Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
168. SOMBONG


__ADS_3

" tidak salah tapi mengapa dirimu begitu blak blakan mengatakannya. " ucap tiara sedikit kesal tapi juga malu mengingat permainan bervariasi dari tristan.


" lalu apa yang harus aku lakukan jika aku ingin melakukannya. "


" pikirkan saja sendiri. "


" eh apa dirimu merajuk tiara. "


" menurut mu. "


" aih aku tidak ahli dalam hal seperti ini. "


cukup lama menyusuri jalanan akhirnya tiara dan tristan sudah tiba di sebuah pusat jual beli perhiasan " PERMATA ABADI "


" tristan mengapa memilih tempat ini. "


" karena di sini merupakan pusat perhiasan terbesar yang ada di negara selatan ini. " jelas tristan


" oh. "


" ayo masuk. "


" em. "


didalam terlihat sangat mewah dekorasi dan penyusunannya sangat rapi sepanjang mata melihat di sana tertata rapi berbagai macam perhiasan. jika bukan tiara dan wanita lain pasti mereka sudah kegirangan ingin membeli perhiasan.


" selamat datang tuan dan nona. mari saya bantu untuk mendapatkan apa yang tuan dan nona inginkan. "


" tiara pilih lah katakan saja seperti apa yang dirimu inginkan


" baik lah. " ucap tiara


" bantu aku mendapatkan pilihan yang cocok untukku. " ucap tiara pada pelayan.


" baik nona. melihat nona yang begitu cantik kami akan ambilkan beberapa yang mungkin nona suka. "


segera pelayan itu menuju sebuah lemari yang sepertinya sangat khusus. tak lama pelayan itu kembali dengan 3 kotak mewah bersusun.


setelah di letakkan di meja pelayan mulai membukakan penutup setiap kotak.


" nona tiga barang berupa cincin ini merupakan barang terbaik di sini jadi mungkin salah satu dari ketiganya adalah yang cocok untuk nona. silahkan nona coba dahulu dan nilai. " jelas sangat pelayan.


tiara segera melihatnya saja dan matanya segera tertuju dengan cincin yang ada di kotak bagian tengah.


" tristan aku ingin yang ini saja. "


" maka sudah di putuskan. aku ambil yang ini saja karena istriku sudah memilihnya. "


" ba....... "

__ADS_1


" tunggu. " potong seseorang yang entah dari mana datangnya


tiara dan tristan segera melihat ke arah siapa yang mengatakan itu. ternyata sepasang kekasih dengan penampilan super mewahnya terlihat seperti orang yang sangat kaya raya.


" aku ingin cincin itu jadi aku harus mendapatkannya. " ucap wanita itu kemudian mengambil kotak beserta cincinnya yang ada di meja.


" maaf jika boleh tau siapa dirimu. " tanya tiara meredam amarahnya dan amarah tristan dengan tiara merangkul lengan tristan.


" aku dari keluarga walham dan suami ku dari keluarga Gu keluarga pertama di kota ni.


" oh kalian merupakan orang yang sangat terpandang rupanya. " tiara


" tentu saja jadi lebih baik kalian pergi saja demi keamanan kalian. "


" bagai mana bisa begitu kami belum mendapatkan apa yang kami mau mengapa harus pergi begitu buru buru. " ucap tiara santai tapi mengandung makna.


" oh apa kalian ingin bersaing denganku. " ucap wanita itu.


tristan sudah tak tahan tapi tak bisa bergerak brutal karena tiara merangkul lenga tristan dengan erat. tristan takut akan melukai tiara jika dia melepas paksa lengannya.


" tidak silahkan dapatkan cincin itu aku akan mencari yang lain saja dan pastikan kalian membayar itu nantinya. jangan permalukan nama keluarga kalian nantinya dengan sikap sombong dan arogan kalian. " ucap tiara sedikit memberi guncangan mental agar pasangan itu ragu.


" kau sedang meremehkan kan kami, apa kau pikir kami tidak bisa bayar cincin murah ini. " ucap wanita itu pada tiara. tiara sedikit seperti bersembunyi dengan membenamkan wajahnya di lengan tristan.


