
" jika seperti ini terus erika dan sintia akan terpojok amunisi mereka akan habis juga pada akhirnya sedang musuh yang masih ada sekitar seratus orang dengan amunisi tanpa batas. ini tidak akan baik lebih baik aku percepat saja. " pikiran tiara yang setelah itu segera Queen mulai menguasai tubuhnya
" erika sintia serahkan pistol kalian padaku akan ku peringkat waktu untuk menyelesaikan ini. "
" baik ini nona. "
"ini nona. "
" bagus sekarang serah kan belati mu satu erika. "
" ini nona. "
" em. tunggulah di sini akan ku buat ini menjadi mudah. "
segera semuanya menjadi sangat lambat dalam pandangan mata Queen bahakan peluru dari pihak musuh sangat jelas terlihat Queen segera maju dengan menghindari setiap peluru. Queen juga terus menembaki musuhnya dengan sangat cepat dan akurat.
hanya ada tiga M dalam pertempuran antara Queen yaitu, Menghindar, Menembak, Mati. erika yang melihat aksi tiara hanya bisa untuk percaya jika orang biasa sekalipun dia hebat tidak akan pernah bisa melawan kecepatan dari peluru apa lagi itu bukan satu tapi banyak.
dalam 10 detik 24 nyawa hilang itu jumlah amunisi dalam pistolnya setelah itu habis Queen akan melemparkan itu pada erika dan sintia untuk di reload. hingga dalam 30 detik musuh berkurang begitu drastis dari sebelumnya.
" kalian berdua selesaikan ini. aku akan pergi ke bagian utamanya. " setelah mengatakan dan melemparkan pistolnya tiara segera berlari semakin ke dalam.
" ayo sintia. "
" ya ayo kak erika. "
" kita gunakan cara nona. "
" apa itu kak. "
"gunakan sistem reload. akau yang akan menyerang terlebih dahulu dan kau akan reload begitupun seterusnya bergantian. "
" em ayo aku mengerti. "
" aku akan menyerang. " erika mulai menembaki musuh bergerak dengan tepat dan lincah melihat pergerakan musuh untuk menentukan tembakan dan juga untuk berlindung.
reload......
Sintia segera maju menyerang musuh sama dengan erika tapi sintia masih sedikit kaku dan kurang tenang tapi itu tidak mempengaruhi aku rasi tembakannya. "
reload.....
kembali lagi erika bergerak menyerang musuh yang ada dalam jangkauan tembaknya sehingga tidak terlalu membuang terlalu banyak peluru.
reload......
reload......
reload.....
sedang tiara kini sudah berada di tempat ke dua puluh satu orang yang merupakan orang orang inti dari pembunuh bayaran. tiara juga tidak langsung tiba di tempat itu tiara masih harus menghabisi beberapa puluh orang di setiap jalan yang di lalui nya.
__ADS_1
" tuan ketua lihat siapa yang datang. "
si ketua segera melihat ke arah orang yang melihat ketempat tiara datang.
" wah gadis kecil ini rupanya. entah cara apa atau kau memiliki kemampuan apa hingga bisa sampai di sini. "
" kalian itu hanya penyakit jadi sangat mudah untuk datang membasmi kalian. "
" ho lihat apa yang di katakan nya dia mengatakan kita penyakit apa dia lupa dia sedang ada di mana. " ucap sang ketua
hahahaha.......... tawa semua orang di dalam tempat itu
" dasar gadis bodoh dia pikir dia hebat bisa melewati para or....... " tidak sempat menyelesaikan kata katanya kepada dan tubuhnya sudah terpisah.
Queen yang mendengarnya menjadi malas segera bergerak sangat cepat memotong leher orang itu agar tidak banyak bicara.
" siapa. "
"sejak kapan. "
" bagai mana bisa. "
" ini. "
" tidak mungkin. "
" kalian semua posisi siap bertarung sepertinya musuh kita bukanlah orang dengan kemampuan manusia. "
semua orang di buat terkejut melihat teman mereka mati begitu cepat tanpa di ketahui musuh menyerang.
" apa kau sedang meremehkan kami gadis kecil. "
" meremehkan. apa kalian tidak lihat atau kalian lupa bagai mana caraku membunuh dia. "ucap Queen tenang mengingatkan 20 orang yang tersisa.
dua puluh orang itu kembali mengingat kejadian beberapa detik sebelumnya. mereka merasa merinding dan sangat waspada.
