
keesokan paginya tiara sudah ada di meja makan bersama yang lainnya. termasuk juga diana.
" kak ana ini adalah orang orang ku juga pertama namanya iris dia adalah ahli dalam komputer dan yang kedua adalah han dia adalah orang yang suka baku hantam. dan kakak sudah tau ini erika adalah orang yang merangkap seluruh pekerjaan rumah dan segala kebutuhanku. untuk selebihnya kakak bisa tanya mereka. dan kalian ini adalah kak ana atau diana."
" maaf nona apa aku boleh berbicara. " ucap diana.
" ya silahkan kak ana. "
" diana merupakan masa laluku dan sudah ku pendam bersama kejadian itu. namaku sekarang lauren dan hanya nona yang boleh memanggilku ana. "
" karena kak ana sudah mengatakan seperti itu maka kalian harus memanggilnya lauren mulai saat ini. " jelas tiara
" baik nona. ucap mereka serempak.
" jadi sekarang ayo makan. " ucap tiara
semuanya patuh dan mulai memakan hidangan yang ada di atas meja dengan nikmat.
di ruang tengah beberapa menit setelah makan tiara dan lainnya sedang berkumpul
dan membicarakan kegiatan hari ini.
" hari ini aku tidak memiliki rencana apa apa. jadi aku hanya akan di rumah saja.
lalu bagai mana denganmu kak ana. "
jelas tiara kemudian bertanya ke pada lauren.
" hari ini aku harus ke perusahaan untuk menandatangani berkas penting dan setelah itu menghadiri pertemuan penting untuk kerja sama, kemungkinan kembali bisa sedikit malam nona. " jelas lauren kepada tiara secara rinci tentang kegiatannya.
"sepertinya kak ana cukup sibuk hari ini. semoga semuanya lancar dan berhasil kak ana. terimakasih karena sudah bekerja keras untuk perusahaan. aku percayakan perusahaan sepenuhnya pada kak ana saja apa itu bisa. " tiara yang begitu tulus dan ramah
" sebelumnya terimakasih nona, tentu saja bisa nona nona tak perlu khawatirkan perusahaan biarkan aku saja yang tangani ini. ini sudah menjadi darah daging ku nona jadi aku bisa atasi. " jelas lauren yang begitu bersungguh sungguh. dan tampak tidak keberatan dengan apa yang tiara bebankan bahkan dirinya merasa bisa diandalkan oleh tiara.
" aku percaya kak ana memang bisa dan yang terbaik dalam bidang ini. "
" terimakasih nona. "
sedangkan yang lain hanya geleng geleng kepala dan manggut-manggut saja melihat lauren. dalam pikiran mereka lauren ini benar seorang super woman yang gila kerja.
" baik, sekarang erika apa hari ini ada sesuatu yang akan kau kerjakan. " tanya tiara kepada erika setelah menjawab lauren.
" aku tak memiliki agenda apa apa selain perintah mu yang kemarin nona. " jelas erika singkat
" em, lalu bagai mana denganmu iris. " tanya tiara setelah menjawab erika
" aku sama seperti erika nona tak memiliki hal yang bisa di lakukan. " jelas iris kepada tiara
" baiklah. iris pergilah sekarang ke toko atau apa saja belilah seperangkat komputer lengkap dengan spesifikasi tertinggi dan aturlah sesuai keinginanmu. satu hal lagi poin utama dari semuanya adalah aku ingin menciptakan super komputer yang bisa mengakses apapun, apa bisa iris. "
__ADS_1
" nona dirimu sungguh memilih orang yang tepat aku bisa melakukannya nona ini merupakan keahlian ku dengan begini aku bisa menjadi dewa jaringan untuk mu nona aku bisa melakukan banyak hal untukmu melalui komputer nona maka serahkan saja padaku nona. aku siap menyembah kakimu tiga kali karena nona sudah memberikan kepercayaan ini padaku. " iris yang begitu bahagia, tersentuh, dan begitu bersemangat seakan berjumpa dengan kekasih.
" hey iris apa kau mau menikah dengan komputer mengapa dirimu begitu berlebihan seakan bertemu kekasih. " celetuk erika yang tak percaya dengan sikap iris.
" hey erika bukan seperti itu di otakku ini terlalu banyak kemampuan di bidang itu otakku ini bagai pensil yang masih tumpul jadi harus sering di raut agar runcing dan pikiranku itu seperti pisau tumpul jadi harus di asah agar tajam. sekarang nona memberikan kesempatan maka aku bahagia inilah yang kuharap kan sedari dulu. " jelas iris yang sudah seperti orang bijak karena sudah terlanjur senang mendengar perkataan tiara
erika masih ingin menyahut tapi tiara sudah angkat bicara terlebih dahulu sehingga membuat erika membatalkan nya.
