Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 118


__ADS_3

tak lama kini iris dan lauren sudah tiba di rumah hari juga sudah perang matahari sudah tidak terlihat lagi. "


" lauren apa diri mu benar-benar tidak ingin masuk dan istirahat. "


" tidak aku harus segera kembali ke perusahaan. "


" em baik lah hati-hati berkendara. atau aku temani saja bagai mana. "


" ya terima kasih. tidak perlu aku sendiri saja. "


" baik lah jika begitu. " segera iris dan lauren turun dari mobil setelah mengobrol.


" hati hati lah. "


" ya . " jawab lauren setelah memasuki mobil kemudian mengemudikannya


iris segera masuk setelah mobil yang di kemudikan lauren sudah tidak terlihat lagi.


" lauren itu wanita yang memiliki pemikiran dewasa mandiri dan tegas juga dia sangat cantik. em hana dia baik imut lucu mudah sekali membuatnya salah tingkah. hah dua orang ini sungguh membuatku memikirkan mereka. " pikiran iris yang menghentikan langkahnya saat di pintu kemudian melanjutkan kembali untuk masuk kedalam.


" iris kau kembali aku pikir kau masih sibuk bersama laure. " ucap Sintia yang kebetulan sedang duduk di ruang tamu memainkan ponselnya


" ya aku kembali terlebih dulu tadi. "


" ooh. "


" eh... tunggu tunggu. apa kau masih Sintia. "


" maksud kau apa iris. "


" itu kau tampak berbeda. "


" jangan mulai lagi iris itu tidak akan berpengaruh padaku. "


" kau selalu berpikir buruk tentangku Sintia. apa kau tidak sadar jika ada perubahan dengan mu. "


" tidak aku merasa aku tetap saja. "


" hah kau ini. ayo sekarang ikut aku kita ke kamarmu. "


" eh tunggu tunggu jangan tarik tarik aku bisa jalan sendiri. memang apa sih yang berubah. sampai harus ke kamar. "


" sudah ayo ikut saja. "


setibanya di kamar iris membawa sintia untuk berdiri di depan cermin.


" sekarang berdiri disini dan lihatlah dirimu sendiri. apa kau masih tidak menyadarinya. jika ya kau sungguh terlalu. "


" kau cerewet iris. aku rasa tidak ada yang. " ucap Sintia yang sedang bercermin tapi tak sampai selesai karena terkejut saat melihat ada perubahan pada dirinya.


" nah sekarang apa kau sudah melihatnya. "


" eh benar kulitku lebih halus dan cerah dan ini juga semakin kencang dan besar jelas saja aku merasa sedikit sesak. " hati Sintia


" benar yang kau katakan iris matamu memang tajam. aku sendiri tidak menyadarinya. "


" iris. "


" iris. "


" wah sialan tidur rupanya pantas saja tidak menyahut. yasudah lebih baik aku siapkan makan malam saja. "


Sintia pergi dari kamarnya membiarkan iris yang tertidur di kasurnya sendiri.


kembali dengan tiara yang sudah selesai makan kini tengah mengobrol bersama erika.


" dimana han aku jarang sekali melihatnya. "

__ADS_1


" han sangat sibuk dengan latihannya nona juga dia melatih para penggali makam. "


" em seperti itu rupanya. "


" ya sudah aku akan kembali ke kamar minta lah semua orang untuk bersiap nanti malam kita akan pergi membersihkan sampah malam ini. "


" baik aku mengerti nona. "


tiara segera pergi berlalu kembali ke kamarnya. tapi tiara berpapasan dengan Sintia.


" nona. "


" ya....


Sintia aku rasa iris kembali apa kau bertemu dengannya. "


" benar nona iris sudah kembali tapi dia tertidur di kamarku setelah memberitahuku jika aku ada perubahan. "


" oh apa kau tidak menyadari nya sebelumnya. "


" tidak nona. "


" hah kau sama dengan erika terlalu keras berlatih hingga tidak ingat dengan diri sendiri. "


" eh benarkah nona erika juga ada perubahan. "


" ya....


cobalah lihat sendiri. "


" baik non. "


tiara tidak berbicara lagi dia kembali melangkah menuju kamarnya sedang Sintia juga tidak tinggal lebih lama lagi dia juga segera ke dapur.


di dapur


" erika....