" ayo kita pasti akan mengalahkannya serang. " ucap sang ketua.
semua orang maju menyisakan ketua di belakang. Queen yang melihatnya menjadi geli karena mereka datang untuk mengantar nyawa mereka.
" majulah. " Queen
segera pertarungan itu pecah tiaras yang terlihat seperti bocah bergerak menyerang menghindar dengan sangat baik. mereka yang merupakan ahli bukanlah masalah besar untuk Queen atasi. tapi karena Queen tidak terlalu buru buru Queen hanya memberikan luka sayatan pada mereka semuanya di area yang tidak berbahaya.
tapi tak lama semua orang pun mulai menjaga jarak dengan Queen yang tampak biasa saja dan tenang. " ayo maju atau kalian ingin satu lawan satu saja. "
" nona. "
" nona. "
" apa kalian sudah selesai membersihkan semuanya. "
__ADS_1
" sudah nona. " erika
" bagus lalu sekarang apa kalian masih ingin bertarung. "
" boleh saja nona. " sintia
" lawan mereka saja. sepertinya mereka begitu takut melawan ku hingga menjaga jarak. "
" siap nona. " sintia dan erika segera berdiri di depan Queen melihat musuh di depan mereka tanpa menunggu lama erika dan sintia menyerang terlebih dahulu.
" kelihatannya mereka bersemangat sekali tiara. "
" *ya sepertinya Queen mungkin mereka akan menjadi senjata pembunuh yang mematikan kedepannya. "
" ya aku rasa begitu. selain han yang berdarah dingin sepertinya dua wanita ini juga. "
" hahaha aku sungguh tak percaya bisa mendapatkan mereka Queen. "
" ya sangat cocok dengan mu yang tidak terduga. "
" hehe itu hanya untuk menarik musuh musuh meremehkan ku saja. "
" ya*. "
kembali pada erika dan sintia yang bertarung keduanya terus memberikan desakan pada musuh. hingga detik ini sudah 3 orang yang mati di tangan mereka.
cepat.. ya untuk ukuran orang biasa dengan keahlian erika dan sintia juga cepat. itu lah yang menjadi kesulitan musuh ketika melawan erika dan sintia sekaligus. tapi seandainya erika atau sintia sudah berhasil melalui set latihan 3 dan terus mengulangnya dari 1 lagi secara rutin mereka akan semakin cepat dan kuat.
50 lawan satu itu tidak masalah karena mereka akan sangat mudah mengalahkan mereka nantinya.
dua puluh menit kemudian 19 orang yang melawan sintia dan erika kini sudah mati hanya menyisakan sang ke tua yang masih duduk tenang meski sudah melihat para orang nya mati.
" nona sudah selesai. " ucap erika
" mereka lumayan memiliki kemampuan untuk di jadikan lawan bertarung nona. " sintia
" bagus ku harap kalian banyak belajar malam ini. sekarang kalian diam di sini saja karena satu orang itu bukanlah sesuatu yang mudah utuk kalian hadapi untuk saat ini. "
" ah baik lah nona. " erika
" benarkah nona apa kita berdua jika bergabung masih belum bisa mengalahkan dia. "
" ya dia bukan seorang petarung biasa dia adalah praktisi beladiri tersembunyi. "
" seperti itu rupanya baik lah nona. " ucap sintia yang sudah terpuaskan dengan rasa penasarannya kepada orang itu setelah mengetahui semua dari tiara.
"apa kalian sudah selesai membicarakan ku. "
" kalian bertiga rupanya memiliki kemampuan beladiri yang hebat juga bisa membunuh dua puluh orang pilihanku tapi itu sudah cukup sampai di sini di tanganku kalian akan mati. kalian sudah mengikuti memaksaku sampai di titik ini. "
" kau terlalu panjang berbicara walau kau memiliki kemampuan tidak biasa bukan lah hal yang sulit untuk ku menghabisi mu. "
__ADS_1
" oh benar kah. hanya kau saja mengapa tidak bertiga saja agar aku lebih mudah membunuh kalian dalam satu serangan. "
" aku saja sudah cukup mereka berdua datang hanya untuk belajar saja jadi belum saatnya melawan mu. "