Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 146


__ADS_3

" kau bajingan terkutuk kau berani menyentuh kulit cucuku bahakan kau melepaskan pakaian cucuku apa kau lupa kau sedang berada di mana apa kau sudah tak sayang dengan nyawamu. " ucap ken


" tuan besar luan aku mengatakan apa adanya aku tidak bermaksud untuk melecehkan nona muda aku hanya mengobatinya. "


" kau ingin mengobatinya aku ingi tau pengobatan macam apa hingga harus menyetubuhi pasien. ini sangat tabu dan mengundang masalah, jika benar ini pengobatannya mengapa tidak kau katakan pada keluarganya untuk mengetahui keputusan mereka. kau pandai berkelit tapi kau salah aku tidak akan biarkan itu. " ucap tiara menyudutkan


" gadis sialan kau selalu menyudut kan ku kau pikir siapa dirimu. tuan besar luan aku minta maaf tidak memberi taukan ini aku sudah tidak bisa menundanya jika menundanya nona muda akan mati. "


" kau ingin menipu dan juga mengambil ke untungan ya. jika kau mengatakan tidak bisa menundanya lagi harusnya dia mati sekarang tapi apa dia masih bernafas kau terus berbohong maka kesalahanmu akan semakin terlihat. " tiara


" sial gadis ini sangat pintar aku sudah mati kutu di buatnya aku bisa mati sebentar lagi jika terus begini bagai mana ini. "


" kau sudah mati. " ucap ken


" tuan besar jangan lakukan itu aku tidak bersalah benar aku hanya berusaha mengobati nona dengan pengetahuan yang aku pelajari. "


" itu bisa kau jelaskan nanti di alam baka sekarang matilah. " ucap ken hilang dari tempatnya menyisakan hembusan angin kemudian tiba tepat di hadapan orang itu tepat dengan dua jari yang sudah menusuk dua mata orang itu dengan dalam.


orang itu yang tidak siap dan tidak bisa melihat kecepatan gerakan dari ken di buat menelan pil pahit dengan rasa sakit yang teramat di kedua matanya. dia hanya bisa berteriak kesakitan dengan darah yang terus keluar.


Aaaaa mataku tolong aaaaaaa. teriak orang itu.


" aku masih tidak ingin membunuhmu sekarang jadi tunggulah hari hari nerakamu sudah datang. " ucap ken dan tak lama dua pengawalnya datang menyeret orang itu keluar dari kamar.


" tiara terimakasih untung dirimu bergerak cepat sehingga cucuku tidak sampai terlalu jauh di lecehkan. jika tidak aku tidak tau bagai mana nasib cucuku nantinya. "


" apa yang kakek katakan itu hanya ke betulan saja. "


" nak tiara terimakasih sudah menolong keluarga kami. " Linda ibu rara


" apa yang tante katakan kakek sudah menjadikanku cucunya jadi tidak perlu seperti ini ini sudah menjadi kewajibanku selama aku bisa. "


" ah anak yang baik. sebelumnya ayah mengatakan jika nak tiara bisa menyembuhkan rara apa itu benar. " torez ayah rara


" jika sebelumnya itu mungkin tapi sekarang kita berharap takdir masih memberikan jalan. "

__ADS_1


" ah lalu bagai mana nak tiara, kami bisa berikan apapun asal rara bisa sembuh. " Linda


" tante tenanglah aku akan berusaha sebaik mungkin untuk itu. jadi ku mohon selain usahaku doa kalian juga ku harapkan. "


" ya ya ya tentu. "


" baik aku hanya membutuhkan kan tante di sini karena rara adalah seorang anak gadis jadi kakek dan paman bisa menunggu di luar. "


dengan berat hati keduanya keluar dari kamar menyisakan Linda dan tiara saja.


" tante aku akan memulainya tante bisa membuka sisa pakaian yang melekat pada rara. "


" baik. " saat membuka selimut dan akan membuka pakaian bawah rara Linda berhenti melihat cairan putih kental di antara paha rara.