" sayang belikan aku yang ini. " ucap wanita itu pada kekasihnya.


katakan berapa harganya aku akan segera membayarnya sekarang. " ucap si lelaki pada pelayan.


"cincin ini tidak akan pernah ada duanya karena penempa dari cincin ini mengatakan prosesnya terlalu rumit dan sulit makan harganya akan sesuai yaitu 950 juta triliun saja tuan. " jelas pelayan tanpa ada yang di tutup tupi. tiara tersenyum saja tristan juga mulai tenang.


" hey apa dirimu sedang mempermainkan harga karena dirimu tau kami ini adalah dari keluarga no satu. " ucap si lelaki karena terkejut dengan harganya jadi sedikit membuat alasan.


" harga yang terjangkau.... " ucap tiara pada tristan. " suami apa dirimu mampu membelinya. " dengan wajah lucu dan imut


tristan terkekeh dengan tiara. " mampu.... jika masih ada 10 yang seperti itu aku akan beli semuanya untukmu istri bagai mana. "


" aku mau.... " ucap tiara


"jadi bagaimana apa kalian mau membayarnya atau tidak jika tidak suamiku akan membayarnya untukku. " ucap tiara memancing.


" hahaha. bungkus aku ambil. " ucap si lelaki dengan tawa yang sombong. "


" terimakasih suamiku malam ini akan ku berikan bonus untukmu. "


" bagus bagus istri yang baik. " ucap si lelaki pada si wanita.


keduanya segera melakukan pembayaran dan si wanita langsung saja menyematkan cincin itu di jarinya. kemudian sengaja menyombongkan itu pada tiara.


" cincin ini begitu pas dan indah di jariku. "

__ADS_1


" tentu saja istriku sangat cantik jadi cincin ini hanya hiasan kecil saja. "


" suami aku sedih melihatnya tak bisakah aku mendapatkan yang lainnya yang terbaik. " melas tiara dengan wajah manjanya dan mata yang berair.


" berikan istri ku yang terbaik yang ada di tempat ini. " ucap tristan.


" sombong. "


" hahaha sombong kepada orang yang sombong itu baik. " ucap tristan.


" kau.... "


pelayan datang dengan kotak gold yang masih ada di dalam kaca yang terkunci rapat. sang pelayan segera mengeluarkan kartu dari balik bajunya kemudian menempelkan kartu itu pada sisi kotak kaca. tak lama pintu dari kotak kaca terbuka.


" silahkan tuan dan nona. ini merupakan yang terbaik yang ada di sini. " ucap sang pelayan


" aku mau yang ini suami. " kembali wanita itu berulah.


" tenang aku akan mendapatkan untukmu. " ucap sang lelaki mengeluarkan gold card


" ini aku membayar untuk cincin itu. "


" eh mengapa kalian begitu serakah. " tiara.


" hei disini uang yang bicara selama mampu semua bisa di dapatkan. " ucap si lelaki.


" maaf tuan saldo anda tidak mencukupi untuk mendapatkan cincin ini. " ucap sang pelayan.


" hey kau tidak lihat itu gold card bagai mana mungkin saldonya mencukupi. "


" ah itu kami tidak tau tuan kami sudah mengulanginya sebanyak tiga kali dan hasilnya sama. "


" sudah jika tak mampu membayar jangan membual. " ucap tristan melemparkan black card.


" apa black card. " ucap si lelaki.


" itu artinya dia juga merupakan orang yang kaya raya bahkan berpengaruh. ini akan menjadi bencana untukku dan ayah akan membunuhku karena ini. "


" tuan muda aku..... "


" sudah terlambat simpan itu sampai tiba di rumahmu. " ucap tristan mengambil tanda Terima dan cincinnya kemudian pergi begitu saja.


" suami apa yang terjadi mengapa dirimu begitu menghormatinya. "


" kita sudah mati sekarang. "


" ada apa. "


" mati. " ucap lelaki itu bersimpuh di lantai dengan wajah pucat

__ADS_1


__ADS_2