
" tiara aku kembali dahulu ya terimakasih atas jamuan nya"
" sering seringlah datang kak. "
" ya itu sudah pasti masakan nya enak semuanya aku pasti kembali. "
" ya pintu ini akan selalu terbuka untuk mu kak jo. "
" em yasudah sampai jumpa tiara. "
" ya sampai jumpa juga kak jo. "
tiara segera kembali untuk masuk ke dalam rumah tapi berhenti ketika mendengar suara mobil. kemudian tiara melihat siapa yang datang. rupanya yang datang adalah erick.
" halo paman sudah kembali. "
" oh tiara ya aku pulang terlebih dahulu. apa jesica di dalam aku akan membawanya pulang. "
" jesica sudah berangkat kuliah pama. "
" oh ternyata sudah kuliah. "
" ayo paman kedalam kita mengobrol di dalam saja. "
" oh ya ayo. "
kini tiara dan erick sudah ada di dalam tengah mengobrol santai.
" rupanya begitu jadi paman masih akan bekerja untuk waktu yang tidak di ketahui. "
" ya begitulah. dan aku rasa aku harus meminjam sedikit lebih lama mobil tiara karena mobilku masih di perbaiki. "
" pakai lah paman jika paman suka paman juga bisa mengambilnya saja tak perlu sungkan. "
" oh Terima kasih tiara. "
" sama sama paman. "
" ayo paman makan dahulu setelah itu paman bisa kembali. "
" em baik lah jika begitu. "
setibanya di meja makan hanya tersaji hidangan untuk satu orang saja.
" tiara apakah hanya aku saja tiara tidak ikut. "
" tiara sudah makan bersama yang lainnya jadi paman saja yang makan. "
" ya baiklah. "
" silahkan duduk paman tiara akan kembali ke kamar untuk istirahat. paman ambil saja mobil itu aku rasa jesica juga butuh mobil nantinya. "
" ya baik lah terimakasih tiara. "
tiara pun kembali ke kamarnya erick melanjutkan makannya karena tiara sudah mempersilahkan untuk makan.
Sore hari kini erick tengah dalam perjalanan untuk menjemput jesica. setibanya di campus
rupanya jesica memang sudah menunggu.
" jesica ayo. "
" ayah. " segera jesika memasuki mobil.
"ayah sudah kembali bagai mana hasilnya. "
" sepertinya ayah harus bekerja terus hingga ada pengganti ayah. "
" oh seperti itu rupanya. semangat lah ayah jangan merasa berat hati begitu. "
" ya ayah mengerti. "
" lalu sekarang apa kita akan kembali ke rumah. "
" ya kita kembali ke rumah saja. "
" baik lah. "
" oh ya jesica apa ibumu tidak menghubungimu sama sekali. "
__ADS_1
" entahlah ponsel ku tertinggal di kamar pada malam itu. "
" oh ya sudah jika menambah semalam lagi ibu mu tidak akan marah toh aku kan ayah mu. "
" benar sekali. ayo. "
di rumah erika baru saja keluar kamar menuju dapur tapi tak menemukan siapa pun. tiara hanya mengambil minuman botol di dalam kulkas kemudian membawanya menuju tempat iris.
" nona ada apa. "
" tidak tidak ada apa apa aku hanya datang saja di mana yang lainnya. "
" untuk erika dan Sintia ada di lantai atas sedang berlatih untuk han dia sedang di ruang senjata. "
" oh. lalu apa ada perkembangan dari tugas yang ku berikan. "
" ada nona. si josep kini tengah jadi buronan karena menjadi tersangka atas pembunuhan istrinya serta membawa kabur uang perusahaan sehingga para karyawan tidak ada yang di gaji kini perusahaanya telah di tutup oleh pihak terkait. "
" apa kau menemukan ke mana dia pergi. "
" terakhir kali aku menemukan nya ada di sebuah hotel tapi setelah itu hilang tanpa jejak nona. "
" hem begitu ya sudah jika seperti itu. "
" baik nona apa ada yang lain yang bisa ku kerjakan nona. "
" untuk saat ini tidak ada. eh ya apa orang itu masih mencoba mencari tau tentang diriku. "
" kurasa orang itu sudah mulai merasa jera nona. dia sudah tidak berusaha mencari tau tentang nona lagi. "
" sekarang copy seluruh data miliknya ke dalam Flasdisk kemudian kirimkan pada orang itu bersama dengan surat yang akan aku tulis. "
" baik nona. "
setelah menulis surat tiara keluar dari ruangan iris tiara memutuskan kembali ke kamarnya saja.
malam hari sekitar pukul sepuluh tiara mengajak han untuk keluar karena sudah bosan.
" han antar aku keluar. "
" baik nona aku akan menyiapkan mobil. "
tak lama kini tiara dan han sudah ada di mobil.
