
" kak Queen apa kak Queen tau bagaimana mama bisa memiliki kemampuan yang luar biasa. " tanya vano karena selama ini vano tidak mempertanyakan itu.
" entah lah vano kakak juga kurang jelas mengetahuinya. tapi mama mengatakan dulu kehidupan mama sangat kelam di mana ibu dan ayah mama yang merupakan kakek dan nenek kita di bunuh dalam satu malam. mama berhasil selamat dari pembunuhan itu bersama tante lauren. kemudian mama memutuskan berpisah dengan tante lauren hingga akhirnya mama bertemu seorang kakek kemudian belajar dari kakek itu. haya itu yang kakak dengar, betul atau tidaknya kaka juga tidak tau. " ujar airin menjelaskan sepengetahuannya saja.
" oh.... seperti itu rupanya...!!!!
rupanya perjalanan hidup mama cukup sulit. pasti mama sangat sedih selama itu. " ujar vano seperti berpikir.
" yah..... mungkin saja..... " jawab airin.
" well..... kita akan ke mana kak..... "
" entah.... begini lah jika berjalan tampa tujuan kita tunggu saja sampai kita menemukan hal yang menarik. " ujar airin.
" iya juga ya. mau membeli sesuatu di rumah sudah ada semuanya. mau membeli makanan sudah malas tidak ada yang menarik lag. kak Queen aku tau sesuatu yang selalu membuat kita selalu tidak bosan. " ujar vano sepertinya memiliki ide yang cemerlang.
" apa itu...??
" hehe..... makan eskrim di kafe milik mama sepertinya enak kak. " ujar vano.
" hemmmm.... sepertinya ide yang bagus.
ayo kita ke sana sekarang.... " airin sangat setuju.
kafe yang tiara rintis dulu masih berjalan bahkan semakin ramai. hana lah yang bertanggung jawab atas kafe itu karena hana adalah orang utama yang selalu mencetuskan menu menu baru yang selalu di gemari pengunjung.
di tambah lagi saat sudah bersama demian keduanya adalah pasangan yang sangat klop di mana saling mengisi dalam kekurangan.
" selamat datang nona muda tuan muda..... " ujar salah seorang dari penggali makam yang menyamar bekerja di kafe.
" sean tidak perlu terlalu formal pada kami, kami ini bukan mama. " ujar airin.
" benar sean santai saja. " lanjut vano.
" mana bisa seperti itu nona muda tuan muda ini sudah menjadi aturan yang jadi tidak bisa di rubah. " ujar orang yang bernama sean itu.
" hah... ya sudah terserah dirimu saja sean.
aku dan vano ingin ice cream. " ujar airin.
" ok..... siap nona.
mau duduk di VIP atau di sini saja nona. " ujar sean kemudian menawarkan.
" em.... vano..... "
__ADS_1
" kita di sini saja kak bersama yang lainnya saja. " jawab vavo.
" sean kami di sini saja. " ucap airin pada sean yang mendapat anggukan kemudian membawa airin dan aji ke satu meja yang masih kosong.
" nah nona dan tuan muda silahkan di sini aku rasa sangat baik dan cocok untuk tuan muda dan nona muda duduk. " ujar sean.
" terimakasih sean.
kau pandai memilih tempat aku suka di sini. " ujar airin dengan lembut walau airin tidak tersenyum itu tidak masalah karena struktur wajahnya yang cantik dengan kulit halus dan juga lembut serta tampak selalu ceria membuat siapa saja akan selalu melakukan yang terbaik untuk menyenangkannya.
" nona terlalu berlebihan padaku. silahkan nona duduk saja aku akan segera mengambil kan ice cream kesukaan nona dan tuan muda. " ujar sean sangat ramah.
walau airin dan vano merupakan anak dari pasangan yang memiliki pengaruh keduanya tidak menjadikan itu sebagai ujung tombak mereka. karena keduanya selalu di ajarkan untuk bisa berdiri sendiri dalam hal apa pun. keduanya juga selalu ramah kepada siapa saja tidak membanding bandingkan orang dengan status dan pengaruhnya.
" tunggu. " ujar seorang wanita muda yang tampak sangat cantik dengan seorang lelaki juga yang terlihat sangat tampan dengan bentuk tubuh yang terlatih.
airin dan vano yang akan duduk segera mengurungkan itu untuk melihat siapa orang yang meng hentikan mereka. sean juga yang akan pergi mending berhenti untuk melihat siapa orang yang sedang mengusik dua singa yang sedang menyamar menjadi kucing.
