
Herman segera melihat ponselnya dan membuka pesan di ponselnya ternyata itu benar dirinya yang meminta mentransfer uangnya kepada pihak bank pada sebuah akun.
" aku tidak pernah melakukannya. kenapa bisa begini. "
" hah kau terlalu banyak bermain, dan sekarang kau mencoba menghindari permainan mu sendiri untuk mengelabui kami. itu tidak akan pernah bisa kau akan tetap di penjara. "
" aku.... aku.... aaaaaaaaaaaaaaaaaaa
...****************...
kembali pada erick yang masih juga belum menemukan dua wanita yang di carinya.
" bagai mana sekarang. " ucap erick melalui ponselnya
" ketua dua wanita itu menuju arah parkiran dan masih belum di temukan kembali. "
" apa. coba cari di seluruh tempat yang memiliki CCTV. "
" baik ketua. "
" sial sial mengapa semua begitu sulit. "
tak lama eric kembali menerima panggilan dari bawahannya.
" ya ada apa. "
" ketua datang lah kearah barat dari pintu parkir kami menemukan sesuatu. "
" ya aku segera ke sana. " segera saja erick menuju lokasi
tak butuh waktu lama untuk erick segera tiba di lokasi.
" ketua. " sambut para bawahannya.
" ya. apa yang kalian temukan. "
" lihatlah ketua kurasa ini pakaian yang di pakai dua wanita itu dan koper ini juga milik mereka. "
" sepertinya ini benar seingat ku mereka memang menggunakan pakaian ini terakhir kali. "
di tengah kebingungan dan dalam pencarian erik tak sengaja mencium bau parfum.
" bau parfum ini berasal dari mana. "
" ku rasa itu dari baju yang ketua pegang. "
" oh benarkah. " kemudian erick pun memastikan.
" sial aku baru saja bertabrakan dengan salah satu wanita itu dia kembali masuk ke dalam bandara. sepertinya mereka berpencar. ayo ikut aku kedalam mungkin kita masih bisa menyusul mereka. "
sedangkan dua wanita itu kini sudah menaiki bus meninggalkan bandara.
" sepertinya kita berhasil lolos. "
" ya kurasa begitu tapi kita akan kemana. "
__ADS_1
" untuk saat ini lebih baik kita ke pinggiran dahulu kita lewat jalur ilegal saja untuk keluar dari negara ini karena kurasa mereka sudah menyebarkan informasi kita di seluruh jalur transportasi resmi.
" ya aku ikut dirimu saja. "
" ya tenanglah kita akan selalu bersama. "
setelah itu mereka sudah jauh meninggalkan erick dan bandara dengan bus.
" hah sial sepertinya meraka sudah berhasil lolos. aku sepertinya sudah terlalu tua untuk ini aku harus memikirkan masa pensiun ku. membiarkan yang muda menggantikan ku. "
" semuanya ayo bubar kita kembali. sepertinya kali ini kita gagal. "
" siap ketua. "
erick segera saja pergi dari sana menggunakan mobilnya di benar benar seperti orang bodoh kali ini penjahatnya sulit di temukan saksi matanya menghilang meski sudah lewat di hadapannya sekalipun.
" aku benar benar harus pensiun kinerja dan kejeniusan ku sudah menurun. tapi kasus kali ini memang terlalu rumit untuk di tangani. "
erick kembali ke kantornya untuk memeriksa dan menyelesaikan sesuatu. mobilnya kini sudah tiba di kantor dan eric mulai memasuki kantor semua orang di kantor memperhatikan erick dengan tatapan berat seakan akan berpisah.
erick tidak terlalu memperdulikan itu karena bebannya memang sudah terlalu berat menghadapi kasus kali ini. ketika memasuki ruangannya erik sedikit menyipitkan matanya karena di dalam ruangan yang ada seseorang yang sudah duduk di kursinya dengan kaki di selonjorkan keatas meja dan kedua tangannya di satukan dua jempolnya menyanggah dagunya.
" maaf siapa dirimu mengapa di ruangan ku. " ucap erik masih berdiri di ambang pintu
" oh sang legenda sudah kembali maaf aku datang sejak tadi tapi anda tidak ada jadi aku duduk dan menunggu anda di sini. "
" lalu. "
" oh ya namaku Santiago. aku lulusan terbaik akademi militer dan aku mendapat perintah dari atasan untuk menggantikan anda dan mengambil alih kasus ini. juga anda bisa bekerja di bawah ku kali ini. "
" ya tentu ini suratnya anda bisa melihatnya. "
erick pun mengambil dan membaca surat itu yang rupanya benar isinya bahwa dirinya di gantikan dan di turunkan menjadi bawahan dari orang yang menggantikannya.
erick tersenyum kemudian menggeleng, kemudian memasukkan kembali surat itu kedalam amplopnya lalu meletakkannya di meja.
