Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
170. pembalasan


__ADS_3


saat hari menjelang malam tiara yang sudah terbangun menikmati minuman di Koridor kamar. sedangkan tristan masih terbaring di kasur dengan selimut hangat menutupi tubuhnya.


tristan yang mulai sadar dari tidurnya tidak merasakan keberadaan tiara segera melihat sekitarnya dan akhirnya menemukan tiara yang sedang menikmati minuman di Koridor kamar. tristan segera mengenakan handuk kemudian menghampiri tiara.


kemudian tiara merasakan sesuatu melingkar di tubuhnya dan mendekap tubuhnya dalam kehangatan kecupan lembut jatuh di pipinya kemudian sebuah dagu bersandar di bahunya.


" tristan sudah bangun. "


" ya. "


" mengapa tidak terus tidur saja. " tanya tiara


" dingin. " jawab tristan


" dingin. " bingung tiara mengulangi ucapan tristan.


" ya dingin karena dirimu sudah tidak ada di sana bersamaku. "


" tristan..... "


" tiara.....


apa dirimu bahagia bersamaku. "


" ya...


siapapun akan bahagia jika memilikimu. " jawab tiara.


" tiara..... "


" ya. "


" apa dirimu ikut denganku menemui mama ku. " tanya tristan.


" ya aku mau bagai mana pun sekarang mereka sudah menjadi mamaku juga. "


" em...... . " jawab tristan kemudian masuk kembali dalam mode aktif.


" tristan berhenti melakukan itu. " ucap tiara yang sudah mulai gelisah dengan permainan tristan.


tapi tristan tak peduli dan terus melakukannya hingga tiga bintik merah tercetak di leher tiara. kemudian tristan menggendong tiara tiara melingkarkan tangannya di leher tristan tatapan matanya sudah satu menandakan jika dirinya sudah tenggelam dalam permainan tristan.


tristan kemudian meletakkan tiara di kasur kemudian menindihnya.


" boleh aku melakukannya. " tanya tristan.


" lakukan.... aku milikmu. " jawab tiara


tristan segera berubah menjadi serigala berbulu putih menerkam mangsanya dengan cara lembut tapi mematikan.


kembali lagi pergulatan hebat antar dua insan terjadi lampu yang redup serta angin yang sejuk membuat keduanya semakin berpacu.


pagi hari keduanya baru saja bangun tristan mengecup lembut tiara. tiara hanya tersenyum dengan perlakuan tristan padanya.


" mau mandi bersama sayang. "


" tidak aku yakin dirimu akan memakan ku nantinya. "


" hahaha. kini dirimu adalah canduku. " ucap tristan mengunci tiara.


" tristan berhentilah dirimu sudah melakukan nya sebanyak 4 kali dan tubuhku sangat lelah jadi ku mohon. "


" ah sayang sekali jika begitu. baiklah istirahat saja untuk hari ini karena aku juga harus keluar mengurus sesuatu. " ucap tristan melepaskan kuncian itu kemudian beranjak pergi ke kamar mandi.


" tristan..... " panggil tiara.


" ya.... " jawab tristan berhenti untuk pergi ke kamar mandi dann berbalik menghadap tiara

__ADS_1


" boleh aku keluar bersama hana hari ini. " tanya tiara dengan penuh senyuman.


" kemana. " tanya tristan.


" entah lah hana ingin menunjukkan sesuatu padaku katanya. " ucap tiara tidak mengatakan tujuannya kerena tiara ingin menjadi manusia biasa saat bersama tristan jika tidak ada yang memaksa dirinya untuk menjadi absolute


" bawalah blue dan black untuk menemani kalian. " ucap tristan kemudian pergi kembali ke arah kamar mandi.


" em aku rasa tidak perlu tristan. " jawab tiara merasa keberatan.


" jika begitu dirimu tak boleh keluar bersama hana. " ucap tristan kemudian mendekat dan duduk kembali di tepi tempat tidur.


" hah ya baik lah jika begitu. "


lalu dirimu akan pergi dengan siapa. " ucap tiara juga mendekat kemudian memeluk manja tristan


" red. "


" siapa red. " tiara penasaran


" dia orang ku dan dia merupakan pemimpin dari semua orang ku. " jelas tristan


" oh.. lalu apa setiap orang mu itu memiliki nama dengan warna. " tanya tiara karena merasa aneh dan unik sja


" ya. "


" apa ada alasan. "


" tidak ada alasan. hanya untuk mempermudah saja. " jawab tristan


" oh. "


" ya sudah aku akan ke kamar mandi sekarang. "


" ya. " ucap tiara dengan senyuman, kemudian tristan mengecup lama kening tiara setelah itu pergi.


