Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
184. hana


__ADS_3

" istirahat lah saja dulu untuk memulihkan kondisimu beberapa hari ke depan lepas itu kau bisa kembali. "


" baik kek terimakasih. "


di rumah tiara yang sedang memainkan ponselnya tiba tiba saja merasakan sedikit mules di perutnya.


" aku rasa sudah akan waktunya melahirkan. " ucap tiara segera beranjak dari pembaringannya untuk meminta hana mengantarnya ke rumah sakit.


" hana..... hana....... hana..... " panggil tiara


hana sendiri yang sedang dalam ke adaan meditasi sontak segera kembali setelah mendengar tiara memanggilnya. kemudian bergegas meng hampiri tiara.


" ya nona. maaf aku sedang berlatih. " ucap hana yang sudah tiba.


" ya tak apa. sekarang ayo antarkan aku ke rumah sakit sepertinya aku akan melahirkan. " ucap tiara.


" ah melahirkan baik baik nona. " ucap hana segera menghilang dari pandangan tiara untuk menyiapkan mobil.


" sayang tiara ada apa nak. " ucap Ibu tristan.


" aku rasa aku akan melahirkan Ibu, jadi aku meminta hana untuk mengantarku ke rumah sakit. "


" apa benarkah. ayo Ibu akan ikut ke rumah sakit. " ucap Ibu tristan segera membantu tiara berjalan.


di gubuk setelah beberapa hari beristirahat untuk memulihkan tubuh kini tristan tampak lebih baik.


" pulang lah istrimu sedang membutuhkanmu sekarang. "


" apa istri kek. " tanya tristan seperti orang bingung.


plaaaaak.... sebuah pukulan pelan segera mendarat di kepala tristan.


" apa kau pura pura amnesia. hingga lupa dengan istrimu tiara. " ucap si kakek


" eh benar tiara mengapa aku lupa ya. "


plaaaaaak.......


" apa kau bilang kau lupa dengan muridku satu satunya itu. "


" aduh sakit kek.


tapi murid apa kakek guru dari tiara. " tanya tristan mencoba memverifikasi


" ya aku gurunya, beberapa tahun yang lalu. " ucap si kakek.


" ini seperti kebetulan saja. tapi bagai mana kekek tau jika aku suami tiara. "


" hah. aku sering menemui tiara... "


" oh.... tapi apa yang terjadi dengan tiara sekarang kek. " tanya tristan.


" dia sedang berjuang melahirkan anakmu. "


" oh.... " jawab tristan.


" apa melahirkan itu berarti selama ini tiara hamil. " ucap tristan segera sibuk bersiap untuk pergi.


" hey kau mau kemana. "


" aku harus secepatnya kembali kek tiara membutuhkan ku. " ucap tristan terhenti.


" memang kau tau jalur hutan ini yang ada kau bukan pulang tapi tersesat. "


" eh ya juga ya.....

__ADS_1


lalu bagai mana kek aku harus secepatnya kembali ini emergency kek. "


" tunggulah ayo aku akan mengantarmu. agar lebih cepat. "


" ah terimakasih kek. "


akhirnya tristan dan si kakek mulai menyusuri jalan hutan yang bercabang tristan berpikir benar seandainya dirinya tidak bersama si kakek sudah di pastikan dirinya akan tersesat.


" kakek rupanya benar jika saja aku tidak di antar kakek mungkin aku sudah tersesat tidak akan pernah sampai ke rumah. " ucap tristan yang fokus dengan jalannya hatinya sudah tak sabar ingin segera bertemu tiara.


" kek.... "


......


" kek....... "


........


" kakek..... " ucap tristan menengok ke belakang di mana si kakek berada di belakangnya sedari tadi. tapi setelah menoleh tristan tidak menemukan keberadaan si kakek.


" lah kemana perginya si kakek apa iya tertinggal di belakang tapi aku merasa sedari tadi kakek mengikuti ku. " ucap tristan bingung.


tristan segera berbalik lagi untuk melihat sekitarnya alangkah terkejutnya lagi kini dirinya sudah berdiri di pinggiran hutan di tepi jalan raya.


" waduh sejak kapan... mengapa aku sudah sampai di sini saja bukankah tadi masih ada di ke dalaman hutan. " ucap tristan kebingungan sambil melihat sekitarnya.


tiba tiba saja ada sebuah mobil yang berhenti di dekatnya. dan keluar seorang lelaki yang tidak kalah tampannya dengan tristan.


" halo tuan tristan. " ucap lelaki itu


sontak tristan sedikit terkejut karena tristan tau siapa orang di depannya.


