Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 132


__ADS_3

malam hari saat itu masih pukul 10 malam tiara yang sedang ada didalam kamarnya tengah sibuk melihat baru yang berbentuk lempengan di mana batu itu memiliki motif teratai putih dengan dasar batu yang gelap seperti menceritakan jika batu itu tengah berada di tengah danau di malam hari dengan sinar rembulan yang begitu terang menyinari teratai itu.



" batu ini tampak begitu indah. apa dia juga memiliki sejarah seperti kristal yang ku berikan pada hana. tapi jika di rasakan dari aura dan kekuatan nya batu ini cukup menarik juga hanya auranya saja yang berbeda jika kristal yang di berikan pada hana memiliki aura keagungan tapi batu ini lebih pada ketenangan anggun dan cantik seperti seorang dewi di bawah sinar rembulan. "


selang beberapa menit kemudian pintu kamar tiara di ketuk suara seorang wanita menyebutkan namanya lauren.


" masuk saja kak tidak di kunci. "


" maaf nona merepotkan mu tengah malam begini. "


" tidak merepotkan bukankah aku yang memintanya. sudah ayo duduk dulu kak biar aku jelaskan semuanya agar kakak bisa menyiapkan semuanya. " jelas tiara pada lauren.


" em baik nona. " ucap lauren segera duduk sesuai permintaan tiara


" kak ana hana memperoleh itu dengan rasa sakit. apa kakak juga siap menerimanya dengan rasa sakit. "


" aku rasa tidak ada masalah nona aku memiliki basick beladiri aku rasa, rasa sakit bukanlah masalah untukku. "


" em bagus jika kak ana menyanggupinya. sekarang kak ana lepaskan semua pakaian kak ana. kemudian duduk lah di lantai dengan sikap lotus atau bermeditasi. "


" eh apa tidak apa nona melepaskan seluruh pakaianku di sini aku merasa malu pada mu nona. "


" apa yang membuatmu malu kak, apa aku, bukankah aku juga wanita jadi tak apa. "


" baik lah nona. "


segera lauren membuka semua pakaiannya mengikuti perintah tiara. bisa terlihat jika lauren ini benar benar menjaga tubuh dan penampilannya karena saat ini saja tubuh lauren sudah sangat pas dan sempurna siapa saja pasti akan tertarik dan tergoda. apa lagi dengan wajah cantiknya yang terlihat begitu dewasa.


" tubuh bagus juga kak bersih dan halus juga ukuran milik kakak juga sudah masuk kriteria pas dan normal. "


" nona pujian mu berhasil membuatku malu. "


" hahaha.....duduk lah kak kemudian pejamkan matamu dan tenang lah jangan memikirkan apapun cukup fokus pada dirimu sendiri kak. "


" baik nona. "


tiara mulai melakukan hal yang sama saat pertama kali melakukannya dengan hana. hanya saja kali ini energi yang di serap tiara berwarna biru yang begitu tenang.


" kak aku akan melakukannya sekarang kuharap dirimu sudah siap. " ucap tiara.


Setelah mengatakan itu tanpa menunggu jawaban tiara segera mentransfer energi dari batu itu ke tubuh lauren secara perlahan.


lauren yang merasakan ada sesuatu yang menembus kulit dan dagingnya kemudian mengalir mengikuti aliran darah ke seluruh tubuh membuatnya merasa hangat.


semakin lama suhunya semakin meningkat dari yang awalnya hangat kini terasa sangat panas dan panas. setelah rasa panas yang terus meningkat rasa sakit mulai terasa di beberapa titik kemudian menyebar menjadi di seluruh tubuh.


lauren yang tidak ingin berteriak terus merapatkan mulutnya giginya saling dorong agar tidak mengeluarkan suara.

__ADS_1


" aaaah..... ini terlalu sakit dan panas aku aku aku merasa sudah tidak sanggup. "


" jika kakak berhenti sekarang kakak akan menjadi cacat atau mati. jadi bertahanlah tinggal sedikit lagi. "


" tapi aku aku sudah tidak sanggup ini terlalu menyiksaku. "


" bertahan kak bangun lagi tujuan awal kakak untuk terus bertahan. "


lauren mulai menguatkan niatnya mengikuti apa yang di katakan tiara. satu menit... dua menit...... tiga menit..... hingga tiga puluh menit kemudian barulah selesai semuanya. lauren seketika jatuh tak sadarkan diri.


di alam bawah sadarnya kini lauren sedang berdiri di tempat yang di penuhi bintang ditepi danau dimana di sana ada satu teratai yang disinari rembulan.


lauren yang awalnya bingung dengan tempatnya saat ini karena sebelumnya dia yakin di kamar tapi sekarang dirinya ada di tepi danau dengan langit yang penuh bintang.


tapi sejenak kebingungan itu hilang setelah melihat teratai putih yang indah di tengah danau. lauren tidak sadar jika di sebelah nya sudah ada seorang wanita cantik dengan balutan kain tipis yang terawang sehingga sangat jelas menunjukkan keindahan alami dari wanita itu rambut panjang yang terurai lurus dan lembut.


wanita itu melihat ke arah lauren yang masih mematung melihat ke indahan teratai yang sepertinya sedang memanggilnya untuk datang.