" kemana kita akan pergi kali ini nona. "
" ke klub yang kau katakan saja mungkin di sana kita bisa menghasilkan banyak uang seperti yang terakhir kalinya. "
" siaaap nona. tapi mengapa di percepat nona. "
" ya aku bosan di rumah. "
" baik lah nona
han pun melajukan mobil ke arah klub black rose tempat kedua perjudian terbesar dan tempat bersenang senang.
butuh waktu yang lama karena lokasinya yang jauh dari pusat kota. han juga melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
" han apa kau pernah ke tempat ini. "
" pernah sekali nona. "
" apa menurut pendapat mu tentang tempat ini. "
" em apa ya tak ada yang bisa ku katakan nona tapi di sana tidak ada aturan jika ada pertarungan ya bertarung saja tidak ada yang menghalangi. tapi jika ada kerusakan wajib mengganti. "
" oh seperti itu rupanya. ayo percepat saja laju mobil ini aku sudah tidak sabar mengumpulkan pundi pundi kekayaan di sana. dan ingin tau tempat seperti apa sebenarnya klub itu. "
" baik nona. "
cukup lama berkendara kini han dan tiara telah tiba di klub black rose tampak dari luar bangunannya biasa saja seperti bangunan gudang. tapi anehnya suara dari dalam tak terdengar keluar sedikitpun.
" han apa ini tempat yang kau katakan itu. "
" benar nona. "
" sepertinya tempat ini menarik han. "
" apa yang membuat nona tertarik. "
__ADS_1
" entahlah kita akan tau jika sudah tiba di dalam. "
" baik nona. "
segera tiara mengikuti langkah han untuk memasuki klub di depan pintu ada dua orang penjaga yang sangat kekar dengan bekas luka di wajah salah satunya.
" selamat malam apa anda sudah makan. "
" tidak. " jawab han singkat
" oh silahkan masuk apa orang ini bersamamu. "
" ya dia bos ku. "
" oh silahkan masuk tuan putri maaf menghambat perjalananmu. "
tiara hanya cuek mengikuti han.
ketika di dalam suara bising lagu terdengar begitu keras ratusan orang yang kocar-kacir berjoget mengikuti musik tanpa memikirkan apapun.
tiara yang melihat hanya bersikap biasa saja acuh tak acuh. han terus membuka jalan untuk tiara melewati ratusan orang yang menari asal asalan sesuka mereka.
hingga tak lama kini han dan tiara sudah tiba di depan pintu yang juga di jaga dua orang.
" selamat malam apa anda membawa kunci. "
" tidak aku sudah makan. "
" oh silahkan masuk jika begitu
tiara yang bingung dengan pertanyaan dan jawaban menyimpan untuk di tanyakan nanti pada han.
setibanya di dalam suasananya berbeda lagi di sini hanya ter dengar suara bising orang yang berbicara dan mekanisme mesin permainan.
" nona di sini lah tempat yang sesungguhnya. "
" han apa maksud dari semua pertanyaan dan jawaban di pintu masuk itu. "
" oh itu hanya sebuah kode nona itu menandakan jika orang yang datang bukanlah orang baru. "
" oh seperti itu rupanya. "
kemudian han mengajak tiara berkeliling melihat seluruhnya yang ada di klub.
" nona di sini jika ingin bertaruh harus menjadi petarung atau memiliki seorang petarung jika tak memiliki keduanya hanya bisa bertaruh seperti mereka mereka ini. " jelas han.
" saat ini aku tidak tertarik dengan yang ini ayo ketempat lainnya. "
" baik nona. "
han segera pergi dari sana menuju tempat lainnya yang bisa membuta tiara tertarik.
sedangkan di lantai dua sedang ada seseorang yang tengah memperhatikan kebersamaan han dengan tiara.
" sepertinya itu han dia masih hidup rupanya sudah lama tidak muncul kini dia muncul lagi membawa seorang gadis muda ketempat kotor seperti ini. tapi melihat dari sikap han bisa di pastikan jika kini dia menjadi budak dari gadis kecil itu. han han kau pernah menjadi yang terbaik dari sekian banyak orang ku. "
" tuan aldo sepertinya petarung kita kalah malam ini. "
" ya sudah biarkan saja ayo ikut aku menemui seseorang. "
" baik tuan. "
kembali lagi pada tiara yang kini sudah ada di sebuah pintu yang di jaga 1 orang penjaga
" ada apa di dalamnya han. "
" di sini tempat bertaruh pacuan kuda nona. "
" apa di sini bisa bertaruh besar han. "
" bisa saja nona. "
" bagus ayo kita coba. "
" tapi nona apa nona memiliki pengalaman tentang kuda. "
" han apa kau mencoba mempertanyakan ku. "
" ah tidak nona maaf maaf aku tidak berani ayo silahkan nona. "
__ADS_1