
iris yang melihat itu segera berlari menuju han.
" saudara han saudara han apa kau baik baik saja."
" erika tolong urus ini dan wanita itu siapkan tempat untuknya sekarang dia bersama kita. " ucap tiara kemudian meninggalkan tempat itu
" baik non. " ucap erika dan segera menghampiri iris
" ayo bawa dia kedalam aku akan segera memanggil dokter. " ucap erika.
satu jam kemudian setelah selesai dengan urusan han, kini erika, iris dan wanita itu berada di ruang tamu.
" selamat datang di sini. jika boleh tau siapa namamu. " erika
" namaku Sintia putri. "
" baiklah Sintia apa dirimu tau apa yang terjadi sebenarnya. " iris
" em aku tau semuanya. "
" baik apa dirimu bersedia menceritakannya pada kami. " erika
kemudian erika mulai menceritakan dari tiara yang membuat kehebohan di kasino dengan dia yang selalu menang hingga akhirnya memancing seorang dewa judi mengundang tiara untuk bermain dengannya.
setelah itu tiba tiba saja di dalam ruangan khusus dewa judi terdengar ada keributan tapi itu tak lama kemudian tak ada suara apapun lagi.
karena penasaran dia masuk kedalam dan melihat tiara yang menebas leher orang itu.
dan Sintia juga menceritakan bahwa sebenarnya han terluka karena menghalangi peluru agar tak mengenai tiara. Sintia juga mengatakan jika luka tusuk di telapak tangannya juga karena menangkap pisau darinya untuk melindungi tiara.
" seperti itulah ceritanya jadi aku juga bersalah dalam hal ini. "
" jadi seperti itu. tapi sudah lah jika nona sudah tidak mempermasalahkannya maka dirimu jangan mempermasalahkannya. " erika
" benar apa yang di katakan erika ingat itu...
tapi aku baru tau bahwa han begitu setia pada nona bahkan nyawanya sendiri dia pertaruhkan. "
" iris jika itu dirimu apa yang akan kau lakukan. " tanya erika.
" aku, tentu saja aku juga akan melakukan apa yang di lakukan oleh han, nona terlalu baik untukku sudah sepantasnya aku membalas. "
" ya semoga saja. sintia ayo biar ku antar ke kamarmu agar bisa beristirahat kau bisa kenakan pakaian ku terlebih dahulu."
" baik lah maaf karena merepotkan. "
__ADS_1
" sudah lah jangan seperti itu ayo. "
setelah itu erika membawa Sintia ke kamarnya untuk mengambil pakaian setelah itu mengantarkan ke kamar untuk Sintia tempati.
" ini kamarmu istirahatlah. aku harus ke dapur untuk menyiapkan makan. "
" oh baik lah terimakasih erika. tapi bisakah aku membantumu. "
" untuk saat ini tak perlu istirahatlah dulu esok dan seterusnya kau bisa membantuku jika nona tak memberikan perintah khusus untukmu. "
" em aku mengerti, sekali lagi terimakasih. " ucap Sintia
erika hanya tersenyum kemudian mengangguk halus dan berlalu pergi meninggalkan Sintia. belum juga sampai di dapur erika bertemu dengan lauren yang sudah berpenampilan rapi dan cantik.
" erika. " panggil lauren
" eh ya lauren ada apa. " jawab erika
" apakah nona sudah kembali. " tanya lauren
" ya nona baru saja kembali. sekarang nona ada di kamarnya. "
" ah begitu rupanya, erika bisa bantu aku katakan pada nona nanti jika nona menanyakan keberadaan ku, katakan padanya jika aku melakukan perjalanan bisnis ke negara U. " jelas lauren
" baru saja datang dari jauh mengapa sekarang pergi jauh kembali. " erika
" ya baik lah. tapi apa harus sekarang apa tidak menunggu sarapan saja dahulu. "
" tidak bisa erika aku harus pergi sekarang. ok"
" ya baik lah. hati hati dan jagalah diri baik baik. "
" tentu saja, aku pergi dahulu. "
setelah itu lauren pun pergi, dan erika juga melanjutkan niat awalnya ke dapur memasak.
dikamar Sintia sedang duduk di tepi tempat tidurnya. sedang merenung dan berfikir.
