
setibanya di rumah tiara segera menuju kamarnya kemudian ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
" malam ini sepertinya akan terjadi pembantaian besar besaran kembali. " tiara
" ya orang orang seperti mereka memang harus di bersihkan mereka bisa menjadi penyakit. "
" wah Queen dirimu semakin bijak saja sepertinya semakin lama sisi kejam dan beringas mu akan berubah. "
"entahlah jika dulu aku selalu ingin melakukan banyak hal terutama membunuh atau membalas dendam. tapi sekarang aku lebih suka datang saat ada seseorang yang menyakitimu saja selebihnya aku hanya menikmati saja. "
" hah permainan takdir macan apa ini, aku hanya berharap akan berakhir dengan baik. "
kemudian tiara mulai menyalakan air untuk membasuh tubuhnya. tak lama setelah itu sudah menjadi kebiasaannya yaitu berendam air hangat.
satu jam kemudian tiara keluar dari kamarnya untuk menemui iris karena ada sesuatu yang harus iris lakukan untuk tiara.
" sintia tunggu apa kau tau di mana iris berada. "
" ah nona dirimu sudah kembali rupanya. itu iris sedari tadi sibuk dengan komputernya dia berada di ruang bawah tanah. " jelas sintia kaget ketika mendengar suara tiara.
" oh baik lah terimakasih, lalu bagai mana keadaan han apa dia membaik. "
" sama sama nona, untuk han dia sepertinya baik baik saja nona. "
" baik lah aku pergi menemui iris terlebih dahulu. "
" baik nona. "
segera tiara menuju tempat di mana iris berada. tempat yang begitu tersembunyi dan sulit untuk di temukan dan sangat cocok dengan apa yang sedang iris lakukan dan tiara rencanakan.
tak membutuhkan waktu lama untuk tiara menemukan keberadaan iris. walau tiara tak pernah berkeliling untuk mengetahui setiap inci dari rumah tapi jika hanya mencari ruangan bawah tanah cukup mengikuti hawa keberadaan yang di tinggalkan oleh orang yang pernah keruangan itu seperti halnya iris yang ada di sana itu membuat tiara mudah menemukannya.
" iris apa kau di dalam. "
" ya nona buka saja pintunya tidak di kunci. "
" baik lah. " segera saja tiara masuk kedalam ruangan itu. dan mata tiara melihat ruangan yang sudah di penuhi dengan perlengkapan komputer super canggih yang sudah tertata rapi.
" nona selamat datang di dunia baru ini. "
" iya kurasa ini duniamu duniaku adalah dunia darah. "
" eh.... "
__ADS_1
" sudah lupakan itu, sekarang apa kah semuanya sudah bisa di operasi kan aku memiliki sesuatu yang harus dirimu kerjakan. "
" wah jika begitu kebetulan sekali nona aku baru saja menyelesaikan sebuah program yang serba bisa. "
" ayo sekarang lakukan. "
" siap nona. "
segera iris duduk dan menyiapkan programnya. tiara berdiri tepat di samping iris.
" mari nona sudah siap apa yang harus kulakukan. "
" cari seluruh data mengenai seseorang bernama Herman kusuma, apa pun itu temukan semuanya. "
" baik nona itu sangat mudah. " segera iris mengerjakannya. jari jemarinya seperti sedang menari matanya begitu tajam dan fokus.
tak memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkan apa yang di inginkan oleh tiara semua datanya sudah mulai muncul satu persatu di layar. mulai dari kebusukan perusahaannya, rekaman medisnya, video rekaman bermain dengan wanita, bukti keterlibatannya dengan organisasi bawah, terlibat juga penjualan organ dalam manusia, penyeludupan senjata serta membiayai kelompok pembunuh bayaran.
" nona aku sudah mendapatkannya. "
tiara yan berada di samping iris langsung mendekati satu tangannya memegang senderan kursi yang iris duduki, tangan satunya lagi menyanggah tubuhnya dengan meletakkannya di meja sehingga tiara sedikit menundukkan tubuhnya dan posisinya begitu dekat dengan iris membuat iris jadi gagal fokus di buatnya wangi tubuh tiara sungguh mengganggu kejernihan pikiran iris.
