Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 51


__ADS_3

setibanya di rumah iris dan han memang sudah siap di luar menunggu kedatangan tiara karena mereka khawatir terjadi sesuatu. sebab erika menelpon dan mengatakan meminta perlengkapan medis


" nona apa semua baik baik saja. " iris


" ya nona apa semuanya baik. "


" ya kau baik baik saja. " tiara.


" lalu erika bagai mana denganmu. " han


" aku juga baik. "


" kalian bantulah orang yang di dalam mobil bawa dia ke kamar dan siapkan segala keperluan medis yang ku minta karena dia butuh secepatnya pertolongan. "


" baik kami mengerti nona. "


tiara pun pergi untuk bersiap merawat erick. karena dia tidak mungkin menggunakan pakaian yang kotor untuk merawat orang yang sedang sakit.


di kamar yang kini di tempati erick dan putrinya. mereka hanya berdua karena han, iris, Sintia, dan erika keluar tidak menetap.


" ayah mengapa kita di sini tidak ke rumah sakit. "


" entah lah ayah juga tidak tau. "


" ayah apakah semuanya akan baik baik saja. "


" ayah berharap akan baik baik saja. sudah tenangkan dirimu. "


tiba tiba pintu terbuka rupanya tiara yang datang yang sudah berganti penampilan.


" maaf aku mengganggu tapi aku harus secepatnya melakukan perawatan. apa sudah bisa ku mulai. "


" tidak tidak mengganggu ya ya bisa maaf telah merepotkan mu. " ucap erik yang suaranya terputus putus.


" tolong tolong ayahku. " putri dari erick.


" tenanglah ayahmu akan baik baik saja jika aku yang merawatnya. "


" ya terimakasih terimakasih. "


erika mulai pengobatan pada erick dengan di bantu putri dari erick sebagai asisten tiara. 20 menit tiara di sibukkan dan sangat fokus untuk merawat erick.


" sudah selesai sekarang biarkan ayah mu istirahat dahulu. dirimu juga bisa istirahat jika mau. " ucap tiara ramah.


" ya baiklah sekali lagi terimakasih. "


"em. jangan lupa pukul tujuan nanti untuk sarapan bersama. "


" ya baik. "


" ya sudah aku pergi dahulu. "


tiara pun pergi dari kamar itu menuju kamarnya untuk mandi. karena tadi tiara hanya membasuh muka, mencuci kaki dan tangannya saja untuk bisa segera menolong erick.


tepat pukul 7.30 sarapan pagi telah selesai. putri dari erick juga ikut dalam sarapan itu.


" baik sekarang tolong perkenalkan namamu agar kami mudah memanggilmu. "


" baik. namaku jesica handson. aku putri pertama dari erick hanson. "


" em. sekarang perkenalkan nama kalian pada jesica. "


" baik nona. "


" perkenalkan namaku erika. "


" namaku iris. "


" namaku han. "


" namaku sintia "


" senang berkenalan dengan kalian. "


" naha kalian sudah saling kenal dan jesika dirimu sudah mengenalku jadi tak perlu lagi berkenalan

__ADS_1


" ya benar. "


" sekarang kamu bebas melakukan apa pun di rumah ini selama dirimu tinggal di sini. tidak ada aturan. jangan lupa bawakan makanan untuk ayahmu juga. "


" baik. "


" baik sekarang apa ada sesuatu yang perlu aku ketahui dari kalian. "


" nona aku. " iris tapi masih melihat ke arah jesica.


" katakan saja jesica sekarang keluarga kita. "


" baik nona. aku sudah menguras seluruh akun bank milik josep wijaya itu ke akun yang sama saat aku menguras akun bank milik herman. "


" bagus sekarang guncang lah perusahaannya. dengan caramu tapi lakukan secara perlahan. "


" baik nona. "


"apa ada lagi. baik jika tidak ada han siapkan mobil untuk pukul 10.00 kita akan keluar. "


" baik nona. "


" ya sudah aku kembali ke kamar. "


" baik nona. "


kini hanya tinggal mereka berlima di meja.


" jesica anggaplah rumah sendiri jangan sungkan. " han


" baik kak han. "


" jesica apa dirimu masih kuliah. " erika


" iya kak erika. "


" ya sudah segeralah temui ayahmu jika membutuhkan sesuatu dirimu bisa berbicara langsung pada nona atau kepada kami. "


" baik kak erika terimakasih. aku akan mengingatnya. "


" aku benar benar bisa kaya karena batu jika saja semua orang memiliki kemampuan seperti ku apa jadinya. "


sedangkan erika kini sedang di halaman belakang melihat perkembangan pembangunan set latihan.


iris di ruang komputer sedang melancarkan rencana yang tiara minta, yaitu mengguncang perusahaan milik josep Wijaya.


han sibuk di ruang senjata memperdalam pengetahuannya tentang senjata. agar memudahkan dirinya ketika akan menggunakannya.


sedangkan Sintia sedang santai di taman menikmati keindahan taman.


dikamar erick yang kini sudah mulai membaik dan sudah sadar dari tidurnya sedang duduk berbincang bersama jesica.