" selamat datang di tempatku. " ucap wanita itu dengan suara yang lembut mampu membuat siapa saja meleleh jika mendengarnya


" eh sejak kapan. " terkejut lauren sampai mundur tiga langkah ke belakang. tapi lauren kembali di buat tak bisa apa apa ketika melihat kecantikan wanita itu.


" hey apa kau baik baik saja. "


" tidak eh ya. " kembali lauren ke akalnya


" selamat datang di tempatku. "


" ya..... aku juga ucapkan dirimu mewarisi semua yang aku miliki mulai hari ini. "


" maksudmu aku tidak mengerti. "


" ke mari mendekat lah kau kana tau semuanya. "


lauren segera mendekat karena dirinya juga tidak merasakan bahaya. ketika lauren sudah dekat jari telunjuk wanita itu menyentuh dahi lauren rasa lembut dan dingin di kening dahi lauren sangat terasa.


tak lama sebuah cahaya masuk ke dalam kepala lauren dari jari wanita itu. setelah cahaya itu masuk lauren merasakan sakit kepala yang teramat sakit sehingga membuatnya duduk kedua tangannya memegangi kepalanya yang sakit lau ren berteriak keras sangat keras karena itu sangat sakit.


tak lama rasa sakit di kepalanya mulai mereda dan kembali seperti semula lagi.


" itu warisanku aku sudah memberikan semuanya padamu dan itu juga informasi tentangku dan lain lainnya. gunakan lah untuk ke baikan. "


" terimakasih sudah mempercayaiku. "


" ya kini aku sudah bisa pergi karena kau sudah tak memiliki tanggung jawab lagi. "


" tunggu. " ucap lauren tapi tidak sempat karena wanita itu sudah menghilang menjadi butiran cahaya.


di dunia nyata tepatnya di kamar tiara lauren yang tidak sadarkan diri tiba tiba saja bercahaya tak lama cahya itu redup dan lauren mulai sadar.

__ADS_1


" sudah sadar kak. "


" nona eh. " ucap lauren.


" kenapa kak apa kakak bermimpi tadi. "


" sepertinya begitu nona. "


" sudah sekarang kenakan baju kakak jangan membuatku iri. "


" oh baik nona. tapi apa yang membuat nona iri dariku aku saja merasa masih tidak sebanding dengan kecantikan nona. " ucap lauren mengenakan pakaiannya lagi.


tiara tidak menjawab dia kembali ke tempat tidur kemudian duduk di tepi melihat lauren yang masih mengenakan pakaiannya.


" nona apa dirimu mengenakan parfum baru mengapa begitu wangi. " ucap lauren


" tidak kak aku tidak pernah memiliki parfum bagai mana aku akan menggunakannya. "


" tapi ini wangi dari mana. "


" cobalah cium lengan kakak wangi itu berasal dari tubuh kakak sendiri. "


" eh benarkah nona. "


" cobalah kakak akan tau nanti. "


lauren pun melakukan apa yang di katakan tiara secara bergantian menciumi kedua tangannya untuk memastikan. " ini benar nona asal wangi ini berasal dari tubuhku. "


" ya itu sudah menjadi ciri khas dari kakak selamanya tidak akan pernah hilang. "


" jika seperti itu hal ini sama juga dengan hana dan dirimu mona. "


" ya itu benar. "


" wah ini sungguh luar biasa dan sangat tidak mungkin ini seperti cerita di novel novel. "


" apa kakak juga sering membaca novel. "


" ya nona apa lagi sekarang tidak perlu menggunakan buku cukup dengan ponsel saja sudah bisa. "


" jika begitu kita sama. "


" benarkah nona. "


" ya benar coba lihat lah. "


" eh mengapa milik nona berbeda dengan milikku. " ucap lauren yang melihat milik tiara


" ya karena menurutku hanya di sini yang memiliki kumpulan novel bagus. "

__ADS_1


__ADS_2