Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 56


__ADS_3

tiara yang sudah melihat lelaki itu sudah pergi segera menghampiri wanita itu kemudian membantunya berdiri lalu membawanya duduk bersama.


" bagai mana keadaanmu apa masih baik. " menyerahkan tisu


" ya aku masih baik Terima kasih sudah membantu ku. "


" ya tak masalah. apakah tadi itu kekasihmu. "


" ya dia kekasihku. "


" lalu mengapa dia memaki-maki mu dan memukulmu. "


" itu.... "


" tak apa jika tak ingin bercerita. "


" bukan bukan begitu. dia memintaku menemani temannya tidur semalam di hotel aku menolaknya jadi dia sangat marah padaku dan terjadi alah hingga dirimu datang. "


" lalu mengapa tidak dirimu tinggalkan saja lelaki itu. "


" tidak bisa dia adalah anak dari seorang Gengster jika aku pergi pasti mereka akan mencari ku ibu dan adik ku. oh ya cepat lah pergi pasti dia akan kembali dengan membawa orang orangnya. "


" sudah tak apa biarkan saja mereka datang." ucap tiara tenang.


" han belilah 2 minuman hangat. "


" baik nona. "


" sudah tenang lah tak apa tak perlu khawatir. "


" tapi ini benar benar bahaya untuk mu. "


" tak apa aku tidak takut. sekarang aku tanya padamu apa dirimu sudah melakukan itu dengan lelaki itu. "


" itu... ya. "


" hah apa karena dia mengancam mu. "


" ya. "


" hah. "


tiara dan wanita itu terus mengobrol tiara yang pada dasarnya bukan pendiam bisa membawa obrolan ke arah mana pun.


cukup lama mengobrol dan minuman yang di beli han juga sudah habis tiara memutuskan mengantar wanita itu untuk pulang.


" ayo biar ku antar pulang saja rumahmu cukup jauh untuk pulang sendiri di malam hari. " paksa tiara


" baik lah aku mau. "


" begitu lebih baik. "


segera saja tiara, han, dan wanita itu meninggalkan danau itu untuk pulang mengantar si wanita.


diperjalanan menuju rumah si wanita han yang selalu melihat spion merasa aneh karena dari belakang mobilnya banyak mobil dan motor motor besar mengikutinya.


han yang berusaha tidak memperdulikannya akhirnya memutuskan untuk bertanya pada tiara apa yang harus dilakukannya.


" nona sepertinya mobil kita di ikuti. "


" biarkan saja terus jalan selama mereka tidak memberhentikan kita teruslah jalan. "


" aku mengerti nona. "

__ADS_1


si wanita mulai gelisah dia terus meremas tangannya hatinya terus merasa ini tidak akan baik.


" kalian pergi saja turunkan saja aku di sini biar aku saja yang menghadapi mereka. "


" sudah biarkan saja mereka bukan siapa siapa bagiku. "


" tapi ini bahaya untuk kalian. "


" tenang tenang aku sudah memutuskan jadi semuanya sudah aku perkirakan. "


" tapi...... "


mabil terus melaju dan yang mengikuti masih terus saja mengikuti malah jarak mereka semakin mendekat. tiara mulai membuat suasana seakan nyaman dan mengantuk yang di arahkan pada si wanita.


tak butuh waktu lama untuk wanita itu tertidur dengan lelap. sedangkan mobil masih melaju tidak ada tanda tanda akan di stop oleh mobil yang mengikuti di belakang.


hingga cukup jauh dari keramaian lebih tepatnya di jembatan yang cukup minim penerangan mobil yang mengikuti melaju kencang kemudian berhenti tiba tiba di depan mobil tiara.


han yang sudah di beri tahu tiara sudah mengurangi kecepatan kemudian mengerem perlahan. tiara juga sudah mengsugesti si wanita agar tidak terbangun sampai tiba di rumahnya.


" nona apa kita keluar sekarang. "


" tidak tunggu mereka mempersilahkan kita keluar. "


" baik lah nona. "


tak lama orang dari mobil yang memberhentikan mobil tiara keluar, rupanya orang itu adalah lelaki yang han tendang dan tampar beserta seorang paruh baya yang terlihat menyeramkan dari raut wajahnya.


