Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 102


__ADS_3

tak lama kini tiara sudah tiba di alamat yang di berikan kan oleh lisuan tiara dan erika segera keluar dari dalam mobilnya.


" eh nona aku sepertinya mengenal rumah ini. jika tebakanku tidak salah ini merupakan kediaman keluarga argantara. "


" em. siapa mereka. "


" merek merupakan salah satu dari keluarga yang berpengaruh di kota suzan ini bisnis mereka juga banyak dan berkembang dengan baik. juga dari beberapa berita keluarga ini terkenal karena mereka merupakan keluarga praktisi beladiri. apa lagi kepala keluarga yang saat ini banyak informasi yang bocor mengatakan jika kepala keluarga yang saat ini merupakan seorang praktisi beladiri yang hebat dan berbakat. "


" sangat menarik mereka keluarga yang tidak bisa sembarangan di sentuh jika begitu. "


" ya aku rasa begitu nona orang luar tidak mungkin menyentuh keluarga ini tapi entah jika itu orang dalam yang bermain trik kotor. "


" itu juga bisa. "


tak lama seorang lelaki tua menggunakan jas dokter berlari ke arah keduanya yang sedang bergunjing.


" nona sudah tiba. terimakasih sudah datang maaf kau merepotkan. "


" ya tak apa ini bukanlah masalah besar untuk ku. bagai mana dengan pasien apa sudah ada perkembangan. "


" itu pasien malah semakin memburuk nona. "


" ya sudah ayo kita masuk saja untuk memeriksa. "


" baik mari nona. ikuti aku. "


".em."


" nona ini sungguh mengesankan di umur mudanya sudah sehebat ini jika orang melihat wajah polos dan lucunya siapa yang akan percaya jika nona ini berkemampuan tinggi aku saja jika waktu itu tidak melihat nya sendiri maka aku juga tidak percaya. sungguh suatu berkah untukku di pertemukan dengan nona ini. " suara hati li suan.


" ini kamarnya nona ayo masuk.


" em. "


segera tiara ikut masuk mengikuti lisuan yang sudah masuk terlebih dahulu.


" tuan besar Arga orang yang aku maksud sudah datang. "


ayah amelia melihat ke arah erika kemudian tiara berpikir jika erika lah orang itu.


" tuan besar apa anda baik. " ucap li suan yang melihat yah amelia terdiam melamun melihat erika dan tiara


" eh maaf maaf selamat datang maaf aku tidak menyambut kalian aku sibuk memperhatikan putriku yang sedang sakit ini. "

__ADS_1


" tidak...... " tiara


" dokter apa kau tidak salah membawa orang mengapa kau membawa dua orang bodoh ini untuk mengobati amelia apa kau ingin mengkambing hitamkan mereka demi menyelamatkanmu. " paman amelia menghentikan tiara berbicara dan berkata kasar menghina dan arogan pada lisuan.


" tuan Arga aku begitu menghormati keluarga ini jadi tidak ada maksud buruk dariku tapi mengapa kau selalu membuat ku kesulitan tak bisakah tuan Arga sedikit lebih lunak. "


" kau apa kau berani aku hanya tidak ingin terjadi hal buruk pada ponakan ku karena mu dan dua orang bodoh mu ini. "


" tuan Arga anda keterlaluan. "


" sudah cukup diam. amelia anakku jadi diam lah untuk sekarang. "


" tapi kak ini sudah kelewatan mengapa kakak masih percaya padanya. "


" apa lagi yang bisa aku lakukan sebagai yah selain percaya pada dokter. apa aku harus percaya padamu yang bukan seorang dokter ayo katakan katakan. "


" paman tidak perlu marah begitu pada ayah ayah hanya peduli padamu sekarang terserah paman saja . " ucap anak dari paman amelia


" ya kak itu terserah dirimu saja sepertinya percuma saja aku sangat peduli pada amelia tapi dirimu begitu memihak dokter busuk ini. "


" apa kau pikir aku tidak perduli hah dia anak ku darah daging ku sudah jangan memperburuk ke adaan sekarang. kalian diam lah. "


paman amelia dan anaknya sangat ketakutan karena aura dari ayah amelia keluar seperti menekan mereka.


" eh tuan besar Arga bukan aku yang akan menangani ini tapi nona ku ini. "


" eh benarkah." kemudian ayah amelia melihat ke arah tiara sejenak kemudian melihat ke arah li suan dangan tajam.


" dokter li. " suara dingin keluar dari mulut ayah amelia.


