaca mengamati proses uji coba obat diabetes + hipertensi. yang baru saja lolos uji klinis setelah di lakukan beberapa tes.


orang orang yang ada di dalam ruangan melihat ke atas meminta perintah untuk segera melakukan pengujian. lauren yang sudah tidak sabar dan juga sedikit gugup segera meminta untuk di lanjutkan.


para dokter dan tim yang sudah menerima perintah segera melakukan prosedur pengujian.


" Camera siap action..... " ucap


" baik silahkan perkenalkan mana anda. " ucap salah seorang dokter.


" namaku thomas. " ucap ayah lala


" baik thomas kami akan memberikan kapsul untuk mengobati penyakit yang diderita oleh mu. "


" ya silahkan. "


kemudian dokter memberikan satu kapsul pada thomas. Thomas segera menerimanya tanpa memikirkan apapun thomas langsung saja menelan kapsul itu kemudian meminum air.


" baik tuan thomas kita akan menunggu sampai satu jam ke depan untuk melihat reaksi dari obat itu. "


" baik terimakasih. "


" silahkan tuan thomas istirahat terlebih dahulu satu jam lagi kami akan kembali. "


" ya. "


kembali lagi ketempat di mana han, erika, iris, dan Sintia. mereka berempat masih senantiasa beradu serangan tampak masih tidak ada yang mau menyerah mereka masih ingin melihat batasan mereka masing masing.


tidak ada yang baik baik saja dari keempatnya mereka sama sama terluka sama sama berdarah.


Sintia vs iris


" hahaha ini terlalu santai iris ayo tingkatkan lagi. "


" aku tak habis pikir denganmu Sintia kau terlalu gila kita sudah bertarung sampai di titik ini kau bilang santai. "


" pukulanmu terlalu lembut untukku ayo kita tingkatkan lagi. "


" ya terserah kau saja. "


erika vs han.


" hah..... hah.... hah...... kau hebat han. "


" kau juga erika kau mampu membuatku seperti ini. cuih....... " ucap han kemudian mengeluarkan darah dari mulutnya.


" ayo bertarung lagi aku masih belum merasa puas. "


" ya aku juga masih ingin menjajal kemampuanmu. "


" hahaha...... hati hati han aku akan menyerang. "


" datanglah kapanpun aku siap. "


kembali lagi erika dan han bertarung bertukar serangan. sedangkan hana yang ada di tempat lain masih bertarung dengan gigih tanpa henti. tubuhnya di penuhi dengan darah tatapan matanya kini sangat dingin tangannya juga sudah gemetar.


entah sudah berapa lama waktu yang terlewat di sana. tiara juga yang ada di sana tidak berniat untuk menghentikan pertarungan hana. karena ini dunia ciptaan tiara tiara bisa berbuat apa saja, bahkan para prajurit yang hana lawan itu bisa tiara hilangkan dengan hanya menjentikkan jari saja atau mengedipkan mata.


" hana apa kau masih ingin terus bertarung aku rasa kau sudah kelelahan. " teriak tiara dari jauh.


" aku masih sanggup nona. "

__ADS_1


" apa kau yakin....


kau bisa mati nanti jika di teruskan. "


" aku masih menggunakan fisikku nona. belum menggunakan kekuatan naga. "


" oh begitu rupanya ya sudah cepatlah kau sudah satu bulan di sini. "


" baik nona berikan aku setengah bulan lagi untuk meratakan mereka semua. "


" ya baik lah ku harap kau tepat waktu. "


" percaya lah nona. "


hana menjawab dan berbicara dengan tiara dia masih terus bertarung. tapi saat ini sudah berbeda pertarungan kali ini hana menggunakan kekuatan naganya. pertarungan yang semula memang sudah cepat kini semakin cepat.


" ayo aku sudah serius sekarang majulah kalian semuanya. datangi kematian kalian. " teriak hana yang terus menerus menghilangkan setiap nyawa para prajurit.


tiara yang melihat itu hanya bisa tersenyum dan geleng geleng kepala bagaimana bisa dirinya mendapatkan orang yang super jenius dan benda benda yang menurutnya sangat mustahil ada.


secara logika itu semua tidak mungkin takdir berkata lain dan ini sudah menjadi mungkin. hana saja dia seorang wanita biasa yang tidak memiliki kemampuan apa apa, tapi takdir memihak nya dan jadilah sekarang.


tepat dua minggu kemudian hana benar benar menyelesaikan pertarungan satu lawan banyak itu kali ini bukan hanya tangannya yang gemetar tapi seluruh tubuhnya kini juga gemetar wajah tampak sekali sangat kelelahan.