" kalian berdua bisa pindah ke tempat lain karena tempat ini akan di tempati oleh ku dan juga calon suamiku. " ujar wanita itu tampak begitu membanggakan sosok calon suaminya itu.
"ma....... " ujar sean terpotong saat vano meng halanginya agar tidak ikut campur.
" maaf sebelumnya tapi ini kami terlebih dahulu yang menempati meja ini apa ada alasan yang baik agar kami bisa pindah dari meja ini. " ujar airin masih sopan.
" aku tidak peduli dengan itu aku mau kalian pindah atau kalian pergi saja aku tidak peduli. " ucap wanita itu dengan acuh tak acuh.
" kami bisa pindah dan pergi tapi seperti yang aku katakan berikan alasan yang tepat untuk kepergian kami. " ujar airin.
" untuk orang orang kecil seperti kalian tidak perlu alasan. karena calon suamiku merupakan seorang Menejer di perusahaan medical cosmick. "
airin dan vano saling memandang karena perusahaan itu hanyalah anak perusahaan kecil saja yang bergerak di bidang pengadaan peralatan medis.
" oh hanya menejer di perusahaan kecil saja, apa itu yang kalian Sombong kan dan jadikan alasan untuk mengusir kami dari meja ini. " ujar airin.
" bahkan kami berdua bisa menutup perusahaan kecil itu jika mau. " imbuh vano.
" dasar tidak tau diri di kota suzan ini menghormati calon suami ku semua orang mengenal nama suamiku dia adalah rojer smith. " ujar wanita itu.
" hem.... ya sudah kau bisa mendapatkan meja ini kami berdua akan pindah saja karena tempat kecil ini tidak cocok untukku yang besar ini. " ujar airin.
" sean bawa kami ke ruangan VIP. " tambah airin pada sean yang sudah gelap mata ingin memusnahkan dua orang sampah di depannya.
" bagus pergilah yang jauh jadi aku dan suamiku ini tidak perlu mengotori tangan."
airin dan vano pergi dengan mengikuti sean yang membawa keduanya ke ruangan VIP.
__ADS_1
di dalam ruangan.
" nona mengapa nona mengalah. jika saja nona membiarkan diriku saja untuk mengatasi dua orang itu pasti keduanya sudah habis sekarang. " ujar sean yang masih kesal sekali.
" iya kak mengapa kakak mengalah, bukankah kita bisa membuat mereka sampai berlutut dan memohon. " lanjut vano.
" sean... vano.... mengatasi orang seperti mereka tidak perlu tenaga dan amarah lihat ini.
semua milik mereka sudah ada di sini jadi kita hanya perlu menghubungi paman iris maka semuanya selsai. " ujar airin.
vano dan sean segera berbinar mendengar apa yang di katakan airin keduanya segera bersemangat.
airin segera melakukan panggilan pada iris.
" ada apa putri kecil. " ujar iris dari sebrang sana.
" paman berhenti mengatakan itu aku sudah besar. " ujar airin menggembungkan pipinya.
" aih tidak bisa putri kecil bagi paman dirimu tetaplah putri kecil walau dirimu sudah besar. " ujar iris
" paman aku akan marah dan tidak akan berbicara pada paman lagi. " ujar airin dengan nada sedikit kesal.
" baik baik lah maaf maaf.
jadi katakan ada apa. "
" pama seseorang bernama rojer smith dari perusahaan anak cabang menggunakan nama perusahaan untuk menindas seseorang jadi lakukan sesuatu pada orang ini sebagai balasannya. " jelas airin
" oh orang ini rupanya. " ujar iris.
" maksud paman. " tanya airin karena bingung.
" pan sudah menemukan orang itu bahkan saat ini durinya sedang ada di kafe bersama seorang wanita dan beberapa saat yang lalu dia menindas mu dan vano kan. " jelas iris.
" hebat sekali paman.
paman memang tidak ada duanya dalam hal seperti ini. " ujar airin kagum.
" aku tidak yakin tentang itu karena sebentar lagi akan ada orang yang bisa melebihi kemampuan kita dalam program. " ujar iris yang sedang membayangkan vano yang di usia mudanya sudah menguasai seluruh kemampuan iris
" aku tidak yakin jika ada yang bisa melampaui paman.
kecuali.......... " airin melihat ke arah vono yang sedang tersenyum.
" ya benar vano. " ujar iris
__ADS_1