" apa itu red. " tanya tiara.


" ya di red. " jawab tristan " red kemari lah. "



" ya tuan aku di sini. " ucap red.


" ini adalah istriku. " ucap tristan memperkenalkan tiara.


" salam nona namaku red kapanpun nona butuh aku siap. "


" ya salam. " ucap tiara.


" selain ahli beladiri rupanya dia seorang praktisi beladiri juga sepertinya dia mendalami kekuatan pukulan dalam beladiri nya dan juga kecepatan mata. menarik aku akan meminta hana untuk mengetes nya nanti. "


" ya sudah aku harus pergi sekarang hati hatilah nanti. " ucap tristan pada tiara. "


" em.... tentu. "


" kalian berdua ingat. " ucap tristan pada blue dan black.


" baik tuan muda kami ingat. "


" em.....


red ayo. " ucap tristan


" baik tuan. "


setelah kepergian tristan tak lama sosok hana muncul begitu saja mengejutkan blue dan black.


" kau kau kau datang lagi." ucap black sedikit takut mengingat kejadian kemarin mereka di buat pingsan dengan cara yang tak diketahui.

__ADS_1


" apa nona ada. " tanya hana tak memperdulikan apa yang di katakan dua orang di depannya


" ada nona ada. " ucap blue.


tak lama tiara keluar.


" oh hana sudah datang rupanya ayo langsung berangkat saja. "


" baik nona.


tapi apa mereka berdua masih ikut. "


" ya mereka ikut itu sudah perintah tristan jadi jangan mempersulit mereka. "


" terimakasih nona nona sangat baik. " ucap blue dan black.


" ya ayo kita berangkat saja. "


mereka pun berangkat sesuai dengan arahan dari hana tentang di mana lokasi hana menahan cucu keluarga thomson dan thomson itu sendiri.


lama berkendara akhirnya mereka tiba di rumah yang sepertinya sudah sangat lama ditinggalkan pemiliknya.



nb. hanya ilustrasi saja tidak ada unsur kesengajaan jika ada yang sama atau menyinggung pihak lain mohon maaf.


hana segera membawa masuk tiara, blue dan black ke dalam terlihat di sana ada dua orang yang sedang terikat di kursi hanaya dalam ke adaan memakai dalaman saja.


blue dan black terkejut karena mereka tau siapa dua orang ini. terlebih lagi saat melihat tubuh aduhai clara yang hanya mengenakan dalaman saja membuat keduanya bereaksi bagai mana pun keduanya lelaki normal.


" apa kalian tertarik untuk menikmatinya. " tanya tiara yang tau blue dan black sudah seperti an.....ng kelaparan.


" eh tidak nona. " ucap blue


" apa kalian yakin kalian boleh melakukannya karena sebentar lagi dia akan mati. akun tidak akan melakukan apa pun pada kalian. " ucap tiara.


" itu.... tidak nona kami bisa mencari yang lainnya saja. " black.


" apa kalian yakin ku berikan kesempatan untuk berpikir bagai mana. " ucap tiara kemudian mendekat dan melakukan gerakan cepat tiga jarum sudah menancap di tubuh clara.


" bangunkan mereka. " ucap tiara pada hana.


hana segera menyiram keduanya dengan air membuat keduanya sadar dari pingsannya.


" siapa kalian. " ucap thomson terkejut. kemudian melihat ke arah clara itu membuat dia lebih terkejut dan menelan ludah.


" kakek. " panggil clara pada kakeknya yang menatap dirinya dengan aneh.


" apa kalian saking suka. " ucap tiara...


" siapa kau. " ucap clara.


" apa kau lupa siapa aku. "


" tunggu bukankah kau istri dari tristan. " thomson


" benar sekali. apa kabar. "


" apa yang kau lakukan pada kami apa kau tidak tau siapa kami. " thomson


" aku tidak peduli kalian sudah memiliki niat buruk pada suamiku jadi kalian harus bertanggung jawab. " tiara.


" apa kau berani. "


" aku tak pernah takut pada siapa pun termasuk kalian. "


" kau wanita sialan yang sudah menggagalkan rencanaku. ayo lepaskan aku akan kubat dirimu menjadi daging cincang. " ucap clara.


" kau galak sekali... aku takut jadinya. " ucap tiara kemudian mendekat dan melepaskan satu jarum di tubuh clara

__ADS_1


__ADS_2