" aku selamat datang di divisi khusus pembunuhan dan selamat atas prestasimu sudah sampai di sini. " ucap erick menyerahkan tangannya untuk berjabat tangan
tapi sayang Santiago tidak merespon dia kesal karena erick tidak marah atau memberontak.
" oh baik lah dan satu hal lagi umurku sudah tua dan aku sudah harus pensiun dari sini jadi maaf aku tak bisa jadi bawahan mu selamat tinggal. "
kemudian erick pergi begitu saja dari sana setelah mengatakan semua kepada penggantinya.
" sialan rupanya dia tidak marah malah dia terlihat begitu senang. kurang ajar bukan seperti ini yang ku inginkan aku ingin ada pertikaian antara aku dan dirinya tapi tapi apa ini, dia pergi dan menerimanya begitu saja. tidak tidak bisa aku harus bertindak sendiri nanti. lihatlah aku pasti akan mengalahkan mu. " Hati kotor Santiago yang sebenarnya.
ketika erick keluar semua orang sudah berbaris rapi memberi hormat kepadanya. semua orang memasang wajah murung. erick yang melihatnya tersenyum menunjukkan jika dirinya tak apa apa.
" hey ada apa dengan wajah kalian mengapa begitu murung. ayolah umurku sudah tua dan aku masih memiliki satu anak sepertinya sudah waktunya untukku pensiun. "
" ketua kami sudah bersamamu lama sekali dan kami sudah banyak menangani kasus dan berhasil menyelesaikannya bagai mana bisa kami menerima perubahan yang tiba tiba ini. "
" ayolah semuanya akan sama hanya orangnya saja yang berbeda jadi ku harap kalian tetap semangat dan berjalan di jalan yang benar. "
" ya kami akan selalu menjunjung kebenaran. "
__ADS_1
" bagus. ya sudah aku harus pergi untuk menyiapkan surat pemunduran diriku besok kita akan berjumpa lagi. "
" baik ketua. "
" ayo lah jangan panggil aku itu lagi aku sudah berhenti. "
" itu kami akan usahakan ketua. "
" ya sudah jika begitu. "
erick pun pergi dari sana dengan tenang tanpa beban entah mengapa erick merasa terlepas dari suatu beban.
diam diam rupanya Santiago mengintip dari balik jendela tentang kejadian tadi dan membuat hatinya begitu panas melihat kedekatan bawahan dan atasan di matanya.
...****************...
Sedangkan di rumah tiara kini tengah tertidur dengan pulas dan tenang.
di luar kamar tiara tepatnya di ruang senjata han dan iris masih terus sibuk dengan menata senjata.
erika tak terlihat, karena erika juga sedang ada di kamarnya tapi erika sudah selesai istirahat kini dia tengah berada di dalam kamar mandi.
Sintia sendiri kini di sibukkan di dapur untuk menyiapkan masakan.
setelah beberapa jam kemudian erika, han, iris dan Sintia kini sedang berada di ruang makan bersiap untuk makan.
" kak erika apa tak apa mengajak nona untuk makan sekarang. " tanya Sintia
" em aku juga tak tau. tapi lebih baik mencoba memanggilnya saja. "
" oh baik lah aku atau kak erika saja yang memanggilnya. "
" kali ini biar aku saja kalian tunggulah. "erika
" baik lah kak
" ya erika. " ucap han dan iris
erika pun pergi dari ruang makan han, iris, dan Sintia berbincang ringan membahas masalah masakan.
sedangkan erika yang sudah sampai di depan pintu kamar tiara mencoba mengetuk pintu dan memanggil tiara
" tok... tok.. tok... nona ini aku erika. "
" ya masuklah erika ada apa. "
erika pun masuk ke kamar tiara dan melihat tiara masih di tempat tidur sedang berbaring. " permisi nona maaf mengganggu mu makanan sudah siapa apa nona ingin makan sekarang. "
" oh ya baik lah aku akan segera datang. "
" baik nona. jika begitu aku permisi. "
tak berapa lama tiara akhirnya datang dengan wajah masih khas bangun tidur rambut sedikit acak acakan dengan baju yang kebesaran hingga ke lutut
" sore semuanya, ayo langsung saja makan tak perlu menunggu lagi. " ucap tiara
__ADS_1
segera semuanya makan sesuai dengan apa yang tiara katakan.