
" airin sayang. " panggil tiara
" iya ma ada apa. " jawab airin yang sedang membaca buku.
" tolong segera hubungi daddy, mama sepertinya akan melahirkan dedek bayi. " ujar tiara.
" eh... mama mau melahirkan baiklah airin akan segera hubungi daddy. "
segera setelah itu airin menghubungi tristan.
" dady ada di mana sekarang. " tanya airin setelah panggilan tersambung.
" airin daddy dalam perjalanan pulang sayang ada apa.... " jawab tristan sedikit terkejut karena berpikir tiara yang menghubunginya.
" cepatlah kembali daddy mama mau melahirkan..... " ujar airin memberitahukan.
" apa....
baik daddy akan secepatnya untuk sampai di rumah. " ucap tristan yang lebih terkejut ketika mendengar tentang tiara yang akan melahirkan.
10 menit kemudian tristan tiba di rumah. tristan segera memasuki rumah berlari ke arah kamar dimana tiara berada.
" sayang apa aku masih sempat. " ucap tristan segera setelah membuka pintu kamar.
" masih, cepat lah...... " ucap tiara sudah berkeringat.
" em.... " tristan segera mengecup kening tiara. " kamu kuat. " tambah tristan kemudian menggendong tiara.
" airin ayo ikut. jangan lupa hubungi nenek. " ujar tristan tidak melupakan airin.
" em..... baik daddy. "jawab airin segera mengikuti tristan keluar menuju mobil
di dalam mobil tiara terus mengatur nafasnya, bagi seorang yang memiliki keahlian medis seperti tiara dia tau cara untuk menghadapi situasi seperti saat ini.
" ma..... apa mama baik baik saja.....?? " tanya airin.
" mama baik baik saja sayang ini bukan masalah untuk mama. " jawab ramah tiara
" airin tau mama memang hebat...!!!!
ma.... boleh kah airin berbicara dengan dedek bayi. " tanya airin.
" boleh sayang lakukanlah. " jawab tiara tersenyum.
airin menyentuh perut tiara dengan tangannya perasaan sejuk dan hangat dapat di rasakan langsung oleh tiara.
airin mengusap lembut perut tiara beberapa patah kata keluar dari mulutnya seperti seorang kakak pada adiknya.
tristan dan tiara yang mendengar pembicaraan airin di buat berpikir apakah airin ini masih anak usia 5 tahun.
apa lagi tristan yang mengingat jelas kejadian saat terakhir kali saat airin membantai musuh tanpa berbicara.
__ADS_1
"jika dunia tau tentang airin dan tiara aku yakin mereka akan melakukan segala cara untuk menarik keduanya agar mau ikut dengan alasan sebagai membela negara tau apa saja lah itu. keduanya sangat cocok menjadi mesin pembunuh. tidak bersuara, tidak meninggalkan jejak, selalu berhasil, musuh di pastikan mati.
betapa beruntungnya aku menjadi suami dan ayah dari dua orang ini jika saja aku menjadi musuh mereka pasti aku akan menjadi bubur. " ujar hati tristan di dalam hatinya
singkatnya kini tiara sudah dalam proses melahirkan tristan sedang berdiri di samping tiara.
proses melahirkan terjadi seperti pada umumnya tidak ada yang berbeda, tapi karena pada dasarnya tiara yang memiliki keterampilan medis jadi tiara tau apa yang harus di lakukan.
hingga tidak membutuhkan waktu yang lama pada akhirnya seorang anak berwajah tampan telah lahir ke dunia ini. tristan tampak bersuka cita tristan segera memeluk tiara yang sedang mengatur nafasnya.
" sayang anak kita sudah lahir. Terima kasih terimakasih. " ujar tristan tampak begitu bahagia
" emm.... apa dirimu begitu bahagia sayang..... " tanya tiara.
" aku sangat bahagia. sungguh aku terlalu bahagia. " jawab tristan.
" permisi tuan dan nyonya silahkan ini anaknya dia seorang lelaki yang tampan sama seperti ayahnya. " ujar seorang dokter wanita yang membantu proses kelahiran tiara.
" terimakasih dokter. mulai hari ini jika keluargamu memiliki kesulitan apa pun makan jangan pernah sungkan untuk datang pada kami. " ujar tristan
" tuan terlalu berlebihan ini adalah tugas saya sebagai dokter. jadi tidak perlu merasa ada hutang. " ujar sang dokter.
