
malam sudah menunjukkan dirinya tiara juga sudah mulai mempersiapkan diri karena tristan akan datang menjemputnya untuk mendatangi pesta.
" pakaian ini sangat merepotkan sekali. aku rasa aku harus mulai terbiasa mulai hari ini. " ucap tiara karena dia bersiap sendiri
-) pakaian yang di kenakan tiara
tak lama mobil mewah berwarna hitam datang berhenti tepat di depan pondok tempat tiara berada. seorang pria tampan keluar dari dalam mobil sampai sampai tiara yang sudah berdiri di pintu di buat terpaku karena ketampanan dan kharisma dari lelaki itu.
tristan yang sudah sampai di pondok segera keluar dari dalam mobil. alangkah terkejutnya dirinya ketika melihat kecantikan yang luar biasa sedang berdiri.
-) pakaian tristan
Tristan yang tersadar terlebih dahulu segera membuka pembicaraan.
" kalian tundukkan lah kepala....... " sinis tristan. membuat semua orang menundukkan kepala
"tiara apa dirimu sudah siap. " ucap tristan mengulurkan tangannya.
tiara yang masih gugup dan jantungnya masih berdetak kencang berusaha menjawab tristan.
" ya.... aaaaku siap. ".
" ayo lekas masuk mobil agar dirimu aman dari mata mata mereka ini. "
" eh ada apa memangnya dengan mereka. "
" sudah masuk. "
" hah dia mulai lagi. " gumam tiara. " baik lah. " tiara mulai kesal.
setelah itu mobil mulai meninggalkan pondok dan membelah jalan perkotaan.
tiara melihat tristan seperti seorang yang sedang memikirkan sesuatu yang rumit. awalnya tiara berusaha tak peduli tapi lama lama tiara penasaran juga dan memutuskan bertanya.
" apa dirimu baik baik saja tristan. "
" ya. "
" lalu mengapa kau terlihat gelisah memikirkan sesuatu. jika tidak ingin pergi kita bisa kembali saja. " ucap tiara.
" kita pergi. "
" jika mau pergi lalu kenapa dirimu. " tiara mulai kesal dan bertanya dengan sinis.
" aku telah salah. " ucap tristan.
" salah apa. " tanya tiara kesal tapi penasaran.
" bajumu. " ucap tristan kemudian memandang tiara.
tiara yang di pandang tristan menjadi degdegan. " ap apa yang salah dengan bajuku... " tiara menjadi gugup.
" dirimu semakin cantik dengan baju itu. " ucap tristan.
" what...... dirimu gelisah hanya karena aku tampil cantik dengan pakaian ini, bukankah itu bagus aku tidak mempermalukan mu nanti di sana. " ucap tiara tak habis pikir dengan tristan mempermasalahkan dirinya yang cantik.
" aku tak rela kecantikanmu di nikmati lelaki lain selain diriku. " ucap tristan.
" what..... " tiara di buat menjadi serba salah di satu sisi tiara senang karena tristan begitu memperhatikannya dan menjaganya di sisi lain sikapnya yang datar dan irit bicara masih bisa bersikap ke kanak kanakan.
sedangkan supir yang mengemudikan mobil sudah tak tahan ingin tertawa mendengar apa yang dikatakan tristan sedikit terlepas.
" blue apa kau sudah bosan bekerja pada ku katakan saja sekarang. "
" eh tidak tuan muda maaf aku salah tuan muda. " ucap blue menyesal.
" merenung lah. "
" baik tuan muda. "
tiara sendiri sudah kehabisan kata kata dia sudah tak tau harus berkata apa perasaannya campur aduk.
" aku sudah memilih baju yang menurutku biasa saja. tapi mengapa dirimu semakin cantik ketika memakainya tiara. "
" aku tidak tau ucap tiara. "
" bahkan baju ini sekarang tampak lebih mahal dari baju baju lainnya yang sebelumnya aku pilih untuk mu. "
" memang berapa harga gaun ini. "
" 100 juta. "
__ADS_1
" what..... jika itu murah lalu berapa yang mahal....???? "
" 100 M. mungkin atau 100 T. "
" kau maniak harta tristan. "
" jika untukmu aku tak masalah. "
" terserah. " ucap tiara yang di sudut bibirnya terlukis senyuman halus.
" tristan ini lelaki macam apa sih dia bisa membuat orang kesal, nyaman, meleleh, dalam waktu bersamaan. apa maksud takdir dengan mengirimnya padaku. " hati tiara
"apa masih lama tanya tiara. "
" tidak nona sebentar lagi sudah tiba. "
" em. " ucap tristan yang masih terlihat gelisah dengan gaya yang sempurna membuat tiara tak bisa lama lama memandangnya karena itu bisa membuat tiara terhipnotis.
" tristan. " panggil tiara.
