
" nona sudah datang rupanya silahkan silahkan duduk uangnya sudah aku Terima dan sudah siap aku transfer aku juga sudah memotong sepuluh persen seperti perjanjian di awal. "
" ya. paman bisa langsung saja transfer uangnya. " tiara menyerahkan ponselnya. "
" baik baik nona. " segera melakukan transfer.
" sudah nona silahkan di periksa. "
" ya sudah tepat terimakasih. "
" ah harusnya aku yang berterimakasih padamu nona karena telah mempercayakan batu milik nona pada kami. "
" ya itu bukan lah hal besar. ya sudah jika tidak ada lagi aku akan undur diri karena memiliki sesuatu yang harus ku urus. "
" baik baik silahkan nona, jangan sungkan untuk kembali lagi nona untuk menjual batu milik nona pada kami. "
" ya aku akan kembali lagi jika ada waktu. "
" baik. mari biar ku antar sampai pintu nona. "
" tidak perlu aku tidak ingin orang memperhatikan ku karena perlakuan mu padaku. "
" ah ya benar juga nona. "
setelah itu tiara pergi meninggalkan rumah lelang bersama han, kini tiara dan han menuju tempat penjualan batu lebih tepatnya ke tempat paman di mana tiara mendapatkan batunya.
" oh gadis kecil dirimu kembali lagi rupanya apa dirimu ingin memotong batu yang kemarin. "
" ah tidak paman aku kemari untuk membagi hasil dari batu yang kemarin aku beli dari paman. "
" oh tidak perlu gadis kecil. batu itu sudah di beli oleh mu maka semuanya milikmu. "
" ayo lah paman aku menginginkannya jangan menolak. "
" tapi... "
" Terima saja tuan nona ku akan sedih jika dirimu menolaknya. " han
" ah baik lah jika seperti itu. "
segera setelah itu tiara mentransfer 10 M. kepada akun bank paman itu.
" sudah paman kuharap itu tidak terlalu sedikit untuk paman. "
" ya aku menerima berapa pun pemberianmu gadis kecil. " paman itu masih tidak melihat ponselnya karena masih ada tiara di sana.
" ya sudah paman aku kembali dahulu. oh ya paman semua batu yang di meja paman ini kualitasnya kurang baik.
lebih baik paman menjual kelima batu yang ada di dalam keranjang paman saja aku jamin paman akan beruntung. "
" ah benarkah gadis kecil. "
__ADS_1
" tentu saja paman orang di belakangku ini seorang ahli yang baik paman bisa memotong semua batu yang ada di meja paman ini jika tidak percaya. aku akan bertanggung jawab jika aku berbohong. "
" ah tidak tidak perlu aku percaya padamu gadis kecil. "
" jika begitu cobalah potong satu batu yang di keranjang paman itu. "
" tapi. "
" ayo lah paman. "
" hmm ya baik lah. "
segera paman itu mengambil pemotong dan segera memotong salah satu batu yang ada di keranjang miliknya. ketika di potong alangkah terkejutnya si paman itu karena benar yang di katakan tiara batu yang di potong nya merupakan giok merah api yang juga langka.
" ini ini ini sungguh luar biasa. " ucap paman itu hingga mengundang semua orang untuk melihat ke arahnya
" gadis kecil terimakasih karena..... " tiara sudah tidak ada di tempatnya.
"eh kemana perginya gadis kecil. "
" hey ada apa denganmu. " ucap orang di lapak sebelah.
" lihat lah aku memiliki batu langka batu giok merah api dan aku memiliki lima. "
" apa apa kau bercanda mana mungkin. "
" lihat lah sendiri jika kau tak berdaya. "
karena penasaran orang orang berbondong bondong melihat ketempat paman itu. tak lama mulai lah terjadi penawaran di tempat itu untuk membeli batu yang di miliki paman itu.
" nona kemana kita akan pergi. "
" jalan lah dulu aku masih memikirkannya. "
" baik nona. "
tiara sedang berpikir kemana lagi dirinya harus pergi. jika pulang dirinya sungguh tak bisa melakukan apapun. "
di mobil lainnya tuan muda yang masih belum di ketahui nama dan asalnya sedang membicarakan sesuatu bersama asisten nya.
