
erika yang sudah cukup lama pingsan kini mulai sadar kemudian melihat jika dirinya saat ini tengah menimpa han. dan tanpa di sadari tiba tiba saja matanya terpaku pada wajah tampan han dima di sudut bibir han tampak darah yang sudah mulai mengering.
tanpa sadar tangan erika membersihkan darah yang mulai mengering di sudut bibir han. " kau tampak tampan han jika di lihat. aku baru menyadarinya. " gumam erika.
kemudian erika melihat sekitarnya tampak iris yang sedang memangku sintia dan iris sedang tertunduk seperti tak berdaya dan tubuhnya gemetar.
" iris ada apa dengannya apa terjadi sesuatu dengan sintia. " erika akan segera bergerak dari atas tubuh han untuk menghampiri iris tapi sesuatu menahannya untuk bergerak.
" eh han kau sudah sadar. "
" ya baru saja saat kau bergerak. "
" eh aku ingin pergi melihat iris dan sintia. "
" diam lah sebentar tetaplah seperti ini sebentar saja. "
" eh han apa kau baik baik saja. "
" ya aku baik baik saja. " ucap han untuk menyembunyikan kecerobohannya.
"nah lepaskan lah aku lihat sepertinya terjadi sesuatu pada sintia. "
" benarkah. " kemudian han melihat ke arah yang di lihat erika.
" sepertinya benar erika. "
" ya ayo kita segera ke sana. "
" iya tapi berhenti lah membuat gerakan itu kau membangunkan sesuatu di bawah sana. "
" eh...... " erika segera memalingkan wajah dan bergegas menjauh.
tak lama setelah itu han dan erika mulai mendekat dengan saling membantu menopang tubuh satu sama lain agar tidak terjatuh.
" iris apa terjadi sesuatu pada sintia. " erika.
" erika aku aku memukul sintia terlalu keras lihat lah sekarang. " dengan mata bengkak karena menangis melihat ke arah sintia.
erika yang mendengar hal itu melihat ke arah han yang sedang memeriksa nafas sintia dengan jarinya. han yang di lihat seperti itu oleh erika memberikan kode dengan menggelengkan kepala menandakan jika sintia tidak bernafas lagi.
" iris bagai mana kau begitu tega membunuh erika. "
" aku aku tidak membunuhnya erika sungguh. aku tidak sengaja memukulnya terlalu keras tadi. "
" itu bukan sebuah alasan iris kau keterlaluan iris kau benar benar keterlaluan. "
" aku benar...... "
bhuk...... sebuah pukulan mendarat di pipi kanan iris membuatnya sedikit terhempas mengikuti arah pukulan itu.
" erika apa yang kau lakukan. " han
" diam han dia lelaki bajingan berani sekali membunuh sintia. "
" tapi erika. " han
buk..... buk..... buk....
__ADS_1
kini iris benar benar di hajar habis habisan oleh erika. iris juga tak menghindari ataupun melawan iris membiarkan dirinya di pukuli oleh erika.
dilain sisi di mana saat ini tiara sedang mengebut sangat mengebut dalam mengemudikan mobil.
" nona ada apa mengapa kita sangat mengebut. "
" ada sesuatu yang buruk terjadi jika aku terlambat ini akan menjadi penyesalan yang berkepanjangan. "
" benarkah nona.....
apa sangat genting masalah itu nona... "
" ya. "
tak butuh waktu yang lama mobil yang mang melaju sangat cepat segera tiba di rumah tiara segera keluar dari mobil di ikuti hana yang keluar melihat tiara sudah berlari ke dalam rumah.
tiara sudah sampai di halaman belakang segera meminta hana yang juga baru saja tiba di belakangnya untuk menghentikan erika yang sedang memukul habis habisan iris.
" hana hentikan erika aku akan menolong sintia. "
" baik nona. "
hana segera berlari ke arah erika yang sedang memukuli iris habis habisan sedang tiara segera pergi ke arah sintia.
" han cepat bantu iris. "
" eh nona. baik nona. "
disisi lain hana berusaha menghentikan erika.
