
tiara mengikuti erika untuk menunjukkan senjata senjata yang ada di ruangan itu.
" nona ini lah beberapa senjata yang ku maksud. hanya ada sepasang samurai, kemudian tiga senpi laras panjang, dan laras pendek, serta beberapa jenis pisau.
" wah wah aku suka dengan dua samurai ini aku ambil ini saja. "
" silahkan nona. "
" rumah ini begitu banyak fasilitasnya rupanya. "
" sebenarnya dahulu rumah ini rumah mewah seperti biasanya. tapi tiba tiba nona tara mulai merenovasinya. dan jadilah seperti ini nona. "
" hmm begitu rupanya kak tara hebat juga bisa memikirkan hal seperti ini. "
erika hanya tersenyum tidak menjawabnya. setelah sedikit berlama lama di sana dan sedikit mengobrol akhirnya erika dan tiara memutuskan untuk kembali.
tiara yang sudah memilih sepasang samurai membawanya untuk ia gunakan malam ini.
" nona maaf jika aku bertanya. apakah nona akan melakukan sesuatu. "
" ya aku kan melakukan sesuatu yaitu membersihkan kecoa kecoa yang bisa menyebabkan penyakit. "
" oh seperti itu rupanya, apa kah nona sendiri saja tidakkah ingin mengajak seseorang untuk ikut bersama nona. "
" awalnya aku ingin bersamamu han, tapi melihat kondisi han yang belum benar benar pulih jadi aku urungkan saja. "
" apa aku boleh ikut nona. "
" aku tidak masalah tapi apakah mental mu sudah kuat untuk menghadapi banyak pembunuhan. "
" itu aku tidak yakin nona, hanya saja aku ingin melatihnya dan mulai terbiasa. "
" ya baik lah, kau bisa ikut. "
tiara meninggalkan erika begitu saja tanpa menunggu jawaban erika.
"nona begitu mengejutkan siapa yang akan menyangka jika gadis lugu polos dan imut seperti nona adalah seorang yang berdarah dingin terhadap musuhnya. mungkin mereka akan selalu memandang remeh nona, dan itu pasti akan di jadikan sebuah kesempatan oleh nona untuk melawan mereka. " isi hati erika setelah kepergian tiara.
" lebih baik aku kembali ke ruang senjata untuk memilih senjata untukku. "
erika segera bergegas kembali menuju ruang penyimpanan senjata untuk memilih senjata untuk dirinya yang di mana erika akan ikut bersama tiara dalam pembasmian sarang kecoa.
" senjata apa yang baiknya aku pilih untuk nanti, pisau aku sedikit bisa bermain pisau tapi nona sudah memilih samurai tentu nona yang akan bertarung jarak dekat.
lebih baik aku pilih dua pistol ini dan satu lagi laras panjang ini. "
waktu yang sudah di tentukan tiba tiara sudah siap untuk berangkat dengan dua samurainya
__ADS_1
tiara pergi untuk menemui erika memastikan apa dia sudah siap atau belum. "
" erika apakah dirimu sudah siap untuk berangkat malam ini
" sudah nona lihatlah penampilanku
untuk selanjutnya maslah gambar author gak fokus ama wajah author hanya fokus ama penampilannya saja. jika ada yang tanya kok wajah erika atau tiara beda sama sebelumnya jadi udah pada tau jawabannya ok.
" bagus ayo segera berangkat saja kurasa ini sudah masuk waktu yang tepat untuk melakukannya. "
" baik nona ayo. "
setelah keduanya siap, keduanya pun berangkat menggunakan mobil yang biasa tiara gunakan kemanapun pergi.
dijalan mobil melaju dengan kecepatan sedang yang mengemudikan mobil adalah tiara sendiri karena tiara yang mengetahui lokasi dari markas organisasi bawah tanah itu.
erika yang duduk di sebelah tiara menyibukkan diri dengan mengecek senjatanya memastikan bekerja dengan baik saat nanti akan di gunakan.
tak butuh waktu yang lama untuk tiba karena tiara sudah memilih jalan cepat agar bisa segera tiba di lokasi
setibanya di lokasi tiara segera keluar dari mobil dengan membawa 2 samurainya yang sudah lepas dari sarungnya.
" ayo erika siapkan dirimu dan tak perlu terlalu banyak berbicara dengan para kecoak kita langsung basmi saja mereka. "
tiara berjalan dengan santai memasukkan area markas mereka. berbeda dengan erika yang berusaha mengendalikan kegugupannya. karena erika melakukan ini merupakan hal yang pertama apa lagi bersama tiara.
