
di dalam mobil dalam perjalanan ke toko buku linda bertanya pada airin sebenarnya apa yang sudah terjadi di toilet.
" airin sayang sebenarnya siapa orang itu. " tanya linda karena linda sudah mendengar cerita tiara tentang airin yang membunuh penyusup yang datang ke rumah Sintia waktu itu.
" nenek orang itu mau culik airin untuk di jadikan tawanan sandra, agar bisa membunuh mama. jadi airin airin bunuh orang itu agar tidak menyakiti mama. " jelas airin tidak berbohong.
" tapi bagai mana airin membunuh orang itu nenek rasa orang itu bukanlah orang biasa bahkan aura keberadaanya saja nenek tidak merasakannya. " tanya linda penasaran bagai mana caranya anak usia lima tahu membunuh orang dewasa.
" itu airin berlari sangat cepat ke arah orang itu lalu airin memukul setiap titik syaraf yang ada pada orang itu nenek. " jelas airin singkat.
" hah ya sudah yang penting airin baik baik saja yang lainnya tak perlu di bahas lagi. " ucap linda.
sedangkan di rumah tiara yang sedang tertidur dalam pelukan tristan tiba tiba terbangun dari tidurnya karena bermimpi buruk tentang airin.
" airin............ " ucap tiara terduduk dari tidurnya dengan nafas yang memburu.
tristan juga kaget segera terbangun dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
" sayang ada bapa. " tristan.
" airin sesuatu terjadi pada airin tristan. " ucap tiara galau.
" tenang oke tenang. airin sama mama jadi setidaknya masih ada mama yang menolong jika terjadi sesuatu pada airin. " jelas tristan mencoba menenangkan tiara.
" tidak bisa tristan ayo kita cari airin sekarang aku tidak bisa tenang. " ucap tiara
" oke oke ayo kita cari airin sekarang ayo bersihkan diri dulu sebelum keluar. " ucap tristan
tiara yang melihat sekitar kamar alangkah terkejutnya karena sangat berantakan di mana koyakan baju dan dalaman tiara berserakan di mana mana.
" tristan dirimu merusak kembali baju baju ku. " ucap tiara
" hehe maaf sayang aku terlalu semangat tadi lagipula kita tinggal membeli kembali saja. " jawab tristan tanpa rasa bersalah.
" hah ya sudah terserah dirimu saja. " pasrah tiara.
" mau madi bersama sayang. " tawar tristan dengan senyuman indahnya.
" tidak aku sudah sering dengan itu dan pada ujungnya kita akan melakukan itu lagi di kamar mandi. dirimu mandi saja dulu aku akan membereskan ini saja. " ucap tiara menolak ajakan tristan.
" ah... . sayang sekali jika begitu.
ya sudah aku mandi sendiri saja..... " ucap tristan tampak sedikit kecewa.
" cepatlah tristan kita harus segera menemukan airin. " ucap tiara.
" sayang bukankah ada ponsel mengapa tidak menghubungi mama terlebih dahulu untuk menanyakan airin. " ucap tristan dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
" aiya..... benar juga mengapa aku lupa dengan itu. " ucap tiara baru mengingat tentang ponsel.
segera tiara menghentikan kegiatannya dan mencari nomer untuk di hubungi.
" halo iris. " ucap tiara.
" ya nona. " jawab iris
" cari tau keberadaan airin bersama ibu sekarang. "
" baik nona. "
panggilan pun terputus setelah itu. kemudian tiara segera menghubungi ponsel ibu tristan lama menunggu dan sudah berulang kali mencoba tapi tidak kunjung di jawab oleh panggilan tiara oleh ibu tristan.
tak lama iris kembali menghubungi tiara memberitahukan lokasi airin di mana.
" ya iris..... "
" nona.... airin sedang berada di toko buku bersama nyonya. sepertinya ponsel nyonya tertinggal di mobil nona. " jelas iris.
" em.... yasudah. " ucap tiara memutuskan panggilan.
" sayang bagai mana. " ucap tristan yang sudah keluar dari kamar mandi dan duduk di sebelah tiara.
" airin baik baik saja dia sedang ada di toko buku sekarang. " jelas tiara yang mulai risih dengan tangan nakal tristan.
" tristan berhenti jangan lagi aku sedang tidak dalam kondisi baik. aku mau mandi. " ucap tiara segera bangkit dan bergegas pergi karena sepertinya tristan sudah lapar lagi.