" lihat kak dia hanya ingin menyelamatkan dirinya saja apa maksudnya dengan mendatangkan seorang gadis untuk mengobati amelia apa dia ingin menipu. "


tapi ayah amelia masih fokus dengan tatapan tajam dan dingin pada dokter li. menghiraukan kata kata adiknya itu.


" tuan tolonglah percaya padaku apa keuntungan untuk ku dengan melakukan semua ini. aku juga masih di sini aku bukan orang kuat tuan bisa membunuhku kapan saja tanpa ada masalah timbul jika terjadi sesuatu dalam pengobatan ini. bukan tuan mengatakan walau harapan itu kecil tuan masih akan berusaha sekarang harapan itu tiba mengapa tuan ragu. "


" erika ayo pergi saja sepertinya di sini kita tidak di butuhkan juga kita sudah di hina begitu buruk jadi tak perlu lagi berlama lama lagi. "


" baik ayo nona. "


" tunggu tunggu nona. " li suan


" ada apa lagi dokter li. "

__ADS_1


" nona tolonglah setidaknya demi nyawaku aku tidak ingin Isabel hidup seorang diri tolonglah. " li suan yang sudah berlutut dan bersiap bersujud tapi tiara menghentikannya dengan menahannya kemudian mengajaknya berdiri.


" dokter li mengapa harus merendahkan dirimu di hadapanku ayo bangun itu tidak baik untuk statusmu yang seorang kepa dokter. "


" nona. "


" sudah lah dokter li tak ada yang bisa di lakukan ayo kita pergi saja dari sini. "


" tapi nona. "


" sudah lah. "


" bagus kau ingin melarikan diri sekarang dasar sampah tidak tau diri. " ucap anak dari paman amelia kemudian mendekat akan melakukan sebuah pukulan.


erika yang melihat tidak tinggal diam saja erika segera melakukan tendangan lurus yang tepat mengenai dada membuat anak itu terpental jauh hingga menabrak dinding kemudian membuatnya jatuh ke lantai tak sadarkan diri.


ayahnya yang melihat itu di buat tidak percaya anak laki lakinya yang seorang praktisi beladiri di buat terlempar bahkan terkapar tidak sadarkan diri oleh tendangan wanita.


" kau kau berani melakukan itu. " ucap ayahnya kemudian mendekat ke anaknya yang tak sadarkan diri


" mengapa aku harus takut hanya seekor kucing liar saja. " erika dengan pedas.


" apa kau tidak tau sedang berada di mana. "


" ya aku tau ini kediaman keluarga Arga yang terkenal dengan kemampuan bela dirinya lalu apa. "


" kau sudah melukai salah satu orang dari keluarga Arga lebih baik kau mati. " mengeluarkan pistol bersiap untuk menembak erika yang terlihat biasa saja seperti tidak takut melihat pistol itu. tiara juga mulai kesal karena ada yang berani mengeluarkan pistol untuk mengancam.


ayah amelia yang sedari tadi diam karena bingung harus percaya atau tidak pada lisuan terkejut melihat kepoan nya di buat terlempar oleh tendangan seorang wanita dan melihat adiknya yang mengeluarkan pistol untuk menembak erika.


" berhenti sekarang. " teriaknya keras hingga tangan sangat adik yang memegang pistol gemetar tanpa sengaja menarik pelatuk pemicu sehingga pistol menembakkan peluru tiara yang melihat itu segera mendorong erika dan dokter li.


" kau berani menembakkan pistol itu. " ucap tiara dingin setelah peluru itu mengenai tembok. aura membunuh yang pekat menekan semua orang di sana tak terkecuali amelia yang sedang terbaring.


tiara mendekat dengan perlahan ke arah paman amelia dengan tatapan tajamnya sedangkan paman amelia hanya kaku tidak bisa berbuat apa apa pikirannya benar benar kosong sekarang bahkan pistol di tangannya jatuh tanpa di sadari.


tiara dengan tendangan keras menendang kepala paman amelia itu. tendangan yang sudah lepas itu bersamaan dengan suara ayah amelia yang mencoba menghentikan tiara tapi sudah terlambat tendangan itu dengan telak mengenai kepala paman amelia membuatnya terlempar kesamping kemudian pingsan.


" maaf kau terlambat dan juga meski kau menghentikannya itu tetap akan terjadi. " ucap tiara pada ayah Amalia.


" erika ayo pergi. "


" baik nona. "

__ADS_1


__ADS_2