" jadi erika aku ingin bertanya terlebih dahulu padamu. apa dirimu sudah mengetahui setiap sudut rumah ini. "
tanya tiara
" sudah nona, sebelumnya nona tara sudah memberitahuku dan aku juga sudah berkeliling rumah ini beberapakali uuntuk memastikan. " jelas erika
" jika begitu kau tau tempat yang cocok untuk tempat iris bekerja nanti. "
" untuk itu ada beberapa tempat nona biarkan aku dan iris melihat itu lalu menentukannya. "
" bagus kau begitu cekatan dan aku suka gerak cepat mu. " puji tiara pada erika
" iris kaku sungguh menunjukkan siapa dirimu hari ini rupanya kau berlian yang sudah terlalu lama berlubang di lumpur. jadi sekarang pergilah bersama erika dan buatlah dunia mu itu. "
" wahai nona dirimu sungguh dewi bagiku ijinkan aku berlutut padam....... " belum juga mencium lantai iris sudah terbang jatuh tepat di kursinya
" pergilah iris jangan lakukan itu padaku pada orang lain atau siapapun di tanah yang sama sama kita pijak. selama mereka memijak tanah yang sama maka mereka adalah orang yang sama dengan kita. apa kau mengerti iris dan juga yang lainnya
" kami mengerti nona. " jawab serempak mereka semua dan masih memikirkan apa yang terjadi dengan iris bagai mana bisa.
" ya pergilah. "
" dan aku juga nona sepertinya waktunya sudah tiba. " lauren
" baik lah kak ana silahkan. pergilah bersamanya mereka ke garasi untuk memilih mobil untuk kak ana ke perusahaan. "
" baik nona terimakasih. "
setelah itu hanya tersisa han dan tiara, han masih merasa dingin di punggungnya melihat kejadian tadi, bagaimana seorang iris terbang seperti angin kembali ketempat duduknya sedangkan tiara tak melakukan gerakan apa pun jika memang tiara,tapi siapa lagi jika bukan tiara. itulah yang ada di pikiran han dan yang lainya.
" lalu han bagaimana denganmu apa yang akan kau lakukan sekarang. " tanya tiara
" tak ada yang bisa kulakukan saat ini nona aku hanya menunggu perintah mu saja nona. "
" lalu apakah kau sudah membeli kebutuhanmu han. "
" itu belum aku lakukan nona. "
" ya sudah ayo aku juga ingin jalan jalan sekalian. "
" baik nona. "
__ADS_1
" ya sudah aku siap siap dulu kau pergilah siapkan mobil. "
" baik nona. "
setelah itu tiara pun berlalu pergi menuju kamarnya untuk bersiap pergi.
setelah siap tiara segera menuju keluar ternyata han sudah siap dengan mobil yang terakhir kali tiara kendarai bersama han.
mobil itu sudah bersih lagi dan sekarang sudah bisa di gunakan lagi.
han yang melihat tiara segera membukakan pintu mobil untuk tiara.
" silahkan nona. " ucap han.
" ya terimakasih han. " tiara kemudian masuk kedalam mobil dan duduk
setelah itu han juga memasuki mobil di bagian kemudian untuk mengemudikan mobil. kini sudah siap dan mulai melaju menuju mall pusat kota suzan.
di perjalanan tak ada pembicaraan han tak berani membuka pembicaraan karena tiara hanya diam melihat keluar jendela mobil.
" han " ucap tiara
han yang fokus terkejut dengan dengan tiara yang memanggil namanya. " ah iya nona. "
" apa dirimu pernah belajar bertarung atau sejenisnya. " tiara bertanya.
" aku tidak pernah belajar nona aku hanya menguatkan hati saja. " jelas han singkat
" oh berarti dirimu hanya bermodal nekat saja. "
" itu bisa dikatakan seperti itu nona. "
" oh. "
setelah itu lama tak ada pembicaraan lagi karena tiara tak mengatakan apa pun lagi. han merasa ada yang salah dia gelisah dan terus berpikir kemudian menguatkan hatinya untuk bertanya kembali.
" maaf nona apakah ada yang salah dariku nona. tenang saja walau aku tak memiliki kemampuan beladiri tapi aku akan selalu berani berdiri di depanmu nona untuk melawan musuh musuh nona. " jelas han kepada tiara karena takut tak di butuhkan lagi oleh tiara.
" hmmmm. "
" nona jika karena aku tak memiliki kemampuan bertarung aku akan belajar dengan baik agar dirimu bisa menerimaku. " han semakin gelisah
" ya. "
han pun kehabisan kata kata dia tak bisa terus berbicara pada tiara yang sepertinya tak ingin berbicara.
dalam perjalanan waktu begitu lama bagi han dia benar benar di buat tak bisa apa apa.
__ADS_1
" han apa dirimu benar benar ingin berdiri di depanku melawan musuhku. bagai mana caranya. jika dirimu mati siapa yang akan berdiri lagi di depanku. " tia