
suara tiara memanggil erika dari kamar membuat erika yang menjawab segera menuju kamar tiara.
" ya ada yang bisa ku lakukan nona. "
" em.... erika bisa bantuan aku untuk menyiapkan air hangat sebentar. "
" oh tentu saja nona. "
" ya sudah aku akan ke halaman belakang sebentar. "
" baik nona. "
tiara pergi meninggalkan erika di dalam kamar untuk membuat air hangat sedang tiara ke halaman belakang untuk melihat pembangunan set latihan.
30 menit kemudian mobil jo-sep sudah memasuki halaman rumah han yang mendengar suara mobil segera membuka pintu u tuk menyambut ke datangan jo-sep.
jo-sep segera memarkirkan mobilnya kemudian keluar dari mobil sedikit terkejut ketika melihat han yang berdiri di rumah yang mana tiara tinggali.
" *apa aku salah rumah tapi tiara memberikan alamat ini padaku. " terus memperhatikan kearah han.
" waduh tamu nona ternyata orang besar yang tak sembarang orang bisa bertegur sapa dengannya bagai mana aku harus bersikap aku sudah terbiasa di jalanan dengan bicara kasar semoga aku tidak membuat kesalahan. " ucapan han di dalam hati karena han mengenal siapa jo- sep*
" selamat datang tuan. "
" ya. kau siapa. "
" oh maaf namaku han aku bekerja untuk nina tiara. "
" oh seperti itu rupanya aku pikir aku salah rumah. ya sudah apa tiara ada atau masih di luar. "
" nona ada di dalam nona sudah tiba 30 menit yang lalu. mari tuan kedalam saja akan segera aku sampaikan jika tuan sudah tiba. "
" oh ya ayo ayo. " jo-sep masih tidak berjalan menunggu han berjalan. dana han pun sama masih diam di tempatnya.
" loh ayo jalan han. "
" eh silahkan tuan jo-sep dahulu aku akan mengikuti di belakang. "
" kau ada ada saja baik lah. "
jo-sep pun melangkah mendahului han dua langkah baru han mengikuti di belakang. kemudian setibanya di dalam.
" silahkan tuan duduk aku akan memanggil nona. "
" ya terimakasih. " kemudian jo-sep duduk sedangkan han pergi memanggil tiara.
Tiara sendiri tengah berdiri di depan cermin merapikan penampilannya sendiri
took.... took... took..
" nona tamunya sudah datang. "
" ya tunggu sebentar. "
kemudian tiara keluar dari kamarnya.
" han di mana erika. "
" erika sibuk di dapur nona jadi tadi dia berpesan padaku. "
" oh ya sudah ayo segera temui saja kak jo. "
" baik silahkan nona. "
ham dan tiara kini menuju ruang tamu untuk menemui jo - sep.
" hay kak jo maaf membuatmu menunggu. "
" oh hay tiara. ya tak apa lagi pula tidak lama. "
" ayo duduk kak jo. "
jo pun duduk mengikuti tiara yang duduk sedangkan han masih berdiri.
" duduk lah han tak apa. "
" ah nona terimakasih tapi apa noleh aku pergi untuk memeriksa sesuatu. "
" oh ya sudah boleh saja. "
__ADS_1
" terimakasih nona. tuan maaf aku harus pergi permisi. "
" oh ya silahkan silahkan. "
han pun pergi meninggalkan ruang tamu yang kini hanya menyisakan tiara dan jo-sep
di dapur jo kini berada di dapur untuk memberitahukan pada erika jika tamunya sudah datang untuk segera menyiapkan minuman.
" erika apa kau tau siapa tamu nona. "
" tidak. " jawab erika yang tengah memasak di bantu Sintia.
" memang siapa tamu nona kak han. " Sintia
" tamu nona itu tuan jo-sep. "
" what.... apa......" ucap Sintia dan erika bersama.
" biasa aja kali kagetnya. " ucap han yang juga ikut terkejut akibat erika dan Sintia
" han apa benar apa kau tidak salah orang. "
" tentu saja mana mungkin aku salah. ayo segera siapkan minuman sebelum nona memanggil.
" ya ya ya ini juga sudah beres tinggal membawanya saja." ucap erika
" Sintia aku tinggal ya. "
" ya kak erika. " jawab Sintia
sedangkan di ruang tamu tiara dan jo-sep tengah mengobrol.