"*ibu laki laki itu sudah mati sekarang tapi bukan aku yang membunuhnya dia seseorang yang saat ini aku ikuti. tenang dan bahagia lah dirimu di sana aku baik baik saja sekarang karena ku merasa orang yang ku ikuti ini orang yang baik.
tapi aku sudah melukai seseorang kerena kebodohan ku. walau dia tidak mempermasalahkannya tapi rasa bersalah itu masih ada apa yang harus ku lakukan untuk menghilangkan rasa bersalah ini pada orang itu*. "
" aku benar benar bingung lebih baik aku dinginkan saja kepala ini dengan mandi atau berendam agar aku bisa berpikir kembali. "
dikamar tiara kini terlihat tak ada seseorang hanya baju kotor yang penuh bercak darah berceceran di lantai. jika di dengar dengan teliti akan terdengar suara air dari dalam kamar mandi, menandakan seseorang masih ada di dalam kamar mandi.
__ADS_1
tiara kini berendam air hangat dengan mata terpejam, nafas lembut. bukan karena lelah atau pun mengantuk entah mengapa tiara tertidur dan kesadaran jiwanya di bawa ketempat lain tempat yang sangat jauh sepeti padang rumput yang luas.
jiwanya yang di bawa masih terpejam di sadarkan oleh terpaan angin yang lembut dan sejuk. tiara yang membuka matanya melihat sekitar hanya hamparan rumput yang begitu luas dari kejauhan terlihat ada seseorang yang berdiri di ujung tepi jurang memandang langit luas.
rasa penasaran mengundang tiara untuk mendekat agar bisa mengetahui sosok yang sedang berdiri membelakangi tiara itu.
dekat semakin dekat tiara terus mendekat, langkah demi langkat tiara melangkah. jarak semakin dekat dengan orang itu dan ketika itu sosok yang tiara dekati berbalik dan tersenyum kearah tiara.
" tiara sudah datang rupanya kemari lah sayang ayah merindukanmu. "
" ayah..... " tiara berlari mendekat ke arah ayahnya tapi ketika tiara sudah dekat dan ingin memeluk ayahnya tiba tiba saja menghilang dan saat itu tiba tiba tiara terjatuh dari tepi bukit ke dasar jurang.
" apa maksud dari semua ini mengapa aku di bawa ketempat seperti ini. " di tempat itu tempat yang gelap yang merupakan sisi kegelapan dari tiara yang ada bersama Queen
" hay kau aku sudah lama menunggumu datang akhirnya kau datang juga. " suara tanpa sosok
" siapa kau apa maksud semua ini kembalikan aku. " ucap tiara
" hahaha siapa aku. aku adalah dirimu aku ada di dalam dirimu aku kegelapan sejati di dalam dirimu. "
" lalu sekarang apa yang ingin kau lakukan. "
" mudah saja biarkan aku menguasai tubuhmu, akan ku buat dirimu menjadi dua kali lebih kuat dan akan ku jadikan dirimu menjadi penguasa di dunia ini. "
" apakah hanya itu tidak aku tidak menginginkannya aku sudah nyaman dengan diriku yang sekarang. "
" bodoh apa dirimu tidak ingin menjadi kuat dan berkuasa. dengan begini dirimu bisa melakukan apa saja dan juga bisa mendapatkan semua yang kau inginkan. "
" tidak aku tidak ingin. "
" bodoh maka rasakan ini. "
kini suasana yang gelap berubah dengan keadaan yang di penuhi api di sekeliling tiara kini api semuanya rasa panas yang membakar benar benar tiara rasakan.
tak lama datang dua sosok berpakaian hitam dengan penutup wajah mereka bertubuh besar dan tinggi. mereka membawa tiara dengan menyeret rambut tiara.
" hey kalian lepaskan aku. aahhkkkkk...... sakit lepaskan. " teriak tiara minta untuk di lepaskan. tapi kedua sosok besar itu tak peduli dan terus menyeret tiara.
lama di seret kini tiara tiba di tiang berbentuk salib bukan hanya satu tapi banyak dan banyak pula yang di gantung di sana.
tiara juga di letakkan di sana kedua tangannya diikat di dua sisi tiang kakinya pun juga. tiara terus memberontak tapi percuma tak menghasilkan apa apa.
setelah semuanya selesai kedua orang itu pergi menjauh dan setelah menjauh ko aran api yang sangat panas mulai menyala di sekitar tiara.
" hahaha rasakan itu kau akan berada di sana selama seratus tahun lamanya. tapi jika kau mau bersatu denganku dan biarkan aku yang menguasai tubuhmu maka kau tak perlu melalui ini. " ucap suara tanpa wujud
__ADS_1
" tidak aku tidak ingin. "
" maka rasakan panas api ini selama seratus tahun. hahahaha. "