" ya. " erika


" kak Sintia. "


" kak erika apa kau juga baru sadar jika kita ada perubahan. "


" ya aku baru tau itu pun karena hana yang mengatakannya. "


" ah aku juga baru tau dari iris yang mengatakan. "


" kalian berdua sangat cantik dan sekarang kecantikan itu memiliki nilai plus. aku jadi iri. " hana


" hahaha. kau lucu hana dengan wajah itu. " sintia


" nona pasti akan memberikanmu sesuatu yang lainnya nanti jadi tak perlu iri dengan kita. "


" apa kakak menjadi seperti ini karena di beri sesuatu oleh nona. "


" tidak juga kami hanya di ajarkan teknik bertarung yang rupanya banyak sekali manfaatnya. "


" oh seperti itu rupanya aku pikir nona memiliki suatu obat yang bisa mempercantik diri. "


" pemikiranmu terlalu tinggi hana. jika nona memilikinya nona sudah membagikannya secara merata pada kita. "


" ah benar juga ya aku saja yang terlalu dangkal berpikir. "


" hhahahahahaha...... " tawa Sintia dan erika melihat hana seperti orang kikuk.


" sudah ayo siapkan makan malam saja waktunya sudah hampir tiba. " erika.

__ADS_1


" ya. " jawab Sintia dan hana


di perusahaan lauren masih rapat bersama para petinggi membahas tentang kapan akan di lakukan uji coba pada obat baru.


" jadi kita harus melakukan penelitian atau uji klinis di laboratorium baru bisa uji coba pada manusia. "


" benar sekali nona. "


" berapa lama waktu yang di butuhkan. "


" karena ini menyangkut hidup mati seseorang di mana di resep di jelaskan harus sesuatu dengan ketentuan yang tertulis makan membutuhkan waktu 3 hari untuk hasil maksimal. "


" 3 hari aku rasa itu tidak ada masalah karena kita masih memiliki 3 hari lagi untuk peluncuran produk. "


" benar nona. "


" baik rapat malam ini aku rasa cukup silahkan bonus kalian bisa di ambil pada dona. "


" bonus nona. " ucap semua orang terkejut


" ya aku memberikan bonus untuk kalian karena ini sudah lewat dari jam waktu kerja kalian. "


" nona sungguh sangat bermurah hati kami semua ucapkan terimakasih. "


" ya pergilah mungkin keluarga kalian sudah menanti kalian, juga hati hati lah di jalan. "


" baik nona kami permisi. "


" ya. "


" mengapa aku merasa jika obat ini akan menggemparkan, dan juga aka membunuhku. obat ini terlalu luar biasa karena tidak semua obat bisa menyembuhkan penyakit. dan penyakitnya bukan flu. hah aku harus memiliki benteng yang kuat kejadian 10 tahun yang lalu jangan sampai terulang kembali. " pikiran lauren.


lauren yang tenggelam dalam pemikirannya tidak menyadari kedatangan dona yang sudah selesai membagikan bonus untuk para orang orang penting dalam perusahaan.


" nona semuanya sudah selesai. " tapi lauren masih termenung.


" nona........ "


" nona....... "


" eh dona kau sudah kembali rupanya apa sudah selesai. "


" sudah nona sesuai dengan pengaturanmu nona. ada apa nona apa ada sesuatu yang salah mengapa nona tampak begitu memikirkannya. "


" bukan hal besar juga kecil. aku hanya memikirkan tentang apa yang akan terjadi ketika obat ini sudah di luncurkan. dan obat ini benar benar bisa menyembuhkan penyakit. " lauren


" ah hal seperti itu rupanya. menurutku ini akan menjadi suatu yang luar biasa nona. " dona


" ya itu juga yang aku pikirkan.


tapi pasti para pemain dan musuh kita akan semakin gila untuk menghancurkan kita. " lauren


" itu juga yang akan terjadi jika obat ini di luncurkan. " dona


" kita lihat saja kedepannya. "


" baik nona.


lalu sekarang nona akan kembali atau bagai mana. " dona


" sepertinya aku akan tinggal saja dona. "


" jika begitu aku juga akan tinggal nona. "


" apa kau yakin dona. bagai mana dengan kekasihmu. "


" nona aku masih sendiri aku ingin berkata saja untuk saat ini. "

__ADS_1


" oh yasudah. apa bonusmu sudah di ambil dona. "


" sudah nona.


__ADS_2