" tidak ada hal apapun tiara aku hanya mengunjungimu saja. "
" oh aku pikir ada sesuatu yang bisa ku bantu untuk kak jo. "
" tidak tidak ada masalah. "
" baik lah bagai mana kabar kak jo.
" aku baik dan sehat hanya saja beberapa hari ini penyakit lambung ku kambuh itu sungguh menyiksaku. "
" oh boleh aku periksa kak jo. "
kemudian tiara menyentuh pergelangan tangan jo-sep untuk memeriksa nadinya. bertepatan dengan erika yang mengantarkan minuman.
" maaf nona tuan aku mengganggu aku mengantar minuman. "
" oh ya silahkan. " jawab jo- sep
" erika kebetulan sekali tolong ambilkan jarum aku pun turut yang kemarin. apa bisa. "
"oh tentu saja nona bisa. aku akan segera mengambilnya. "
" em. "
" apa dia juga bekerja di sini tiara. "
" ya kak jo namanya erika dialah orang pertama yang bekerja di sini. oh penyakit kak ko masih bisa sembuh dan tidak akan kambuh lagi. " ucap erika menjelaskan erika yang di tanggapi anggukan oleh jo-sep.
" benarkah aku bisa sembuh dan tidak akan kambuh lagi. "
" ya tentu saja. tapi tiara minta berhentilah kebiasaan kakak yang meminum kopi pahit di pagi hari tanpa sarapan terlebih dahulu. " jelas tiara.
" baik baik aku akan berusaha dan mengingatnya. tapi tiara bisa tau jika aku sering minum kopi di pagi hari. "
" itu ilmu mahal dari seorang dokter kak jo. " canda tiara. "
" tiara bisa aja. "
" hehehe tidak tidak kak sebenarnya meminum kopi pahit di pagi hari tanpa sarapan bisa meningkatkan kadar asam di lambung. "
" oh seperti itu rupanya. tiara memang satu satunya murid jenius guru. "
" tidak seperti itu kak. "
" nona ini jarumnya. "
" oh ya letak kan di meja bantu aku bawakan air hangat sekarang gunakan gelas saja. "
__ADS_1
" baik nona. " erika pun pergi kembali
" ayo kak jo buka baju mu aku harus melakukan aku pun turut. "
" eh haruskah. "
" ya tentu saja ada apa kak jo. "
" itu aku malu tiara. "
" tak perlu malu kak jo ayo. "
" baik lah baik lah. "
segera jo melakukan apa yang di katakan tiara membuka pakaian yang di kenakan. setelah di buka jo menunjukkan tubuh yang atletik. menandakan jo benar benar merawat tubuhnya.
" sudah sekarang aku harus apa. "
" berbaringlah dengan rileks. "
" baiklah. " jo-sep pun berbaring di sofa panjang
" aku akan memulainya. "
" ya. "
segera tiara mulai menusukkan jarum pada titik titik aliran darah tang menghubungkan pada lambung.
" nona ini air hangatnya. "
" ya taruhlah di meja erika. "
" baik nona. " ucap erika
setelah selesai erika meminta untuk kembali pada erika
" nona jika tidak ada lagi aku akan kembali. "
" ya terimakasih sudah membantuku. "
" baik nona. "
setelah lima belas menit tiara mulai mencabut satu persatu jarum di tubuh jo.
" sudah selesai kak. "
" hanya seperti itu saja. "
" ya tentu saja. "
" apa ku sudah sembuh tidak perlu meminum obat lagi. "
" ya. "
" wah wah keren terimakasih tiara. "
" ya. sekarang minum lah air hangat ini. "
" baik baik. "
" jangan lupa kenakan baju Kak jo. bisa bisa dua pelayan wanitaku tak fokus nanti. "
" ya baik lah tiara. " jo segera mengenakan pakaiannya.
" nona semua sudah siap. " ucap erika
" oh ya baik lah minta semuanya juga untuk ikut. "
" baik nona. " erika pergi.
" ayo kak jo kita makan sebelum kak jo kembali. "
" ya baik lah ayo. "
setibanya di ruang makan ternyata semuanya sudah duduk di kursi mereka masing masing.
melihat tiara yang datang semuanya berdiri menyambut tiara dan jo.
" nona.....tuan...... " di ikuti dengan erika dan Sintia yang menyiapkan kursi untuk tiara dan jo-sep
__ADS_1
" ayo silahkan makan. kak jo ayo pilihlah yang mana kakak suka. "
" ya baiklah. "