Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 90


__ADS_3

sang ketua pembunuh bayaran yang mendengar Queen mengatakan bahwa dia sudah cukup untuk melawan dirinya. membuatnya merasa seperti di rendahkan oleh seorang gadis.


" apa kau sedang merendahkan ku gadis sialan apa kau ingin melihat kekuatan sejatiku baik lah akan ku tunjukkan padamu. majulah datang padaku akan ku buat kau seperti bola sepak di bawah kaki ku. "


" bai aku ingin lihat itu. "


Queen segera maju mengisi pukulannya dengan energi karena masih belum bisa di pastikan musuhnya memiliki kelebihan apa. tapi sang ke tua tidak bergerak malah dia melebarkan tangannya untuk menyambut kedatangan Queen dan membiarkan Queen untuk memukul di bagian mana saja.


pukulan yang sudah berlapis energi segera bertemu dengan tubuh si ketua tepat mengenai bagian ulu hati sang ketua tapi saat pukulan itu menyentuh tubuh sang ketua seperti pemukul benda yang sangat keras.


" apa kau sedang menggelitik ku gadis bodoh ayo pukul lah. "


Queen segera mengerti jika musuhnya telah menggunakan kemampuan tubuh besi milik sang budha. Queen tersenyum tipis tapi tidak merubah kekuatan pukul nya Queen ingin mengangkat kepercayaan musuhnya setinggi mungkin lalu melemparnya ke bawah.


Queen terus memukul dengan sangat cepat di setiap bagian tubuh sang ke tua itu secara acak. hingga tiba sanga ke tua menangkap tangan Queen kemudian tersenyum jahat. disertai pukulan wajah yang dengan telak mengenai wajah Queen hingga membuat Queen terlempar jauh kemudian terseret di lantai.


" nona. "


" nona. " ucap erika dan sintia khawatir


" hahaha. bagai mana sekarang gadis bodoh apa kau sudah menyesal. " ucap sang ketua tampak sombong.


" Aku tidak apa apa tenanglah. " ucap Queen pada erika dan sintia walau di sudut bibirnya ada darah.


" apa itu terlihat di matamu. aku bahkan semakin tertarik untuk bertarung mengalahkan mu kemudian meletakkan wajahmu di bawah sepatuku ini. "


" sialan kau ayo datang ke sini buktikan kata katamu itu bodoh. " marah sang ke tua


" kau yang memintanya aku datang. " tiara berlari ke arah sang ketua ketika sudah dekat tiara melompat kemudian melakukan tendangan ke arah sang ketua dengan kekuatan yang masih sama tendangan itu mendarat si dada sang ketua dengan telak tapi tidak terjadi apa apa kemudian Queen melakukan salto hingga kaki yang satunya menendang tepat mengenai dagu sang ke tua tapi itu masih tidak menimbulkan apapun.


tiara yang sudah mendarat setelah melakukan dua tendangan segera menyerang kembali tapi ketiak akan maju lagi sebuah kaki dengan tepat mengenai dada tiara hingga terpental jauh kemudian membentur pilar besi hingga memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


buuuuaaaaaah....


tiara membersihkan darah di mulutnya dengan tangannya.


" nona. " ucap sintia


" diam saja tunggulah di sana aku masih bermain. "


" hahaha apa kau begitu lemah bodoh hanya serangan lemah begitu kau sudah memuntahkan darah di mana mulut besar mu tadi yang mengatakan jika aku saja sudah cukup ha..... ."

__ADS_1


" hey kau tampak sangat senang sekali aku bahkan masih bermain main mengapa kau begitu serius. "


" hahaha kau masih saja meninggikan dirimu yang sudah hampir sekarat oleh dua serangan ku. "


" serangan apa yang begitu lemah seperti itu ingin membuatku sekarat apa kau pikir kau seorang yang kuat. dasar katak dalam sumur. "


" sialan matilah kau. " sang ketua itu berlari ke arah tiara setelah cukup untuk jarak serangnya sang ketua melakukan tendangan lurus ke arah dada Queen yang coba di tahan Queen dengan menyilang kan tangannya di depan dadanya.


setelah tendangan itu sampai pertahanan tangan Queen tidak di tembus tapi membuat Queen terpental menabrak tiang besi itu kembali hingga membuat tubuh Queen terpental lagi ke depan setelah membentur tiang. yang kemudian ditangkap oleh sang ketua setelah itu di banting dengan keras ke lantai kemudian di endang sang amat keras hingga membuat Queen terseret membentur dinding.


tapi tidak sampai di situ saja sang ke tua yang sudah terlanjur marah menghampiri Queen yang masih tersungkur di tempatnya setelah di tendang.


di lain sisi sintia yang melihat itu ingin membantu Queen tapi di tahan oleh erika walau sebenarnya dia juga ingin membantu.