" dasar bajingan beraninya dia mengeluarkan cairan najisnya di sini akan ku buat dia menyesal. " aura padat yang sangat berat keluar dari tubuh Linda.


" tante bersihkan saja itu aku rasa itu hanya di bagian luar saja jadi lekaslah. "


" baik tiara. " segera Linda membersihkan dengan tisu yang sangat tebal dan berkali kali.


setelah beberapa menit tiara mulai melakukan akupuntur ada sepuluh titik yang tiara tusuk dengan jarum kemudian tiara sendiri duduk seperti bermeditasi di lantai setelah melakukan itu. tak lama jarum jarum mulai bergetar di tubuh rara.


tak lama tubuh rara mulai bergetar juga menunjukkan reaksi khusus yang tidak diketahui tiara tidak berhenti karena luka yang ada pada rara sudah parah dan terlalu lama sehingga penobatannya sudah memakan waktu dua jam dan sekarang sudah sekitar 50 jarum di tubuh rara.


Tiara juga melakukannya secara perlahan karena keadaan rara sangar rentan dan jarak hidup dan matinya sangat tipis. tak terasa sudah 3 jam lagi berlalu dan pengobatan pun selesai. tiara segera mencabut jarum jarumnya kemudian menyimpan di tempatnya tiara segera memeriksa keadaan rara dan tersenyum.


" syukurlah jika hari ini tidak sadar mungkin besok sudah sadar. "


^^^" dirimu hebat tiara dirimu seorang master yang tidak pernah ada. banyak orang yang melakukan pengobatan tapi Tapin tidak seperti dirimu. "^^^


" tante berlebihan sekarang tante bisa membantu memakaikan baju rara saja lupakan tentang apa pun itu. "


" baik lah. "


setelah itu barulah kakek dan ayahandanya rara masuk ke kamar.

__ADS_1


" tiara mengapa rara masih belum sadar. " ucap ken bertanya.


" rara masih masa pemulihan kek jadi biarkan saja. "


" oh begitu rupanya. tiara aku sungguh tidak menyangkal dirimu benar benar bisa mengobati cucuku. "


" itu karena takdir masih memberikan kesempatan untuk rara kek bukan karena aku. "


" hah ya.... intinya aku ucapkan terimakasih banyak padamu. "


" ya tak masalah kek. "


di ruang tamu tiara bersama yang lainnya duduk mengobrol.


" benar sekali tante. "


" jangan panggil tante bukankah nak tiara sudah memanggil ayah kakek setidak panggil lah ibu atau mama. "


" jika begitu aku tidak akan lagi sungkan baik lah ma. "


" anak baik. mulai hari ini aku nyatakan tiara merupakan anak perempuan dari keluarga luan. " ucap ken lantang. "


" kakek membuatku malu saja. "


" kenapa malu tiara biarkan semua orang tau jika tiara saat ini sudah menjadi cucuku. "


" baik lah kek. terserah kakek saja tiara rasa percuma jika membantah. "


kemudian semuanya tertawa melihat wajah tiara yang lucu.


" ma, tiara harus pulang sekarang jadi izinkan tiara kembali. "


" baik lah mama tidak masalah jika tiara ingin pulang tapi tunggulah sebentar waktu makan siang sudah tiba ayo makan siang terlebih dahulu. "


" baiklah sepertinya tiara tak memiliki alasan lain untuk menolak. "

__ADS_1


" anak baik kemari dan peluk mama." ucap Linda dan tiara pun tidak menolak. " dirimu adalah anugerah keluarga kami sampai kapanpun tiara adalah anak mama walau bukan mama yang melahirkan tiara. "lanjut Linda setelah memeluk tiara.


tiara bukanlah gadis dingin dia juga merasakan kehangatan dalam pelukan Linda karena bagai mana pun sosok ibu sudah lama hilang di sisi tiara jadi meski bukan ibu kandung tiara merasa tidak ada masalah dengan itu.


__ADS_2