" nona aku rasa aku sudah tepat waktu. "


" ya kau tepat waktu.


jadi sekarang ayo kembali. "


" em. "


tiara segera menggandeng tangan hana kemudian memejamkan matanya membawa kembali kesadaran hana dan dirinya sendiri ke tubuh fisiknya.


" ah cepat juga. " melihat sekitarnya.


" nona aku hampir dua bulan di sana kira kira sudah berapa lama di sini lihat lah jam. "


kemudian hana melihat jam, dia mengingat terakhir kali saat itu masih pukul 9 dan sekarang sudah pukul 11.30 itu berarti hana hanya melewati waktu dua jam setengah dalam dunia nyata.


" baru dua jam setengah. " ucap hana. "


" ya....


ya sudah ayo sekarang kau ikut aku saja. "


" eh kemana nona. "


" menemui orang baik, sudah ayo jangan banyak bertanya. "


" baik nona. "


di garasi tiara sedang melihat lihat ingin menggunakan mobil yang mana.


" hana apa dirimu bisa mengemudi. "


" tidak nona aku tidak bisa. "


" ya sudah ayo aku yang mengemudi kita gunakan mobil ini saja. "


" baik nona. "

__ADS_1


tiara menjatuhkan pilihannya pada mobil pribadi yang cukup bisa di bilang mewah. segera mobil melaju meninggalkan rumah. di dalam perjalanan tiba tiba saja hana mengingat sesuatu.


" nona sepertinya kita melupakan sesuatu. "


" aku rasa tidak......!!!! tapi apakah itu penting hana. "


" nona bagai mana dengan kak erika dan yang lainnya yang sedang bertarung bukankah nona belum menghentikan mereka. "


" aku pikir apa, biarkan saja mereka akan tau batasan mereka sendiri dan membuat keputusan mereka sendiri jadi tak perlu repot memikirkan mereka. "


" em baik lah nona jika seperti itu. "


" bagus. sekarang lebih baik kau carilah alamat dari seorang yang bernama kenzie luan. "


" baik nona. " segera hana melakukannya melalui ponselnya. karena ponselnya juga sudah terhubung dengan program yang di buat iris jadi sangat mudah melakukan permintaan tiara untuk mencari alamat seseorang. apa lagi jika itu orang orang besar yang memiliki pengaruh.


" sudah ku dapatkan nona dia berada di kota sebelah bernama kota dongfan. dengan kecepatan kita sekarang jarak tempuh yang di butuhkan sekitar 4 jam nona. "


" kerja bagus. ayo per singkat saja, kurasa 4 jam itu terlalu lama. kenalan sabuk pengaman mu. "


" baik nona aku sudah siap. "


tiara segera menginjak dalam pedal gas mobil segera melaju dengan kecepatan di atas rata rata. tiara mengemudi seperti seorang professional. tapi tiara tetap saja mematuhi rambu jalan.


hampir 3 jam perjalanan kini mobil tiara sudah berhenti di depan sebuah rumah yang sangat besar dan mewah. tanpa menunggu terlalu lama tiara segera keluar dari mobilnya di ikuti hana.


segera setelah tiara dan hana turun seorang penjaga datang menghampiri keduanya.


" selamat sian nona adakah yang bisa saya bantu. "


" benarkah ini kediaman keluarga luan. "


" ah benar sekali nona ada apa ya. "


" aku ingin bertemu dengan kakek kenzie luan. "


" oh tuan besar rupanya jika boleh tau nona ini siapa dan ada hal apa untuk bertemu tuan besar. "


" nama ku tiara. katakan saja namaku pasti kakek luan akan tau sendiri nantinya. "


" baik lah nona bisa menunggu sebentar aku akan menghubungi tuan besar. "


" ya baik lah. "


segera penjaga itu kembali ke posnya kemudian seperti melakukan panggilan dan berkomunikasi.


" selamat siang tuan besar di depan ada seorang gadis mencari tuan besar dia bernama tiara apa tuan mengenalnya atau tuan ingin menemuinya. "


" tiara ya aku rasa nama ini tidak asing. "


kemudian pengawal di sebelah nya yang juga mendengar tuannya menyebut nama tiara segera mengingatkan tuannya.


" tuan bukankah gadis yang kita temui di pasar kemarin juga bernama tiara mungkin itu dia. "


" oh ya aku ingat. benar itu mungkin dia. " balas ken pada pengawalnya. kemudian kembali berbicara pada penjaga.


" katakan padanya aku akan datang menjemputnya. "


" baik tuan akan aku sampaikan. "


di lain sisi kini tiara dan hana tengah mengibrol.

__ADS_1


" nona selain besar dan mewah sepertinya rumah ini tidak biasa. "


" bisa kau jelaskan hana. " ucap tiara seperti tertarik walau sebenarnya tau. tapi ini untuk menguji kepekaan hana saja.


__ADS_2