" berhenti siapa kalian. apa kalian tidak tau jika wilayah ini merupakan markas besar harimau darah. orang luar di larang masuk apa lagi membawa senjata seperti kalian. " ucap salah satu orang dari lima orang
crassssss...... suara tebasan pedang
" terlalu banyak bicara mati lah. sampaikan salam ku pada malaikat pencabut nyawa. " tiara langsung tebas saja tanpa bicara. erika yang melihat nya terkejut dalam sekali tebas kepala dan tubuh pun terpisah. kepalanya sedikit pusing dan perutnya mual, tapi erika masih bertahan menguatkan mentalnya.
" ada penyerangan ada penyerangan. " ucap keempat orang yang tersisa. yang lainnya mengeluarkan senjata mereka
" serang bunuh dua orang ini. "
keempatnya maju bersamaan tiara juga berjalan santai untuk mendekat ke arah keempatnya.
" erika lihat dan perhatikan dengan baik. " ucap tiara pada erika segera saja tiara bertukar posisi dengan Queen.
sreeet...... crassss.... orang pertama crasssss..... orang kedua crassss..... orang ketiga
doorr...... orang keempat ucap erika yang melihat orang keempat mengeluarkan pistol dan mengacungkan nya pada tiara.
__ADS_1
" kerja bagus erika.... bagai mana apakah dirimu masih baik baik saja melihat ini semua. "
" doorr..... dorr.... doorrr.... sepertinya aku baik baik saja nona. "
" bagus ayo masuk kedalam. di dalam lakukanlah segala hal yang kau bisa, untuk tetap hidup. "
" baik nona
tiara dan erika segera menuju pintu untuk masuk kedalam markas. ketika ingin membuka pintu dan pintu masih terbuka sedikit rentetan tembakan berasal dari dalam melesat kearah pintu.
tiara yang sigap segera mendorong erika untuk berlindung dari tembakan.
" erika apa kau tertembak. " tanya tiara setelah merasa aman untuk berlindung
" aku baik baik saja nona tidak ada yang tertembak. "
" bagus syukurlah. "
tembakan masih terus berlanjut hingga pintu yang semula utuh kini sudah hancur. selang beberapa detik kemudian tembakan itu pun berhenti sepertinya kehabisan peluru.
" erika sekarang. "
erika yang mengerti segera bertindak kini erika lah yang menembaki seluruh orang di dalam.
satu satu setiap orang yang yang tidak sempat untuk berlindung mereka akan mati tertembak.
Queen yang melihat mulai kondusif untuk dirinya menyerang mulai memberikan kode pada erika untuk menyerang.
Queen dan erika yang sudah di dalam bergerak begitu lincah memainkan senjata mereka masing masing.
musuh yang seperti tidak ada habisnya hanya di jadikan korban selanjutnya untuk Queen dan erika
erika yang awalnya gugup dan ingin mual mulai terbiasa melihat bagaimana Queen membunuh setiap musuhnya tanpa belas kasihan.
bangunan yang terdiri dari tiga lantai di mana lantai satu sudah erika dan Queen amankan. selanjutnya mereka bergerak menuju lantai dua di mana rata rata di lantai dua musuhnya adalah petarung tangan kosong dan senjata. hanya beberapa yang menggunakan senjata api
" hemat amunisi mu biarkan ini aku yang menyelesaikannya cukup perhatikan saja jika ada diantara mereka yang menggunakan senjata api. "
" aku mengerti nona. "
Queen maju dua langkah ke depan kemudian memainkan sedikit trik dengan pedangnya yang di akhiri dengan mengacungkan satu pedangnya pada sekelompok musuh di depannya.
" majulah kalian semuanya ayo datang paku biar ku perlihatkan seperti apa itu kematian. " ucap Queen dengan seringai jahat, membuat setiap musuh di depannya merasa di rendahkan.
" dia hanya sendiri, kita masih bisa menang ayo habisi dia maju semuanya. " ucap salah seorang dari pihak musuh.
__ADS_1
sekitar 150 orang maju menerjang menyerang kearah Queen seperti orang gila kesurupan. Queen tidak mau kalah dia mengeratkan pegangan pedangnya kemudian berlari maju.
tak butuh waktu yang lama untuk Queen dan musuh bertemu beradu. suara senjata bertemu senjata senjata bertemu tubuh bergantian.