" ya..... "
" bagai mana caramu menemukanku lalu kemudian memutuskan menikah denganku. "
" tidak ada aku hanya lewat saja dan melihatmu kemudian terjadilah. "
" apa hanya begitu. "
" ya. "
" bukankah banyak wanita lain mengapa memilihku. berikan alasan. "
" tidak ada alasan. "
" bagai mana bisa begitu. "
" karena cinta tak butuh alasan. "
" ya tapi...... " ucap tiara terhenti karena dia sedikit tersentuh dengan jawaban tristan.
" apa kau mencintaiku tristan. "
" ya. " ucap tristan memandang tiara menunjukkan keseriusan.
" aku serius tristan. "
" tristan..... emmmm. "
tiara terhenti karena tiba tiba saja tristan menyambar bibirnya, tiara tidak menduga itu hanya bisa melebarkan matanya.
" tristan apa yang kau lakukan. "
" menciummu. "
" tapi kau mencurinya. "
" tidak. "
" iya. "
" bagai mana bisa di katakan mencuri jika itu adalah istri sendiri. "
" ya tapi kau.....
sudah lah lupakan. " ucap tiara sebenarnya tidak masalah karena tiara sudah mulai menerima tristan. bahkan jika tristan memintanya nanti tiara akan memberikannya.
" tiara. "
" ya. "
" apa dirimu sudah bisa menerimaku. "
" tidak. "
" benarkah. "
" ya. "
" apa aku harus mati terlebih dahulu agar dapat pengakuan cintamu. "
" coba saja. " ucap tiara tapi sebenarnya takut
tristan kemudian diam tidak bicara lagi dia bersikap biasa saja sekarang tidak seperti tadi gelisah.
tak lama mobil sudah tiba di sebuah gedung mewah dengan lampu meneranginya. membuat siapa saja akan takjup melihatnya.
__ADS_1
pintu mobil segera di buka oleh seorang yang memang sudah bertugas di penyambutan tamu tiara dan tristan segera keluar.
setelah keluar tiara segera merangkul lengan tristan yang sudah ada di sampingnya sedangkan tristan tersenyum melihat tiara yang merangkul tangannya.
" sudah siap. " ucap tristan yang sebenarnya jengkel melihat orang di sekitar karena mereka menatap tiara dengan rakus.
" sudah. " ucap tiara dengan wajah tersenyum
" ayo. "
" em. "
keduanya berjalan menaiki tangga mereka berjalan penuh dengan keagungan. keduanya menjadi pasangan yang menjadi sorotan para tamu undangan.
tiara yang selalu menampilkan wajah cerah dan tristan dengan wajah dinginnya tapi kharisma yang di pancarkan begitu besar.
setibanya di pintu super raksasa tristan dan tiara berhenti sejenak melihat sekitarnya.
" mau masuk sekarang. " tanya tristan.
" em. "
segera tristan membawa tiara masuk kedalam yang di mana di dalam sudah banyak tamu undangan ada yang membentuk kelompok ada pula yang hanya empat mata. tiara berpikir jika malam ini merupakan ajang menunjukkan diri yang kuat berkuasa yang lemah menjilat dan mengemis.
" tristan apa yang akan aku lakukan di dalam nanti. "
" lakukan apapun yang kau suka tapi jangan jauh dariku. "
" jika begitu mengapa tidak dirimu saja yang mengambilkan semua yang aku inginkan. "
" sepakat. "
" eh kau setuju begitu saja. "
" ya. "
" apa kau tidak keberatan. "
" tidak. "
" apa kau tidak takut di pandang rendah oleh yang lainnya mau di suruh suruh olehku. "
" aku tak peduli apa kata mereka. "
" berikan aku satu alasan mengapa kau melakukan ini semua. "
" cinta. "
" hanya itu. "
" ya. "
tiara tidak lagi membalas perkataan tristan karena keasikan mengobrol keduanya tak sadar jika sedari tadi mereka sudah menjadi sorotan bahkan sejak di pintu hanya suara keduanya saja yang terdengar karena yang lainnya tercengang melihat mereka berdua.
keduanya kini sudah berada di meja di mana di atasnya tersusun gelas yang berisi minuman.
" tiara apa dirimu ingin minum. " tanya tristan.
" em. " singkat tiara saja.
tristan segera mengambilkan minuman untuk tiara dan dirinya sendiri. tiara segera menerima minuman yang di ambilkan tristan kemudian menyicipi sedikit minuman itu.
" tristan minuman ini beralkohol. "
" ya. "
" aku tidak pernah meminum minuman beralkohol apa aku akan baik baik saja aku takut merusak suasana pesta nantinya. " ucap tiara.
" itu alasanmu saja kan tiara kau bisa menetralkan alkohol itu sebenarnya. " ucap Queen
" diam lah Queen aku sedang menjadi seorang wanita yang normal. "
" ya terserah mau mu saja. "
" Queen tolong jaga aku selama aku men jadi wanita biasa. "
" ya. "
" itu tidak baik lebih baik minum yang lainnya saja. " tristan.
" eh tapi aku ingin. "
" jangan terlalu banyak. "
" satu gelas ini boleh. "
__ADS_1
" asal jangan pernah jauh dariku. "
" siap bos. "