Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 48


__ADS_3

" saudara pertama sepertinya musuh kita kali ini memiliki kemampuan tidak biasa aku sudah menggabungkan seluruh anak buah ku dengan saudara kelima dan keenam tapi mereka di bantai oleh seorang gadis yang masih usia 20 tahun. "


" saudara keempat kau sudah kembali kesini. apakah separah itu. "


" benar saudara pertama. "


" jika begitu ayo kita gunakan semua kemampuan kita siapkan semuanya. jangan membuat ketua sampai turun tangan bisa bisa kita juga akan terkena imbasnya. "


di lantai satu Queen sedang mengelap pedangnya pada salah satu baju mayat yang tergeletak dekat dengannya. setelah itu menyarung kan kembali pedangnya.


" erika mereka lari ke lantai dua sepertinya pertarungan yang sebenarnya ada di lantai dua. "


" ya ku rasa begitu nona. " ucap erika menahan mual di perutnya melihat pembunuhan yang lebih kejam dari sebelumnya.


" ya sudah ayo. sini serahkan senjataku. "


" baik nona. " segera erika menyerahkan senjata yang di minta oleh Queen.


tapi sebelum Queen dan erika maju untuk naik ke lantai dua. mereka sudah di serang terlebih dahulu dari atas.


Queen yang sudah sadar jika akan ada serangan segera membawa erika lari untuk berlindung di antara tiang tiang penyanggah


segera saja rentetan tembakan di arahkan ketempat persembunyian Queen dan erika.


Queen tertawa bahagia erika yang melihatnya bingung mengapa Queen tertawa.


" erika dengar baik baik aku akan mengalihkan mereka jika dirimu memiliki kesempatan serang lah jangan terlalu memperhatikan ku. "


" baik mengerti nona. "


segera Queen beraksi dengan melakukan pengalihan dan penyerangan pada pihak lawan. pihak lawan sendiri terkejut di tengah suasana tembakan Queen keluar dan melakukan tembakan balasan kemudian berlindung kembali, dan itu terus dilakukannya.


erika melihat sebuah kesempatan segera juga mulai melakukan serangan pada pihak lawan.


kini Queen dan erika mulai mendominasi pertempuran itu. karena Queen begitu lincah dan sangat cepat serta akurasi tembakannya tidak pernah meleset. erika juga tak kalah dia seperti seorang profesional yang terlatih. walau akurasi tembakannya tak sebaik Queen.


dalam 30 menit baku tembak itu telah usai karena pihak musuh sudah tak melakukannya lagi. kini yang ada hanya tetesan darah yang menetes dari lantai dua.


" nona. "


" aku baik baik saja. kau hebat juga rupanya erika menghadapi situasi ini."


" aku hanya melakukan sesuai dengan yang aku tau dan bisa nona. "


" ya ya ya kuharap itu bisa di tingkatkan lagi. "


" baik nona. "


" ya sudah ayo sepertinya kita sudah di tunggu di lantai dua. bagaimana amunisi mu. "

__ADS_1


" baik nona. kurasa masih cukup nona dan aku masih memiliki dua pistol lagi. "


" ya baguslah ayo biarkan aku di depan saja. "


" baik nona. "


keduanya mulai menaiki tangga yang di mana mereka sudah di tunggu oleh musuh. tapi yang pihak musuh tidak tau Queen memiliki kecepatan di atas rata rata manusia biasa sehingga sebelum mereka membakar mereka sudah tertembak dahulu.


erika yang di belakangnya hanya berfikir bagai mana Queen melakukannya dan bagai mana Queen tau musuh yang mana dahulu akan menembak.


di tangga bisa di lewati dengan baik oleh Queen dan erika kini mereka berdua berada di medan tempur yang sesungguhnya karena para musuh yang sudah siap semuanya dan jumlah mereka bukanlah sedikit.


di lantai dua di bentuk seperti lorong lorong yang berkelok kelok yang di setiap sisinya adalah kamar kamar.


" erika apa sudah siap. "


" sudah nona kapanpun. "


" dengarkan rencananya. di lantai dua ini seperti lorong yang berkelok aku perkirakan mungkin ada 4 belokan. belokan pertama kita akan mengunakan senjata kita selebihnya gunakan milik musuh yang sudah mati. kita gunakan sistem reload jika aku yang menembak dirimu yang bersembunyi apa kau mengerti erika. " jelas Queen pada erika.