" cukup ayah sudah kenyang sayang. "


" baik lah ayah. bagai mana perasaan ayah saat ini. "


" ayah merasa jauh lebih baik nak. "


" em syukurlah jika begitu. ayah semua orang di sini sangat baik dan ramah padaku. mereka tidak membeda-bedakan ku. "


" baguslah jika begitu tapi kita tak bisa lama di sini karena kita tidak mungkin selalu merepotkan mereka. "


" benar ayah mereka sangat baik aku sangat tidak enak karena aku hanya menumpang, tapi ayah tau nona pemilik rumah ini mengatakan jika aku bagian dari keluarganya. "


" benarkah. "


" ya benar ayah. "


tetapi jesica tidak membicarakan soal apa yang di dengarnya tadi pada erick. karena itu bukan urusannya.


" kita harus membalas kebaikannya jika ada kesempatan. "


" benar sekali ayah. "


tak terasa kini sudah pukul 9.30 han kini sudah siap dan tapi dia juga sudah bersiap untuk menyiapkan mobil agar saat tiara ingin berangkat tinggal berangkat saja.

__ADS_1


tiara sendiri kini tengah bersiap untuk berangkat ke pelelangan batu.



" sepertinya begini saja sudah cukup. "


karena merasa sudah cukup erika segera keluar kamar untuk menemui han agar segera berangkat.


di ruang tamu han yang baru saja menyiapkan mobil bertemu tiara.


" nona apa ingin berangkat sekarang atau masih menunggu sesuatu. "


" kurasa berangkat sekarang saja tidak ada salahnya, ayo berangkat saja. "


" baik nona. "


segera mobil meninggalkan rumah han yang mengemudi mencoba bertanya tujuan tiara hari ini.


" nona kana kita akan pergi. "


" han apa kau tau tempat yang menjual batu giok dan pelelangannya. "


" oh tempat itu tidak asing bagiku nona. "


" maka kita ke sana sekarang. "


" siap berangkat nona. tapi apa kah nona ingin membeli batu di tempat itu. "


" tidak aku ingin melelang batu di tempat pelelangan. "


" eh benarkah nona apa nona memiliki batu yang ingin nona lelang. "


" ya, apa kau ingin melihatnya han. "


" tentu saja jika nona mengijinkannya. "


" tunggulah. " kemudian tiara mengambil batu dalam tasnya.


" ini lihat lah han. "


ciiiiiiittt........... mobil yang di kemudikan oleh han berhenti mendadak untung saja jalanan hanya ada mobil yang han kemudikan.


" han apa yang coba lakukan mengapa berhenti tiba tiba. " ucap tiara


" eh maafkan aku nona. aku sungguh terkejut melihat batu yang nona tunjukkan. batu yang nona pegang itu merupakan batu yang sangat langka yang sangat di incar banyak orang. apa lagi nona memiliki dua batu nona pasti akan menjadi orang terkaya secara mendadak. " jelas han panjang lebar.


" ya aku sudah tau tentang itu tapi tak perlu seperti itu kau bisa membahayakan orang lain. "


" baik nona maaf aku salah. "


" ya tak apa. "


mobil kembali melaju han mengemudikan mobil dengan santai karena tiara tidak terburu buru.


sekitar 30 menit akhirnya tiara telah sampai ketempat di mana kemarin tiara datang. tempat itu masih saja ramai dengan orang yang hanya sekedar melihat ataupun membeli.


" nona apakah kita akan langsung ke tempat pelelangan atau ke tempat lain. "


" kita ke pelelangan saja, setelah selesai barulah kita mencari hal yang menarik lainnya. "


" sesuai keinginanmu nona. "


han dan tiara kini menuju tempat pelelangan yang di mana jika tampak dari luar bangunnya begitu artistik ornamen yang indah pilar pilar yang kokoh menambah kesan kemewahan dari bangunan pelelangan.


" permisi tuan dan nona bisa tunjukkan kartu peserta lelang kalian. "


" kami... "


" kami tidak memiliki kartunya karena aku baru pertama kali. " potong tiara sebelum han berbicara


" oh maaf jika begitu nona tidak di ijinkan masuk untuk saat ini karena pelelangan hari ini sangat khusus sekali. "


" begitu rupanya. lalu bagai mana jika aku ingin melelang batu yang ku miliki apa bisa. "


" jika nona ingin melelang batu milik nona mari saya antar pada manejer tempat pelelangan ini karena hanya dia yang berhak memutuskannya. "

__ADS_1


" baiklah silahkan pimpinan jalannya. "


__ADS_2