" hoy kalian yang di dalam keluarlah sekarang. " teriak paruh baya itu dengan suaranya begitu berat


di ikuti tiara dan han keluar dari mobil sesuai dengan apa yang di katakan paruh baya itu.


" ya ada apa apa kalian ada perlu dengan kami. "


" apa masalahmu memukul anak ku apa kau tidak tau akan berakibat apa jika kau berani memukul anak ku. "


" masalahku dia ingin memukul nona ku jadi sebelum itu terjadi aku pukul dia dulu apa itu salah. tidak aku tidak mengenal kalian apa perlu mengenal kalian hanya untuk memukul anak ingusan itu. " ucap han dengan kata kata yang meremehkan.


" sialan apa kau ingin mati hah, sekarang tampar dirimu sendiri sepuluh kali lalu bersujud lah di kaki anakku kau bisa pergi setelah itu. "


" kebanyakan orang yang membicarakan kematian dia lah yang mati. aku tidak mau bersujud padanya. "


" oh kalian memilih mati rupanya. "


" entah lah itu dirimu yang mengatakan. "


" sialan mulutmu begitu pedas berbicara. sekarang aku beri satu kali kesempatan lakukan apa yang aku katakan tadi atau kalian akan menyesalinya. "


" apa kau hanya membual saja aku malas nona ku sudah ingin pergi dari sini karena kalian bau ikan asin. "


" bajingan tengik matilah kalian semua. " ucap paruh baya itu sedangkan si anaknya tersenyum bahagia.


" kalian habis orang ini dan sisakan wanitanya untuk menghangatkan ranjang kita. "


" siapa bos.


Segera gerombolan orang yang tidak bisa di pastikan jumlahnya yang sudah siap sedari tadi mulai bergerak menyerang ke ara tiara dan han


" han ayo bermain kucing dan harimau. "


" permainan seperti apa itu nona. "


" aku jadi kucingnya kau yang jadi harimau nya. "

__ADS_1


" oh baik nona harimau sudah mulai lapar. "


segera pertarungan pecah tiara sebagai pelumpuh han sebagai penyelesaian.


seperti biasanya tiara selalu lincah dan cepat wajahnya yang terlihat seperti anak anak dan begitu lugu benar benar menipu musuhnya untuk meremehkan tiara.


" *oh rupanya kau yang pertama kemari dan matilah


kau yang kedua makan kau juga mati


ke tiga susul lah yang sudah mati


keempat.......


kelima......


keenam.....


ketujuh.......


kedelapan....


" nona dirimu begitu cepat atau harimau ini yang lambat atau buruannya yang lemah. "


sembilan....... sepuluh....... sebelas...... dua belas.... tiga belas.


" sepertinya mangsa kita yang terlalu lemah kali ini han mereka terlalu bodoh. "


dua puluh...... dua puluh dua...... dua puluh tiga.


" aku rasa benar nona mereka terlalu lemah*. "


dua puluh tujuh....... dua puluh delapan...... dua puluh sembilan...... "


" *ini yang terakhir han. "


" aku terima dengan senang hati nona*. "


" tinggal dua orang di sana bagai mana kita ingin membunuh mereka han. "


" bagai mana jika dikuliti saja nona. "


" itu kejam tapi lama han. "


" bagai mana jika di potong kecil kecil saja nona. "


" saran yang bagus tapi aku tidak suka. "


" em bagai mana jika kita potong saja leher mereka nona. "


" boleh cobalah lakukan pada anak itu. "


" akan aku kerjakan nona. "


dua orang itu sendiri yang mendengar merinding dan ketakutan belum lagi melihat aksi pembantaian yang di lakukan tiara dan han sudah membuat mereka ingin kencing di celana.


" ampun ampuni kami kami salah ampun jangan bunuh kami. "


" lah tadi kalian membicarakan kematian sekarang kalian memohon ampun. mengapa ludah yang sudah kalian ludahkan malah di telan kembali. "


" maaf kami tidak sadar dengan kemampuan diri kami sombong maaf. "


" nona bagai mana. "

__ADS_1


" ya kau bisa minta mereka melompat saja jika tidak ingin mati di tangan mu han. "


__ADS_2