" baik nona. "


" kali ini biarkan aku terlebih dahulu. "


" baik nona. "


segera Queen bergerak maju dengan terus menembaki musuh yang terlihat hingga Queen melewati 5 pintu kamar Queen berteriak.


segera saja berganti erika yang menyerang sesuai dengan rencana. sama halnya dengan Queen setelah melewati 3 kamar erika berteriak


reload......


maka Queen kembali lagi bergerak menyerang. begitupun seterusnya hingga tikungan pertama selesai. kini berlanjut di kedua dengan rencana yang sama.


hingga 1jam 30 menit akhirnya 4 tikungan itu selesai di lewati dengan sempurna yang tidak pernah di sadari oleh erika jika sejak awal erika sudah terbungkus energi yang Queen ciptakan.


untuk para petinggi organisasi itu kini tengah berada di ruangan ketua dari organisasi pembunuh.


" mengapa kalian yang begitu banyak masih bisa kalah. apa kalian bodoh hah. berapa banyak musuh kita dan siapa mereka. "


" maaf ketua musuh kita hanya dua orang yang satu wanita dewasa yang satu lagi masih gadis tapi mereka memiliki kemampuan yang luar biasa ketua terlebih si gadis di memiliki kemampuan di atas rata rata manusia. "


" kalian terlalu banyak membual dan itu membuatku muak. "


erika dan Queen kini sudah bersiap memasuki sebuah kamar tapi ketika ingin membuka pintu suara tembakan terdengar dari dalam. erika yang terkejut segera memasang posisi siap sedangkan Queen tetap tenang kemudian membuka pintu.


hal pertama yang terlihat di dalam adalah keenam petinggi yang sudah mati tertembak tepat di kepalanya.


ternyata si ketua itu membunuh keenam petinggi nya sendiri hanya karena tak bisa mengatasi Queen dan erika.

__ADS_1


" oh ada tamu rupanya. selamat datang di tempatku. maaf sedikit kacau karena para bajingan ini tidak becus.


ada apa mengapa kalian datang ke tempat ku dan membantai habis orang orang ku. " ucap ketua itu sambil merokok.


" aku datang karena ingin menghilangkan organisasi ini selamanya. " ucap Queen polos dan lucu.


" siapa.... kau apa itu kau gadis kecil ingin menghilangkan Organisasi ku. apa kau sudah kehilangan akal hah. " ucap santai ketua itu


" tidak aku tidak bercanda. " singkat Queen


" benarkah.... maka matilah kau. "


doorrr..... doorrr..... doorrr..... doorrr.... rentetan tembakan di lepaskan pada Queen tapi bukannya lari Queen malah membalas tembakan itu sehingga peluru peluru itu beradu dan tak sampai mengenai kedua belah pihak.


" wah wah rupanya kau hebat ya sesuai dengan laporan yang ku Terima dari mereka. "


tapi Queen tak menjawab dia hanya melihat kearah ketua itu.


aku tak pandai bermain senjata api aku hanya pandai bermain tangan kosong apa kau bisa.


kau terlalu cerewet Queen segera mengarahkan pistolnya pada ketua itu kemudian menembak tapi ketua itu bisa menghindari semuanya.


" uuuu kau begitu pemarah gadis kecil bagai mana jika kita bermain di kasur ku sebentar. "


tapi Queen tak menjawab dia mengisi kembali amunisi pistolnya kemudian melakukan hal yang sama. hal itu terulang terus sebanyak tiga kali yang di mana tembakan terakhir tepat mengenai perut bagian samping hingga tembus.


" hahahaha kau hebat bisa menembak ku dengan tepat. "


" apa kau bodoh jika aku ingin sudah mati sedari tadi dirimu yang lambat itu. "


" haha kau hanya membual saja. "


" oh baikan lah akan ku buktikan. "


segera Queen berlari ke arah ketua itu kemudian melakukan tinju yang berhasil di tahan tapi tidak berhenti di sana Queen terus menyerang ketua itu. dengan tempo yang semakin lama semakin cepat sehingga membuat si ketua itu kewalahan.


pada akhirnya ketua itu terkena pukulan tepat di rahangnya dan tendangan di perutnya. hingga membuat si ketua itu mendur beberapa langkah kebelakang.


" bagai mana apa aku cepat atau kau yang lambat sekarang apa kau percaya aku bisa membunuhmu jika aku ingin. "


" sial kau menipu ku dengan wajah anak kecilmu rupanya kau rubah tua yang hebat. "


" uu kata kata itu menyakitiku maka kau harus menerima rasa sakit yang ku Terima. "


tiara kemudian menyerang lagi serangan Queen begitu cepat sehingga tidak semua serangan yang Queen lakukan bisa di tahannya.


Queen yang masih kesal dengan kata kata ketua itu terus menyerangnya hingga pada akhirnya ketua yang sudah kewalahan mengimbangi kecepatan Queen pun terkena serangan bertubi tubi dari Queen.


hingga ketua itu terpental kemudian tersungkur mulutnya banyak mengeluarkan darah. tetapi meski begitu dia tetap tertawa seperti senang.

__ADS_1


" hahaha.... ayo pukul lagi ayo hahahaha......


__ADS_2