
setelah memberi salam kepada ibu tristan tiara segera melakukan pemeriksaan dengan energinya ke dalam tubuh ibu tristan.
" hem... ini lumayan parah rupanya ibu tristan bukanlah seorang praktisi beladiri biasa ini lebih ke arah kultivator. sungguh sesuatu yang tidak mungkin di dunia nyata yang moderen ini. " ucap hati tiara.
" jadi begitulah ceritanya bagai mana sampai ibuku seperti ini. " ucap tristan yang sedari tadi menjelaskan dan menceritakan apa yang terjadi pada ibunya.
" aku rasa hana biasa menolong ibu. "
" apa benarkah sayang. "
" ya coba saja panggil hana kesini pasti dia bisa mengobati ibu. "
" baik baik tunggu sebentar. " tritan segera mengambil sebuah alat komunikasi aneh di meja menghubungi red meminta hana untuk datang. selang beberapa menit hana datang..
" hana ke marilah bukankah dirimu bisa mengobati ibu tristan. " ucap tiara yang menghentikan tristan untuk berbicara kepada hana.
hana yang mengerti apa yang di maksud nona nya segera mengangguk dan mengatakan dengan tegas setelah sebentar melihat ke arah ibu tristan.
" bisa nona tapi butuh banyak usaha sepertinya dan aku perlu fokus yang tinggi untuk melakukannya. "
" jadi. " ucap tiara.
" jadi aku meminta yang lainnya untuk menunggu di luar saja. "
" oh baik baik kami akan keluar hana tapi tolong lah ibuku. "
" baik tuan aku akan melakukan dengan semaksimal mungkin. "
" ayo sayang. " ajak tristan kepada tiara.
" em. "jawab tiara.
" nona maafkan aku jika lancang tak bisakah nona tetap di sini membantuku. "
"eh.... " kaget tiara melihat ke arah tristan untuk meminta persetujuan.
" tak apa mungkin hana lebih nyaman denganmu karena kalian seorang wanita.. "
" emmm baiklah. " jawab tiara.
segera tristan dan red keluar dari pintu hana segera menutup pintu dan menguncinya dari dalam.
" nona mengapa mengatakan aku bisa mengobati nyonya besar. "
" sudah lah akting mu bagus dan menjanjikan lihat tristan saja percaya. "
" hem baik lah nona. "
" sekarang seperti biasanya saja hana. "
" em aku mengerti nona. "
setelah mempersiapkan semuanya keduanya masih berdiskusi untuk akting selanjutnya cukup lama setelah itu tiara mulai melakukan akupuntur dengan jarum mas tapi kali ini dengan disertai energi.
satu jam berlalu..... tiara masih sibuk dengan jarum akupuntur nya yang terus di tusukkan ketitik meridian pada tubuh ibu tristan.
waktu terus berlalu dan tepat setelah tiara mencabut seluruh jarum di tubuh ibu tristan, ibu tristan segera sadar kemudian duduk seperti sedang ber kultibasi tiara yang tau tentang itu segera menarik energi sebanyak mungkin untuk di gunakan ibu tristan dalam kultivasi nya.
setelah 30 menit ledakan udara terdengar angin berhembus kencang bahakan pintu yang terkunci harus terbuka dengan paksa.
tristan dan red yang di luar pun ikut terkena efeknya yang mana mereka sampai terlempar menabrak tembok
__ADS_1
di dalam kamar
ibu tristan segera menyetabilkan energinya dengan menghembuskan nafas secara perlahan kemudian melihat dirinya yang tanpa pakaian dan berseru " alam raja. "
" nona. " panggil hana pada tiara yang tergeletak tak sadarkan diri dengan darah yang keluar sangat banyak dari mulutnya.
" eh siapa kalian. " ibu tristan yang terkejut karena mendengar suara orang lain.
" nyonya segeralah berpakaian mungkin tuan tristan akan segera tiba. " ucap hana mengabaikan pertanyaan ibu tristan kemudian fokus kembali pada tiara
ibu tristan segera berpakaian dan benar saja selesai dirinya berpakaian tristan dan red segera masuk
" ibu.... " panggil tristan panik
" tristan..... "
" ibu.... ibu sudah......... tiara....... "
" tiara tiara kenapa denganmu. " segera tristan menyambar tubuh tiara yang ada di pangkuan hana.
ibu tristan bingung dengan apa yang terjadi karena seingat dia tidak memiliki anak perempuan.