" rupanya dia begitu nakal dan liar, kerjamu bagus iris aku suka itu kedepannya cobalah tingkatkan. "
iris sendiri tak menjawab pikirannya sungguh sudah melayang memikirkan hal hal yang kotor dan berandai andai
" iris.... iris.... iris apa kau baik baik saja. "
iris yang di tepuk cukup keras dan di panggil segera kembali sadar dari bayangan berandai-andai nya.
" eh iya maaf nona. "
" sepertinya dirimu terlalu lelah. istirahat lah tapi sebelum itu buat semua data itu menjadi tranding topik hari ini dan satu hal lagi apakah dirimu bisa menguras seluruh uangnya di bank. tapi buat seolah dia yang melakukannya. "
" bebabaik nona. ".
segera saja iris melakukan apa yang dikatakan tiara dia begitu gugup dan merasa malu karena telah berani memikirkan tiara.
setelah berkutat cukup lama untuk menguras seluruh kekayaan Herman yang berada di bank akhirnya diselesaikan dengan sangat sempurna oleh iris.
" nona aku sudah berhasil besok akan terjadi kehebohan di kota suzan. karena hal ini dan orang yang nona maksud dia akan panik dan bingung. "
" bagus sekarang aku pergi dahulu. " tiara
__ADS_1
" baik lah nona. "
setelah itu tiara pergi meninggalkan iris, tiara kembali menuju kamarnya untuk menyiapkan sesuatu untuk nanti malam.
tepat setelah tiba di depan pintu kamarnya tiara berhenti karena teringat sesuatu yang perlu di tanyakan kepada erika.
di depan pintu kamar milik erika kini tiara tengah berdiri untuk mengetuk kamar erika, memastikan keberadaan erika di dalam kamar.
tokk... tokk.. tokk..
" erika apakah dirimu di dalam... " panggil tiara setelah mengetuk pintu kamar erika
erika yang baru saja selesai mandi segera menjawab. " ya nona aku di dalam aku akan segera keluar. "
" baik lah aku menunggumu di ruang tamu saja, santai lah aku tak terburu buru. "
" baik nona. "
setelah itu tiara pun pergi menuju ruang tamu untuk menunggu erika. tak lama erika yang sudah siap segera menyusul tiara keruang tamu.
" nona, maaf sedikit membuatmu menunggu. "
" ya tak apa duduk lah ada hal yang ingin ku tanyakan padamu. "
" baik nona terimakasih. "
" erika apa rumah ini memiliki ruang senjata. "
" ada nona tapi tak banyak senjata yang ada di dalamnya karena nona tara tidak tau harus mengisinya dengan senjata apa. "
" wah bagus ayo antar aku ke sana sekarang. "
" baik lah nona. "
erika segera mengantar tiara ke tempat ruang senjata berada. erika membukakan pintu untuk tiara dan mempersilahkan tiara untuk masuk.
sesampainya di dalam bukannya ruang senjata tapi malah sebuah kamar biasa. tapi kemudian tiara membuka salah satu pintu lemari yang di dalamnya masih kosong.
erika masuk kedalam lemari itu dan juga tak lupa meminta tiara untuk mengikutinya. tiara pun ikut saja dengan erika. setelah tiara masuk erika menekan tombol yang berada di sebuah kotak kayu yang berada di pojok.
setelah itu lemari bergerak seperti turun. dan akhirnya erika paham bahwa sebenarnya lemari itu seperti lift.
tak lama erika membuka pintu lemari itu dan kini tiara sudah berpindah ruangan yang lebih luas dan masih kosong hanya ada beberapa meja.
__ADS_1
" nona kita sudah sampai di ruang senjata. mari ku perlihatkan senjata yang ada di dalam ruangan ini. "
" ya ayo.... "