" kak erika berhentilah. "
" jangan kak ayo berhentilah. "
" lepaskan hana. "
" tidak kak. "
" bajingan kau iris tunggulah kau akan mati. "
hana yang sudah menahan erika tapi erika masih terus saja berontak. akhirnya hana menampar erika dengan keras hingga membuat erika tersungkur.
plaaaaaakkkkkkk.......
" kak erika berhenti dan dengarkan aku lihatlah nona sudah menangani kak sintia jadi berhenti dan tenanglah kendalikan emosimu. "
" nona.... nona selamatkan sintia aku aku benar benar tidak sengaja nona tolong lah. "
" hana bawa sintia ke kamarnya sekarang. " ucap tiara mengabaikan iris.
" baik nona. " segera hana berlari ke arah tiara kemudian menggendong sintia ala tuan putri. hana melakukan itu seperti tanpa beban seakan sintia seperti kapas.
" kalian bertiga obati diri kalian terlebih dahulu setelah aku selesai dengan sintia aku akan menemui kalian. " ucap tiara kemudian pergi tanpa menunggu jawaban dari ketiganya menyusul hana yang sudah hilang dari pa dangan.
" iris kau baik baik saja. sudah nona sudah datang maka semuanya akan baik baik saja. " ucap han.
" erika tenanglah sintia pasti baik baik saja. " ucap han.
__ADS_1
" ayo kita masuk terlebih dahulu ikuti kata nona jangan buat nona marah hanya karena masalah kecil. " ucap han
" iris maafkan aku karena lepas kendali. " ucap erika.
" tidak masalah erika bahkan jika tadi dirimu membunuhku aku akan sangat berterima kasih karena itu. "
" sudah jangan bahas lagi ayo masuk sekarang saja. "
" em. " ucap iris dan erika sama.
di dalam kamar milik sintia tiara segera mengeluarkan jarum mas miliknya. "
" hana kunci pintunya kemudian lepaskan semua pakaian di tubuh sintia. "
" baik nona. "
segera hana melakukan semua yang di perintahkan tiara dengan sangat cepat. karena melihat tiara yang sudah begitu serius itu menandakan jika keadaan sangat gawat sekarang jadi tidak alasan untuk santai santai bagi hana.
tiara segera melakukan akupuntur setelah hana melepaskan seluruh pakaian dari sintia
hampir lima belas menit puluhan jarum sudah menancap di tubuh sintia. kemudian tiara segera menyalurkan energi kedalam tubuh sintia melalui jarum jarum yang sudah tertancap di tubuh sintia.
lama sekitar tiga puluh menit akhirnya tiara menyelesaikan penobatannya semua jarum di tubuh sintia mulai di cabut satu persatu.
" nona apa sudah selesai. "
" sudah hana tolong tutupi tubuh sintia dengan selimut. "
" baik nona. " ucap hana.
" nona bagai mana ke adaan kak sintia.
" dia sudah baik, untung saja tidak kita tidak telak jika saja kita telat tadi aku bisa jamin sintia akan mati sekarang. "
" syukurlah jika kak sintia sudah baik. aku sudah sempat khawatir dan berpikir hal buruk tadi. "
" sudah biarkan dia istirahat dulu ayo kita keluar kita temui yang lainnya. sepertinya mereka juga terluka juga. "
" baik nona. " hana segera membukakan pintu untuk tiara
tiara segera keluar dari kamar sintia di ikuti hana di belakangnya. setelah keluar tiara segera menuju ketempat erika, han, dan iris berada sekarang.
" nona. " ucap ketiganya ketika melihat tiara datang.
" sudah duduk lah. " ucap tiara kemudian duduk juga di kursi bersama ketiganya.
" bagai mana ke adaan kalian sekarang. "
" kami baik baik baik saja nona. "
" bagus. "
" nona bagai mana dengan sintia apa dia baik baik baik saja. " ucap iris yang tampak sangat khawatir.
" ya dia sudah baik baik saja sekarang, untung saja aku tidak terlambat tadi. jadi tenanglah sekarang. "
" ah syukurlah jika sudah baik baik saja. " ucap iris di ikuti yang lainnya yang juga merasa bersyukur karena sintia baik baik saja.
__ADS_1
" kalian sangat baik dalam berlatih aku suka itu ke depannya kalian akan sering melakukannya. "
" baik nona kami mengerti. "