" tidak ini sebagai ungkapan terimakasih ku dan juga aku merasa bahagia. " ujar tristan.
" sudah dok suamiku ini memang seperti itu jadi dokter bisa Terima saja jangan menolaknya karena itu bisa membuat kami kecewa. " ujar tiara ramah.
" eh.... baik lah nona jika seperti itu aku menerimanya. " jawab dokter itu.
setelah beberapa saat tiara segera menghubungi iris.
" iris.. bantu aku. "
" oh baik nona katakan saja iris selalu siap. "
" lacak seorang dokter yang membantu proses kelahiranku saat ini dan.. ... "
" apa nona dirimu melahirkan....
aih mengapa aku tidak mendapatkan kabar.... "
" iris kau berani memotong pembicaraan ku. "
" eh maaf maaf nona aku terkejut saja. "
" cari dokter yang membantu proses kelahiranku kemudian setelah ketemu transfer uang padanya sebanyak 10 tahun gajinya. apa kau mengerti iris.
" baik nona aku mengerti serahkan saja padaku. "
" bagus. "
panggilan pun terputus setelahnya
__ADS_1
" bagai mana sayang. " tanya tristan yang tampak menggendong seorang anak bayi.
" sudah sayang. " jawab tiara.
" lihat sayang anak kita ini sangat tampan aku sampai bingung harus memberikan nama seperti apa padanya. " ujar tristan tidak menemukan nama yang cocok.
" emm... entah apakah nama ini akan cocok.
DEVANO ARIEL KING. anak ini akan menjadi seorang yang gagah, tampan, dan menjadi seorang pemimpin yang baik. " ujar tiara.
" aku suka.
kita berikan nama itu saja.
oke sayang namamu devano ariel king. jadi apa kamu suka sayang. " ujar tristan.
hari itu kebahagiaan mereka bertambah dengan ke hadiran buah hati kecil mereka bahkan airin tampak begitu antusias.
...****************...
waktu terus berlalu kebahagian keluarga tiara semakin baik saja. devano tumbuh menjadi seorang yang tampan dan gagah devano juga tidak sekolah karena pihak sekolah tidak sanggup menghadapi kecerdasan dan kepintaran devano.
saat ini usia devano sudah 11 tahun hari harinya di lalui dengan membaca buku dan program dua hal itu saja yang di sukai devano.
devano juga tidak kalah hebatnya dengan airin dimana kemampuan bertarung devano bisa berimbang dengan airin walau di usia mereka yang masih terpaut jauh. tapi devano tidak mendalami dunia medis karena hari harinya di habiskan dengan program.
" kak aku ingin jalan jalan... kita jalan yuk..... " ujar vano pada airin.
" mau jalan ke mana vano.... " jawab airin.
" kemana saja kak aku sedikit bosan di rumah mungkin di jalan kita bisa menemui kesenangan. " ujar vano yang memang sangat dekat dengan airin.
" oke kita jalan aku juga mulai sedikit bosan jika hanya di rumah saja. " ujar airin
" oke kak. " ujar vano
keduanya segera berlalu untuk menemui tiara meminta izin untuk keluar. mereka menjadi anak anak yang patuh dan hormat pada tiara jadi sekali tiara mengatakan tidak maka mereka tidak akan membantah lagi.
berbeda halnya dengan tristan airin akan bersikap manja seperti bukan selayaknya anak dan ayah. sedangkan devano hanya sebatas ayah dan anak saja.
" mama sayang ujar airin. " ketika melihat tiara yang sedang sibuk di dapur.
" airin... vano.... ada apa sayang. " jawab tiara walau di usianya yang tidak muda lagi tapi wajah dan kecantikannya sama dengan airin terkadang jika mereka keluar bersama orang menyangkal mereka adalah kakak beradik.
" ma.... kita mau keluar untuk jalan jalan.... " ujar vano.
" benar ma bosan sekali jika seharian hanya di rumah saja. " airinmenambahkan.
" ya sudah jika kalian ingin keluar. jangan terlalu lama dan lekaslah kembali karena waktu makan malam akan segera tiba. " ujar tiara.
" oke ma.... " jawab keduanya
__ADS_1