Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 85


__ADS_3

setelah kepergian iris aura membunuh yang di rasakan tiara semakin pekat hingga itu sudah mencapai titiknya tiara segera memetik kan jarinya cukup keras lelaki itu yang mendengar segera menunduk. tepat saat menunduk peluru sudah menembus kaca kemudian dinding. semua orang terkejut melihat kearah suara dimana bekas peluru menembus kaca terlihat. akhirnya semua orang panik mulai berhamburan untuk keluar.


tiara juga mengikuti apa yang di lakukan oleh orang orang membaur dengan yang lainnya. sedangkan di tempat si penembak dia terlihat kesal dan mengumpat karena gagal membunuh targetnya.


" sial sial sialan aku gagal dia sungguh beruntung. aaaaaah. " marah dan kesal


kemudian mengemasi semuanya ke dalam tasnya untuk segera pergi sebelum posisinya di ketahui dan terjadi masalah lain dirinya di temukan.


setelah beres pelaku segera menuju pintu tepat setelah membuka pintu sebuah tendangan keras dengan telak mengenai ulu hati pelaku itu.


duuk...... ahk.....


" mau pergi tidak bisa selama ada aku di sini. " ucap iris yang tiba tepat waktu.


" siapa kau. "


" siapa aku tidak penting tapi sekarang kau sudah berbuat kejahatan maka kau harus di hukum. "


" hahaha. bagai mana kau akan menghukum ku. " mengeluarkan belati kemudian berlari menuju iris dengan niat membunuh.


" kau pikir aku tidak bisa membunuhmu. "


pertarungan itupun segera pecah. pembawaan iris yang tenang seperti tidak mengalami kesulitan melawan orang yang kini sudah terlempar akibat tendangan iris yang mengenai ulu hatinya.


orang itu meringkuk kesakitan akibat tendangan keras dari iris.


" uhg.. apa itu sakit. maaf sekarang kau diam lah disini bersamaku saja jangan melawan sekuat dan selincah apapun dirimu tetap takkan bisa melarikan diri. " ucap iris memperingatkan.


" nona aku sudah melumpuhkan nya. " melalui panggilan seluler


" ya tunggulah aku akan ke sana. " ucap tiara yang keluar dari pintu atap gedung.


" nona. " ucap iris tak percaya jika tiara sudah ada di pintu saat dirinya menelpon nya


" apa kau sudah menanyainya. "


" eh belum nona. "


" biarkan aku saja yang menanyainya. "


" baik nona. "


" dari mana asal mu. " ucap tiara dingin


" tidak tau. "


" benarkah. " ucap tiara kemudian menusukkan pisau ke paha orang itu.


" aaaaaa sakit bocah sialan. " bentak orang itu pada tiara.


" ya aku tau sekarang katakan dari mana dirimu berasal. "


" tidak. "


sreeeeettt........


yang awalnya hanya luka tusukan tiara membuat luka sobekan degan menarik pisaunya ke bawah.


" aaaaaaa..... aku aku aku dari pembunuh bayaran red death. sakit......


" mengapa kau ingin membunuhnya. "


" itu itu itu permintaan seseorang yang sangat membenci orang itu. "


" siapa. "


" dia tidak menyebutkan nama tapi dia salah seorang keluarganya juga. tolong lepaskan aku tolong sudah aku katakan semuanya. "


" baik lah jika begitu aku lepaskan kau asal kau melompat dari gedung ini. "


" itu sana saja aku bunuh diri. "


" terserah kau saja ingin terlepas secara mudah atau menyiksa. "

__ADS_1


" kau iblis gadis busuk. "


" ya sekarang terserah kau saja. "


jleb........ aaaaaaaaa


" kau lepaskan itu sangat sakit lepaskan aku akan melompat saja. "


" baik lah iris bantu dia melompat. "


" baik nona. "


segera iris mengangkat orang itu dengan satu tangannya kemudian menyeretnya ke tepian gedung.


" lompat lah sendiri atau aku bantu dorong. "


" tak bisakah. " aaaaaaaaaaaaa..........


" terlalu lama. " ucap iris segera melemparnya kebawah.


" sudah nona. "


" bagus ayo pergi sebelum ada yang sadar akan tempat ini. "


" baik nona. "


sedangkan di dalam mobil lain kini lelaki itu tengah berbincang bersama asistennya yang bernama alex.


" alex segera cari tau tentang dua orang itu secepatnya. "


" baik tuan. "


" menurut mu siapa mereka mengapa mereka begitu baik mau menolong kita. "


" aku juga tidak tau tuan kita akan segera mengetahuinya setelah berhasil mencari tau siapa mereka. "


" ya aku sudah tidak sabar untuk mengetahuinya. "


kembali lagi dengan tiara yang kini masih ada di jalanan.