" maafkan aku tuan muda manajer dari rumah lelang itu begitu sulit di hadapi. dia tetap tidak mau memberikan informasi tentang siapa pemilik dari dua batu itu. "
" benarkah apa kau sudah mencoba berbagai cara. "
" sudah tuan bahkan aku akan membelinya dengan harga yang sama dengan batu. "
" tapi manajer itu tetap tidak buka mulut tentang siapa pemilik batu itu. mereka begitu profesional tuan muda. "
" hah ya sudah lupakan saja bawa satu batu ini ke tempat penempaan yang kita miliki dan mintalah seseorang untuk mengolahnya kemudian jadikan taruhlah di toko perhiasan kita dan yang satu akan ku berikan pada sat ulang tahun kakek. "
" baik tuan muda aku mengerti. "
__ADS_1
" Oh ya apa masih tidak ada kabar mengenai kak Arya. "
" tidak ada tuan muda semenjak tuan muda Arya ingin di jodohkan kabarnya pun menghilang. perusahaan yang di kelolanya juga di pasrahkan pada asistennya. "
" hah kakek memang keterlaluan jika sudah keinginannya maka itu lah yang harus terjadi. hingga membuat kak Arya hilang tanpa jejak.
"
" tapi aku mendapat informasi jika tuan Arya merupakan target pembunuhan dari berbagai kelompok karena kehebatannya dalam bisnis. "
" hah itulah susahnya hidup di dunia ini jika sukses menjadi target pembunuhan jika tak memiliki apa apa jadi bahan permainan. "
" benar sekali tuan muda maka dari itu lebih baik tuan muda arlan harus berhati hati karena saat ini tuan muda sedang menaiki puncak karir tuan di bidang perhiasan. "
" ya aku mengerti. "
" dan untung saja tuan muda memiliki kemampuan beladiri. sedikit banyak masih bisa melindungi diri. berbeda dengan tuan muda Arya yang sejak kecil memang didik tentang bisnis oleh tuan besar hingga tak bisa melakukan banyak hal.
" ya kau benar juga kak Arya memang selalu didik dengan keras oleh kakek dalam bidang bisnis. hingga membuat wataknya menjadi dingin dan keras kepala tidak bersosialisasi jika tidak penting. "
" hah benar sekali tuan muda. "
di mobil tiara masih belum menemukan tujuan ingin pergi kemana hingga tiara berbicara.
" han belok lah ke kanan. "
" baik nona, tapi kita akan ke mana nona apa nona ingin ke kota sebelah. "
" jalan lah han mungkin sebentar lagi akan ada yang menarik. "
" ah baik lah nona. " han jadi merasa bersalah karena bertanya pada tiara
akhirnya mobil melaju dijalan yang menghubungkan kota suzan dengan beberapa kota lainnya. han sendiri masih diliputi rasa bersalah karena bertanya hal yang sebenarnya tak perlu di tanyakan.
lama berjalan mobil yang di kemudikan oleh han kini tiba di suatu jalan yang di mana di kejauhan seperti terlihat sebuah pertarungan.
tiara yang memejamkan matanya kini membuka kembali matanya dan tersenyum.
" lihat kan han kita pasti bertemu dengan hal yang menarik. "
" apa maksud nona pertarungan yang terjadi di depan sana. "
" ya tentu saja, bukankah itu menarik han. "
" ya ya menarik nona, lalu apa kita akan bergabung nona. "
" tentu saja han kita akan bergabung. "
" hahaha aku suka ini aku suka ayo nona biar aku arahkan mobil ini pada mereka. "
" berangkat..... "
__ADS_1
tak butuh waktu lama untuk mobil tiara tiba di lokasi. han sengaja memberhentikan mobilnya di jarak 10 meter. kemudian tiara dan han keluar tiara duduk di bagian depan mobil han berdiri di samping mobil sembari menyulut rokok di mulutnya.
" wooooiiii..... apa kalian tidak butuh tambahan orang. untuk di pukuli mengapa hanya dua orang saja. " ucap han sedikit berteriak sedangkan tiara duduk dengan tenang mulutnya bersenandung dengan wajah riang yang lucu mempertegas wajah polos dan lugunya.