
setelah mengatakan itu permainan di lanjutkan tidak seperti sebelumnya kali ini tiara tarik ulur yaitu menang kalah menang kalah. membuat si nona itu frustasi.
" ayo bertaruh lebih besar. "
" ya ayo lakukan saja aku tak terbatas. " jawab tiara
permainan berlanjut taruhan di tingkatkan tiara kali ini terus menekan si nyonya itu dengan terus menerus menang. kemenangan itu membuat si nyonya tak Terima dia seperti menggila dengan terus menaikkan taruhan
hingga di titik akhir di mana ini permainan putaran terakhir dimana si nyonya itu mempertaruhkan semuanya termasuk club black rose.
tiara yang pada dasarnya memang lumenyimpan momen di mana si nyonya itu mempertaruhkan segalanya kini tersenyum bahagia.
" ayo bagikan kartunya. " ucap si nyonya
segera kartu di bagikan sesuai permintaan dari nyonya itu. tiara membiarkan kartu miliknya tidak berniat menyentuh.
kemudian kartu ketiga di bagikan. wajah nyonya itu cerah karena melihat kartu miliknya yang bagus dan sudah yakin akan menang.
" sekarang ayo buka kartu milikmu nona atau milikku dahulu. "
" silahkan milik mu dahulu yang di buka. "
" baiklah. " kartunya pun dibuka dengan wajah sumringah nya dengan sombong dan angkuhnya.
" lihat kartunya kali ini aku menang dan kau kalah. "
" tapi bagai mana kau tau jika aku kalah sedangkan aku saja belum membuka kartu milikku. " ucap tiara bersamaan dengan membuka kartu miliknya
" tidak mungkin bagai mana ini terjadi. " ucap si nyonya yang tidak percaya jika dirinya kalah
" aku menang, han ambil semuanya sekarang. " ucap tiara
" baik nona. "
han yang akan bergerak berhenti karena tepat di bawah kakinya nona itu menembakkan peluru. kemudian mengarahkan moncong pistolnya ke arah han.
" pergilah kalian bisa pergi sekarang tapi tinggalkan ini di sini kalian sudah menang banyak jadi sekarang pergilah. "
" kau meminta kami pergi apa kau sedang membuat lelucon kau menarik pelatuk senjata mu pada orang ku dan mengambil apa yang sudah jadi milikku lalu meminta kami pergi. apa dirimu mengira aku semudah itu di tangani apa kau tidak tau setiap aku pergi malaikat maut selalu menyertaiku jika kau membuat sesuatu yang salah kau akan mati seperti mereka. " ucap Queen
yang rupanya tiara sudah bertukar dengan Queen dan sudah mulai menembaki setiap orang kecuali nyonya itu yang entah sejak kapan mengambil senjata yang berada di balik baju han. Hingga orang yang ada di sana tidak satu pun menyadarinya.
Nyonya itu yang melihat para orang nya mati tanpa perlawanan hanya bisa mematung tak bergerak. sungguh sangat cepat dan tidak terduga.
" jadi sekarang katakan padaku bagaimana caramu membunuhku yang bahkan orang yang banyak ini mati begitu saja. "
" aku aku.. " nyonya itu tidak dapat menemukan kata kata untuk berbicara pikirannya kosong.
" han ayo bawa semuanya tinggalkan saja dia toh dia akan mati dengan sendirinya nanti. "
" baik nona. "
han pun segera mengemasi semua yang ada dimeja dengan cepat agar tidak membuat tiara menunggu.
" sudah nona. "
" ayo pergi. "
" tunggu kalian tidak bisa pergi meninggalkan aku sendiri di disini aku sudah tak memiliki apa pun lagi setidaknya pekerjakan aku untuk bertahan hidup. " nyonya itu sudah pasrah karena dia masih ingin hidup jika dia melawan makan percuma lebih baik menyerah saja.
" jika kau masih memiliki sifat seperti sebelumnya kau akan cepat mati tapi jika kau berubah mungkin kau bisa hidup lebih lama. " ucap Queen pergi
" tunggu tak bisakah aku bekerja untukmu setidaknya untuk menjalankan club ini. "
__ADS_1
Queen berhenti sejenak kemudian bertukar kembali dengan tiara. berbalik melihat ke arah wanita itu.