" sayang sepertinya aku lebih suka dirimu tanpa pakaian seperti itu. " ucap tristan mengiringi kepergian tiara.
" tidak ituenguntungkan dirimu saja yang ada malah aku akan di gempur habis habisan oleh mu setiap saat. " ucap tiara dari dalam kamar mandi.
tristan tersenyum mendengar perkataan dari tiara. tristan segera memunguti semua sisa sisa pakaian di lantai dan di tempat lainnya.
di kedalaman pasar gelap darwin tengah mengumpat kesal karena sudah tiga orang yang mati untuk melakukan misi menangkap anak dari tiara.
" sial rupanya ada orang kuat yang melindungi anak itu. awas saja aku akan mengirim orang lain yang lebih mempuni dari pada sebelumnya. " ucap darwin.
" tuan biarkan aku saja yang menjalankan misi ini. " ucap orang yang sedang duduk di depan darwin.
" hah ya sepertinya memang harus dirimu sekarang yang pergi mengerjakan misi ini. orang di belakang anak itu cukup kuat. " ucap darwin.
" terimakasih tuan aku tidak akan mengecewakan dirimu tuan aku akan segera menyelesaikan misi ini. "
" ya bagus jika seperti itu pergilah aku mengijinkan mu. "
" jika begitu aku undurdiri tuan. "
__ADS_1
darwin hanya melambaikan tangannya tanpa berbicara untuk kepergian salah seorang dari pasukan intinya itu.
" kalian boleh pergi dahulu aku harus melakukan sesuatu sekarang. " ucap darwin pada beberapa orang yang ada di detampaynya.
" baik tuan. " ucap beberapa orang kompak dan mulai meninggalkan tempat darwin.
darwin sendiri mulai melakukan sesuatu seperti orang yang sedang bersemedi kesadarannya segera pergi ke suatu tempat yang gelap dengan aura kematian yang pekat.
" ada apa manusia kamu datang ke sini. " ucap suara tanpa sosok
" tuan musuhku sangat kuat beri aku kekuatan lebih banyak lagi agar aku bisa mengalahkan dia. "
" hahaha baik lah aku sendiri yang akan datang ketika waktunya dirimu melawan musuhmu itu. akan ku buat dirimu menjadi satu satunya penguasa di dunia ini. " hahahaha..........
" terimakasih tuan aku memang tidak salah menjadikan dirimu sebagai tuanku. " ucap darwin.
" hahaha tenang saja selama dirimu terus menyerahkan dirimu padaku makan aku akan selalu memenuhi seluruh ke inginanmu. hahaha. . hahaha... hahaha.... "
" aku mengerti tuan trimakasih terimakasih. "
" ya lebih baik kau mencari seseorang untuk dirimu bunuh semakin banyak semakin bagus untuk di rimu. "
" baik tuan aku akan segera lakukan itu. " segera darwin kembali ke tubuh fisiknya dengan penuh senyuman puas dan bahagia darwin menghilang dari tempatnya duduk.
saat ini di rumah airin dan linda ibu tristan baru saja tiba di rumah tiara sudah menunggu ke datangan ke duanya karena ibu tristan sudah menghubungi tiara jika mereka sudah pulang.
tristan yang merangkul tiara juga menyambut kedatangan airin.
" daddy..... mama..... airin pulang. " senang airin setelah turun dari mobil.
" uh anak daddy yang cantik. " ucap tristan menggendong airin.
" bagai mana jalan jalannya sayang. " ucap tiara.
" menyenangkan mama lihat apa yang airin dapat sebuah buku baru.... " airin begitu antusias ketika menyebutkan tentang buku.
" mama..... apa mama tau airin tadi sudah membasmi orang jahat yang ingin menculik airin agar bisa mencelakai mama. " ucap airin begitu lucu.
" wah benarkah sayang apa airin sendiri yang melakukan itu. " tanya tristan memastikan sedangkan tiara melihat ke arah sangat ibu di mana linda menyetujui apa yang di katakn airin.
" benar daddy. orang itu airin pukul tanpa ada perlawanan yang berarti. hebat bukan airin. " ucap airin.
" wahai hebat dong anak mama tidak takut pada orang jahat. " ucap tiara.
" iya dong airin akan membasmi siapa saja yang berani mencelakai mama dan papa. " ucap airin
" anak baik. " ucap tristan kemudian mencubit hidung cantik airin.
__ADS_1