" mau ke mana sintia. diam dan lihatlah saja. "


" tapi kak nona bisa mati jika di biarkan. "


" diam dan ikuti perintah nona saka. "


" kak orang itu memukuli nona dengan kejam kita tidak bisa diam saja melihatnya. "


" sudahlah nona pasti sudah memikirkannya sebelumnya. "


" sintia diam dan tunggu saja


" tidak. "


" sintia. "


" lepas kak. "


" sintia. "


" sintia. "


plaaaak.....plaaaak....


" sintia diam dan ikuti perintah apa kau pikir hanya kau saja yang ingin membantu nona apa kau pikir aku tidak peduli melihat nona yang di pukuli seperti itu. apa kau bodoh hah nona tidak sama dengan kita mengerti lah satu hal itu. jika kau pergi dan membatu nona apa yang akan kau lakukan hah memukul orang itu apa kau buta lihat bagai mana nona menyerang orang itu tapi tidak terjadi apa pun pada orang itu lalu kau yang baru belajar bertarung ingin melawannya apa kau tidak berpikir akan menambah beban nona saja sadarlah pada dirimu sendiri aku juga ingin membantu nona. " marah erika yang sudah memuncak karena kesal pada sintia dan juga marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa membantu tiara.


" tapi kak nona. "

__ADS_1


" sudah sintia cukup cukup aku bisa membunuhmu nanti jika kau terus keras kepala diam dan lihat saja dengarkan perintah nona jangan bertindak bodoh yang bisa menyakitkan nona. "


disisi lainnya orang yang terus menerus memukul Queen itu akhirnya berhenti dan melihat Queen yang mulai terkulai lemas jatuh ke lantai denah baju yang sudah di penuhi darah.


kemudian sanga ketua itu berbalik melihat ke arah erika dan sintia berjalan perlahan mendekat meninggalkan Queen yang terkulai tak berdaya di lantai.


" sekarang hanya ada kalian berdua orang yang kalian panggil nona itu sudah tak bisa di harapkan lagi. jadi sekarang lebih baik kalian menyerah saja kemudian menjadi wanitaku saja dan puaskan diriku aku juga akan memuaskan kalian bagai mana. " sombong sang ke tua. "


" nona.... kau bajingan sialan iblis terkutuk matilah. " ucap sintia yang sangat marah


door...... door.... door.... door..... sintia menembakkan semua peluru yang ada di dalam pistolnya tapi peluru yang di tembakkan tidak ada satupun yang menembus tubuh orang itu peluru hanya penyok menjadi pipih kemudian jatuh ke lantai.


" duh sakit sakit aduh sakit. hahaha mengapa kau membawa mainan anak anak ke sini. " ucap si ketua menghina sintia


" kau. "


" haha baiklah sudah tidak ada gunanya mempertahankan kalian lebih baik kalian mati saja karena jika di biarkan kalian akan jadi liar nantinya. " sera bergerak mendekat


" kau mau pergi kemana kau masih belum selesai denganku ayo kemari dan mendekat lah. " ucap Queen yang mencoba bangkit


" apa bagai mana mungkin. "


" nona apa dirimu baik baik saja. " sintia


" ya aku baik aku hanya bermain saja. "


" kau tidak mati setelah ku pukul tadi bagai mana mungkin. "


" mungkin saja apa kau begitu membanggakan tubuh besi milik budha itu. apa kau tidak terlalu percaya diri. " ucap tiara


" kau hanya ditahap ke tiga dari tubuh besi mu masih ada dua tahap lagi untuk sempurna tapi kau sudah menganggap dirimu kuat apa kau tidak tau masih banyak jenis tubuh lainnya yang lebih kuat tapi aku tidak menyangka orang seperti mu bisa mendapatkan kemampuan seperti ini. "


" kau tau semuanya. "


" hahaha akun ini bukan anak kemarin sore seperti dirimu ayo jangan banyak bicara datang dan lawan aku atau aku yang akan datang. "


" baik lah kau yang memintanya maka sekarang kau akan mati. "


" kak kak erika nona nona masih baik baik saja. "


" ya itu lah nona kita ini masih terlalu dangkal untuk memahami nona yang dalam. "

__ADS_1


" em. aku sudah mengerti kak


__ADS_2