" jika kau bekerja pada ku kau tidak akan memiliki jalan kembali sekali kau berkhianat maka kematian itu akan datang. "
" aku aku siap aku tidak akan pernah berkhianat sungguh. "
" lalu dari mana aku bisa mempercayai jika dirimu tidak akan berkhianat padamu. "
" itu silahkan perintahkan apa pun aku akan melakukannya. " ucapnya begitu serius tidak ada kebohongan dari matanya
" benarkah apa kau bersungguh sungguh. " tiara sedang membolak-balik suasana hati si nyonya
" benar aku benar benar serius. "
" sekarang tembak lah salah satu kakimu baru dirimu bisa bekerja untukku. " ucap tiara mendekat menyerahkan pistol pada nyonya itu
" itu..... "
" ya sudah ayo pergi han. "
" tunggu baik akan aku lakukan. "
kemudian mengambil pistol di tangan tiara mengarahkan moncong pistol pada salah satu pahanya dengan mata terpejam, detak jantung yang kian cepat dan tangan yang gemetar nyonya itu menarik pelatuk.
clak........
si nyonya yang terpejam segera membuka matanya terkejut kemudian melihat ke arah pahanya dan pistolnya.
" ya pistol itu kosong pelurunya ada di sini. "
kembali lagi si nyonya itu di buat tidak percaya sejak kapan tiara melakukannya bahkan pandangan matanya tidak pernah lepas dari tiara bagai mana tiara melakukannya begitulah kiranya pikiran wanita itu.
" mulai sekarang kau orang ku dan bekerja untukku kau akan bertugas mengurus tempat ini. "
" baik terimakasih nona. "
" namaku fransiska nona. "
" em baik lah Siska sekarang ikut terlebih dahulu denganku untuk bertemu dengan yang lainnya. "
" baik nona. "
" han ayo kembali dan Siska mintalah seseorang membereskan ini. "
" baik nona. "
30 menit kemudian barulah tiara, han dan Siska meninggalkan club itu. kali ini bukan han yang mengemudi tapi tiara itu juga karena tiara yang memintanya pada han sedangkan Siska duduk di samping tiara han duduk di kursi belakang.
tapi tanpa di sangka rupanya tiara sudah di hadang oleh beberapa orang dengan mobil di tengah jalan. tiara yang tenang memberhentikan mobilnya menunggu orang di depan mobilnya itu meminta dirinya turun.
" nona perlukah aku menghubungi seseorang. " ucap Siska.
" tidak perlu aku bisa mengatasi mereka dengan cepat. "
" baik lah nona. "
tak lama orang yang menghadang itu mulai meminta tiara untuk turun dari dalam mobilnya.
" hey turun kalian sekarang. "
" ayo han kita sudah di persilahkan turun seperti biasanya saja. " ucap tiara
" hahaha aku suka bagian yang seperti ini. "
__ADS_1
tiara dan han turun dengan senyuman bukan ketakutan. Kemudian han lah yang berdiri paling depan.
" kalian ada apa menghentikan kami. "
" yang pasti kami hanya di perintah untuk membunuh kalian. "
" siapa orang yang memerintah kalian. "
" kalian tak perlu tau karena kalian akan mati
" apa salahnya tau sebelum mati. " ucap han
kemudian dari dalam mobil keluar 4 orang. orang itu adalah orang yang sama saat di club mereka kalah dari tiara dalam pacuan kuda
" itu kami yang meminta mereka untuk membunuh kalian. "
" oh rupanya kalian aku kira siapa. " ucap tiara
" ada masalah apa sehingga kalian menghentikan kami. " ucap tiara
" kau serahkan uang kami semuanya. "
" tapi aku menang..... mengapa kau harus mengembalikannya pada kalian. "
" tak usah banyak bicara jika kau masih sayang nyawa kalian seger serahkan saja apa yang di minta bos. jika tidak kalian mati.
" apa mati.......apa kalian membicarakan kematian denganku apa kalian tau apa akibatnya. " ucap Queen yang telah mengambil alih tubuh tiara
" sepertinya mereka tidak bisa diajak bicara baik baik serang mereka buat mereka menyerah. " ucap salah seorang yang membayar para penjahat
Queen yang memang sudah memegang pisau segera menyerahkan pada han.
" ayo han. "
" baik nona. "
" *kalian akan menyesal karena telah melakukan ini pada nona ucapkan selamat tinggal pada dunia. " ucap han
" kau yang pertama. jleb.. jleb...
kau yang kedua cras......
kau yang ketiga jleb.... cras...
kau yang ke empat sreeet...... jleb jleb...
......
......
......
.....
.....
.....
.....
kau yang terakhir. matilah dengan damai sampaikan salam pada sangat pencabut nyawa*. "
" nona tersisa tiga orang bagai mana kita akan membunuh mereka. "
__ADS_1
" kita potong saja leher mereka. "
" baik nona. "