" ada nona tapi sudah aku retas untuk satu jam ke depan tidak merekam apapun. sehingga tidak akan ada yang merepotkan nona. "


" rupanya kau bertindak cepat iris aku suka itu. "


" terimakasih nona. "


" ayo kembali ke pusat kota saja. "


" baik nona apa kita akan melalui jalur hutan lagu nona coba kita lihat dahulu apakah jalur utama sudah bisa di lewati. "


" baik nona. "


mobil pun melaju kearah pusat kota melalui jalur utama dengan kecepatan stabil. tapi tiara meminta pada iris untuk lebih cepat saja.


tepat tiba di sekitar 50 meter dari lokasi kecelakaan terlihat petugas lalu lintas masih menutup jalan.


" nona tampaknya belum juga selesai. "


" apa kah di kota ini begitu lambat dalam penanganan hal seperti ini. "


" entah lah nona. "


" coba kau tanyakan saja iris. "


" baik nona. "


iris segera menepikan mobilnya kemudian menghampiri petugas lalulintas.


" pak apakah masih belum juga di buka. "


" sebenarnya sudah bisa di lewati hanya saja masih ada satu korban lagi yang secara tiba tiba dia kritis kami masih menunggu ambulan setelah ambulan datang kami bisa membuka jalur untuk di lalui. "


" oh seperti itu rupanya. " tiba tiba ponsel iris berdering itu panggilan dari tiara

__ADS_1


" ya nona aku akan segera kembali ke mobil. "


" apa kata petugas itu. "


" ah itu nona di depan ada satu korban yang kritis masih menunggu ambulan baru jalur bisa di buka. "


" katakan aku bisa membantu menangani korban itu. "


" eh baik lah nona akan ku coba katakan. "


" em. " panggilan segera terputus iris kembali menghampiri petugas itu.


" pak nona ku di mobil bisa membantu si korban bisakah kami masuk. "


" apa kah dia dokter. "


" jika di katakan dokter itu tidak pak tapi kemampuan medisnya sangat luar biasa sudah banyak yang sembuh setelah berobat pada nona ku. "


" oh baik lah apa salahnya mencoba menunggu ambulan bisa membuat si korban meninggal. ayo bawa mobil mu masuk biarkan aku membukakan jalan untuk mu. "


" baik pak. " iris segera kembali ke mobil setelah menyetujui perkataan petugas itu.


setibanya di mobil.


" bagai mana. "


" bisa nona. "


" em. " tiara segera menggunakan jaket dan maskernya agar tidak di kenali siapapun


iris mulai melajukan mobilnya ke pusat titik kecelakaan dengan di temani petugas lalu lintas yang mengantarnya. jarak yang tidak jauh membuat jarak tempuh semakin cepat.


" tolong beri ruang untuk petugas medis yang akan menangani korban. " ucap petugas itu yang sedang membuka ruang untuk tiara


" ayo keluar sekarang iris. "


" ya nona. "


" dimana orang yang kau maksud yang bisa mengobati. " ucap petugas itu bertanya pada iris yang sudah keluar bersama tiara dari mobil. "


" ini nona ku pak. inilah orang yang aku sebutkan tadi. jika bapak melihat usia bapak tidak akan percaya. tapi bapak harus melihatnya sendiri dalam melakukan pengobatan. "


" emmmm..... ya baik lah. " setelah lama berpikir dan menimbang mencoba menghilangkan keraguannya pada iris dan tiara


tiara tidak banyak bicara dia segera mendekat melihat si korban setelah mendapatkan ijin melakukan penanganan medis dari petugas itu.


korban seorang anak berumur 15 tahun secara fisik hanya luka ringan saja tidak ada patah tulang. tiara seperti sedang men scan si korban kemudian mendekat ke arah korban yang ditangisi oleh ibunya.


" yonya apa aku boleh memeriksanya. "


" siapa dirimu di mana petugas medis yang di katakan tadi tolong tolong anakku. "


" nyonya aku seorang ahli medis. jika dirimu mengijinkan aku untuk memeriksanya aku bisa memberikan diagnosis dan penangan penyembuhan atau pun mempertahankan nyawanya sampai tim medis dari rumah sakit datang. " tiara mencoba menjelaskan dan meyakinkan ibu dari si korban.


ibu si korban melihat kearah petugas lalu lintas yang mendapatkan anggukan.


" baik lah tapi tolong anak ku. "


" ya akan ku usahakan yang terbaik nyonya. "


segera tiara memeriksa denyut nadi si korban kemudian melihat bola matanya kemudian melihat rongga mulutnya terakhir telinga yang ada sedikit darah.


" nyonya apa sebelumnya anak mu ini dalam keadaan sadar. "


" ya dia sadar sebentar mengeluhkan sakit kepala. "


" apa kah dia sempat muntah. "


" ya benar dia muntah. "


" apa nyonya sudah melihat muntahan dari anak ini. apa terdapat darah yang ikut keluar dari mulutnya. "


" itu... oh ya tapi tidak banyak. "

__ADS_1


" baik anak ini mengalami benturan yang keras di bagian kepala dan dadanya. sebelumnya dia mengalami geger otak berat yang disertai pecahnya saraf darah sehingga ada darah di kepala anak ini membuatnya kehilangan kesadarannya. anak ini juga mengalami retak tulang dadanya. " jelas tiara sejelas mungkin agar mudah di mengerti.


__ADS_2