" tristan siapa dia. " tanya ibu tristan
" ibu dia tiara dia istriku bu. "
" apa. " segera ibu tristan mendorong tristan tanpa usaha membuat tristan terlempar dan ibu tristan segera memeriksa keadaan tiara.
" dia terluka di bagian dalam dia bukan seorang praktisi beladiri pantas saja terluka. "
" tiara...... ibu lakukan sesuatu tolong lah tiara. "
" tiara... ibu itu tiara aku tak bisa kehilangan dia. " ucap tristan mengabaikan kepalanya yang berdarah akibat dorongan dari ibunya
" diam lah aku akan mengobati luka dalamnya. dan dia akan sadar kembali nanti setelah istirahat. "
" cepat lah bu tak perlu menjelaskan. "
" dasar anak luknut.... ibu sendiri seperti pembantu hanya demi seorang wanita. " segera setahun mengatakan itu ibu tristan mengobati tiara.
setelah 10 menit pengobatan selesai ibu tristan meminta tristan untuk membawa tiara.
" bawa istrimu untuk istirahat. " ucap ibu tristan.
" apa dia sudah baik baik saja. "
" tidak dia akan mati. "
" apa..... ibu jangan bercanda cepat sembuhkan dia. "
" bodoh cepat bawa dia saja sekarang untuk istirahat. "
tristan yang menangis seperti anak kehabisan susunya segera menggendong tiara untuk di bawa istirahat.
sedangkan ibu tristan masih berbincang bincang hangat dengan hana membahas tentang apa yang terjadi mengapa dia bisa sampai hibernasi.
di kamar tristan begitu cemas dia terus menerus memegangi tangan tiara tristan terus menyerukan kata kata bangun pada tiara.
tiara segera sadar dengan suara serak memanggil nama tristan.
" tristan.... "
__ADS_1
" sayang dirimu sudah sadar dimana yang sakit katakan padaku aku akan meminta ibu untuk menyembuhkan mu. "
" haus tristan. "
" ah ya tunggu. " segera tristan mengambilkan air. " ini minumlah perlahan. "
setelah selesai minum tiara bersandar pada sisi tempat tidur.
" apa yang terjadi.....
di mana ibu.....
apa ibu Baik baik saja.....
ayo kita lihat ibu.... "
" tiara ibu baik baik saja sudah dirimu istirahat saja jangan memikirkan ibu. "
" tidak aku ingin menemuinya tristan. "
" ya baik lah. " tristan segera menggendong tiara.
" tristan apa yang dirimu lakukan turunkan aku, bagai mana jika ibu melihat aku malu. "
" biarkan saja jika dirimu tidak mau di gendong kita kembali ke kamar dan istirahat saja. "
" hah... yasudah terserah. "
tak butuh waktu yang lama tristan dan tiara yang di gendongnya sudah tiba di mana ibu dan hana berada. tristan segera meletakkan tiara. tiara yang merasa di lihat segera menunduk malu mn" nona apa nona baik baik saja biarkan aku membantu. "
" eh itu itu aku aku baik baik saja hana hanya sedikit sesak saja. "
" ah baik lah nona."
ibu tristan segera mendekat kearah tiara menyingkirkan tristan yang duduk di dekat tiara.
" menyingkir aku ingin mengobrol dengan menantuku. "
" ibu lebih halus kenapa....
aku ini anak ibu...
" diam kau berisik tristan. " ucap ibu tristan
akhirnya tristan pun diam karena percuma saja melawan sang ibu.
" tiara perkenalkan aku ibu tristan si anak cengeng. " ucap ibu tristan memperkenalkan diri sedangkan tristan hanya cemberut saja.
" namaku tiara ibu. " ucap tiara masih menunduk malu.
" nama yang cantik secantik orangnya. apa tristan memaksamu untuk menikah. "
" em itu.....
" mana ada hal seperti itu ibu kita saling mencintai kemudian menikah. " ucap tristan panik.
" diam lah aku sedang berbicara pada mantuku. "
" jadi tiara. "
" eh itu ibu tristan hanya sedikit memaksa saja tapi aku setuju setelah itu
__ADS_1