" demian. kau demian kan. "


" ah tuan tristan masih mengingatku. "


" menjemput tuan tristan lah guru baru saja mendatangi ku meminta diriku menjemput tuan tristan. "


" guru... apa maksudmu kakek itu. "


" ya.... "


" eh tapi sedari tadi kakek bersamaku tapi aku tidak tau tiba tiba saja kakek menghilang. "


" sudah tuan tristan guru bukan lah orang biasa dia bisa melipat bumi jadi jarak bukan lah halangan untuk dirinya berada di manapun. "


" begitu rupanya. "


" sudah ayo aku akan mengantar tian tristan ke tempat di mana tiara saat ini. "


" ah ya ayo ayo bergegaslah. " ucap tristan segera memasuki mobil mengikuti demian yang juga memasuki mobil.


mobil segera di pacu kearah rumah sakit di mana tiara di rawat.


" demian.... "


" ya.... "


" apa yang dirimu lakukan....!!!


mengapa dirimu tidak di militer... "


" oh aku mengundurkan diri sudah sekian tahun lamanya aku selalu berurusan dengan nyawa jadi aku putuskan untuk mengundurkan diri. "


" oh begitu rupanya.

__ADS_1


lalu apa dirimu dan tiara saling mengenal. "


" ya tentu, aku dan tiara sudah saling mengenal sejak tiara masih berumur 15 tahun guru beberapa kali datang membawa tiara menemui ku. "


" oh... lalu apa sekarang dirimu akan menemui tiara. "


" ya sejak awal kedatangan ku ke kota suzan ini hanya untuk menemui tiara adik manisku itu hanya saja sudah sembilan bulan aku men carinya tidak kunjung aku temui dia dan baru sekarang ini aku akan menemuinya. "


" tapi kau kan hebat dalam menemukan seseorang."


" hah tuan tristan apa dirimu pikir istrimu itu manusia biasa. asal kau tau saja dia satu satunya murid guru yang mewarisi semua keahlian dan kemampuan guru. " jelas demian


" apa benarkah. tapi selama ini aku melihat tiara biasa biasa saja. "


" entahlah mungkin tiara memiliki alasannya sendiri tidak menunjukkan kemampuan dia di depan tuan tristan. "


" ah ya aku rasa alasan itu lebih tepat. "


kemudian tidak ada lagi pembicaraan antara keduanya tristan larut dalam pemikirannya tentang tiara. hingga tidak terasa mobil sudah tiba di rumah sakit.


" tuan tristan ayo kita sudah sampai semoga dirimu masih sempat menemani proses kelahiran tiara. "


" ya ayo cepatlah bergegas. " ucap tristan yang sudah tidak sabar.


akhirnya tristan melihat keberadaan hana yang sedang berdiri di depan pintu setelah sekian lama menyusuri rumah sakit yang begitu luas.


" hana.... hana..... di mana tiara..... " ucap tristan mendekati hana menanyakan tiara.


sontak hana terkejut karena orang di depannya ini adalah tristan yang sudah cukup lama menghilang atau bahkan mati.


" tu.. tu... tuan tristan apakah benar ini dirimu. " ucap hana.


" ya ini aku di mana tiara. "


" ah nona di dalam bersama nyonya. "


" apa dia sudah melahirkan. "


" aku rasa belum tuan. "


" ya sudah aku masuk. "


" eh tunggu tuan jangan masuk sekarang. "


" kenapa. "


" sudah di dalam sudah ada nyonya. dan lagi pula tuan juga baru saja tiba setelah sekian lama takutnya di pertengahan nona saat melahirkan ketika melihat tuan prosesnya akan terganggu. "


" ah ya benar juga pasti nanti tiara akan terkejut sehingga tidak fokus dalam proses kelahirannya. "


akhirnya tristan pun duduk di kursi yang tersedia hana masih terus berdiri di tempatnya tapi hana merasa ada mata yang selalu memperhatikannya membuat hana mulai tidak nyaman dengan itu.


" hey kau berhentilah menatapku atau ku congkel matamu itu. " ucap hana pada demian yang masih tidak memalingkan matanya ketika di tegur oleh hana malah dia tersenyum melihat hana.


" oh maaf jika begitu. " ucap demian tersenyum tapi masih terus memandang hana.


" kau baik lah pertahankan itu karena tak lama lagi mata itu akan lenyap. " ucap hana.


" aku takut... " ucap demian semakin tersenyum lebar.


" kau..... " ucap hana yang tiba tiba saja hilang dari tempatnya dengan dua jari yang sudah kurang satu cm lagi menusuk mata demian.


tapi tangan demian berhasil menangkap tangan hana dengan sempurna.


" uh rupanya memiliki kemampuan aku semakin tertarik. "ucap demian dengan seringai

__ADS_1


ooweeek....... ooweeek... oweek.... suara bayi menangis


tristan yang ingin menghentikan hana dan demian segera membatalkannya dia segera bergegas memasuki ruangan persalinan itu.


__ADS_2